PIE Makro

 

Silahkan klik pada tulisan di bawah untuk handout dalam format pdf :

HANDOUTS PIE MAKRO

119 Responses to “PIE Makro”

  1. Alvin Zainal M October 27, 2011 at 5:00 am #

    ass,maaf pak ko materinya berbahasa inggris?ada yang berbahasa indonesia tidak pak?terimakasih pak wass

  2. Ray Rahman Mawi January 2, 2012 at 5:15 am #

    Nama : Ray Rahman Mawi
    NPM : 113402216
    Manajemen F

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan adalah penjumlahan seluruh pendapatan yang diterima RTK suatu negara selama periode tertentu sebagai imbalan atas produksi yang diberikan kepada perusahaan.

    Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi adalah penjumlahan nilai seluruh produk dalam bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu yang dihasilkan suatu negara.

    Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran adalah jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa selama satu periode tertentu yang diproduksi oleh suatu negara. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan oleh Rumah tangga(C), pemerintah(G), pengeluaran investasi(I), dan selisih antara ekspor-impor(X−M)

    Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) baik di dalam maupun di luar negeri selama satu tahun.

    Produk Nasional Netto (NNP)
    Produk Nasional Netto (Net National Product) adalah produk nasional yang memperhitungkan pengeluaran investasi netto dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Netto (NNI)
    Pendapatan Nasional Netto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Nasional (NI)
    Pendapatan Nasioanl (National Income) adalah pendapatan yang memperhitungkan balas jasa atas faktor produksi dengan mengurangi produk nasional netto dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Rumusannya adalah Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    – Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi

    – Investasi

  3. Ahmad Sumarlin Heryandi January 3, 2012 at 4:20 am #

    Nama : Ahmad Sumarlin Heryandi
    NPM : 113402138
    Jurusan : Manajemen
    Kelas : D

    Assalamualaikum.

    A. Pengertian Produk Nasional Bruto (PNB) Dan Produk Domestik Bruto (PDB)

    1. Produk Nasional Bruto (PNB) adalah segala nilai produk baik itu barang maupun jasa yang dihasilkan oleh Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing yang berada di dalam negeri, yaitu berada di negara Indonesia selama satu periode, biasanya satu tahun.
    2. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah produk baik itu barang ataupun jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang berada pada wilayah domestik suatu negara, yaitu Warga Negara Indonesia yang beradda di dalam negeri, dan Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri.

    B. Cara penghitungannya dengan cara tiga pendekatan, yaitu :
    a. Cara pendekatan Pendapatan. yaitu, dengan cara menjumlahkan seluruh pendaptan yang diterima oleh rumah tangga konsumsi (Upah, Gaji, sewa, Bunga, dan Laba), pada satu periode tertentu.

    b. Cara Pendekatan Produksi. yaitu, dengan cara menjumlahkan seluruh produk yang dihasilkan suatu negara baik dari bidang agraris, industri, jasa, maupun yang lainnya pada satu periode tertentu.

    c. Cara Pendekatan Pengeluaran. Yaitu, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh Rumah tanagga Produksi, Pemerintah, pengeluaran investasi, dan pengeluaran ekspor.

    C. Manfaat
    Perhitungan Pendapatan Nasional bermanfaat untuk mengetahui dan mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan juga untuk memperoleh data-data terperinci mengenai jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada suatu periode tertentu. selain itu manfaat lain dari perhitungan pendapatan nasional adalah untuk mengetahui struktur perekonomian nasional, dan juga untuk menggolongkan suatu negara, apakah negara tersebut tergolong negara industri, pertanian, atau jasa.
    Disamping manfaat-manfaat diatas, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya.

    Data yang saya temukan mengenai PNB dan PDB pada tahun 2010 di Kompas.com Pendapatan Domestik Bruto lebih besar dibandingkan dengan Pendapatan Nasional Bruto. yaitu, Untuk PDB pada tahun 2010 adalah Rp. 27 juta perkapita pendapatan per tahun, sedangkan untuk PNB pada tahuyn 2010 adalah Rp. 26,3 juta perkapita pendapatan pertahun, dan juga PNB inin sudah menghilangkan pendapatan orang asing yang berada di dalam negeri, tetapi ditambahkan dengan pendapatan orang indonesia yang bekerja di luar negeri. Sumber, Kompas.com.
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/07/1449472/Pendapatan.Per.Kapita.2010.Rp.27.Juta

    Haturnuhun Pak.

  4. siti hartati January 3, 2012 at 5:27 am #

    Nama : Siti Hartati
    Kelas : manajemen F
    Npm :113402249
    Fakultas ekonomi
    Universitas siliwangi

    Produk dan pendapatan nasional
    pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Sejarah
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Konsep
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Jenis-jenis Produk Nasional Bruto
    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Penghitungan
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Faktor yang memengaruhi
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pertumbuhan ekonomi
    Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Teori Pertumbuhan Ekonomi
    Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:
    Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

    Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
    Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa.
    Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1.Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2.Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3.Belum ada pertukaran barang dan jasa
    4.Masa kerajinan dan pertukangan
    Masa kapitalis
    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
    Tingkat prakapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1.Kehidupan masyarakat masih statis
    2.Bersifat kekeluargaan
    3.Bertumpu pada sektor pertanian
    4.Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    5.Hidup secara berkelompok

    Tingkat kapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1.Kehidupan masyarakat sudah dinamis
    2.Bersifat individual
    3.Adanya pembagian pekerjaan
    4.Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan

    Tingkat kapitalisme raya
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1.Usahanya semata-mata mencari keuntungan
    2.Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
    3.Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
    4.Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
    5.Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh

    Tingkat kapitalisme akhir
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
    1.Munculnya aliran sosialisme
    2.Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
    3.Mengutamakan kepentingan bersama

    Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1.Masa berburu dan pengembaraan
    2.Masa beternak dan bertani
    3.Masa bertani dan kerajinan
    4.Masa kerajinan, industri, perdagangan

    Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
    1.Masa rumah tangga tertutup
    2.Rumah tangga kota
    3.Rumah tangga bangsa
    4.Rumah tangga dunia

    Periode Lepas Landas (The take off)
    Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
    Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
    Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
    Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
    Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.

    Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
    Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
    Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
    Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
    Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
    Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern.

    Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
    Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
    Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
    Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
    Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi.

    Teori Klasik dan Non Klasik
    Teori Klasik:
    Adam Smith
    Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

    David Ricardo
    Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pad suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
    Teori Neoklasik
    Robert Solow
    Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja
    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1.Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

    2.Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    3.Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    4.Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    5.Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

    Sumber :wikipedia

  5. agi apriadi January 3, 2012 at 9:35 am #

    Nama : Agi Apriadi
    kelas : manajemen E
    NPM : 11342202

    Pendapatan nasional adalah jumlah income yang diterima dalama satu periode pertahun oleh rumah tangga keluarga. Konsep ini pertama kali di kenalkan oleh seseorang yang berasal dari inggris yang bernama William Pety, dia memberikan kesimpulan bahwa pendapatan nasional adalah jumlah konsumsi perorangan baik itu barang atau jasa dalam kurun waktu 1 tahun.
    Perhitugan pendapatan nasional bisa di peroleh dari Produk Domestic Bruto (GDP), Produk Nasional Bruto (GNP), Produk Nasional Neto (NNP), Pendapatan Nasional Neto (NNI), Pendapatan Persorangan (PI), Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI).
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu: Pendekatan pendapatan, Pendekatan produksi, Pendekatan pengeluaran.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Beberapa manfaat yang bisa kita simpulkan dari Pendapatan Nasionadiantaranya yaitu untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Pertumbuhan Ekonomi adalah kenaikan konstan di suatu wilayah Negara dimana produksi barang dan jasa meningkat secara berangsur sehingga pendapatan nasional meningkat. Ini bisa di artikan sebagai keberhasilan suatu Negara dalam pembangunan ekonomi Negara.
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1. Masa berburu dan pengembaraan
    2. Masa beternak dan bertani
    3. Masa bertani dan kerajinan
    4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
    • Karl Butcher (1847-1930)
    Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
    1. Masa rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1. Faktor Sumber Daya Manusia,
    2. Faktor Sumber Daya Alam
    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    4. Faktor Budaya
    5. Sumber Daya Modal

  6. Nia Istiqhum Cahyaningtias January 4, 2012 at 1:02 am #

    Nama : Nia Istiqhum Cahyaningtias
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402212
    Mata Kuliah : Ekonomi Makro

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Beberapa konsep yang berkaitan dengan Pendapatan Nasional, antara lain:
    1. Produk Domestik Bruto (GDP) Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.Di dalam GDP,barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya karena jumlah yang didapat dari GDP dianggap bersifat kotor (bruto).

    2.Produk Nasional Bruto (GNP) Produk Nasional Bruto (Gross Nartional Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun. GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri.

    3.Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (replacement).
    NNP = GNP – Penyusutan.

    4.Pendapatan Nasional Neto (NNI) Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pendapatan Nasional Netto (NNI). NNI = NNP – Pajak tidak langsung.

    5.Pendapatan Perseorangan(PI) Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat,termasuk pendapatan yang diperoleh orang tersebut tanpa melakukan kegiatan apapun.
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan ).

    6.Pendapatan yang siap dibelanjakan(DI) Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya dapat menjadi tabungan. DI= PI – Pajak langsung.

    Beberapa faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nasional,antar lain :
    1.Permintaan dan Penawaran Agregat.
    2.Konsumsi dan Tabungan.
    3.Investasi.
    Pendapatan Negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu :
    1.Pendekatan pendapatan.
    2.Pendekatan produksi.
    3.Pendekatan pengeluaran.
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
    2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
    3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    4. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
    5. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara.
    Manfaat mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara.
    2. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar provinsi.
    3. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara.
    4. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    5. Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara,dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu.
    6. Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain.

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan Ekonomi adalah Proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan atau bertahap untuk menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi,dapat memperlancar sistem perekonomian indonesia. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi dari keberhasilan pembangunan ekonomi.Pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih dalam keadaan relatif stabil.Pertumbuhan ekonomi sangat berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi.Pembangunan ekonomi di negara indonesia cukup merata.Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya persaingan-persaingan dibidang produksi barang dan jasa.
    Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pendapatan nasional suatu negara.Suatu negara dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila di negara tersebut terjadi peningkatan GNP (Gross National Product) riil di negara tersebut.Dapat diperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2012 ini tidak akan melebihi pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya.Di dalam Ilmu Ekonomi Makro,pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung mengalami goncangan terhadap perekonomian nasional dan pendapatan nasional.Sebagai buktinya negara Indonesia adalah negara terbesar penghasil tenaga kerja,dalam hal ini negara Indonesia dapat dimanfaatkan oleh negara-negara lain yaitu dalam hal penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.Disinilah titik kelemahan negara Indonesia karena dapat memajukan negara lain dengan mengirim tenaga kerja ke luar negeri yang pada akhirnya dapat menambah keuntungan di negara tersebut.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi :
    1.Sumber Daya Manusia.
    2.Sumber Daya Alam.
    3.Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
    4.Budaya dan Sumber Daya Modal.

  7. Mila Amalia Meta ( NPM : 113402160 ) January 4, 2012 at 2:35 am #

    Nama : Mila Amalia Meta
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402160

    PENDAPATAN NASIONAL
    1. Definisi Pendapatan Nasional
    Ada tiga pendekatan yang digunakan untuk dapat memahami pengertian pendapatan nasional, antar lain; pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
    1. ditinjau dari pendekatan produksi, pendapatan nasional adalah junlah nilai barang dan jada yang dihasilkan oleh suatu Negara pada periode tertentu.(di istilahkan produk nasional)
    2. ditinjau dari pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang di peroleh para pemilik factor produksi selama periode tertentu.
    3. ditinjau dari pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi suatu Negara selama periode tertentu (di istilahkan dengan pengeluaran nasional)

    2. Macam-macam Pendapatan Nasional

    Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
    – GDP (Gross Domestic Product)
    Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) aldah seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk warga negara asing dalma periode tertentu biasanya satu tahun.
    – GNP(Gross Nasional Product)
    Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
    GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
    – NNP (Net National Product)
    Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
    NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)

    Rumus Menghitung PDB, PNB, PNN, Pendapatan Nasional, Individu Dan Pendapatan Dapat Dibelanjakan
    Di bawah ini adalah rumus untuk menghitung secara agregat Produk Domestik Bruto / PDB, Produk Nasional Bruto / PNB, Produk Nasional Netto / PNN, Pendapatan Nasional / PN, Pendapatan Individu dan Pendapatan Yang Dapat Bibelanjakan. Semua disertai arti definisi / pengertian masing-masing istilah.
    A. Menghitung Produk Domestik Bruto / PDB / Produk Domestik KotorPengertian Produk Domestik Bruto atau PDB adalah hasil output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan pemilik faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam suatu perekonomian saja.
    Rumusnya adalah
    PDB = C + G + I + ( X – M )
    atau
    produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
    B. Menghitung Produk Nasional Bruto / PNB / Produk Nasional KotorPengertian Produk Nasional Bruto adalah hasil produksi dalam suatu wilayah yang telah dikurangi hasil faktor produksi yang pemiliknya bukan berasal dari dalam perekonomian serta ditambah nilai faktor produksi dari dalam perekonomian yang berada di luar daerah perekonomian.
    Rumus hitung PNB yaitu :Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
    C. Menghitung Produk Nasional Neto / PNN / Produk Nasional BersihPengertian Produk Nasional Netto adalah produk nasioanl yang memperhitungkan pengeluaran investasi neto dengan mengurangi investasi bruto dengan depresiasi.
    Rumus PNN yakni :
    Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi
    D. Menghitung Pendapatan Nasional / PNPendapatan Nasioanl merupakan pendapatan yang memperhitungkan balas jasa atas faktor produksi dengan mengurangi produk nasional neto dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.
    Rumus PN :
    Pendapatan Nasional = Pendapatan Nasional Neto – Pajak Tidak Langsung + Subsidi
    E. Pendapatan Personal / Individu / Perseorangan / PPPengertian Pendapatan Nasional adalah hak individu yang merupakan balas jasa atas proses produksi yang dijalani. Dari keseluruhan pendapatan nasional yang ada tidak sepenuhnya milik perseorangan, karena sebagain merupakan hak dari perusahaan seperti laba ditahan, penerimaan bukan balas jasa, pembayaran asuransi sosial dan pendapatan bunga perseorangan dari pemerintah dan konsumen.
    Rumus PP :
    Pendapatan Personal = Produk Nasional Neto – Laba Ditahan – Pembayaran Asuransi Sosial – Penerimaan Bukan Balas Jasa – Pendapatan Bunga Dari Konsumen dan Pemerintah
    F. Pendapatan Personal Yang Dapat DibelanjakanPengertian Pendapatan Personal Disposable adalah penghasilan individu dalam suatu perekonomian yang bersih dan sudah bisa dibelanjakan secara keseluruhan setelah pendapatan nasional dikurangi dengan pajak penghasilan perseorangan.
    Rumus pendapatan perorangan yang dapat dibelanjakan :
    Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.

  8. wulan dwi w. January 4, 2012 at 2:56 am #

    Nama : Wulan Dwi W.
    NPM : 113402128
    Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    # Konsep pendapatan nasional :

    – Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    – Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    – Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    # Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat :
    – Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga,
    – Sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    – Konsumsi dan tabungan :
    pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun),

    – Investasi :
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    – Pendekatan Penerimaan : Y = C + I + G + X
    – Pendapatan nilai akhir produksi / nilai tambah (value added).

  9. Sahal Sihabudin January 4, 2012 at 2:59 am #

    Nama: Sahal Sihabudin
    Kelas: Manajemen D
    NPM: 113402124

    PENDAPATAN NASIONAL
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pada dasarnya, Pendapatan Nasional sangat memperlancar proses pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. Begitu pula sebaliknya, pembangunan ekonomi berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi apabila dilihat dari sifatnya, pertumbuhan ekonomi bersifat kuantitatif, artinya adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output yang dihasilkan. Sementara pendapatan ekonomi lebih bersifat kualitatif, artinya bukan hanya hasil produksi yang meningkat, tetapi juga adanya perubahan-perubahan dalam struktur produksi juga alokasi infut pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.

    PENDAPATAN NASIONAL DI NEGARA INI

    Bicara tentang pendapatan Negara kita tercinta Indonesia, pasti tidak akan jauh kaitannya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah tak terhingga. Dari ujung timur sampai barat, dari selatan sampai ke bagian utara semua di penuhi kekayaan. Lautnya yang luas, pulau-pulaunya yang berceceran dimana-mana, hasil tambang, hasil pertanian dan perkebunan, cultur dan budaya yang beragam. Selain itu banyaknya suku bangsa yang terdapat di setiap penjuru negeri dengan cultur yang berbeda, bahasa yang berbeda, dan adat istiadat yang berbeda pula antara yang satu dengan yang lain. Tetapi karena perbedaan itulah membuat negeri ini kaya. Dikatakan kaya karena meskipun masyarakat Indonesia secara garis besar masyarakatnya berbeda, namun tetap rukun, bersatu, dan gotong royong sehingga tercipta ideology pancasila yang didalamnya terdapat Bhineka Tunggal Ika. Dengan keadaan ini, “seharusnya” Indonesia menjadi Negara termakmur di dunia. Amin.
    Tetapi coba kita lihat kenyataan yang sebenarnya, “JAKARTA (Suara Karya) Kondisi perekonomian nasional tahun 2010 diperkirakan masih rapuh dan menghadapi ancaman serius”, “Aturan mengenai bolehnya pihak asing memiliki saham bank di Indonesia hingga 99 persen diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 29/1999”, Menteri Keuangan Agus Martowardojo “Pemerintah tidak bertanggung jawab mengganti dana nasabah di produk investasi yang diterbitkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas milik Robert Tantular, pemegang saham Bank Century”, pengangguran yang terus menjamur, dll.

    Dari kenyataan yang terlihat dapat disimpulkan bahwa memang pendapatan nasional Negara kita tidak sesuai dengan apa yang kita miliki (kekayaan). Indonesia “seharusnya” menjadi Negara termakmur nyatanya memang belum tercapai atau malah kata “seharusnya” menjadi negasi yang akan kita alami.
    Apa yang menjadi kesalahan kita sebenarnya? Berikut solusinya.
    Mengapa suatu bangsa tetap miskin dan sulit untuk maju? Ada yang bilang jika perekonomian bangsa ingin maju haruslah berinvestasi. Namun rakyat yang mungkin kebanyakan adalah orang miskin, mau berinvestasi atau membuka tabungan dari mana? Oleh sebab itu, menurut teori ini, cara keluar dari perangkap kemiskinan adalah mendatangkan investasi dari luar masyarakat itu sendiri. Artinya perlu investasi asing.

    a. Investasi
    Dengan investasi asing, peluang untuk menaikan pendapatan nasional akan lebih besar. Namun meskipun begitu, kita sebagai warga Negara janganlah memberikan kelonggaran yang berlebih kepada para investor asing. Bahkan kalau bisa, baik investor maupun kerjasama dengan bangsa luar harus kita manfaatkan. Untuk Indonesia, Undang-undang No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing yang kemudian diperbaharui dengan Undang-undang No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dapat dikatakan tonggak sejarah pengintegrasian ekonomi Indonesia ke dalam perekonomian dunia. Tonggak sejarah ini diperkuat dengan diter-bitkannya UU No 7/1994 yang meratifikasi Perjanjian Pendirian WTO pada Nopember 1994. Dengan adanya undang-undang tersebut secara bertahap telah meribelarisasikan ekonomi. Liberalisasi adalah suatu kata yang di sanjung dan di hujat oleh masyarakat. Disanjung karena dengan liberalisasi dapat mensejahterakan masyarakat, dan dihujat karena akan menyisihkan sebagian masyarakat dengan perekonomian yang lemah dan tingkat usaha yang kecil.

    Sebagai contoh, pada zaman dulu, setiap petani membajak sawahnya menggunakan kerbau. Seiring modernisasi meningkat, kini dari kerbau berganti menjadi traktor. Contoh yang lebih makro, perusahaan asing di Indonesia sudah menjamur dan berbagai macam barang dan jasa produksinya. Dampak positivnya adalah membuka lapangan pekerjaan baru dan pembukaan lapangan pekerjaan ini seperti efek domino, mulai dari kontrak/kost para pegawai, pengusaha katering, warung makan, hingga ke pendidikan keluarga para pegawai tersebut. Negara pun turut menikmati manfaatnya, melalui setoran pajak, baik itu dari pajak perusahaan maupun pajak pekerja asing. Selain itu Secara lebih luas lagi, dapat diharapkan terjadinya alih-tehnologi. Meskipun proses ini biasanya lambat, setidaknya ada pihak-pihak yang “kecipratan ilmu”.

    Namun demikian, dimana-mana investor selalu memperhitungkan Break Even Point, dimana modal yang ditanamkannya kembali. Sebagai contoh, seorang investor asing menanamkan modalnya dan mengharapkan BEP pada tahun ke-sepuluh. Jika pereknomian baik, maka akan tercapai tepat pada waktunya, berarti sudah sepuluh tahun modalnya kembali. Kemudian apa selanjutnya? Pada tahun ke-sebelas dan seterusnya hanya tinggal mengeruk keuntungan saja. Jelas pada kondisi ini kas bukan lagi dari investor luar negeri ke Indonesia, tetapi sebaliknya keuntungan dari Indonesia dibawa ke negaranya. Artinya dari tahun ke-sebelas sampai perusahaan bangkrut, arus kas malah mengalir ke Negara investor.
    Untuk itu pemerintah tidak boleh diam. Sebagai regulator, pemerintah berhak menentukan missal 30% keuntungan harus di investasikan ulang di Indonesia. Atau penetapan aturan tentang pemulangan modal hanya di perbolehkan bertahap maksimal sekian persen setiap tahunnya. Tapi yang jadi masalah baru adalah, semakin banyak aturan maka investor semakin enggan menananmkan modalnya di Indonesia. Jadi segala bentuk nilai positive akan hilang seiring investor yang malas datang ke Indonesia. Penyelesaiannya? tanyakan pada pemerintah. (emang enak jadi pemerintah?!) Hhehe. . .

    b. Program Keluarga Berencana
    Yang kedua adalah system keluarga berencana (KB)
    Alkisah, sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan ketiga anaknya yang berbeda usia hendak menonon di bioskop. Mereka hanya punya empat tiket masuk. Tidak mungkin mereka membatalkannya. Sebelum masuk, si Ayah punya sebuah ide untuk permasalahannya dan tibalah mereka di pintu masuk bioskop.
    Petugas: “bisa tnjukan tiket anda pak?” ayah pun langsung memberikan tiketnya.
    Petugas: “Cuma ber-empat ya?”, “iya” jawab Ayah singkat.
    Petugas: “bapak tidak membawa siapa-siapa lagi kan?” sambil melirik kearah ransel besar, bergerak-gerak dan misterius yang di pakai ayah.
    Ayah: “tidak, ini hanya sebuah ransel” jelasnya singkat.
    Petugas: “tapi maaf pak, alangkah lebih baiknya jika ransel Bapak di titipkan di meja penitipan barang”. Saran si petugas.
    Ayah: “tidak usah, di dalamnya ada cemilan”. Ayah beralibi.
    Kemudian mereka di persilahkan masuk. Selang beberapa langkah, terdengar suara anak kecil dan memang berasal dari dalam ransel. Dengan sigap si petugas menarik si ayah dan keluarganya.
    Petugas: “bapak bohong kan?” tanya petugas dengan sinis.
    Ayah: “bohong apa?” ayah yang mulai gugup.
    Petugas: “coba buka ranselnya” akhirnya dia memaksa si ayah membuka ransel dan ternyata, ada seorang bocah di dalamnya.
    Petugas: “katanya di dalamya cemilan? Tapi kok anak kecil?”
    Ayah: “saya tidak bohong mbak, ini memang anak saya. Tapi, saya biasa manggil dia cemilan”.

    Hhahaha. . benar-benar keluarga yang “berencana” sekali.

    Kembali ke topik keluarga berencana (KB). Dapat dilihat dari contoh tersebut bahwa mayoritas dari Negara miskin dan berkembang, memang memiliki banyak anak. Akibatnya, tingkat konsumsi akan tinggi, kebutuhan akan semakin banyak dan tabungan (investasi) tidak ada. Sering kita mendengar, “banyak anak banyak rezeki” coba kita amati presepsi seperti itu dengan fakta yang riil, maka akan menjadi “banyak rezeki banyak anak”. Siapa yang menyangkal ketika orang kaya memiliki banyak anak. Selagi dia mampu membiayai anak-anaknya tersebut kenapa tidak?! Contohnya saja pasangan Brad pitt dan Angelina Jolie yang mempunyai anak asuh dan sengaja mengadopsi anak-anak yatim piatu.

    Dengan memiliki sedikit anak (maksimal dua anak) selain biaya konsumsi yang tidak terlalu besar dan pemenuhan segala kebutuhan anak akan tercukupi, juga para orang tua bisa bekerja secara maksimal sehingga bisa memperoleh pendapatan yang besar demi keluar dari zona kemiskinan dan menabungkan sebagian kekayaannya (investasi) untuk masa depan.

    c. Usaha Makro Kecil-Menengah
    Yang terakhir adalah investasi usaha mikro kecil-menengah (UMKM)
    UMKM adalah jenis usaha yang biasa di lakukan masyarakat kita pada umumnya. Siapa sangka UMKM merupakan salah satu barometer perekonomian nasional. Pengusaha kecil, wiraswastawan, wirausahawan serta pedagang-pedagang kecil masuk dalam kelompok ini. Dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2008, sektor UMKM mencapai angka Rp 2.609 trilun, di mana sebesar Rp 1.505 triliun di antaranya disumbangkan oleh unit-unit usaha mikro. Artinya Usaha Kecil dan Menengah hanya menyumbangkan sebesar Rp. Rp. 1.104 trilyun saja.
    Sementara bila dibandingkan dengan usaha besar pada PDB tahun yang sama, sektor UMKM memiliki nilai 125% atau 55% dari seluruh PDB pada periode tersebut. Dapat dibayangkan, 55% Pendapatan perkapita atau pendapatan nasional Indonesia disumbangkan oleh UMKM. Sangat beralasan bila sektor ini kemudian menjadi primadona untuk menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data dari Kamar Dagang & Industri Indonesia (Kadin), UMKM mampu menyumbangkan 53% dari Produk Domestik Buro (PDB) tahun 2009. Mengalahkan usaha besar dan asing yang ada di Indonesia.

    Berdasarkan data diatas, sudah sepantasnya jika Aburizal Bakrie, pimpinan Bakrie group, top business dan ketua umum DPP partai GOLKAR sering mengajak masyarakat khususnya masyarakat kecil untuk berwirausaha dan dalam slogannya “sukseskan program UMKM” secara langsung mengajak masyarakat Indonesia untuk berwirausaha. Sekecil apapun itu, harus tetap di sukseskan. Sepertri halnya pendiri Primagama Franchise yang bermula dari kerja keras, pemilik perusahaan property ternama yang memulai bisnis dengan bermnodalkan “kegilaan” dan kegigihan, dan seorang pemilik entrepreneur university yang sudah memiliki cabang di pelbagai kota di Indonesia. Kebetulan ketiga pengusaha tersebut adalah orang yang sama, Purdi E. Chandra, seorang pengusaha dan motivator Indonesia yang gemilang. Siapa sangka pula pengusaha bola asal majalengka; Irwan Suryanto berhasil mendirikan PT.Sinjaraga Santika Sport yang menjadi Bola resmi World Cup 2010 silam, pernah jatuh-bangun sampai akhirnya seperti sekarang. Semua berkat semangat dan kerjakeras dan bermula dari UMKM.

    Kenapa harus UMKM? Banyak pengamat dan praktisi yang meneliti serta menteorikan bahwa keberhasilan Usaha Kecil dan Mikro yang terus bertahan dan berkembang antara lain dikarenakan :
    • Pengusaha dan pengelola yang bergerak di bidang ini sebagian besar tidak memiliki hutang perbankan.
    • Sektor Usaha Kecil dan Menengah tak memiliki tanggungan hutang Luar Negeri
    • UMKM dapat dipastikan tidak melakukan transaksi via Bills Payment yang menggunakan kontrak kerja dan Letter of Credits, kecuali sedikit.
    • Tidak menggunakan Mata Uang Asing sebagai alat pembayaran, baik sebagai Bank Notes ataupun Payment, kecuali sedikit.

    Sebagai efeknya, seburuk apapun kinerja Bank di Indonesia dan sebesar apapun kondisi keuangan yang melanda sektor perbankan, Usaha Kecil dan Menengah tak terkena imbasnya. Bahkan negara sekelas Amerika jatuh karena hantaman Loan Performing dan Motgage yang berimbas pada Perbankan dan Bursa Dunia, sektor ini juga tak terjebak dalam lingkup krisis tersebut. Keunggulan dan kekuatan daya hidup UMKM inilah yang kemudian mampu membuka mata dunia, khususnya Indonesia untuk menjadikannya sebagai Primadona baru dalam perekonomian nasional.
    Berdasarkan data yang dilansir dari Departemen Koperasi dan UKM dapat diketahui bahwa jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2008 sebesar 51,26 juta unit, atau meningkat 1,44 juta dibandingkan dengan tahun 2007 yang baru mencapai angka 49,82 juta unit. Dari angka tersebut, 99% adalah usaha mikro, yaitu usaha yang memiliki kekayaan bersih s.d Rp. 50 juta dan memiliki nilai penjualan s.d Rp. 300 juta/tahun. Artinya dari 51,26 juta unit UMKM, sebanyak 50,75 juta unit adalah usaha mikro. Data ini menunjukkan betapa sector informasi cukup mendominasi mata pencaharian penduduk Indonesia. Bila dirata-ratakan setiap unit usaha mikro (diluar usaha kecil dan menengah) dikelola oleh dua orang, maka jumlah penduduk yang menggantungkan hidupnya pada usaha ini mencapai angka 101,5 juta jiwa.

    Tidak ada jalan lain untuk menumbuhkan ekonomi UMKM berikut pengelolanya, selain meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan informasi, jaring komunitas dan penyuluhan terpadu. Termasuk sosialisasi teknologi seperti internet, email dan sarana komunikasi lainnya.

    Jadi, pendapatan nasional sangat bergantung pada pendapatan perkapita khususnya yang akan yang tadi peroleh dari masyarakat kita sendiri. Masa depan bangsa di tentukan oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Baik itu pengusaha besar, investor asing, bahkan pengusaha kecil yang harus bersama-sama bangkit demi memajukan negeri yang “KAYA” ini. Selanjutnya untuk pemerintah, mulailah berkemas dan berbenah diri, bangun dan bangkit. Lihat, dengarkan dan telisik apa yang kurang dan apa yang tidak sesuai. Awasi kinerja para badan hukum dan beri tindakan yang tegas untuk para pelanggar peraturan karena keontribusi yang positive antara masyarakat dan pemerintah akan memajukan bangsa ini. Pasti!!

  10. wulan dwi w. January 4, 2012 at 3:02 am #

    Nama : Wulan dwi w.
    NPM : 113402128

    Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    # Konsep pendapatan nasional :

    – Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    – Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    – Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    # Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat :
    – Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga,
    – Sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    – Konsumsi dan tabungan :
    pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun),

    – Investasi :
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    – Pendekatan Penerimaan : Y = C + I + G + X
    – Pendapatan nilai akhir produksi / nilai tambah (value added).

  11. Nursiti Rahmawati ( NPM : 113402150 ) January 4, 2012 at 3:11 am #

    Nama : Nursiti Rahmawati
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402150

    PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Sejarah
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negaraKonsep
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Penghitungan
    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasionalJika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

  12. Fitri Faturohmah ( NPM : 113402126 ) January 4, 2012 at 3:14 am #

    Nama : Fitri faturohmah
    Kelas : Manajemen D
    Npm : 113402126

    PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Rumus :Y=C+I+G+X
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi)
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus :Y=C+S+T+M
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

  13. NAZAR L NUGRAHA January 4, 2012 at 5:23 am #

    Nama :Nazar Lipur N
    Kelas :Manajemen D
    NPM :113402130

    1.Pengertian Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional atau national income adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat atau pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun). arus lingkaran kegiatan ekonomi, rumah tangga konsumsi menyerahkan jasa faktor produksi kepada perusahaan, dan mereka akan menerima pendapatan berupa sewa sebagai balas jasa tanah, upah dan gaji sebagai balas jasa tenaga kerja, bunga sebagai balas jasa modal dan laba usaha atau keuntungan sebagai balas jasa pengusaha. Jadi, semua pendapatan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi dari semua faktor disebut Pendapatan Nasional.

    #Pendapatan nasional ditinjau dari tiga pendekatan:
    1. Pendapatan nasional dari pendekatan produksi
    pendapatan nasional adalah junlah nilai barang dan jada yang dihasilkan oleh suatu Negara pada periode tertentu.(di istilahkan produk nasional)
    2. Pendapatan nasional dari pendekatan pendapatan
    , pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang di peroleh para pemilik factor produksi selama periode tertentu
    3. Pendapatan nasional dari pendekatan pengeluaran
    pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi suatu Negara selama periode tertentu (di istilahkan dengan pengeluaran nasional)

    #Komponen pendapatan nasional
    komponen pendapatan nasional ditinjau dari tiga sisi yaitu:

    1. Komponen pendapatan nasional dari sisi produksi
    Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi adalah dengan menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan. Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi produksi yaitu: macam produk, jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual produk.
    Sehingga untuk lebih singkatnya dirumuskan sebagai berikut: PN = PQ
    Dimana PN adalah Pendapatan Nasional
    P adalah harga jual suatu produk
    Q adalah hasil produksi

    2. Komponen pendapatan nasional dari sisi pengeluaran
    Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran dari masing-masing sektor dalam perekonomian, yaitu:
    a. sektor keluarga atau sektor konsumen
    b. sektor perusahaan atau sektor produsen
    c. sektor pemerintah
    d. sektor perdagangan luar negeri
    Bila komponen-komponen tersebut dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan nampak sebagai berikut: GNP = C + I + G + (X-M)
    Dimana: GNP adalah pendapatan nasional bruto
    C adalah pengeluaran untuk konsumsi barang dan jasa
    I adalah pengeluaran untuk investasi
    G adalah pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa
    X adalah nilai barang ekspor
    M adalah nilai barang impor
    X-M adalah ekspor netto

    3. komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan
    Dari sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba.
    Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah:
    a. Sewa (Rent) atau disingkat r.
    b. Upah dan gaji (Wage and Salary) atau disingkat w.
    c. Bunga (Interest) atau disingkat i.
    d. Laba usaha (Profit) atau disingkat p.
    Sehingga dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan: NI = r + w + i + p
    2.Tujuan Penghitungan Pendapatan Nasional
    Penghitungan pendapatan nasional bertujuan mendapatkan taksiran yang akurat mengenai nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selama satu tahun. Sehingga dengan data-data tersebut pemerintah dapat menentukan kebijakan pembangunan pada masa yang akan datang. Manfaat-manfaat dilakukannya penghitungan pendapatan nasional itu, antara lain sebagai berikut.
    1. Menjadi sumber informasi bagi pemerintah
    a. Data pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan-kebijakan yang telah diambil. Misalnya, untuk menilai pengaruh kebijakan perubahan tingkat pajak ter hadap pengeluaran masyarakat suatu negara.
    b. Kecenderungan(trend)perkembangan pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan program untuk menanggulangi masalah tersebut. Misalnya, kenaikan pendapatan nasional diikuti dengan peningkatan keinginan masyarakat untuk membeli lebih banyak mobil pribadi. Kenaikan jumlah mobil pribadi akan menimbulkan masalah berupa tidak memadainya lagi lebar jalan raya yang tersedia. Oleh karena itu, pemerintah perlu merencanakan program pelebaran jalan lebih dini.
    2. Mengetahui struktur perekonomian
    Dari penghitungan PNB, kita dapat mengetahui struktur perekonomian suatu negara. Misalnya, jika sumbangan ter hadap pendapatan nasional lebih besar daripada sektor industri, struktur perekonomian negara tersebut bergerak ke negara industri.
    3. Mengetahui perekonomian antar daerah
    Dengan membandingkan produksi pendapatan daerah dan jumlah penduduk daerah masing-masing, akan diketahui kehidupan ekonomi daerah yang satu berbeda dengan daerah lainnya.
    4. Memperkirakan perubahan pendapatan riil
    Penghitungan pendapatan nasional memungkinkan suatu negara mengetahui perubahan pendapatan riil penduduknya.
    5. Membandingkan kemajuan ekonomi antarnegara
    Perhitungan pendapatan nasional memungkinkan dilakukannya perbandingan kemajuan ekonomi antarnegara. Perbandingan itu bisa dilaksanakan berdasarkan wilayah, misalnya antarnegara ASEAN, antarnegara maju, atau antarnegara berkembang.

  14. diki dwiyuda January 4, 2012 at 5:25 am #

    Nama:Diki Dwiyuda
    Kelas:Manajemen D
    NPM:113402146

    PENDAPATAN NASIONAL (NATIONAL INCOME)
    Pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang.

    Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional.
    A. Production Approach :
    Nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu negara dalam satu tahun dengan cara menjumlahkan value added tiap proses produksi.
    Formula :
    Y = ∑P.Q atau

    Y = P1.Q1+P2.Q2+P3.Q3+…Pn.Qn
    Keterangan :
    Y : Pendapatan Nasional (GDP)
    Q1:Jumlah barang ke 1
    P1: Harga barang ke 1
    Q2:Jumlah barang ke 2
    P2: Harga barang ke 2
    Qn:Jumlah barang ke n
    Pn: Harga barang ke n

    Konsep Pendapatan Nasional

    Gross Domestic Product (GDP/PDB)
    Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat (termasuk WNA) dalam suatu negara selama satu tahun
    Gross National Product (GNP/PNB)
    Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam suatu negara (tidak termasuk WNA) ditambah WNI yang berada di Luar Negeri selama satu tahun
    GNP = GDP – (NetFactor Income From Abroad)
    dimana NFIFA = neto faktor LN
    Net National Product (NNP/PNN)
    NNP = GNP – (Depreciation + Replacement)
    dimana Depreciation : penyusutan
    Replacement : Penggantian barang modal
    Net National Income (NNI)
    NNI = NNP – Indirect Tax (pajak tdk langsung)
    Personal Income(PI)
    PI = (NNI + Transfer Payment) – (Social security payment + Assurance + undistributed profit +corporate taxes)
    Disposable Income
    DI = PI – Direct Tax

    Besarnya Pendapatan Nasional (Y) Dipengaruhi Oleh :

    1. Sumber daya produksi
    2. Penggunaan tehnologi
    3. Permodalan
    4. Stabilitas nasional
    5. Kebijakan pemerintah (fiscal policy & monetary policy)

    Tujuan dan manfaat mempelajari Pendapatan Nasional

    Tujuan untuk :
    1. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara
    2. Memperoleh taksiran yang akurat tentang nilai barang dan jasa dalam satu tahun
    3. Membantu pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan
    4. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara

    Manfaat :
    1. Mengetahui struktur perekonomian negara (agraris, industri, jasa)
    2. Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara, dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu
    3. Dapat membandingkan perekonomian antar daerah
    4. Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain
    5. Dapat membantu kebijakan pemerintah di bidang ekonomi

  15. Dede Muhammad Sofi January 4, 2012 at 6:52 am #

    Nama: Dede Muhammad Sofi
    Npm: 113402152
    Manajemen D

    السلا م عليكم ورحمة الله و بر كاته
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Produksi Nasional atau Pendapatan Nasional merupakan nilai yang menggambarkan dari kegiatan (aktivitas) ekonomi secara nasional pada periode tertentu.Para pemikir ekonomi menemukan bahwa ada hubungan timbal balik antara nilai pos – pos tertentu neraca pembayaran luar negeri suatu Negara dengan tingkat pendapatan nasionalnya.Hubungan ini dapat diterangkan dengan menggunakan pendekatan pendapatan nasional.Berikut ini adalah beberapa konsep pendapatan nasional yang dapat dijelaskan ialah :
    a. Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga asing) suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
    b. Produk Nasional Bruto (PNB)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
    GNP = GDP – (Produk Netto terhadap luar negeri)
    c. Produk Nasional Netto (PNN)
    Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    NNP = GNP – (Penyusutan + Barang pengganti modal)
    d. Pendapatan Nasional Netto (bersih)
    Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
    NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
    e. Pendapatan Perseorangan
    Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial dan lain-lainnya.

    Dari berbagai referensi yang saya dapat, ternyata menelaah PNB atau pendapatan nasional (termasuk cara penghitungannya) sangat banyak dan besar manfaatnya. Dengan kita memahami PNB dari suatu Negara, kita dapat mengetahui barang dan jasa apa saja yang dihasilkan oleh Negara tersebut. Lalu dengan PNB juga kita dapat mengukur tingkat kemakmuran dari suatu Negara. Bahkan dengan mengetahui pendapatan nasional suatu Negara, kita bisa menelaah struktur perekonomian nasional dan dapat menggolongkan negara-negara seperti , apakah Negara tersebut termasuk Negara industri, agraris atau Negara yang unggul/berpotensi di sector jasa. Kita dapat melihat, memahami dan menelaah dari pendapatan suatu Negara.
    itu mungkin yang bisa sampaikan, mungkin bukan sesuatu yang “baru”
    TERIMA KASIH

  16. Ray Rahman Mawi January 4, 2012 at 6:57 am #

    Nama : Ray Rahman Mawi
    NPM : 113402216
    Manajemen F

    PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan kondisi perekonomian menjadi lebih baik dalam jangka panjang, disertai dengan terjadinya kenaikan pendapatan nasional dan merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pendapatan nasional suatu negara.Suatu negara dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila di negara tersebut terjadi peningkatan GNP (Gross National Product) riil di negara tersebut.

    FAKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI
    1.Faktor Ekonomi
    – Sumber Daya Alam
    – Akumulasi Modal
    – Organisasi
    – Kemajuan Teknologi
    – Pembagian Kerja dan Skala Produksi
    2.Faktor Non-Ekonomi
    – Faktor Sosial
    – Faktor Manusia
    – Faktor Politik dan Administratif
    3.Faktor Secara Umum
    – Faktor Sumber Daya Manusia
    – Faktor Sumber Daya Alam
    – Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
    – Faktor Budaya dan Sumber Daya Modal

  17. Tresna Ratu Rejeki January 4, 2012 at 7:53 am #

    Nama : Tresna Ratu Rejeki
    Npm : 113402127

    PENDAPATAN NASIONAL
    PENGERTIAN
    Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)

    4. Faktor yang memengaruhi
    Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya.Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

  18. Dodi Mulyana January 4, 2012 at 7:58 am #

    Nama : Dodi Maulana
    Npm : 113402157
    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu Negara
    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Penghitungan
    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya.Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Faktor yang memengaruhi
    Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya.Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

  19. Fitri Shaumie January 4, 2012 at 8:03 am #

    Nama : Fitri Shaumie
    NPM : 113402145
    Kelas : Manajemen – D

    Definisi Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)
    Domestik Bruto adalah penghitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi aktivitas perekonomian nasionalnya, tetapi pada dasarnya GDP mengukur seluruh volume produksi dari suatu wilayah (negara) secara geografis.
    Sedangkan menurut McEachern (2000:146), GDP artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat.
    Produk Domestik Bruto hanya mencakup barang dan jasa akhir, yaitu barang dan jasa yang dijual kepada pengguna yang terakhir. Untuk barang dan jasa yang dibeli untuk diproses lagi dan dijual lagi (Barang dan jasa intermediate) tidak dimasukkan dalam GDP untuk menghindari masalah double counting atau penghitungan ganda, yaitu menghitung suatu produk lebih dari satu kali.
    Contohnya ; grosir membeli sekaleng tuna seharga Rp 6.000,- dan menjualnya seharga Rp 9.000,-. Jika GDP menghitung kedua transaksi tersebut , Rp 6.000,- dan Rp 9.000,-, maka sekaleng tuna itu dihitung senilai Rp 15.000,- (lebih besar daripada nilai akhirnya). Jadi, GDP hanya menghitung nilai akhir dari suatu produk yaitu sebesar Rp 9.000,-. Untuk barang yang diperjual-belikan berulang kali (second-hand) tidak dihitung dalam GDP karena barang tersebut telah dihitung pada saat diproduksi. (2000:146-147)

    Perhitungan GDP
    Menurut McEachern (2000:147) ada dua macam pendekatan yang digunakan dalam perhitunganPDB, yaitu:
    1. Pendekatan pengeluaran, menjumlahkan seluruh pengeluaran agregat pada seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi selama satu tahun.
    2. Pendekatan pendapatan, menjumlahkan seluruh pendapatan agregat yang diterima selama satu tahun oleh mereka yang memproduksi output tersebut.

    GDP berdasarkan Pendekatan Pengeluaran
    Menurut McEachern (2000:149) untuk memahami pendekatan pengeluaran pada GDP, kita membagi pengeluaran agregat menjadi empat komponen, konsumsi, investasi, pembelian pemerintah, dan ekspor netto. Kita akan membahasnya satu per satu.
    1. Konsumsi, atau secara lebih spesifik pengeluaran konsumsi perorangan, adalah pembelian barang dan jasa akhir oleh rumah tangga selama satu tahun. Contohnya : dry cleaning, potong rambut, perjalanan udara, dsb.
    2. Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan. Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
    3. Pembelian pemerintah, atau secara lebih spesifik konsumsi dan investasi bruto pemerintah, mencakup semua belanja semua tingkat pemerintahan pada barang dan jasa, dari pembersihan jalan sampai pembersihan ruang pengadilan, dari buku perpustakaan sampai upah petugas perpustakaan. Di dalam pembelian pemerintah ini tidak mencakup keamanan sosial, bantuan kesejahteraan, dan asuransi pengangguran. Karena pembayaran tersebut mencerminkan bantuan pemerintah kepada penerimanya dan tidak mencerminkan pembelian pemerintah.
    4. Ekspor netto, sama dengan nilai ekspor barang dan jasa suatu negara dikurangi dengan impor barang dan jasa negara tersebut. Ekspor netto tidak hanya meliputi nilai perdagangan barang tetapi juga jasa.
    Dalam pendekatan pengeluaran, pengeluaran agregat negara sama dengan penjumlahan konsumsi, C, investasi, I, pembelian pemerintah, G, dan ekspor netto, yaitu nilai ekspor, X, dikurangi dengan nilai impor, M, atau (X-M).
    Penjumlahan komponen tersebut menghasilkan pengeluaran agregat, atau GDP:
    C + I + G + (X-M) = Pengeluaran agregat = GDP

    GDP berdasarkan Pendekatan Pendapatan
    Menurut McEachern (2000:151) pendapatan agregat sama dengan penjumlahan semua pendaptan yang diterima pemilik sumber daya dalam perekonomian (karena sumber dayanya digunakan dalam proses produksi). Sistem pembukuan double-entry dapat memastikan bahwa nilai output agregat sama dengan pendapatan agregat yang dibayarkan untuk sumber daya yang digunakan dalam produksi output tersebut: yaitu upah, bunga, sewa, dan laba dari produksi.
    Jadi kita dapat mengatakan bahwa:
    Pengeluaran agregat = GDP = Pendapatan agregat
    Suatu produk jadi biasanya diproses oleh beberapa perusahaan dalam perjalanannya menuju konsumen. Meja kayu, misalnya, mulanya sebagai kayu mentah, kemudian dipotong oleh perusahaan pertama, dipotong sesuai kebutuhan mebel oleh perusahaan kedua, dibuat meja oleh perusahaan ketiga, dan dijual oleh perusahaan keempat. Double counting dihindari dengan cara hanya memperhitungkan nilai pasar dari meja pada saat dijual kepada pengguna akhir atau dengan cara menghitung nilai tambah pada setiap tahap produksi. Nilai tambah dari setiap perusahaan sama dengan harga jual barang perusahaan tersebut dikurangi dengan jumlah yang dibayarkan atas input perusahaan lain.
    Nilai tambah dari tiap tahap mencerminkan pendapatan atas pemilik sumber daya pada tahap yang bersangkutan. Penjumlahan nilai tambah pada semua tahap produksi sama dengan nilai pasar barang akhir, dan penjumlahan nilai tambah seluruh barang dan jasa akhir adalah sama dengan GDP berdasarkan pendekatan pendapatan.

    Pendapatan Nasional
    Pengertian Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh
    suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar. Setiap
    negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional.
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Penghitungan
    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
    Tujuan penghitungan pendapatan nasional untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam waktu satu tahun. Manfaat yang diperoleh dari penghitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
    Mengetahui dan menelaah kondisi atau struktur perekonomian, dari perhitungan pendapatan nasional, kita dapat menggolongkan suatu negara sebagai negara industri, pertanian atau jasa. Dapat ditentukan pula besarnya sektor-sektor industri, pertanian, pertambangan, dan lain-lain. Berdasarkan pendapatan nasional dapat kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara pertanian atau agraris, sedang Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan Jepang adalah negara Industri.

    Menurut PBB, perekonomian suatu negara terdiri dari 11 sektor usaha, yaitu sebagai berikut:
    Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
    Pertambangan dan penggalian
    Industri pengolahan
    Listrik, gas, dan air minum
    Bangunan
    Perdagangan, hotel, dan restoran
    Pengangkutan dan komunikasi
    Bank dan lembaga keuangan lainnya
    Sewa rumah
    Pemerintah dan pertahanan
    Membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu

    Manfaat perhitungan pendapatan per kapita:
    1. Untuk melihat tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun
    2. Sebagai data perbandingan tingkat suatu negara dengan negara lain
    3. Sebagai perbandingan tingkat standar hidup negara dengan negara lainnya
    4. Sebagai data untuk mengambil kebijakan di bidang ekonomi

    Hubungan Pendapatan Nasional Penduduk dan Pendapatan Per Kapita
    Pendapatan nasional sebuah negara tinggi, tetapi jumlah penduduknya besar maka pendapatan per kapitanya akan rendah. Sebaliknya pendapatan nasional rendah, tetapi jumlah penduduk kecil, pendapatan per kapitanya mungkin tinggi. Pendapatan per kapita yang tinggi memberikan gambaran umum tentang kesejahteraan penduduk, tetapi belum tentu selurh rakyat menikmat kemakmuran. Untuk itu harus ada aspek pemerataan pendapatan.
    Untuk mengukur tingkat pemerataan pendapatan biasa digunakan Koefisien Gini (Gini Ratio). Adapu kurva yang menggambarkan hubungan kuantitatif antara persentase penduduk sebagai penerima pendapatan dengan persentase pendapatan yang nyata-nyata diterima disebut Kurva Lorenz.

  20. Sandi Arianto ( NPM : 113402173 ) January 4, 2012 at 8:37 am #

    Nama : Sandi Arianto
    Kelas : Manajemen E
    Npm : 113402173

    PENDAPATAN NASIONAL
    pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang di terima oleh seluruh rumah tangga konsumsi(rtk) dalam kurun waktu satu periode biasanya satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan

    NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN METODE PENDAPATAN, PRODUKSI, DAN PENGELUARAN
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]

    2. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    3. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    *tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    #Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    #Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.

  21. Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

  22. nama : Erni Susanti, NPM : 113402144, Kelas : Manajemen D January 4, 2012 at 10:07 am #

    Nama : Erni Susanti
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402144

    PRODUK & PENDAPATAN NASIONAL

    Pengertian

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
    • Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil
    .
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan
    pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Penghitungan
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X –M)
    Rumus : Y=C+I+G+X

    KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL :

    1. Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun.

    2. Produk Nasional Bruto (PNB)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
    GNP = GDP – Produk Netto terhadap luar negeri

    3. Produk Nasional Netto (PNN)
    Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    NNP = GNP – (Penyusutan + Barang pengganti modal)

    4. Pendapatan Nasional Netto (Bersih)
    Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung

    5. Pendapatan Perseorangan
    Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial maupun pembayaran yang bersifat transfer payment (pembayaran pindahan) seperti pensiunan.
    PI = (NNI + Transfer Payment) – (Iuran Jaminan Sosial
    + Iuran Asuransi + Laba Ditahan + Pajak Perseorangan)

    6. Pendapatan Bebas
    Pendapatan Bebas (Disposable Income/DI) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap untuk dibelanjakan penerimanya. Pendapatan ini merupakan hak mutlak bagi penerimanya. Pendapatan bebas diperoleh dari pendapatan perseorangan dikurangi pajak langsung.
    DI = PI – Pajak langsung

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional

    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Produk Domestik Bruto

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

  23. Nama : Erni Susanti, NPM : 113402144, Kelas : Manajemen D January 4, 2012 at 10:16 am #

    Nama : Erni Susanti
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402144

    PENDAPATAN NASIONAL

    Pengertian

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
    • Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil
    .
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan
    pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Penghitungan
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X –M)
    Rumus : Y=C+I+G+X

    KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL :

    1. Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun.

    2. Produk Nasional Bruto (PNB)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
    GNP = GDP – Produk Netto terhadap luar negeri

    3. Produk Nasional Netto (PNN)
    Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    NNP = GNP – (Penyusutan + Barang pengganti modal)

    4. Pendapatan Nasional Netto (Bersih)
    Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung

    5. Pendapatan Perseorangan
    Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial maupun pembayaran yang bersifat transfer payment (pembayaran pindahan) seperti pensiunan.
    PI = (NNI + Transfer Payment) – (Iuran Jaminan Sosial
    + Iuran Asuransi + Laba Ditahan + Pajak Perseorangan)

    6. Pendapatan Bebas
    Pendapatan Bebas (Disposable Income/DI) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap untuk dibelanjakan penerimanya. Pendapatan ini merupakan hak mutlak bagi penerimanya. Pendapatan bebas diperoleh dari pendapatan perseorangan dikurangi pajak langsung.
    DI = PI – Pajak langsung

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional

    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Produk Domestik Bruto

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

  24. Nama : aang wahyudi : Manajemen D Npm : 113402429 January 4, 2012 at 10:17 am #

    * Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

    * Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    * Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    * Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    * Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    * Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib p

  25. Nama : Septia Perdana Kelas : Manajemen D Npm : 113402123 January 4, 2012 at 10:24 am #

    Nama :Septia Perdana
    Kelas : Manajemen D
    Npm : 113402123
    Menurut Saya Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

  26. Nama : aang wahyudi : Manajemen D Npm : 113402429 January 4, 2012 at 10:25 am #

    Nama : Aang Wahyudi
    Kelas : manajemen D
    Npm : 113402129
    * Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

    * Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    * Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    * Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    * Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    * Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib p

  27. gilang ginanjar January 4, 2012 at 10:38 am #

    Nama : Gilang Ginanjar
    Kelas : E
    NPM : 113402191
    Jurusan : Manajemen

    Produk dan Pendapatan Nasional

    Produksi merupakan upaya/kegiatan untuk menambah nilai barang. Arah kegiatan sifatnya mengarah untuk menambah dan menciptakan kegunaan (utility) dari barang dan jasa. Di dalam produksi bahkan harus diperhatikan dalam pengaturan dan perencanaan juga berapa anggaran yang harus di persiapakan untuk melakukan kegiatan sautu produksi dan juga dalam pendistribusian
    Faktor produksi diantaranya :

     Orang atau tenaga kerja.
     Uang / dana/ anggaran
     Bahan baku yang baik
     Bahan pembantu dan metode

    Adapiun hubungan antara tingkat produksi dengan factor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. Di dalamnya kita aka mengenal hal mengenai 2 hteori produksi.
    1. produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal tetap, sedangkan tenaga kerja berubah).
    2. produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan.
    Produsen akan memperoleh keuntungan maksimal apabila memproduksi suatu barang dengan modal seminimal mungkin, dan hasil yang di produksi dari dana yang minimal ddan hasilnya optimal. Ini bisa digambarkan dalam rumusmatematis
    PA • MPx = Px atau MRPx = MRCx
    PA = harga output A per unit

    MPx = dTR / dX ( tambahan output A akibat ditambahnya 1 unit input X )

    MRPx = dTR / dX ( tambahan penerimaan total akibat ditambahnya 1 unit input X )

    MRCx = dTC / dX ( Tambahan biaya produksi akibat ditambahnya 1 unit input X )

    sehingga dalam pasar persaingan sempurna di input market Px adalah konstan  Px = dTc / Dc = MRCx

    Pendapatan Nasional

    Saya akan mencoba menjelaskan Pendapatan Nasional. Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam suaru periode tertentu atau satu tahun sekali.
    Meningkatnya pendapatan nasional memang suatu prestasi yang baik. Akan tetapi bukan bisa / berarti kesejahtraan dan kemakmuran bagi warga masyarakat. Untuk itu pemerinyah harus lebih baik dalam memaksimalkan pemerataan dan mendistribusikan pendapatan agar tidak terjadi gap (kesenjangan) dimasyarakat yang dapat mengakibatkan ketegangan.

    Beberapa konsep tentang Pendapatan Nasional
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
    1. Permintaan dan penawaran agregat :Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    2. Konsumsi dan tabungan : Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.Antara konsumsi,pendapatan,dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    3. Investasi : Pengeluaran untuk investasimerupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pertumbuhan Ekonomi

    Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita.
    Menurut Boediono: Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus berubah dalam jangka waktu tertentu atau jauga dalam jangka panjang

    Teori Perumbuhan Ekonomi

    1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    2. Teori Pertumbuhan Ekonomi
    Di dalam suatu Negara kondisi Pertumbuhan Ekonomi bisa berubah-ubah dalam triwulan setiap tahunnya, terutama dalam masalah mencakup akses kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Ada juga masalah internal yang timbul dari suatu Negara itu sendiri.
    Peningkatan pendapatan perkapita harusnya sejalan dengan meningkatnya kualitas hidup manusia, khususnya bagi anak laki-laki dan perempuan yang lebih meningkatkan mutu pendidikan dan lapangan pekerjaan, sehingga bisa mengasilkan pendapatan tiap individu dan bisa memberikan masukan pada Negara.
    Pertumbuhan Ekonomi di satu sisi bisa terjadi penurunan ipm. Hal ini mengindikasikankesenjangan ekonomi yang semakin lebar. Pertumbuhan tidak dinikmati secara merata namun oleh sekelompok kecil masyarakat dari berupa fasilitas kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Masih juga banyak orang-orang atau masyarakat yang mengalami kemunduran hidup juga kualitas hidup yang menurun akibat dari penuruna ipm.

  28. gilang ginanjar January 4, 2012 at 10:44 am #

    nama : gilang ginanjar
    NPM : 113402191
    kelas : E
    jurusan : Manajemen

    Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
    1. Permintaan dan penawaran agregat : Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    2. Konsumsi dan tabungan : Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.Antara konsumsi,pendapatan,dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    3. Investasi : Pengeluaran untuk investasimerupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

  29. Ragat Gumilar January 4, 2012 at 11:15 am #

    Nama :Ragat Gumilar
    Kelas :Manajemen F
    Npm :113402217

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode biasanya selama satu tahun, dan dapat diartikan juga sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional :

    1.Permintaan dan penawaran agregat

    2.Konsumsi dan tabungan

    3.Investasi

    Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu cara pengeluaran, cara produk neto, dan cara pendapatan. Berikut akan dijabarkan tentang masing-masing metode.

    1.Cara pengeluaran

    -Teknik perhitungan ini banyak digunakan di negara-negara maju, seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, dimana pendapatan nasional yang dihasilkan metode ini dapat memberi gambaran tentang sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati, serta memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi

    2.Cara produk neto

    – Produk neto dapat diartikan sebagai nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi , Sehingga perhitungan pendapatan nasional dengan cara neto diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian negara tersebut.

    3.Cara pendapatan

    – Pendapatan nasional dengan cara pendapatan diperoleh dari penjumlahan pendapatan-pendapatan yang terjadi, akibat penggunaan faktor produksi untuk mewujudkan barang dan jasa Pendapatan tersebut digolongkan menjadi pendapatan para pekerja (gaji/upah), pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil , ada juga pertumbuhan ekonomi yang lain yaitu bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita.

    *pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:

    1.Masa perekonomian tertutup

    – Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri/ individual .masa perekonomian ini memiliki ciri-ciri:

    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa

    2.Masa kerajinan dan pertukangan

    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

    1.Meningkatnya kebutuhan manusia

    2.Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian

    3.Timbulnya pertukaran barang dan jasa

    4.Pertukaran belum didasari profit motive

    3.Masa kapasitas

    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba.

  30. Suhendra (NPM 113402180) January 4, 2012 at 11:54 am #

    Nama : Suhendra
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402180
    PENDAPATAN DAN PRODUK NASIONAL
    A. PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai jumlah barang dan jasa yang
    dihasilkan suatu negara pada periode tertentu biasanya satu tahun. Istilah yang terkait dengan
    pendapatan nasional antara lain: produk domestik bruto (gross domestic
    product/GDP), produk nasional bruto (gross national product/GNP),
    serta produk nasional neto (net national product/NNP).
    – KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    B. PRODUK NASIONAL
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sesuatu perekonomian dalam suatu periode tertentu (Dobrnbusch : 1981). Produk Nasional Bruto (GNP) adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warga negara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang yang bekewarganegaraan negara tersebut saja. Thompson (1980 : 804) mengatakan bahwa ahli ekonomi cendererung untuk mengukur pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan GNP riil perkapita. GNP riil perkapita diperoleh dengan membagi GNP riil dengan jumlah penduduk. GNP riil perkapita mengukur jumlah rata-rata keseluruhan output yang diperoleh oleh setiap penduduk. Dengan demikian kenaikan GNP riil perkapita berarti kenaikan standar hidup masyarakat (standar hidup lebih tinggi).

  31. siti hartati January 4, 2012 at 12:03 pm #

    Nama : Siti Hartati
    Kelas : manajemen F
    Npm :113402249
    Produk dan pendapatan nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Penghitungan
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1.Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

    2.Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    3.Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    4.Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    5.Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

  32. agus guntur January 4, 2012 at 12:14 pm #

    nama : agus Guntur
    Kelas : manajemen d
    NPM : 113402141

    menurut saya Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

    * Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

    * Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    * Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    * Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    * Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    * Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Manfaat

    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  33. rudi gunawan January 4, 2012 at 12:28 pm #

    NAMA : RUDI GUNAWAN
    KELAS : MANAJEMEN D
    NPM : 113420140

    Pendapatan nasional

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    rumus untuk menghitung secara agregat Produk Domestik Bruto / PDB, Produk Nasional Bruto. Semua disertai arti definisi / pengertian masing-masing istilah.

    • Pengertian Produk Domestik Bruto
    Pengertian Produk Domestik Bruto atau PDB adalah hasil output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan pemilik faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam suatu perekonomian saja.
    Rumusnya adalah
    PDB = C + G + I + ( X – M )
    atau
    produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
    • Pengertian Produk Nasional Bruto
    Pengertian Produk Nasional Bruto adalah hasil produksi dalam suatu wilayah yang telah dikurangi hasil faktor produksi yang pemiliknya bukan berasal dari dalam perekonomian serta ditambah nilai faktor produksi dari dalam perekonomian yang berada di luar daerah perekonomian.
    Rumus hitung PNB yaitu :
    Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri

  34. AI TETI MARYATI (113402197) January 4, 2012 at 12:31 pm #

    Nama : Ai Teti Maryati
    NPM : 113402197
    Kelas : Manajemen E

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  35. Eka Sulastri (113402184) January 4, 2012 at 12:40 pm #

    Nama : Eka Sulastri
    NPM : 113402184
    Kelas : Manajemen E

    PRODUK
    1. Pengertian
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata “produk” merujuk pada apapun yang diproduksi (“anything produced”). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (“thing or things produced”). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    2. Klasifikasi Produk
    Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    2. konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  36. AI TETI MARYATI (113402197) January 4, 2012 at 1:16 pm #

    Nama : AI TETI MARYATI
    NPM : 113402197
    Kelas : Manajemen E

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  37. Dinar zatnika January 4, 2012 at 1:19 pm #

    Pendapatan Nasional Indonesia
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    1. Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    2. Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    3. Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    5. Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu,
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

  38. HIKMAH HIDAYANTI January 4, 2012 at 1:20 pm #

    Nama : Hikmah Hidayanti
    NPM : 113402203
    Kelas : Manajemen E

    PRODUK
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    1. Pengertian Produk
    Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
    Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai . Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang.
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode, meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut..
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    2. Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  39. Desi tri astuti January 4, 2012 at 1:22 pm #

    nama : Desi tri astuti
    kelas : Manajemen D
    npm : 113402125

    PENDAPATAN NASIONAL
    Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai . Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang .
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara . Pengertian berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu . Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut .
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode , meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.
    Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu cara pengeluaran, cara produk neto, dan cara pendapatan.

    Tiga pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Production Approach
    Nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu negara dalam satu tahun dengan cara menjumlahkan value added tiap proses produksi
    Formula :
    Y = ∑P.Q atau
    Y =
    Keterangan :
    Y : Pendapatan Nasional (GDP)
    Q1:Jumlah barang ke 1
    P1: Harga barang ke 1
    Q2:Jumlah barang ke 2
    P2: Harga barang ke 2
    Qn:Jumlah barang ke n
    Pn: Harga barang ke n
    11 Lapangan usaha yang dihitung dalam production approach:
    1. Pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan
    2. Pertambangan dan pengggalian
    3. Industri pengolahan
    4. Listrik, gas dan air minum
    5. Bangunan
    6. Perdangangan, hotel dan restoran
    7. Pengangkutan dan komunikasi
    8. Bank dan LKBB
    9. Sewa rumah
    10. Pemerintahan dan pertahanan
    11. Jasa-jasa
    2. Expenditure Approach
    Jumlah pengeluaran secaranasional untuk membeli barang dan jasa yang di dihasilkan dalam satu tahun dengan cara menjumlahkan Pengeluaran RTK,RTP, RTG, RTLN
    Formula :
    Y = C + I + G + (X – M)
    Keterangan :
    Y : Pendapatan Nasional (GNP)
    C :Pengeluaran RTK/konsumsi
    I : Pengeluaran RTP/investasi
    G :Gouverment Expenditure
    X :Ekspor
    M :Import
    Perhitungannya disebut Gross National Product (GNP)
    3. Income Approach
    Seluruh pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama satu
    Formula :
    Y = r + i + w + p
    Seluruh pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama satu
    Keterangan :
    Y : Pendapatan Nasional (NI)
    r :sewa tanah/alam
    i : bunga modal
    w :upah TK
    p : laba pengusaha/skill
    Perhitungganya disebut National Income (NI)
    Konsep Pendapatan Nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    NNP = GNP – Penyusutan
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    DI = PI – Pajak langsung
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional
    1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    4. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara
    5. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara
    Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    1. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    2. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    3. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    4. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    5. Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara, dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu
    6. Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain
    Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    2. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    3. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    Pendapatan Perkapita
    adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita.
    Pendapatan per kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
    IPC = GNP/Q
    Keterangan:
    GNP: Gross National Product
    Q : Jumlah Penduduk
    IPC digunakan sebagai alat ukur tingkat kemakmuran suatu negara pada suatu periode
    Menurut Adam Smith, ada tiga tugas pemerintahan suatu negara terhadap masyarakatnya.
    1. Melindungi masyarakat dari serangan pihak luar
    2. Melindungi masyarakat dari ketidakadilan atau gangguan masyarakat lain.
    3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Khusus menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia khususnya berusaha mencapainya dengan pembangunan di berbagai sektor. Hasil pembangunan diharapkan dapat meningkatkan output berupa barang dan jasa yang berkualitas serta dalam jumlah yang meningkat. Dari sinilah diharapkan akan adanya peningkatan pendapatan nasional yang merupakan cikal bakal peningkatan pendapatan per kapita.
    Apakah tingginya pendapatan per kapita suatu negara betul–betul dapat menjamin kemakmuran rakyatnya?
    Jawabannya belum tentu. Sebab, bisa saja tingginya pendapatan per kapita itu dihasilkan oleh tingginya pendapatan nasional dari sebagian kecil penduduk suatu negara. Jadi masalahnya terletak pada distribusi pendapatan nasional itu sendiri. Bila sebagian besar masyarakat suatu negara memperoleh pendapatan yang cukup tinggi, maka pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai tolak ukur kemakmuran rakyat suatu negara
    Besarnya Pendapatan Nasional (Y) Dipengaruhi Oleh
    1. Sumber daya produksi
    2. Penggunaan tehnologi
    3. Permodalan
    4. Stabilitas nasional
    5. Kebijakan pemerintah (fiscal policy & monetary policy)
    Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi (C)
    A. Faktor intern
    1. Komposisi rumah tangga
    2. MPC (marginal propensity to consume)
    3. Selera (taste)
    4. Kebiasaan keluarga
    5. Besarnya pendapatan
    B. Faktor ekstern
    1. Lingkungan tempat tinggal
    2. Kebijakan pemerintah
    3. Harga-harga barang
    4. Budaya masyarakat
    5. Kemajuan IPTEK
    6. Pajak
    Distribusi Pendapatan Nasional
    Perbedaan pendapatan timbul karena :
    • Adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi
    • Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula
    Alat ukur distribusi pendapatan
    Gini Ratio (koefisien Gini) biasanya ditunjukkan dengan kurva LORENZ yang menunjukkan hubungan kuantitatif antara prosentase penerimaan pendapatan penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar diperoleh selama satu tahun
    Dua cara meningkatkan pendapatan per kapita
    • Memperbesar Gross National Product
    • Menahan laju pertumbuhan penduduk

  40. THEO AS'ARI IRSYAD January 4, 2012 at 1:44 pm #

    Nama : Theo As’ari Irsyad
    Kelas : manajemen E
    NPM : 113402161

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.
    Perhitugan pendapatan nasional bisa di peroleh dari Produk Domestic Bruto (GDP), Produk Nasional Bruto (GNP), Produk Nasional Neto (NNP), Pendapatan Nasional Neto (NNI), Pendapatan Persorangan (PI), Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI).
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu: Pendekatan pendapatan, Pendekatan produksi, Pendekatan pengeluaran.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    manfaat yang bias kita ambil diantaranya yaitu untuk mengetahui struktur perekonomian nasional. Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris.

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    Faktor Sumber Daya Manusia
    Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    Faktor Sumber Daya Alam
    ebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi.
    Faktor Budaya
    faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  41. AI TETI MARYATI (113402197) January 4, 2012 at 1:45 pm #

    Nama : Ai Teti Maryati
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402197

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  42. Eka Sulastri (113402184) January 4, 2012 at 1:53 pm #

    Nama : Eka Sulastri
    NPM :113402184
    Kelas : Manajemen E
    PRODUK
    1. Pengertian
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata “produk” merujuk pada apapun yang diproduksi (“anything produced”). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (“thing or things produced”). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    2. Klasifikasi Produk
    Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    2. konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  43. h January 4, 2012 at 2:00 pm #

    Nama : Hikmah Hidayanti
    Kelas : manajemen E
    NPM : 113402203

    PRODUK
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    1. Pengertian Produk
    Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
    Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai . Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang.
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode, meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut..
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    2. Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  44. HIKMAH HIDAYANTI January 4, 2012 at 2:03 pm #

    Nama : Hikmah Hidayanti
    Kelas : manajemen E
    NPM : 113402203

    PRODUK
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    1. Pengertian Produk
    Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
    Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai . Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang.
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode, meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut..
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    2. Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  45. resti suci mentari January 4, 2012 at 2:07 pm #

    nama : resti suci mentari
    NPM : 113402224
    manajemen F

    1. Produk dan pendapatan nasional
    Produk nasional adalah seluruh pendapatan rumah tangga kelurg di suatu Negara alam satu periode, bias any satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    – Produk domestic bruto merupakan jumlah produksi berupa barang dan jasa dalam batas wilayah suatu Negara selama setahun.
    – Produk nasional bruto meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara selama setahun termasuk yang dihasilkan oleh warga Negara yang berda di luar negeri tapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    – Produk nasional neto yaitu penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    – Pendapatan nasional neto adalah jumlah pendapatan yang diterima masyarakat menurut jumlah balas jasa sebagai pemilik factor produksi.
    – Pendapatan perseoragan adalah jumlah pendapatan setiap orang termasuk yang tidak melakukan appun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer yaitu penerimaan sebagian pembagian taun lalu seperti pensiunan, tunjangan social, bunga utang pemerintah dan sebagainya.
    – Pendapatan yang siap dibelanjakan adalah pendapatan yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau membeli sesuatu dan selebihnya bisa disimpan atau investasi.
    2. Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara menuju ke keadaan yang lebih baik dalam periode tertentu atau proses kenaikan kapasitas produksi perekonomian dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
    Teori pertumbuhan ekonomi terbagi menjadi
    – Teori pertumbuhan ekonomi historis
    – Teori klasik dan non klasik
    Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah :
    – Sumber daya manusia
    – Sumber daya alam
    – Ilmu pengetahuan dan teknologi
    – Budaya
    – Sumber daya modal

  46. Ai Teti January 4, 2012 at 2:10 pm #

    Nama :Ai Teti Maryati
    NPM : 113402197
    Kelas : Manajemen E

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  47. Miftah Awaluddin January 4, 2012 at 2:30 pm #

    Nama : Miftah Awaluddin
    NPM : 113402242
    MANAJEMEN F

    PRODUK dan PENDAPATAN NASIONAL

    PENGERTIAN
    Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)

    Pendapatan perkapita
    Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
    Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
    Perbandingan per Kapita Indonesia dengan Negara lain
    Pendapatan per kapita Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, ternyata masih termasuk rendah. Untuk lebih jelasnya, lihat tabel 1.2.

    Sementara itu, pertumbuhan PNB Riil Per Kapita di dunia dapat Anda pelajari tabel 1.3.

    Berdasarkan tabel 1.3, secara umum pada tahun 1998 pertumbuhan PNB Riil Per Kapita di dunia mengalami penurunan sebagaimana halnya Indonesia kecuali negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat, Jerman, Kanada dan Perancis.
    Hal ini terjadi, karena di dunia yang arus globalisasinya semakin gencar, kejadian atau masalah yang terjadi di suatu negara atau kawasan tertentu akan berdampak pula pada negara lainnya.
    Hubungan Pendapatan Nasional, Penduduk dan Pendapatan Perkapita
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.

    Untuk lebih memperjelas, perhatikan tabel di bawah ini!

    Dari tabel 1.1 di atas, nampak jelas bahwa India yang memiliki PDB per tahun US $ 427.407.000.000,00 hanya mendapatkan pendapatan per kapita US $ 440,00. Lain halnya dengan Singapura yang mendapatkan PDB per tahun US $ 95.453.000.000,00 ternyata pendapatan per kapitanya US $ 30.170,00. Mengapa demikian?
    Ternyata tingginya pendapatan nasional suatu negara, tidak menjamin pendapatan per kapitanya juga tinggi. Hal ini terjadi karena faktor jumlah penduduk juga sangat menentukan tinggi rendahnya pendapatan per kapita.

  48. R. Mohamad Ikbal Prasetya January 4, 2012 at 2:35 pm #

    NAMA : R. MOHAMAD IKBAL PRASETYA
    NPM : 113402260
    KELAS : MANAJEMEN F

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
     Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Standar Kompetensi :
    Memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), Pendapatan Nasional (PN)
    Kompetensi Dasar :
    1. Menjelaskan konsep PDB, PDRB, PNB, PN
    2. Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    3. Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain

    Indikator :
    1. Mendeskripsikan konsep PDB, PNB, PNN, PI, Pendapatan Disposibel (disposible income)
    2. Menghitung Pendapatan Per Kapita
    3. Mengidentifikasi manfaat perhitungan pendapatan nasional
    4. Membedakan metode perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan, produksi dan pengeluaran
    5. Menghitung pendapatan nasional menggunakan pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran
    6. Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung

    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.

    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1) Metode Produksi Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    2) Metode Pendapatan Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahandari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    3) Metode Pengeluaran Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    Pendapatan Perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk Negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita. Pendapatan per kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
    IPC = GNP/Q
    Keterangan:
    GNP: Gross National Product
    Q: Jumlah Penduduk
    IPC digunakan sebagai alat ukur tingkat kemakmuran suatu negara pada suatu periode
    Menurut Adam Smith, ada tiga tugas pemerintahan suatu negara terhadap masyarakatnya.
    1. Melindungi masyarakat dari serangan pihak luar
    2. Melindungi masyarakat dari ketidakadilan atau gangguan masyarakat lain.
    3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Khusus menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia khususnya berusaha mencapainya dengan pembangunan di berbagai sektor. Hasil pembangunan diharapkan dapat meningkatkan output berupa barang dan jasa yang berkualitas serta dalam jumlah yang meningkat. Dari sinilah diharapkan akan adanya peningkatan pendapatan nasional yang merupakan cikal bakal peningkatan pendapatan perkapita.Apakah tingginya pendapatan per kapita suatu negara betul–betul dapat menjamin kemakmuran rakyatnya? Jawabannya belum tentu. Sebab, bisa saja tingginya pendapatan per kapita itu dihasilkan oleh tingginya pendapatan nasional dari sebagian kecil penduduk suatu negara. Jadi masalahnya terletak pada distribusi pendapatan nasional itu sendiri. Bila sebagian besar masyarakat suatu negara memperoleh pendapatan yang cukup tinggi, maka pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai tolak ukur kemakmuran rakyat suatu negaraBesarnya Pendapatan Nasional (Y) Dipengaruhi Oleh
    1.Sumber daya produksi
    2.Penggunaan teknologi
    3.Permodalan
    4.Stabilitas nasional
    5. Kebijakan pemerintah (fiscal policy & monetary policy)

    Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi (C)
    A. Faktor intern
    1.Komposis rumah tangga
    2. MPC (marginal propensityto consume)
    3. Selera (taste)
    4. Kebiasaan keluarga
    5. Besarnya pendapatan

    B. Faktor ekstern
    1. Lingkungan tempat tinggal
    2. Kebijakan pemerintah
    3. Harga-harga barang
    4. Budaya masyarakat
    5. Kemajuan IPTEK
    6. Pajak

    Distribusi Pendapatan Nasional
    Perbedaan pendapatan timbul karena :
    • Adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi
    • Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula.

    Alat ukur distribusi pendapatan
    Gini Ratio (koefisien Gini) biasanya ditunjukkan dengan kurva LORENZ yang menunjukkan hubungan kuantitatif antara prosentase penerimaan pendapatan penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar diperoleh selama satu tahun
    Dua cara meningkatkan pendapatan per kapita
    • Memperbesar Gross National Product
    • Menahan laju pertumbuhan penduduk

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

    Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

    Teori Pertumbuhan Ekonomi
    Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut

    Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
     Werner Sombart (1863-1947)
    Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
     Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

     Meningkatnya kebutuhan manusia
     Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
     Timbulnya pertukaran barang dan jasa
     Pertukaran belum didasari profit motive
     Masa kapitalis

    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
     Tingkat prakapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat masih statis
    2. Bersifat kekeluargaan
    3. Bertumpu pada sektor pertanian
    4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    5. Hidup secara berkelompok
     Tingkat kapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis
    2. Bersifat individual
    3. Adanya pembagian pekerjaan
    4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
     Tingkat kapitalisme raya
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan
    2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
    3. Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
    4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
    5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
     Tingkat kapitalisme akhir
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
    1. Munculnya aliran sosialisme
    2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
    3. Mengutamakan kepentingan bersama

     Friedrich List (1789-1846)
    Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1. Masa berburu dan pengembaraan
    2. Masa beternak dan bertani
    3. Masa bertani dan kerajinan
    4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
     Karl Butcher (1847-1930)
    Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
    1. Masa rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia
     Walt Whiteman Rostow (1916-1979)
    W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:
     Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
    1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
    2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
    3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
     Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
    1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
    2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
     Periode Lepas Landas (The take off)
    1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
    2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
    3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
    4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
    5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
     Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
    1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
    2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
    3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
    4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
    5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern
     Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
    1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
    2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
    3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
    4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi

    Teori Klasik dan Non Klasik
    a. Teori Klasik
     Adam Smith
    Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
     David Ricardo
    Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pad suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
    b. Teori Neoklasik
     Robert Solow
    Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.
    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
     Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
     Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
     Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
     Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
     Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  49. Diki nopendi January 4, 2012 at 2:36 pm #

    Nama : Diki Nopendi
    Kelas : Manajamen E
    NPM : 113402166

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
    1. Produk Domestik Bruto (GDP): Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.
    2. Produk Nasional Bruto (GNP): Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    3. Produk Nasional Neto (NNP): Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI): Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    5. Pendapatan Perseorangan (PI): Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI): Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    1. Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    2. Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    3. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    nsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :

    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaat :
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
    waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  50. acep gigin mr January 4, 2012 at 2:36 pm #

    Nama : Acep Gigin MR
    kelas : Manajemen E
    NPM : 113402199

    kalau menurut saya pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin.

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  51. Iskariman Au'mut Syahidan January 4, 2012 at 2:41 pm #

    Nama : Iskariman Au’mut Syahidan
    NPM : 113402257
    Manajemen F

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    a) Konsep Pendapatan Nasional
    Adapun beberapa konsep pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
     Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

     Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
     Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
     Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh daripersonal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    b) Penghitungan Pendapatan Nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
     Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    ket :
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi
    PDBs = PDB riil tahun sekarang
    PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    c) Manfaat Pendapatan Nasional
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    d) Faktor-faktor yang Mempengaruh Pendapatan Nasional
     Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
     Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
     Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

    a) Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi

     TEORI KLASIK
    1.Teoori Adam Smith
    Ada 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi : (a) pertumbuhan output, meliputi : sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal. (b) pertumbuhan penduduk, menentukan luas pasar dan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi
     2. David Ricardo
    Dua faktor yang mempengaruhi, yaitu : (a) terbatasnya luas tanah (b) pertumbuhan penduduk. Toeri ini dikenal dengan nama The Low of Diminishing Returns. Maka untuk keluar dari kondisi semakin menurunnya pertambahan produksi diperlukan penambahan faktor modal dan pemanfaatan kemajuan teknologi, karena unsur sumber daya alam sulit untuk dikembangkan.
     TEORI NEOKLASIK
    1. Joseph A. Schumpeter, ia berpendapat bahwa proses pertumbuhan ekonomi melalui inovasi yang dilakukan oleh para wirausahawan
    2. Robert Solow, berpendapat pertumbuhan ekonomi tergantung pada penambahan penyediaan faktor produksi dan tingkat kemajuan teknologi
     TEORI NEOKEYNES
    Dipelopori oleh Roy F. Harrod dan Evsey D. Domar yang merupakan penyempurnaan dari teori dari John Maynard Keynes, mereka menyebutkan adanya pengaruh investasi pada permintaan agregat dan pertumbuhan kapasitas produksi
     TEORI WALT WHITMAN ROSTOW
    Pembangunan ekonomi melalui 5 tahapan, yaitu (1) masyarakat tradisional (2) Prakondisi untuk lepas landas (3) Lepas landas (4) menuju kedewasaan (5) Era konsumsi tinggi
     TEORI KARL BUCHER
    Perkembangan ekonomi melalui 4 tahapan , yaitu (1) Produksi untuk kebutuhan sendiri [rumah tangga rumah tangga tertutup] (2) Perekonomian sebagai perluasan pertukaran produk [rumah tangga kota] (3) Perekonomian nasional [rumah tangga negara] dan (4) Perdagangan antar negara [rumah tangga dunia]
    b) Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :
     Faktor Sumber Daya Manusia
     Faktor Sumber Daya Alam
     Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
     Faktor Budaya
     Sumber Daya Modal

    c) Cara Penghitungan Pertumbuhan Ekonomi :
    Perekonomian suatu negara mengalami pertumbuhan manakala jumlah produknya meningkat. Nilai total dari produk nasional dalam 1 tahun tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Laju Pertumuhab Ekonomi tahun (t) merupakan hasil dari (PDB tahun t-1 dikurangi PDB tahun t) dibagi PDB tahun t dikalikan 100%.

  52. Dinar zatnika January 4, 2012 at 2:47 pm #

    Nama : Dinar zatnika
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402131
    Pendapatan Nasional Indonesia
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    1. Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    2. Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    3. Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    5. Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu,
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

  53. Irpan Septian January 4, 2012 at 2:55 pm #

    Nama : Irpan Septian
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402179

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
    1. Produk Domestik Bruto (GDP): Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.
    2. Produk Nasional Bruto (GNP): Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.
    3. Produk Nasional Neto (NNP): Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI): Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    5. Pendapatan Perseorangan (PI): Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI): Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    1. Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    2. Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    3. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    nsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :

    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaat :
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
    Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  54. Dian Nuraeni January 4, 2012 at 2:57 pm #

    Nama : Dian Nuraeni
    NPM : 113402165
    Kelas : Manajemen E

    PRODUK, PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

     PRODUK
    Pengertian produk
    produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Tingkatan Produk :
    a. Core benefit , yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
    b. Basic product, yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
    c. Expected product, yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
    d. Augmented product, yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
    e. Potential product , yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

    Klasifikasi Produk
    produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya
    2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
    a) Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
    Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.
    b) Barang tahan lama (durable goods)
    Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
    3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
    a) Barang konsumsi (consumer’s goods)
    Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
    Dimensi Kualitas Produk
    Apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :
    1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
    2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
    3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
    4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
    5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
    6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
    7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan
    Negara asal.

     Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah Produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor .

     Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth)
    adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan Ekonomi meningkat jika pendapatan nasional meningkat,pendapatan nasional meningkat karena SDM hararebat  SDM Hebat juga karena ada fasilitas pemerintah ,mesti menguasai IPTEK, Kreatif, punya jiwa wirausaha, dan punya modal.
    Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
    1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
    Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
    2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
    Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
    3. Kenaikan produktivitas
    Kenaikan produktivitas menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi.

    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
    Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
    Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
    Sebagai dasar pembuatan perkiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumber daya (tenaga kerja dan modal).

  55. biksy hakiki January 4, 2012 at 2:59 pm #

    Nama : Biksy hakiki
    Kelas : Manajemen E
    Npm : 113402169

    PRODUKSI, PENDAPATAN NASIONAL, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    • PRODUKSI
    Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik seperti sepeda motor, komputer, dll. Selain itu ada jasa seperti restoran, penginapan, transportasi. Adapun beberapa ahli mengartikan Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan. Secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk
    mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu, produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, kemasan, merek, label, pelayanan, dan jaminan.
    ada beberapa faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk mereka, yaitu :
    • Faktor pertama adalah strategi pemilihan segmen pasar yang pernah mereka tentukan sebelumnya.
    • faktor kedua adalah pengertian tentng hakekat produk di mata pembeli.
    • Faktor ketiga adalah strategi produk pada tingkat kombinasi produk secara individual, pada tingkat seri produk dan pada tingkat kombinasi produk secara keseluruhan.
    • faktor keempat adalah titik berat strategi pemasaran pada tiap tahap siklus kehidupan produk.
    Berdasarkan fungsinya produk dibedakan menjadi tiga level.
     Level pertama adalah core product yaitu suatu produk yang fungsinya merupakan alasan dasar konsumen untuk membelinya. Contoh sederhana dari core product adalah pakaian, fungsi dasarnya untuk melindungi tubuh manusia.
     Level kedua Actual product adalah fitur-fitur yang ada pada produk untuk menambah nilainya. Misal desain yang menarik, nama merk, dan kemasan.
     Level ketiga Augmented product adalah tambahan manfaat-manfaat yang tidak terpikirkan oleh konsumen tapi akan memberi kepuasan bagi mereka, seperti garansi.
    Produk juga digolongkan berdasarkan tujuan konsumen membeli barang secara umum. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan sendiri disebut consumer product. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan organisasi atau bisnisnya disebut business atau industria product. Produk bisnis bisa dikatakan sebagai produk yang dibeli untuk dijual lagi.
    Sebagian besar perusahaan menghasilkan lebih dari satu seri produk. Tiap seri produk. Tiap seri produk seringkali terdiri lebih dari satu jenis produk. Sayangnya tidak semua seri dan jenis produk memberikan sumbangan hasil penjualan dan keuntungan yang sama.Oleh karena itu, pengelolaan tiap seri dan jenis produk juga tidak sama. Kapasitas produk menyumbang keuntungan ditentukan oleh jumlah satuan produk yang terjual tiap masa tertentu dan besarnya contribution margin. Contribution margin adalah selisih antara harga jual per satuan produk dan biaya variabelnya.
    Karena berbagai macam alasan perusahaan dapat memutuskan memperluas usaha bisnisnya. Upaya perluasan bisnis tersebut dapt dilakukan dengan memproduksi produk baru dengan mutu, bentuk, ukuran dan harga yang lebih rendah dari produk lama. Strategi menambah jenis produk baru seperti ini disebut downward stretching yaitu memproduksi produk yang mutu, bentuk dan harganya lebih tinggi dari produk lama. Di samping itu perusahaan juga dapat memperluas usahanya dengan jalan product line-filling, yaitu menambah jenis produk bau pada seri-seri produk yang sudah berjalan.
    Hal lain yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun produk adalah adanya kenyataan bahwa setiap jenis produk mempunyai siklus kehidupan yang terdiri dari empat tahap. Keempat, tahap pertumbuhan, tahap kematangan dan tahap penurunan. Masing-masing tahap siklus kehidupan produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda.
    Dalam merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu
    memahami lima tingkatan produk:

    1. Produk utama/inti (core benefit)
    yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. Dalam bisnis perhotelan, manfaat utama yang dibeli para tamu adalah ‘istirahat dan tidur’. Untuk bioskop, para penonton sesungguhnya membeli ‘hiburan’.
    2. Produk generik
    yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi). Contohnya, hotel merupakan suatu bangunan yang memiliki banyak ruangan untuk disewakan.
    3. Produk harapan (expected product)
    yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli. Sebagai contoh, tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, sabun dan handuk, air hangat, telepon, lemari pakaian, dan ketenangan.
    4. Produk pelengkap (augmented product)
    yakni berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing. Misalnya, hotel bisa menambahkan fasilitas TV, shampo, bunga-bunga segar, check-in dan check-out yang cepat, pelayanan kamar yang baik, dan lainlain.
    5. Produk potensial
    yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang. Misalnya hotel menambahkan fasilitas layanan internet, perekam video dengan kaset videonya, sepiring buah-buahan segar, dan sebagainya.

    • Pendapatan nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    o Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    o Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    o Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    • Manfaat dari pertumbuhan ekonomi
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    • Faktor yang memengaruhi pertumbuhan nasional
    1) Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional. Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    2) Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan ang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    3) Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    • Pertumbuhan Ekonomi
     Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Adapun teori pertumbuhan ekonomi yang dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:
     Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
    1. Werner Sombart (1863-1947)
    Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
    o Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa.
    o Masa kerajinan dan pertukangan
    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
    1. Meningkatnya kebutuhan manusia
    2. Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
    3. Timbulnya pertukaran barang dan jasa
    4. Pertukaran belum didasari profit motive
    o Masa kapitalis
    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
    o Tingkat prakapitalis. Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    a) Kehidupan masyarakat masih statis
    b) Bersifat kekeluargaan
    c) Bertumpu pada sektor pertanian
    d) Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    e) Hidup secara berkelompok

    o Tingkat kapitalis. Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    a) Kehidupan masyarakat sudah dinamis
    b) Bersifat individual
    c) Adanya pembagian pekerjaan
    d) Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan

    o Tingkat kapitalisme raya. Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    a) Usahanya semata-mata mencari keuntungan
    b) Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
    c) Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
    d) Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
    e) Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
    o Tingkat kapitalisme akhir. Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
    a) Munculnya aliran sosialisme
    b) Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
    c) Mengutamakan kepentingan bersama
    2. Friedrich List (1789-1846)
    Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    o Masa berburu dan pengembaraan
    o Masa beternak dan bertani
    o Masa bertani dan kerajinan
    o Masa kerajinan, industri, perdagangan

     Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1. Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    2. Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    4. Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    5. Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  56. Restu Tria Aprilianti January 4, 2012 at 3:01 pm #

    Nama : Restu Tria Aprilianti
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402181

    “Produk”

    Banyak sekali pengertian dari produk yang dapat diartikan dalam berbagai suatu kegiatan. Misalnya saja dalam berbisnis, produk adalah barang ataupun jasa yang dapat diperjualbelikan kepada konsumen. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan seatu keinginan maupun kebutuhan dari konsumen. Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut juga sebagai merchandise. Ada juga beberapa pengertian produk, diantaranya :
    Menurut Stanton, (1996:222) mendefinisikan bahwa produk itu adalah suatu kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
    Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual mendefinisikan produk itu sendiri yaitu suatu pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Sehingga dapat disimpulkan dari berbagai definisi produk itu sendiri, bahwa pruduk adalah segala sesuatu baik itu barang ataupun jasa yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dibeli, digunakan ataupun dikonsumsi sehingga dapat memuaskan kebutuhan atau kemauan dari seseorang atau konsumen.
    Ada lima tingkatan produk, yaitu :
    1. Core benefit, yaitu manfaat yang dirasakan konsumen dari suatu produk yang ditawarkan.
    2. Basic product, yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
    3. Expected product, yaitu serangkaian kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
    4. Augmented product, yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
    5. Potential product, yaitu semua argumentasi dari para konsumen yang dijadikan masukan oleh produsen dan dijadikan sebagai suatu perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa yang akan datang.
    Produk itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa produk yang dapat dikelompokkan, diantaranya :
    1. Berdasarkan wujudnya:
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dan dapat dipindahkan.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat ataupun suatu kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya.
    2. Berdasarkan aspek daya tahannya:
    a) Barang tidak tahan lama
    Barang tidak tahan lama adalah barang yang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
    b) Barang tahan lama
    Barang tahan lama merupakan barang yang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian.
    3. Berdasarkan tujuan konsumsi:
    a) Barang konsumsi
    Barang konsumsi adalah suatu jenis produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemprosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari suatu produk itu sendiri.
    b) Barang industri
    Barang industri adalah suatu jenis produk yang masih memerlukan pemprosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu dari produk itu sendiri.
    Berbicara mengenai produk, maka ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu kualitas produk. Kualitas produk adalah secara keseluruhan ciri-ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk ataupun jasa untuk memuaskan kebutuhan seorang konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas terbaik bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan dari konsumen.
    Apabila suatu perusahaan ingin mempertahankan produknya tersebut didalam pasar, maka perusahaan harus mempunyai aspek dimensi yang digunakan oleh konsumen, diantaranya:
    1. Kinerja, yaitu karakteristik dari produk itu sendiri.
    2. Daya tahan, yaitu berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti.
    3. Kesesuaian, yaitu sejauh mana karakteristik dari produk itu sendiri dapat memuaskan konsumen.
    4. Fitur, yaitu karakteristik produk yang dibuat untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk itu sendiri.
    5. Estetika, bentuk atau penampilan dari produk itu sendiri.
    6. Kesan kualitas, yaitu hasil dari persepsi konsumen terhadap produk itu sendiri.

    “Pendapatan Nasional”

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari beberapa penyerahan faktor-faktor produksi didalam satu periode, dan biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional, diantaranya:
     Produk Domestik Bruto
    Adalah jumlah produk baik itu yang berupa barang ataupun jasa yang dihasilkan oleh beberapa unit produksi didalam suatu wilayah negara selama satu tahun.
     Produk Nasional Bruto
    Adalah suatu nilai produk baik itu yang berupa barang ataupun jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun.
     Pendapatan Nasional Neto
    Adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat.
     Pendapatan Perseorangan
    Adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat.
    Pendapatan nasional bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang ataupun jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selama satu periode dan juga untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional.
    Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional, diantaranya :
     Permintaan dan penawaran,
     Konsumsi dan tabungan, dan
     Investasi
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

     Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

     Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Contoh soalnya :
     Suatu negara mempunyai data pendapatan nasional sebagai berikut : Konsumsi masyarakat Rp. 90.000.000
    Pendapatan laba usaha Rp. 20.000.000
    Pengeluaran Negara Rp.130.000.000
    Pendapatan sewa Rp. 40.000.000
    Pengeluaran investasi Rp. 50.000.000
    Ekspor Rp. 15.000.000
    Impor Rp. 20.000.000
    dari data diatas hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran ?

     Jawab :
    Rumus Pendapatan nasional dengan pendekatan nasional :
    Y = C + I + G + (X – M)
    Y = 90.000.000 + 50.000.000 + 130.000.000 + (15.000.000 – 20.000.000)
    Y = 270.000.000 – 5.000.000.
    Y = 265.000.000
    Maka, jumlah pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pengeluaran adalah Rp. 265.000.000,00 .

    “Pertumbuhan Penduduk”

    Pertumbuhan penduduk adalah suatu perubahan populasi yang sewaktu-waktu, dapat dihitung sebagai perubahan jumlah individu dalam suatu populasi dengan menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Pertumbuhan penduduk dapat terjadi pada semua spesies, tetapi selalu mengarah pada manusia.
    Nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam suatu populasi meningkat. Nilai pertumbuhan penduduk sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam suatu populasi ketika dimulainya periode. Dan dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt
    Nilai Pertumbuhan = (populasi diakhir periode – populasi diawal periode)
    populasi diawal periode

    Cara umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode, yaitu :
    Rasio Pertumbuhan = Nilai pertumbuhan x 100%
    Ketika pertumbuhan penduduk melebihi suatu lingkungan maka hasilnya akan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi, manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi.
    Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi pertumbuhan penduduk, yaitu :
    1. Menggalakkan program KB (Keluarga Berencana) untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran, dan
    2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
    Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu :
    1. Penambahan dan membuat lapangan pekerjaan
    Meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki.
    2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan
    Dengan adanya kesadaran dari penduduk maka semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana (KB).
    3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
    Dengan menyebarnya penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang rendah, maka diharapkan penduduk mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
    4. Meningkatkan produksi
    Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengimbangi agar tidak sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

  57. cepz alfaro ramadhan January 4, 2012 at 3:08 pm #

    Nama : Encep Taupik Ramadhan
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402194

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    adapun beberapa konsep tentang pendapatan nasional adalah :
    – Produk Domestik Bruto (GDP)
    – Produk Nasional Bruto (GNP)
    – Produk Nasional Neto (NNP)
    – Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    – Pendapatan Perseorangan (PI)
    – Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    Produk Nasional Neto (NPP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Sedangan Perhitungan pendapatan negara dapat dihitung dengan 3 pendekatan yaitu :
    Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Dengan Rumus Sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :

    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaat Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    adapun faktor-faktor yang berpengaruh yaitu :

    Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

    Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

    Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    dengan Faktor-faktor sebagai berikut :

    Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

    Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

    Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

    Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  58. Fahmi cute Tea January 4, 2012 at 3:24 pm #

    Nama : Fahmi ulum
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402186

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional yang saya ketahui adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan adalah penjumlahan seluruh pendapatan yang diterima RTK suatu negara selama periode tertentu sebagai imbalan atas produksi yang diberikan kepada perusahaan.

    Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi adalah penjumlahan nilai seluruh produk dalam bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu yang dihasilkan suatu negara.

    Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran adalah jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa selama satu periode tertentu yang diproduksi oleh suatu negara. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan oleh Rumah tangga(C), pemerintah(G), pengeluaran investasi(I), dan selisih antara ekspor-impor(X−M)

    Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) is amount of products of goods and services produced oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) baik di dalam maupun di luar negeri selama satu tahun.

    Produk Nasional Netto (NNP)
    Produk Nasional Netto (Net National Product) adalah produk nasional yang memperhitungkan pengeluaran investasi netto dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Netto (NNI)
    Pendapatan Nasional Netto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Nasional (NI)
    Pendapatan Nasioanl (National Income) adalah pendapatan yang memperhitungkan balas jasa atas faktor produksi dengan mengurangi produk nasional netto dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Rumusannya adalah Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.

    Pertumbuhan Ekonomi adalah kenaikan konstan di suatu wilayah Negara dimana produksi barang dan jasa meningkat secara berangsur sehingga pendapatan nasional meningkat. Ini bisa di artikan sebagai keberhasilan suatu Negara dalam pembangunan ekonomi Negara.
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1. Masa berburu dan pengembaraan
    2. Masa beternak dan bertani
    3. Masa bertani dan kerajinan
    4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
    • Karl Butcher (1847-1930)
    Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
    1. Masa rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1. Faktor Sumber Daya Manusia,
    2. Faktor Sumber Daya Alam
    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    4. Faktor Budaya
    5. Sumber Daya Modal

  59. ega maulana January 4, 2012 at 3:37 pm #

    NAMA : EGA MAULANA
    KELAS : MANAJEMEN F
    NPM : 113402245

    Penghitungan
    Pendapatan Nasional

    Beberapa Konsep Dalam
    Penghitungan Pendapatan Nasional
    Carapengeluaran: Pendapatan nasional dihitung
    dengan menjumlahkan nilai pengeluaran atau
    perbelanjaan ke atas barang-barang dan jasa yang
    diproduksikan di dalam negara tersebut.
    Cara produksi atau cara produk neto. Pendapatan
    nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi
    barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor
    (lapangan usaha) dalam perekonomian.
    Cara pendapatan. Pendapatan nasional diperoleh
    dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima
    oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk
    mewujudkan pendapatan nasional.
    PRODUK DOMESTIK BRUTO
    Produk Domestik Bruto (PDB) dapatlah
    diartikan sebagai nilai barang-barang dan jasa
    jasa yang diproduksikan di dalam negara
    tersebut dalam satu tahun tertentu
    Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic
    Product (GDP), adalah nilai barang dan jasa
    dalam suatu negara yang diproduksikan oleh
    faktor faktor produksi milik warga negara
    tersebut dan negara asing.
    Di dalam sesuatu perekonomian, di negara-negara
    maju maupun di negara-negara berkembang, barang
    dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan
    milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk
    negara lain.
    Selalu didapati produksi nasional diciptakan oleh
    faktor faktor produksi yang berasal dari luar negeri.
    Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai
    negara dan membantu menaikkan nilai barang dan jasa
    yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut.
    Perusahaan multinasional tersebut menyediakan
    modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara di
    mana perusahaan itu beroperasi.
    PRODUK NASIONAL BRUTO
    Produk Nasional Bruto (PNB), atau Gross National Product
    (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan
    dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan
    yang sedikit berbeda.
    Dalam menghitung Pendapatan Nasional Bruto, nilai barang
    dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional
    hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor
    faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara
    yang pendapatan nasionalnya dihitung.
    GNP dihitung dari faktor-faktor produksi yang dimiliki
    warga negara sesuatu negara terdapat di negara itu sendiri
    maupun di luar negeri, maka nilai produksi yang
    diwujudkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan di
    luar negeri juga dihitung di dalam Produk Nasional Bruto.
    Tetapi sebaliknya, dalam Produk Nasional Bruto tidak
    dihitung produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor
    produksi milik penduduk atau perusahaan negara lain yang
    digunakan di negara tersebut.
    PDB = PNB – PFN dari LN
    PFN dari LN adalah pendapatan faktor neto
    dari luar negeri.
    PFN dari LN adalah pendapatan faktor
    faktor produksi yang diterima dari luar
    negeri dikurangi dengan pendapatan faktor
    faktor produksi yang dibayarkan ke luar
    negeri.
    PENDAPATAN NASIONAL
    (national income)
    Pendapatan Nasional istilah untuk menyatakan
    nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam
    suatu negara
    Pendapatan Nasional adalah jumlah
    pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor
    produksi yang digunakan untuk
    memproduksikan barang dan jasa dalam suatu
    tahun tertentu
    Pendapatan nasional yang masih meliputi
    depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto.
    Produk Nasional Neto adalah Produk Nasional
    Bruto kurang Depresiasi.
    PENDAPATAN NASIONAL HARGA
    BERLAKU DAN HARGA TETAP
    Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah nilai
    barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu
    negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut hargaharga
    yang berlaku pada tahun tersebut. Cara ini
    adalah cara yang selalu dilakukan dalam menghitung
    pendapatan nasional dari suatu periode ke periode
    lainnya
    Pendapatan nasional pada harga tetap atau
    pendapatan nasional riil, adalah harga yang berlaku
    pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan
    untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada
    tahun-tahun yang lain.
    PENDAPATAN NASIONAL HARGA
    PASAR DAN HARGA FAKTOR
    harga pasar apabila penghitungan nilai
    barang itu menggunakan harga yang
    dibayar oleh pembeli
    harga faktor adalah nilai yang
    disumbangkan oleh faktor-faktor
    produksi
    Harga pasar = Harga faktor+Pajak tak langsung–Subsidi.
    PENGUKURAN
    PENDAPATAN NASIONAL
    Metode Produksi( production Approach)
    Metode Pendapatan (Income Approach)
    Metode Pengeluaran(Expenditure Approach)
    Metode Pengeluaran
    (Expenditure Approach)
    Perhitungan dengan cara pengeluaran akan
    dapat memberi gambaran:
    sampai di mana buruknya masalah ekonomi yang
    dihadapi atau sampai di mana baiknya tingkat
    pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran
    yang sedang dinikmati
    memberikan informasi dan data yang dibutuhkan
    dalam analisis makroekonomi.
    Data pendapatan nasional dan komponenkomponen
    data yang dihitung dengan cara
    pengeluaran dapat digunakan sebagai
    landasan untuk mengambil langkah-langkah
    dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi
    yang dihadapi.
    Komponen Pengeluaran Agregat
    konsumsi rumah tangga
    pengeluaran pemerintah
    pembentukan modal sektor swasta
    (investasi)
    ekspor neto (ekspor dikurangi impor)
    PN = PNB-Pajak tak langsung+Subsidi –
    Depresiasi
    Akan tetapi, dalam penghitungan di
    Indonesia Subsidi tidak dihitung. Oleh
    sebab itu di antara PNB dan PN terdapat
    hubungan yang berikut:
    PN = PNB – Pajak tak langsung –
    Depresiasi
    Metode Produksi
    (Production Approach)
    Produk neto (net output) berarti nilai tambahyang
    diciptakan dalam suatu proses produksi.
    Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung
    pendapatan nasional ini adalah cara menghitung
    dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan
    oleh perusahaan-perusahaan di berbagai lapangan
    usaha dalam perekonomian.
    Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan
    nasional mempunyai dua tujuan penting:
    – Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai
    sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan
    nasional.
    – Sebagai salah satu cara untuk menghindari
    penghitungan dua kali yaitu dengan hanya
    menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan
    pada berbagai tahap proses produksi.
    Metode Pendapatan
    (Income Approach)
    Penghitungan pendapatan nasional dengan cara
    pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan
    yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut:
    – Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah.
    – Pendapatan dari usaha perseorangan
    (perusahaan perseorangan).
    – Pendapatan dari sewa.
    – Bunga neto, yaitu seluruh nilai pembayaran
    bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas
    pinjaman konsumsi dan bunga ke atas
    pinjaman pemerintah.
    – Keuntungan perusahaan.
    PENDAPATAN PRIBADI
    (pendapatan disposebel )
    Pendapatan pribadi dapat diartikan sebagai semua
    jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang
    diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa
    pun, yang diterima oleh penduduk sesuatu negara.
    Pendapatan pribadi sudah termasuk pembayaran
    pindahan.
    Pembayaran tersebut merupakan pemberianpemberian
    yang dilakukan oleh pemerintah kepada
    berbagai golongan masyarakat di mana para
    penerimanya tidak perlu memberikan suatu balas jasa
    atau usaha apa pun sebagai imbalannya.
    Jenis-Jenis Pembayaran
    Pindahan
    Pengeluaran pemerintah yang dapat digolongkan
    sebagai pembayaran pindahan antara lain:
    bantuan-bantuan yang diberikan kepada para penganggur
    uang pensiun yang dibayarkan kepada pegawai pemerintah
    yang tidak bekerja lagi
    bantuan-bantuan kepada orang cacat
    bantuan kepada veteran dan berbagai beasiswa yang
    diberikan pemerintah
    Penerima-penerima berbagai jenis pendapatan ini tidak
    perlu melakukan sesuatu pekerjaan apa pun untuk
    memperoleh bantuan-bantuan tersebut
    Pembayaran itu bukanlah pendapatan yang tercipta
    sebagai akibat dari penggunaan sesuatu jenis faktor
    produksi dalam kegiatan produktif
    Yang Tidak Termasuk dalam
    Pendapatan Pribadi
    Keuntungan perusahaan yang tidak
    dibagikan.
    Pajak yang dikenakan pemerintah ke atas
    keuntungan perusahaan.
    Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan
    dan para pekerja kepada Dana Pensiun.
    Hubungan antara Pendapatan
    Nasional dan Pendapatan Pribadi
    􀂃􀂃 PENDAPATAN NASIONAL
    Dikurangi:
    – Keuntungan perusahaan tak dibagi.
    – Pajak keuntungan perusahaan.
    – Kontribusi kepada dana pensiun (kalau ada).
    Ditambah:
    – Pembayaran pindahan.
    – Bunga pinjaman konsumen.
    – Bunga pinjaman pemerintah.
    PENDAPATAN PRIBADI
    Pendapatan Disposebel
    Apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang
    harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai
    yang tersisa dinamakan pendapatan disposebel.
    Pendapatan disposebel adalah pendapatan yang dapat
    digunakan oleh para penerimanya, yaitu semua rumah
    tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli
    barang-barang dan jasa-jasa yang mereka ingini.
    Tetapi biasanya tidak semua pendapatan disposebel
    itu digunakan untuk tujuan konsumsi, sebagian
    darinya ditabung dan sebagian lainnya digunakan
    untuk membayar bunga untuk pinjaman yang
    digunakan untuk membeli barang-barang secara
    mencicil
    Rumus Pendapatan Disposebel
    Yd = YP —T
    Yd = C + S
    Keterangan:
    pendapatan disposebel (Yd)
    pendapatan pribadi (YP)
    MENENTUKAN TINGKAT
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    Salah satu kegunaan penting dari data pendapatan
    nasional adalah untuk menentukan tingkat
    pertumbuhan ekonomi yang dicapai sesuatu negara
    dari tahun ke tahun.
    Dengan mengamati tingkat pertumbuhan yang
    tercapai dari tahun ke tahun dapatlah dinilai prestasi
    dan kesuksesan negara tersebut dalam
    mengendalikan kegiatan ekonominya dalam jangka
    pendek dan usaha mengembangkan
    perekonomiannya dalam jangka panjang.
    Perbandingan juga dapat dilakukan di antara tingkat
    kesuksesan negara itu dalam mengendalikan dan
    membangun perekonomiannya kalau dibandingkan
    dengan yang dicapai negara-negara lain.
    KEGUNAAN DATA
    1. menghitung pendapatan nasional,
    2. menentukan struktur perbelanjaan ke atas
    pendapatan nasional,
    3. menentukan struktur sektor produksi
    dalam negara,
    4. membandingkan pendapatan nasional dari
    satu masa ke masa lainnya, dan
    5. menentukan pendapatan per kapita dan
    perubahannya
    KEGUNAAN DATA PENDAPATAN
    NASIONAL
    Data pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu
    memberi gambaran tentang:
    􀂾􀂾 tingkat kegiatan ekonomi negara yang dicapai dan nilai output
    yang diproduksikan,
    􀂾􀂾 komposisi dari perbelanjaan agregat,
    􀂾􀂾 sumbangan berbagai sektor dalam mewujudkan pendapatan
    nasional, dan
    􀂾􀂾 taraf kemakmuran yang dicapai
    Membandingkan data pendapatan nasional dari tahun
    ke tahun akan memberikan gambaran tentang:
    tingkat pertumbuhan ekonomi,
    perubahan struktur ekonomi, dan
    peningkatan taraf kemakmuran masyarakat.
    Di samping itu data pendapatan nasional berguna
    sebagai dasar dalam membuat ramalan dan
    perencanaan ekonomi di masa depan
    Kegunaan Data Pendapatan Nasional
    Menilai Prestasi Kegiatan Ekonomi
    Menentukan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
    yang Dicapai
    Memberi Informasi Mengenai Struktur Kegiatan
    Ekonomi
    Memberi Gambaran Mengenai Taraf
    Kemakmuran
    Data Asas untuk Membuat Ramalan dan
    Perencanaan

    saya mengambil data tersbut dari :
    SUMBER DARI BLOG http://almasdi.unri.ac.id/bahan_ajar/Ekonomi_Makro/EKONOMI%20MAKRO-2%20Pendapatan%20Nasional.pdf
    Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
    Email: syahza@telkom.net; asyahza@yahoo.co.id
    Guru Besar Universitas Riau

  60. Linda Aprilidya Warsa January 4, 2012 at 3:53 pm #

    Nama : Lindari Aprilidya Warsa

    Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.
    Daftar isi
    [sembunyikan]

    1 Definisi
    2 Perbandingan antar-negara
    3 Daftar negara menurut PDB
    4 Perkembangan PDB Indonesia
    5 Lihat pula
    5.1 Kalkulasi
    6 Pranala luar
    6.1 Data
    6.2 Artikel
    7 Referensi

    [sunting] Definisi

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

    Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

    Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

    PDB = sewa + upah + bunga + laba

    Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

    Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
    [sunting] Perbandingan antar-negara

    PDB negara yang berbeda dapat dibandingkan dengan menukar nilainya dalam mata uang lokal menurut:

    nilai tukar mata uang saat ini: PDB dihitung sesuai dengan nilai tukar yang sedang digunakan dalam pasar mata uang internasional, atau
    nilai tukar keseimbangan kemampuan berbelanja: PDB dihitung sesuai keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) setiap mata uang relatif kepada standar yang telah ditentukan (biasanya dolar AS).

    Peringkat relatif negara-negara dapat berbeda jauh antara satu metode dengan metode lainnya.
    [sunting] Daftar negara menurut PDB

    Daftar negara menurut PDB (Nominal)
    Daftar negara menurut PDB (PPP)
    Daftar negara menurut PDB (Nominal) per kapita
    Daftar negara menurut PDB (PPP) per kapita

    [sunting] Perkembangan PDB Indonesia

    Total PDB

    1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007(*) 2008[1] 2009[2] 2010 2011 2012 2013 2014 2015[3]
    95,446 140,001 150,196 141,255 172,975 208,311 256,00 284,072 364,239 420,00 471,26 540,27 670,42 756,62 852,24 951,45 1057,18 1172,10

    (*) Sumber : CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas

    (**) Perkiraan

    untuk tahun 2010-2015 adalah Prediksi IMF [4]

    PDB per kapita

    2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007(*) 2008(*) 2009
    771 933 1100 1181 1303 1644 1868 2053 2329[5]

    Sumber :

    (*) CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas dan dengan asumsi nilai tukar 1 USD = Rp 9500,-
    untuk tahun 2009 data dari IMF [6]

    semua angka dalam miliar dolar AS
    [sunting] Lihat pula

    Produk Domestik Bersih
    Produk Nasional Bersih
    Produk Nasional Bruto
    Pertambahan nilai bruto
    Perhitungan pendapatan negara
    Produk domestik bruto alami
    Pertambahan nilai

    [sunting] Kalkulasi

    Klasifikasi Produk berdasarkan Aktivitas (Classification of Products by Activity (CPA))
    Jasa Penengah Finansial Dihitung secara Tak Langsung (Financial Intermediation Services Indirectly Measured (FISIM))

    [sunting] Pranala luar
    [sunting] Data

    Jabaran lengkap negara-negara menurut PDB:
    (Inggris) Metode Keseimbangan Kemampuan Berbelanja
    (Inggris) Metode Nilai Tukar Saat Ini

    [sunting] Artikel

    (Inggris) Apa masalahnya dengan PDB?

    [sunting] Referensi

    ^ bisnis.vivanews.com
    ^ siteresources.worldbank.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org

  61. Linda Aprilidya Warsa January 4, 2012 at 4:00 pm #

    Nama : Linda Aprilidya Warsa
    KeLas : Manajemen D
    NPM : 113402148
    Fakultas : Ekonomi
    Universitas Siliwangi

    Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.
    Daftar isi
    [sembunyikan]

    1 Definisi
    2 Perbandingan antar-negara
    3 Daftar negara menurut PDB
    4 Perkembangan PDB Indonesia
    5 Lihat pula
    5.1 Kalkulasi
    6 Pranala luar
    6.1 Data
    6.2 Artikel
    7 Referensi

    [sunting] Definisi

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

    Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

    Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

    PDB = sewa + upah + bunga + laba

    Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

    Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
    [sunting] Perbandingan antar-negara

    PDB negara yang berbeda dapat dibandingkan dengan menukar nilainya dalam mata uang lokal menurut:

    nilai tukar mata uang saat ini: PDB dihitung sesuai dengan nilai tukar yang sedang digunakan dalam pasar mata uang internasional, atau
    nilai tukar keseimbangan kemampuan berbelanja: PDB dihitung sesuai keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) setiap mata uang relatif kepada standar yang telah ditentukan (biasanya dolar AS).

    Peringkat relatif negara-negara dapat berbeda jauh antara satu metode dengan metode lainnya.
    [sunting] Daftar negara menurut PDB

    Daftar negara menurut PDB (Nominal)
    Daftar negara menurut PDB (PPP)
    Daftar negara menurut PDB (Nominal) per kapita
    Daftar negara menurut PDB (PPP) per kapita

    [sunting] Perkembangan PDB Indonesia

    Total PDB

    1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007(*) 2008[1] 2009[2] 2010 2011 2012 2013 2014 2015[3]
    95,446 140,001 150,196 141,255 172,975 208,311 256,00 284,072 364,239 420,00 471,26 540,27 670,42 756,62 852,24 951,45 1057,18 1172,10

    (*) Sumber : CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas

    (**) Perkiraan

    untuk tahun 2010-2015 adalah Prediksi IMF [4]

    PDB per kapita

    2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007(*) 2008(*) 2009
    771 933 1100 1181 1303 1644 1868 2053 2329[5]

    Sumber :

    (*) CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas dan dengan asumsi nilai tukar 1 USD = Rp 9500,-
    untuk tahun 2009 data dari IMF [6]

    semua angka dalam miliar dolar AS
    [sunting] Lihat pula

    Produk Domestik Bersih
    Produk Nasional Bersih
    Produk Nasional Bruto
    Pertambahan nilai bruto
    Perhitungan pendapatan negara
    Produk domestik bruto alami
    Pertambahan nilai

    [sunting] Kalkulasi

    Klasifikasi Produk berdasarkan Aktivitas (Classification of Products by Activity (CPA))
    Jasa Penengah Finansial Dihitung secara Tak Langsung (Financial Intermediation Services Indirectly Measured (FISIM))

    [sunting] Pranala luar
    [sunting] Data

    Jabaran lengkap negara-negara menurut PDB:
    (Inggris) Metode Keseimbangan Kemampuan Berbelanja
    (Inggris) Metode Nilai Tukar Saat Ini

    [sunting] Artikel

    (Inggris) Apa masalahnya dengan PDB?

    [sunting] Referensi

    ^ bisnis.vivanews.com
    ^ siteresources.worldbank.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org
    ^ http://www.imf.org

  62. dhea January 5, 2012 at 2:00 am #

    Management F 2011
    Name : Dhea Amanah Putri A D
    NPM : 113402221

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi .Pada dasarnya masalah ekonomi satu sama lainnya saling berkaitan dan bersinambung sehingga ketika saya mengangkat suatu tema/masalah untuk diperbincangkan. Maka essai saya akan berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi lainnya. Karena merupakan akibat atau hasil dari proses berjalannya ekonomi .
    Pertumbuhan ekonomi tak selalu tumbuh meningkat seperti yang selalu diharapkan,jelas akan terjadi kemacetan-kemacetan. Pada dewasa ini, masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia :
    a.) Terdapat kemajuan pada bidang pembangunan maupun pendapatan nasionalnya,TETAPI tidak cukup untuk sekedar mengimbangi pertambahan penduduk.
    b.) Ada juga negara yang mempunyai sedikit sisa pendapatan untuk investasi guna menaikan standar hidup bangsanya (buku ekonomika pembangunan, Irawan & suparmoko,M).
    c.) Adanya kenyataan bahwa terdapat perbedaan tingkat hidup antara Negara satu dengan Negara yang lainnya, dan perbedaan ini semakin besar.

    Sebenernya Negara-negara dengan masalah keadaan ekonomi yang udah akut,kaya yang udah saya ceritakan di atas berarti sudah mempunyai kesadaran untuk meningkatkan/memperbaiki pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nya. Di samping mengusahakan dirinya untuk berkembang,juga sedikit banyak menaruh perhatian terhadap perkembangan Negara-negara yang relatif masih belum berkembang atau sudah berkembang sekali pun.

    Setiap taun, perekonomian Indonesia syukurnya masih bisa selalu tumbuh. Bahkan pada dianggap meningkat atau terdapat sebuah kemajuan lah setidaknya. Di tahun 2012, kalangan pengamat ekonomi (pakar ekonomi : Hendri Saparini, Senin (2/1)) di dalam negeri optimis perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh dan meramalkan bisa tumbuh naik sekitar 6,5 persen, meski ekonomi secara global sedang belum bisa dikatakan baik.

    Bahkan katanya kalau kita mengejar,pertumbuhan ekonomi punya peluang lebih besar maka Negara Indonesia pasti bisa segera mensejajari Negara-negara maju. kalau Indonesia membiarkan investasi asing bebas dimana saja. Komoditi impor dibiarkan membanjir di pasar. Demikian pula komoditi apa saja akan bebas diekspor, tak peduli kepentingan nasional. Padahal pada kenyataannya kebanyakan masyarakat di Indonesia sebagian besarnya bermata pencarian pedagang ,pengusaha ketimbang pegawai negeri nya.

    Selama ini, banyak pakar yang mengatakan bahwa mereka melihat hanya segelintir pengusaha licik yang menikmati pertumbuhan ekonomi ketimbang masyarakat banyak atau pedagang kecil. Buktinya 2011 lalu, di mata Negara lain perekonomian Indonesia dianggap baik dan tetap tumbuh meski ekonomi global di Indonesia sendiri sedang gonjang-ganjing. Walau perekonomian tumbuh tapi tidak seluruh masyarakat bisa melek ilmu ekonomi atau hanya sekedar paham mengenai masalah ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia dan menganalisa diri, apakah sebenernya mereka sedang mengalami kerugian pribadi atau kerugian secara besar-besaran karena pertumbuhan ekonomi hanya bisa dinikamati oleh para pengusaha-pengusaha besar yang punya nama.
    Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan agar bisa melewati dampak krisis ekonomi global, sebuah negara membutuhkan tiga jurus. Dan nyatanya presiden SBY membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin kemarin (2/1).
    Kepala Negara juga menyampaikan penghargaan kepada para pelaku ekonomi atas kontribusinya dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Menurut SBY, GDP (Gross Domestik Produk) 2011 yang diperkirakan mencapai 820 miliar dolar Amerika Serikat mudah-mudahan di tahun ini tembus satu triliun dolar AS.Income (pendapatan) perkapita menjadi 3.400 dolar AS (sekitar Rp30,6 juta jika 1 dolar AS=Rp9.000) per orang/per tahun. Ini tentu menjadi berita baik untuk peningkatan ekonomi selanjutnya.

    Mudah-mudahan di awal tahun baru 2012 ini bisa menjadi start kenaikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Semoga para pemerintah yang bersangkutan dan rekan-rekan nya mau memutar otak untuk menuntaskan satu per satu masalah perekonomian di Indonesia dewasa ini. Tentu saja ini juga jadi bahan pemikiran untuk kita, agar lebih memahami apa yang terjadi pada negri kita. Jangan mau dirugikan,walaupun kerugiannya tidak terasa pada walnya.

    Pendapatan nasional dan produk
    Yang disebut pertumbuhan ekonomi jelas ada sangkut paut nya dengan masalah Produk dan pendapatan nasional, hubungannya yaitu apabila Produk pendapatan nasional menghasilkan devisa besar untuk pendapatan negeri maka dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi di negeri tersebut tumbuh dengan baik. Karena pada pengertiannya pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan output ( devisa/penghasilan negeri) atau dimana suatu negeri mengalami perubahan kondisi perekonomian suatu secara bersamaan menuju keadaan yang lebih baik selama waktu yang panjang.

    Perlu diketahui bahwa :- Pendapatan nasional sendiri pengertia nya adalah total pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam satu waktu tertentu dan Produk adalah sesuatu yang dapat diperjualbelikan baik berupa barang maupun jasa untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kapasitas perusahaan dalam memproduksi barang serta daya beli kita.

    Pertumbuhan ekonomi yang baik jelas menggambarkan bahwa adanya penigkatan produksi nasional secara kesuluruhan apabila dilihat dari berbagai aspek. Istilah umumnya adalah peningkatan produk nasional bruto atau lebih tepatnya lagi produk nasional neto. Produk nasional neto pengertiannya adalah akumulasi total dari penjumlahan seluruh barang yang di produksi pada tahun tertentu setelah ditambah jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian setelah dikurangi dengan penyusutan/kerugian. Jadi intinya, nilai pendapatan nasional dapat di diperoleh ketika nilai produk nasional neto tersebut dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung. (buku ekonomika pembangunan edisi 5, irawan & suparmoko). Ada juga factor lain yang menandakan pertumbuhan ekonomi di suatu Negara itu baik, yaitu antaranya pertambahan jumlah penduduknya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagi bukti pembangunan ekonomi yang terus meningkat pula. Sehingga logikanya, semakin banyak pendapatan dan pertumbuhan masyarakat maka semakin tinggi rasa konsumtifnya atau semakin membutuhkan banyak barang dan jasa.
    Akhir-akhir ini persaingan antar perusahaan semakin menjadi-jadi sehingga banyak perusahaan yang menurut saya terlalu nekat untuk menjual sebuah produk dengan harga yang sangat murah. Seperti contoh, masyarakat Indonesia yang kesannya mainstream atau ikut-ikutan (plagiat ide) banyak yang terpengaruh oleh penjualan HP blackberry, melihat kenyataan ini banyak perusahaan local maupun luar yang berdomisili di Indonesia mengeluarkan produk yang hampir sama dengan kualitas yang berbeda. Jujur melihat kenyataan ini, membuat saya berpikir dan mengelus dada  bahwa masyarakat Indonesia akan susah maju nya… coba saja kalo orang-orang Indonesia mau memutar otak nya sedikit untuk menciptakan ide yang lebih baik dan menuangkannya pada suatu karya maka nilanya pun akan tinggi dengan catatan dimodali riseatnya sama pemerintah tapinya. Hehehehe …

  63. Ai Teti (113402197) January 5, 2012 at 2:14 am #

    Nama : Ai Teti Maryati
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402197

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  64. Eka Sulastri (113402184) January 5, 2012 at 2:18 am #

    Nama : Eka Sulastri
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402184

    PRODUK
    1. Pengertian
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata “produk” merujuk pada apapun yang diproduksi (“anything produced”). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (“thing or things produced”). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    2. Klasifikasi Produk
    Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    2. konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  65. kusumahandi January 5, 2012 at 2:21 am #

    Assalamualaikum,,

    Name : Andi Kusumah
    Klasse : EM-D
    NPM : 113402135

    SEJARAH

    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    KONSEP UMUM

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

    Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator ekonomi antara lain dengan mengetahui pendapatan nasional, pendapatan per kapita, tingkat kesempatan kerja, tingkat harga umum, dan posisi neraca pembayaran suatu negara.
    Pendapatan nasional dapat didefinisikan sebagai:

    nilai barang dan jasa yang diproduksi masyarakat suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun);
    jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan;
    jumlah pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.

    Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, pendapatan nasional dapat dikelompokkan menjadi:

    1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
    Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu nilai barang dan jasa yang diproduksi masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. GDP dihitung dengan menjumlahkan semua hasil produksi barang dan jasa dari masyarakat
    yang tinggal di suatu negara, ditambah warga negara asing yang bekerja di negara tersebut.
    Selain PDB, kita mengenal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh masyarakat yang tinggal di suatu daerah (region).

    2. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)
    Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) yaitu seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu di manapun berada dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. PNB dapat dirumuskan sebagai berikut.

    PNB = PDB – PFPN

    Pendapatan Faktor Produksi Neto (PFPN) merupakan selisih antara pendapatan atau produk yang dihasilkan oleh masyarakat yang berada di luar negeri (FPLN) dan pendapatan atau produk yang dihasilkan oleh masyarakat asing di dalam negeri (FPDN).
    Umumnya, PFPN negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia bernilai negatif. Artinya, impor faktor produksi lebih besar daripada ekspor faktor produksi. Oleh karena itu, di negara sedang berkembang nilai PNB lebih kecil daripada nilai PDB.

    3. Produk Nasional Neto (Net National Product)
    Produk Nasional Neto (PNN) yaitu seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal. PNN dapat dirumuskan sebagai berikut.

    PNN = PNB – (Penyusutan + Barang pengganti modal)

    Produk GNP menyebabkan barang modal yang ada menjadi habis, misalnya mesin menjadi habis karena digunakan. Jika sumber daya ini tidak digunakan untuk menggantikan barang modal yang ada, GNP tidak mungkin dipertahankan pada periode yang berlaku.

    4. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income)
    Net National Income yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax). Pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain, misalnya pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai. Pendapatan Nasional (PN) dapat dirumuskan sebagai berikut.

    PN = PNN – Pajak tidak langsung

    5. Pendapatan Perseorangan (Personal Income)
    Pendapatan perseorangan yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Besarnya PI yaitu PNN ditambah transfer payment (TP) dikurangi iuran jaminan sosial (IJS), iuran asuransi (IA), laba ditahan (LD), dan pajak perseorangan (PP). Pendapatan perseorangan dapat dirumuskan sebagai berikut.

    PI = (PNN + TP) – (IJS + IA + LD + PP)

    6. Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income)
    Pendapatan disposabel yaitu pendapatan yang diterima masyarakat dan siap untuk dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung. Besarnya untuk DI yaitu PI setelah dikurangi dengan pajak langsung, dapat dirumuskan sebagai berikut.

    DI = PI – Pajak langsung

    7. Pendapatan per Kapita (Income per Capita)
    Pendapatan per kapita (income per capita) yaitu pendapatan ratarata penduduk suatu negara pada periode tertentu, biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.
    Konsep pendapatan nasional yang biasa dipakai dalam menghitung pendapatan per kapita pada umumnya yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB). Dengan demikian, pendapatan per kapita dari suatu negara dapat dihitung dengan meng gunakan rumus sebagai berikut.

    PDB perkapita = PDB tahun t dibagi jumlah penduduk tahun t
    PNB perkapita = PNB tahun t dibagi jumlah penduduk tahun t

    Penghitungan

    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    “Pak Koq gambarnya ga muncul disini mh Pak?”

    “MANAJEMEN WE ARE THE BEST!!”

  66. Eka Sulastri (113402184) January 5, 2012 at 2:28 am #

    Nama : Eka Sulastri
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402184

    PRODUK
    1. Pengertian
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata “produk” merujuk pada apapun yang diproduksi (“anything produced”). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (“thing or things produced”). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    2. Klasifikasi Produk
    Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    2. konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  67. Dian Nuraeni January 5, 2012 at 2:35 am #

    Nama : Dian Nuraeni
    NPM : 113402165
    Kelas :Manajemen E

    PRODUK, PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

     PRODUK
    Pengertian produk
    produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Tingkatan Produk :
    a. Core benefit , yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
    b. Basic product, yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
    c. Expected product, yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
    d. Augmented product, yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
    e. Potential product , yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

    Klasifikasi Produk
    produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya
    2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
    a) Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
    Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.
    b) Barang tahan lama (durable goods)
    Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
    3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
    a) Barang konsumsi (consumer’s goods)
    Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
    Dimensi Kualitas Produk
    Apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :
    1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
    2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
    3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
    4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
    5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
    6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
    7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan
    Negara asal.

     Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah Produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor .

     Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth)
    adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan Ekonomi meningkat jika pendapatan nasional meningkat,pendapatan nasional meningkat karena SDM hararebat  SDM Hebat juga karena ada fasilitas pemerintah ,mesti menguasai IPTEK, Kreatif, punya jiwa wirausaha, dan punya modal.
    Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
    1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
    Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
    2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
    Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
    3. Kenaikan produktivitas
    Kenaikan produktivitas menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi.

    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
    Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
    Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
    Sebagai dasar pembuatan perkiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumber daya (tenaga kerja dan modal).

  68. DEDEN MOHAMAD SAMSULA ALAM January 5, 2012 at 3:47 am #

    PENDAPATAN NASIONAL

    1. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    2. Konsep Pendapatan Nasional :
    1. Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.
    Pendapatan NAsional bruto (PNB) adalah produk domestik bruto ditambah pendapatan netto terhadap luar negeri
    2. Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.
    Produk NAsional Netto (NNP) adalah pendapatan yang diperoleh dari PNB dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.
    Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang diperoleh dari Produk NAsional Netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi
    3. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    Pendapatan Perorangan (PI) adalah jumlah seluruh pendapatan yang benar – benar sampai ketangan masyarakat.Tidak semua pendapatan sampai ketangan masyarakat,karena masih dikurangi laba,iuran asuransi,iuran jaminan sosial,pajak perseroan,dan ditambah pembayaran pindahan
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
    Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak adalah pendapatan perorangan setelah dikurangi pajak penghasilan
    4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah total dari nilai tambah bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada satu wilayah selama periode tertentu
    5. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    3. Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
    A. Permintaan dan penawaran agregat
    B. Konsumsi dan tabungan
    C. Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P
    Ket.: R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    Ket. P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)
    Ket. C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain,
    a) untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
    b) untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
    c) untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu,
    d) membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah,
    e) dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Contoh daftar PDB perkapita baik secara Purchasing Power Pariy maupun nominal untuk beberapa negara tertinggi maupun terendah untuk tahun 2010
    Nominal per kapita
    PPP per kapita

    1. Luksemburg
    80,288 Luksemburg
    69,800
    2. Norwegia
    64,193 Norwegia
    42,364
    3. Eslandia
    52,764 Amerika Serikat
    41,399
    4. Swiss
    50,532 Irlandia
    40,610
    5. Irlandia
    48,604 Eslandia
    35,115
    6. Denmark
    47,984 Denmark
    34,740
    7. Qatar
    43,110 Kanada
    34,273
    8. Amerika Serikat
    42,000 Hong Kong, SAR
    33,479
    9. Swedia
    39,694 Austria
    33,432
    10. Belanda
    38,618 Swiss
    32,571
    179 Malawi
    161 Malawi
    596

  69. DEDEN MOHAMAD SAMSULA ALAM January 5, 2012 at 3:49 am #

    DEDEN MOHAMAD SAMSULA ALAM
    NPM 113402223
    KELES MANAJEMEN F TINGKAT 1
    PENDAPATAN NASIONAL

    1. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    2. Konsep Pendapatan Nasional :
    1. Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.
    Pendapatan NAsional bruto (PNB) adalah produk domestik bruto ditambah pendapatan netto terhadap luar negeri
    2. Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.
    Produk NAsional Netto (NNP) adalah pendapatan yang diperoleh dari PNB dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.
    Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang diperoleh dari Produk NAsional Netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi
    3. Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    Pendapatan Perorangan (PI) adalah jumlah seluruh pendapatan yang benar – benar sampai ketangan masyarakat.Tidak semua pendapatan sampai ketangan masyarakat,karena masih dikurangi laba,iuran asuransi,iuran jaminan sosial,pajak perseroan,dan ditambah pembayaran pindahan
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
    Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak adalah pendapatan perorangan setelah dikurangi pajak penghasilan
    4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah total dari nilai tambah bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada satu wilayah selama periode tertentu
    5. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    3. Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
    A. Permintaan dan penawaran agregat
    B. Konsumsi dan tabungan
    C. Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P
    Ket.: R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    Ket. P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)
    Ket. C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain,
    a) untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
    b) untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
    c) untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu,
    d) membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah,
    e) dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Contoh daftar PDB perkapita baik secara Purchasing Power Pariy maupun nominal untuk beberapa negara tertinggi maupun terendah untuk tahun 2010
    Nominal per kapita
    PPP per kapita

    1. Luksemburg
    80,288 Luksemburg
    69,800
    2. Norwegia
    64,193 Norwegia
    42,364
    3. Eslandia
    52,764 Amerika Serikat
    41,399
    4. Swiss
    50,532 Irlandia
    40,610
    5. Irlandia
    48,604 Eslandia
    35,115
    6. Denmark
    47,984 Denmark
    34,740
    7. Qatar
    43,110 Kanada
    34,273
    8. Amerika Serikat
    42,000 Hong Kong, SAR
    33,479
    9. Swedia
    39,694 Austria
    33,432
    10. Belanda
    38,618 Swiss
    32,571
    179 Malawi
    161 Malawi
    596

  70. lisna agustina January 5, 2012 at 4:00 am #

    Nama : Lisna Agustina
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402235

    PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan output dalam kurun waktu satu tahun. Menurut saya tanpa adanya pertumbuhan ekonomi yang baik, maka pertumbuhan di bidang-bidang lain akan tidak dapat di capai dengan baik pula karena tanpa adanya kondisi ekonomi yang memadai, akan terjadi kemacetan pertumbuhan seperti pada bidang politik, sosial, dan budaya. Bangsa Indonesia akan mengalami ketertinggalan di bandingkan Negara lain serta mempunyai pemikiran yang sempit pula.
    Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, indicator yang d gunakan adalah nilai produk nasional per kapita. Semakin tinggi produk nasional bruto per kapita semakin makmur negara yang bersangkutan. Lebih tepatnya lagi yang digunakan sebagai indikator kemakmuran masyarakat adalah nilai produk nasional neto. Akan tetapi pabila nilai produk nasional netto belum dikurangi dengan penyusutan sumber daya alam, akan mencerminkan nilai produk nasional netto yang semu karena menyusutnya modal alam berarti menyusutnya kemampuan Negara dalam menghasilkan barang dan jasa di kemudian hari dengan kata lain akan terjadi penurunan pendapatan. (
    Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sekaligus mewujudkan pemerataan pendapatan, perlu adanya peningkatan mutu sumber daya manusia yang diikuti pengendalian jumlah penduduk serta peningkatan infrastruktur. Keterpaduan antara program pemerintah dengan peran swasta dan masyarakat perlu diperhatikan agar menyeimbangkan sektor-sektor potensial yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi
    PDBs = PDB riil tahun sekarang
    PDBk = PDB riil tahun kemarin

    PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun / pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang. Pendapatan nasional juga merupakan salah satu pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Untuk meningkatkan pendapatan nasional suatu Negara, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan output berupa barang dan jasa yang berkualitas serta dalam jumlah yang meningkat. Sehingga akan adanya peningkatan pendapatan nasional yang merupakan cikal bakal peningkatan pendapatan per kapita. Namun tingginya pendapatan per kapita suatu Negara tidak dapat menjamin kemakmuran masyarakat. Sebab, bisa saja tingginya pendapatan per kapita itu dihasilkan oleh tingginya pendapatan nasional dari sebagian kecil penduduk suatu negara. Jadi masalahnya terletak pada distribusi pendapatan nasional itu sendiri. Bila sebagian besar masyarakat suatu negara memperoleh pendapatan yang cukup tinggi, maka pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai tolak ukur kemakmuran rakyat suatu Negara. Pendapatan nasional memiliki beberapa konsep yaitu GDP (Produk Domestik Bruto), GNP (Produk Nasional Bruto), NNP (Produk Nasional Neto), NNI (Pendapatan Nasional Neto), PI (Pendapatan Perseorangan), serta DI (Pendapatan yg siap dibelanjakan). Pendapatan nasional juga dapat d pengaruhi oleh sumber daya produksi, penggunaan teknologi, permodalan, stabilitas nasional, dan kebijakan pemerintah. Namun dapat kita pelajari juga factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut :
    permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi dan tabungan investasi
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    4. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara
    5. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara

    http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_…
    http://www.rico-satria.co.cc/2011/03/pen…

  71. tuti ningsih January 5, 2012 at 4:02 am #

    Nama : Tuti Ningsih
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402227
    PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh suatu Negara selama satu tahun yang diukur oleh nilai uang.
    Dilihat dari segi kegiatan ekonomi Negara, pengertian pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
    1. Pendekatan atau metode produksi
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh produksi,baik berupa barang maupun jasa yang dihasilkan selama satu tahun yang dinyatakan dalam sebuah mata uang. Lapangan usaha yang bisa dijadikan dasar penghitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
    a. Pertanian(Agriculture)
    b. Pertambangan dan penggalian( Mining dan quarriying)
    c. Industri dan pengolahan(Manufacturing)
    d. Listrik ,gas dan air(Electric,gas and water supply)
    e. Bangunan (Consruction)
    f. Perdagangan,restaurant,dan hotel( Trade,restaurant,and hotel)
    g. Pengangkutan dan komunikasi(Transportation and communication)
    h. Keuangan,penyewaan bangunan,dan jasa(Finance,rent of building,and business service)
    i. Jasa-jasa(Service)

    Perhitungan pendapatan dengan metode produksi,hasilnya dikenal dengan nama Produksi Domestik Bruto( PDB) atau Gross Domestic Bruto(GDP).Pendapatan nasional dengan metode produksi dapat dirumuskan sebagai berikut:

    Y=∑ NTB₁₋n=NTB₁+NTB₂+……+NTBn

    2. Pendekatan atau Metode Pendapatan

    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga konsumen sebagai balas jasa karena telah menyediakan produksi selama satu tahun dan dinyatakan dalam satuan mata uang. Contoh jenis penghasilan yang diterima :
    a. Tenaga kerja(labour) :Upah(Wages)
    b. Modal(Capital) : Bunga(Interest)
    c. Tanah :Sewa(Rent)
    d. Skill :Laba(Profit)
    Jadi rumus secara matematisnya adalah:
    Y=R+W+I+P

    3. Pendekatan atau metode pengeluaran

    Cara yang dilakukan adalah menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai pembelian dalam masyarakat. Pengeluaran yang dimaksud berasal dari 4 sektor ,yaitu sebagai berikut:
    a.Sektor rumah tangga (C)
    b.S ektor produsen atau pengusaha(I)
    c. Sektor rumah tangga pemerintah(G)
    d.Sektor luar negri atau exsport bersih(X-M)
    Maka jika dirumuskan adalah sebagai berikut:

    Y= C+I+G+(X-M)
    Konsep Pendapatan Nasional

    1. Gross Domestic Bruto(GDP)atau Produk Domestik Bruto

    GDP adalah semua barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam jangka waktu tertentu dalam kurun waktu satu tahun. Adapun rincian dari GDP adalah sebagai berikut:
    a.Sektor primer : pertanian dan pertambangan
    b.Sektor sekunder :industri dan konstruksi
    c.Sektor tersier :perdagangan,perbankan,dan perhubungan

    4. Gross National Product(GNP) atau Produk Nasional Bruto

    GNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga negara dari suatu negara dalam satu periode tertentu yang dinilai berdasar harga pasar yang berlaku.
    Jika dirumuskan adalah sebagai berikut:
    GNP=GDP-Pendapatan neto terhadap luar negri
    5. Net National Produk(NNP)atau produk nasional bruto
    NNP adalah nilai pasar semua benda dan jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun dikurangi dengan penyusutan –penyusutan untuk mengganti barang –barang modal. Jika dirumuskan adalah sebagai berikut:

    NNP=GNP-(penyusutan+pengganti modal yang aus)

    6. Net National income(NNI) atau pendapatan Nasional Neto

    NNI=NNP-Pajak tidak langsung

    Pajak tidak langsung contohnya;
    a.pajak penjualan
    b.bea cukai
    c.bea impor
    7. Personal income(PI)atau pendapatan perseorangan

    PI adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat. Jika dirumuskan adalah sebagai berikut:
    PI=(NNI+transfer payment+dividen)-(keuntungan perusahaan+sumbangan sosial) 6.Pendapatan yang baru diterima dan pendapatan yang siap dibelanjakan
    DI=PI-Pajak langsung
    S=DI-konsumsi
    Pajak langsung contohnya: a. Pajak pendapatan
    b. Pajak kendaraan
    Faktor yang Mempengaruhi KJomponen Pendapatan Nasional
    1. Konsumsi
    2. Tabungan
    3. Investasi

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan eknomi adalah suatu proses kenaikan output perkapita yang terjadi dalam kurun waktu tertentu yang lama dan terus menerus.( Hayati 2009). Naik turunnya tingkat pertumbuhan ekonomi suatu Negara dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat dan jumlah penduduk. Semakin tinggi pendapatan nasional maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi disuatu negara, dan juga kemajuan perekonomian di negara tersebut.
    Cara yang ditempuh oleh pemerintah untuk meningkatkan output perkapita dan pendapatan masyarakat antara lain sebagai berikut:
    a. Pemupukan modal untuk investasi dengan tujuan memperluas lapangan pekerjaan
    b. Peningkatan kulitas sumber daya manusia untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan dalam hal mengolah sumber daya alam sehingga efektip dan efisien
    c. Menyediakan berbagai fasilitas usaha untuk mendorong berkembangnya para wirausahawan baru sehingga mereka bisa merekrut angkatan kerja yang masih menganggur
    d. Mengendalikan tingkat mortalitas dan fertilitas untuk menjaga keseimbangan antara lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada sehingga tidak adanya gejolak dalam dunia kerja.
    Salah satu faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah modal. Modal dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu sebagai berikut:
    a.Kegiatan tabungan dalam negri
    b. Pinjaman dari luar negri
    Namun walaupun Negara tersebut sudah dalam keadaan maju Negara tersebut belum bisa dikatakan sebagai Negara maju jika modal yang digunakan berupa pinjaman dari luar negri.
    Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah GNP,IP,dan jumlah penduduk. Adapun factor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi antara lain sebagai berikut:
    a. Sumber daya manusia (SDM)
    Manusia merupakan sumber daya terpenting karena manusialah yang bisa menggerakan semua factor- factor produksi sehingga untuk meningkatkan produktifitas dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian serta keterampilan dalam mengolah sumber daya sehingga efektip dan efisien.
    b. Sumber daya alam
    Sumber daya alam merupakan bahan baku yang diperlukan dalam setiap proses produksi dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup.
    c. Pembentukan modal
    Dengan penanaman modal dapat memberikan kesempatan untuk melakukan investasi dalm berbagai macam sektor ekonomi.
    d. Teknologi
    Dengan teknologi yang canggih memungkinkan terjadinya penemuan-penemuan baru dalam kegiatan proses produksi yang dapat meningkatkan kulitas dan kuantitas dan kuantitas hasilproduksi sehingga mencukupi kebutuhan pelanggan ataupun konsumen.

  72. DEDEN MOHAMAD SAMSULA ALAM January 5, 2012 at 4:07 am #

    DEDEN MOHAMAD SAMSUL ALAM (TUGAS KE 2)
    NPM 113402223
    KELAS MANAJEMEN F

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai suatu proses pertumbuhan output perkapita dalam jangka panjang. Hal ini berarti, bahwa dalam jangka panjang, kesejahteraan tercermin pada peningkatan output perkapita yang sekaligus memberikan banyak alternatif dalam mengkonsumsi barang dan jasa, serta diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat. (Boediono, 1993 : 1 – 2)
    Pertumbuhan ekonomi juga bersangkut paut dengan proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
    Dapat dikatakan, bahwa pertumbuhan menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan. Dalam hal ini berarti terdapatnya kenaikan dalam pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh besarnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB).
    Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.
    Sampai saat ini menurut beberapa penelitian Ekonimi di Indonesia mencapai 6,5 persen.
    Tak puas, Pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2012 dapat berada di kisaran 6,6-7 persen.

    Ada juga yang berpendapat tentang faktor pertumbuhan ekonomi:
    a) Lambatnya penyerapan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
    b) Lemahnya imfrastruktur dan lambatnya penyebaran

    4 FAKTOR PENGGERAK PERTUMBUHAN EKONOMI

    Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa ada empat faktor yang dapat mendukung perumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat, ditengah adanya resesi yang diakibatkan oleh krisis utang Amerika Serikat (AS) dan Eropa. :
    1. Ada kecenderungan peningkatan pada konsumsi pemerintah. “Konsumsi akan sekira 4,9 sampai 5,1 persen atau diatas itu,” ungkap Hatta di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, akhir pekan lalu.
    2. Mendekatnya rating utang Indonesia pada investment grade menjadi daya dorong investasi terutama pada Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. “(Investasi) Itu tumbuhnya dobel digit 20 persen itu kuat sekali, ini mesin pertumbuhan,”
    3. Adanya kecenderungan peningkatan pada net ekspor sebesar 17,5 persen dibandingkan net impor yang sebesar 15 persen membuktikan kuatnya ekspor Indonesia. “Jadi tetap neraca perdagangan kita surplus,
    4. Jika dilihat dari sisi demand, maka ada ekspansi dari state budget pada anggaran kita. Hatta mengklaim, dari sisi suplai, hampir semua sektor manufaktur ekspansif.
    “Semua ekspansif, manufaktur 6,6 persen, dia menjadi 6,1 persen karena masuk migas disitu, kedua pertanian pertambangan, kemudian transportasi dan telekomunikasi, semuanya positif. Jadi, disitulah yang menunjukkan pertumbuhan kita cukup kuat,”

    LANGKAH INDONESIA UNTUK MENUMBUHKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pakar ekonomi sekaligus pendiri Independent Research and Advisory Indonesia (IRAI) Lin Che Wei mengatakan ada beberapa langkah yang harus ditempuh Indonesia untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
    1. Langkah pertama, Indonesia harus bisa memperoleh Investment Grade.
    2. Kemudian yang kedua, melalui investment grade tersebut, kita bisa memperoleh pengakuan dunia untuk membuka lahan investasi yang sebesar-besarnya di sini,” papar Lin dalam presentasi Jakarta Economy Overview 2011 and Outlook 2012, di Graha Financial Club,
    3. Menarik investor sebanyak mungkin ke sini, bukan tidak mungkin jika nantinya Indonesia bisa mengalahkan negara nrgara maju lainnya. Salah satu contoh bisa dilihat dari sektor bisnis properti, yang menunjukkan tingkat penjualan meningkat cukup signifikan beberapa tahun belakangan ini. Sepanjang 2012, properti Indonesia mengalami penjualan lebih dari 50 persen di setiap sektor, di antaranya, office leasing (CBD dan Non-CBD), apartemen, kondominium, ritel hingga perhotelan. Gairah positif pada pertumbuhan ekonomi ini harus terus ditingkatkan.

    FAKTOR PRNGHAMBAT PERTUMBUHAN EKONOMI

    1. Faktor Sumber Daya Manusia (cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.)
    2. Faktor Sumber Daya Alam,
    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
    4. Faktor Budaya (aktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.),
    5. Sumber Daya Modal,

    Ada juga yag berpendapat untuk faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Ekonomi di Indonesia adalah :
    1. Korupsi di mata pelaku pasar masih menjadi faktor penghambat utama dalam aspek internal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008, prosentasenya mencapai 47,3%.
    2. Faktor lemahnya penegakan hukum juga turut menyumbang penghambat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 43,24%
    3. Laju inflasi. Tapi hanya 6,67% dari persepsi sangat menghambat.
    4. Faktor tingkat suku bunga dalam negeri yang hanya 4% dari persepsi sangat menghambat, tingkat pengangguran mencapai 22,97 % dari persepsi sangat menghambat dan lain-lain.
    5. Faktor eksternal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor kenaikan harga minyak mencapai 30%% dari persepsi sangat menghambat.
    6. Faktor perekonomian yang melesu menempati urutan kedua persepsi sangat menghambat yaitu 6,76%.

  73. Eka suryaningsih January 5, 2012 at 4:25 am #

    Nama : Eka Suryaningsih
    NPM : 113402195
    Manajemen E

     Produk dan Pendapatan Nasional
    Menurut saya pendapatan nasional itu merupakan seluruh barang dan jasa yang di hasilkan di suatu negara di lihat dari nilai pasar dalam seperiode / biasanya dalam satu tahun, pendapatan nasional terdiri dari produk hasil perusahaan milik pribumi maupun orang asing yang melakukan usaha di dalam negeri dan tidak memperhitungkan perusahaan milik warga negara yang berada di luar negeri. pendapatan nasional juga bisa di katakan merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi.
    Ada beberapa konsep pendapatan nasional
    a. Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.
    b. Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Rumusnya  GNP= GDP+pendapatan netto terhadap pendapatan luar negeri
    *(rumus di atas jika pendapatan dari luar negeri yang dimiliki orang pribumi lebih banyak dari pendapatan orang asing yang berada di negara pribumi, jika sebaliknya maka rumus menjadi minus pendapatan netto luar negeri
    c. Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Rumusnya  NNP = GNP(Penyusutan+Pengganti modal)
    d. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung.
    Rumusnya  NNI = NNP-Pajak tak langsung+Subsidi
    e. Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
    Rumusnya  PI= NNI+ Transper Payment+Iuran jaminan sosial+Pajak Perseroan-Laba di tahan
    f. Disposible income (DI)
    pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Rumusnya  DI= PI-Pajak langsung

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    1. Pendekatan pendapatan, pendapatan nasional diketahui dari jumlah pendapatan masyarakat dari penggunaan faktor-faktor produksi.
    Rumusnya  Pendapatan nasional(Y)= Yw+Yr+Yi+Yp
    Yw= pendapatan gaji sebelum pajak termasuk laba perusahaan
    Yr= pendapatan sewa bersih
    Yi= pendapatan bunga
    Yp- pendapatan usaha perorangan

    2. Pendekatan produksi, digunakan untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menghitung total nilai tambah atau selisih antara input dan output produksi dari semua sektor, Dengan rumus Jumlah nilai ditambah dikali harga.
    3. Pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional di peroleh dari penjumlahan nilai pasar dari konsumsi barang dan jasa sektor rumah tangga(C), Investasi(I), tabungan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah(S), pengeluaran barang dan jasa pemerintah(G), dan pengeluaran sektor ekspor impor (X-M)
    Jadi Rumusnya 
    Y= C+S+I+G+(X_M)

    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi menurut saya itu, keadaan dimana nilai Gross Domestic Product meningkat, tanpa melihat pertumbuhan penduduk, jadi hanya melihat pendapatan perkapitanya saja, juga tanpa melihat pemerataan terhadap masyarakatnya.
    Banyak sekali teori pertumbuhan ekonomi, salah satu nya yaitu teori ekonomi klasik yang di pelopori oleh Adam smith dan David Ricardo yang menyatakan faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi ada 4 yaitu, jumlah penduduk, persediaan barang modal, luas tanah dan kekeyaan lainnya dan penerapan teknologi.
    Adam smith : Pertumbuhan ekonomi tinggi saat produksi dan penduduk sama-sama tinggi.
    David ricardo : pertumbuhan ekonomi tinggi jika penduduknya sedikit, kekayaan alam melimpah dan permodalan cukup. Penduduk yang terlalu tinggi akan menyebabkan kemacetan pertumbuhan ekonomi.
    Cara mengukur pertumbuhan suatu negara dapat di ukur dengan cara membandingkan Gross National Product tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya .

  74. Melan Murnianti ( 113402192) January 5, 2012 at 4:45 am #

    Nama: Melan Murnianti
    Kelas: Manajemen E
    NPM: 113402192

    • PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan nasional bias dikatakan sebagai jumlah seluruh pendapatan yang diterima RTK sebagai balas jasa karena telah menyediakan faktor-faktor produksi ( Tenaga kerja, skill, tanah, modal) selama satu periode dan dinyatakan dalam satuan mata uang. Penghasilan yang diterima RTK sendiri yaitu berupa upah (wages), profit, sewa (rent), dan bunga (interest). Secara matematisnya Y= W+P+R+I.
    Sebenarnya banyak metode untuk menghitung pendapatan nasional. Salah satunya bias dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran dari semua pembelian yang dilakukan oleh masyarakat. Perhiotungan tersebut berasal dari sector rumah tangga (C), sector produsen (I), dan sector RTG (G), dan sector luar negeri yaitu ekspor bersih (X_M). Jadi secara matematis Y= C+G+I+ (X-M).
    Ada beberapa hal atau factor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Pertama yaitu konsumsi dan saving, pada keseimbangan makro ekonomi sederhana bahwa pendapatan nasional ( Y ) merupakan penjumlahan dari konsumsi ( C) dan saving ( S ).
    Konsumsi merupakan jumlah autonomos consumption (C0) ditambah hasil kali dari Marginal Propensity to Consume ( MPC ) dengan pendapatan.
    Sedangkan saving sendiri merupakan jumlah dissaving (-C0) ditambah hasil kali marginal propensity to saving ( MPS ) dengan pendapatan.
    Faktor yang kedua yaitu investasi (penanaman modal) yaitu aktivitas yang berorientasi profit, jadi aktivitasnya mencari keuntungan. Sebenarnya selain orientasi profit investasi juga berorientasi benefit, ini merupakan hal yang harus dan wajib dilakukan meskipun tanpa iming-iming keuntungan. Investasi yang berorientasi benefit ini disebut juga public investmet atau government investment. Dampak investasi sendiri terhadap pendapatan nasional yaitu akan menambah pendapatan nasional sebanyak efek multiflier K= 1/MPS.
    Faktor ketiga yaitu pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Pengeluaran pemerintah berupa subsidi, transfer payment dan bantuan social lainnya. Sama halnya seperti investasi pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan nasional yaitu pendapatan nasional akan bertambah sebesar efek multiflier.
    Penerimaan pemerintah adalah berupa pajak ( T ), berbeda dengan pengeluaran pemerintah, penerimaan pemerintah justru membuat pendapatan nasional berkurang sebesar efek multifliernya. Karena jika pajak naik, daya beli masyarakat menurun permintaan terhadap barang atau jasa akan menurun sehingga perusahaan-perusahaan akan bangkrut dan akhirnmya banyak pegawai yang di PHK sehingga pendapatan masyarakat menurun dan otomatis kesejahteraan akan menurun.
    Karena itu sebaiknya kebijakan pemerintah untuk pemberlakuan pajak dihilangkan diganti dengan membayar zakat. Penerapan zakat yang hanya 2,5 % akan lebih menguntungkan baik bagi masyarakat dan pemerintah sendiri (kecuali mungkin untuk “oknum-oknum”).
    Banyak konsep dalam pendapatan nasional, yaitu.
    Gross Domestic Product, yaitu semua barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam jangka waktu tertentu dalam kurun waktu satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh orang lain dari perusahaan asing di dalam negeri.
    Gross National Product, yaitu jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga Negara dari suatu Negara dalam satu periode tertentu. GNP merupakan jumlah GDP dikurangi pendapatan neto (bersih) terhadap luar negeri.
    Net National Product, merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun. Atau GNP dikurangi dengan jumlah penyusutan ditambah pengganti modal yang aus.
    Net National Income, yaitu NNP dikurangi oleh pajak tidak langsung. Contoh pajak tidak langsung itu adalah pajak penjualan, bea cukai, bea impor.
    Personal Income, pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat.
    Disponsible Income, yaitu pendapatan yang siap dibelanjakan. Merupakan jumlah dari PI dikurangi pajak langsung seperti pajak pendapatan dan pajak kendaraan.

    • PERTUMBUHAN EKONOM

    Pertumbuhan ekonomi adalah bergeraknya suatu perekonomian suatu Negara ke arah yang positif dalam periode tertentu. Yang menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu Negara adalah pendapatan nasional. Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi, biasanya data yang digunakan adalah pendapatan nasional.
    Banyak factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, diantaranya:
    SDM, merupakan factor terpenting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Baik/buruknya pertumbuhan ekonomi tergantung pada SDMnya. SDM yang harus dimiliki adalah yang memiliki kompetensi, konsistensi, loyalitas dan yang terpenting adalah memiliki jiwa entrepreneurship. Jika SDMnya berpikir hanya untuk menjadi pekerja saja maka perekonomian tidak akan bergerak secara siginifikan atau mungkin tidak akan bergerak, bahkan bias jadi menurun. Berkualitasnya SDM tidak hanya tergantung pada pemerintah saja, tapi yang terpenting adalah dari diri kita sendiri. Buatlah diri kita berkualitas terlebih dahulu, tidak perlu dengan mengikuti pendidikan formal, asal kita memiliki kemauan insyaAlloh ada jalan. Setelah diri kita berkualitas maka akan mudah bagi kita untuk mempengaruhi orang lain sehingga mereka jadi ikut berkualitas. Lebih jauhnya lagi kita akan mampu membangun perekonomian bangsa.
    SDA, setiap Negara khususnya Negara berkembang sangat bertumpu pada SDA yang dimiliki. Tapi tentu saja SDA tidak bias menjamin keberhasilan ekonomi apabila tidak didukung oelh SDMnya karena bagaimanapun yang akan mengoalah dan mengelola SDA adalah SDMnya.
    IPTEK, dengan danya IPTEK yang memadai,dapat mendorong meningkatkan perekonomian. Laju pertumbuhan ekonomi akan lebih baik, karena IPTEK sendiri akan berdampak pada efisiensi, efektivitas, kualitas dan kuantitas aktivitas ekonomi.
    SD Modal, modal dibutuhkan untuk mengelola SDA dan tentu saja untuk meningkatakan kualitas IPTEK. Dengan meningkatkan kualitas IPTEK maka produktivitasnya juga akan meningkat.
    Budaya, factor ini dapat menjadi penarik dan pendorong laju pertumbuhan ekonomi, tapi bias juga menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi. Faktor yang dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Sedangkan factor penghambatnya yaitu banyak sekali, terutama yang sedang marak di Negara kita yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

  75. wawan setiaji January 5, 2012 at 4:58 am #

    Nama : wawan setiaji
    Kelas : manajemen F
    NPM : 113402253
    Produk dan pendapatan nasional
    pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu,
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    kesimpulan
    Jadi pada bahasannya pendapatan nasional itu berhubungan dengan harga suatu produk yang ada di dalam sebuah Negara. Jika produk didalam sebuah Negara berkualitas baik atau bagus maka secara garis besar pendapatan nasional pun akan terus naik prosentasenya.

    Pertumbuhan ekonomi
    DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.
    PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KENAIKAN PRODUKTIVITAS Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus

    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

  76. risris fatma sari January 5, 2012 at 5:00 am #

    Nama : Risris Fatma Sari
    NPM : 113402263
    Manajemen F

    I.PRODUK
    PENGERTIAN PRODUK
    Produk adalah sesuatu yang dapat diperjualbelikan baik barang maupun jasa atau secara konseptual adalah pemahaman subyektif dari produsen atas barang yang bisa ditawarkan/diperjualbelikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi /perusahaan serta daya beli.
    Macam-Macam Produk adalah berupa barang dan jasa. Produk berupa barang adalah merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Sedangkan produk berupa jasa adalah sesuatu tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh seseorang kepada oranglain yang tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Jasa hanya bisa dirasakan manfaatnya. Bagus tidaknya suatu produk jasa hanya bisa dilihat dari hasil kerja jasa tersebut.
    II.PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Jadi dapat diketahui bahwa apabila penjualan produk meningkat pada suatu periode tertentu maka dapat dikatakan pula pendapatan nasional meningkat pula tetapi sebaliknaya apabila penjulan produk menurun maka pendapatan nasional ikut menurun(berbanding lurus).
    Sesuai dengan kenyataannya pendapatan di Indonesia mengalami asang surut atau naik turun karena pendapatan nasionalnya pun naik turun.
    Menurut saya indonesia sulit untuk maju karena dari pemerintah itu sendiri sudah kurang peduli terhadap rakyatnya. Tidak peduli rakyatnya menderita, sengsara dan kelaparan mereka hanya mementingkan diri sendiri dan kesenangan nya saja. Jadi pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh pemerintah saja dan para pejabat dan orangorang berduit. Orang-orang miskin yang seharusnya merasakan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak seperti yang diharapkan. Mereka hanya bisa diam dan menghelus dada menghirp nafas sejenak. 😀 karena masukan dan kritik mereka tidak epernah didengar diacuhkan saja bagai angin berlalu.

    III.Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Contoh kasus ertumbuhan ekonomi di Indonesia:
    Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
    Disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada saat itu diperkirakan mata uang Jepang yang beredar di masyarakat sebesar 4 milyar. Dari jumlah tersebut, yang beredar di Jawa saja, diperkirakan sebesar 1,6 milyar. Jumlah itu kemudian bertambah ketika pasukan Sekutu berhasil menduduki beberapa kota besar di Indonesia dan menguasai bank-bank.
    Dari bank-bank itu Sekutu mengedarkan uang cadangan sebesar 2,3 milyar untuk keperluan operasi mereka. Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat inflasi ini adalah petani. Hal itu disebabkan pada zaman pendudukan Jepang petani adalah produsen yang paling banyak menyimpan mata-uang Jepang. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
    Pada saat kesulitan ekonomi menghimpit bangsa Indonesia, tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI yang baru, Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang diduduki Sekutu. Uang NICA ini dimaksudkan sebagai pengganti uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun. Pemerintah melalui Perdana Menteri Syahrir memproses tindakan tersebut. Karena hal itu berarti pihak Sekutu telah melanggar persetujuan yang telah disepakati, yakni selama belum ada penyelesaian politik mengenai status Indonesia, tidak akan ada mata uang baru.
    Oleh karena itulah pada bulan Oktober 1946 Pemerintah RI, juga melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai pengganti uang Jepang. Untuk melaksanakan koordinasi dalam pengurusan bidang ekonomi dan keuangan, pemerintah membentuk Bank Negara Indonesia pada tanggal 1 November 1946. Bank Negara ini semula adalah Yayasan Pusat Bank yang didirikan pada bulan Juli 1946 dan dipimpin oleh Margono Djojohadikusumo. Bank negara ini bertugas mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing.
    Pendapat saya tentang kasus ini
    Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan sangat buruk, antara lain disebabkan oleh inflasi yang sangat tinggi. Inflasi yang sangat tinggi disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. yang paling menderita akibat inflasi itu adalah petani. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Jadi perekonomian pada waktu itu dikuasai oleh orang jepang. Infalasi menyebabkan harga tinggi. Pemerintah pada waktu itu sangat tidak baik. Karena meskiun Indonesia sudah merdeka tetapi masih dijajah dan dikuasai oleh Negara lain. Contohnya dalam segi mata uang dan bank bank Indonesia dikuasai oleh meraka(jepang).

  77. Devi Ratnasari January 5, 2012 at 5:19 am #

    Nama : Devi Ratnasari
    Kelas : EM.F
    NPM : 113402244

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :
    – Permintaan dan penawaran agregat
    – Konsumsi dan tabungan
    – Investasi

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli
    Secara umum Teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli dapat dibagi menjadi 2, yaitu: Teori pertumbuhan ekonomi historis dan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik

    1.Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Aliran historis berkembang di Jerman dan kemunculannya merupakan reaksi terhadap pandangan kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industri, sedangkan aliran historis menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dilakukan secara bertahap. Pelopor aliran historis antara lain, Frederich List, Karl Bucher, Bruno Hildebrand, Wegner Sombart, dan W.W. Rostow

    Teori pertumbuhan ekonomi Frederich list (1789 – 1846)
    Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich list adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).

    Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi menurut frederich list sebagai berikut :
    1. Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri
    2. Masa berternak dan bertanam. Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam
    3. Masa Bertani dan kerajinan. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.
    4. Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan. Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.
    Teori Pertumbuhan Ekonomi Karl Bucher (1847 – 1930)
    Tahap Perekonomian menurut Karu Bucher dapat dibagi menjadi 4
    1. Rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia
    Teori pertumbuhan ekonomi Bruno Hildebrand
    Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat dari perkembangan alat tukar-menukarnya, yaitu:
    1. masa tukar-menukar secara barter
    2. masa tukar-menukar dengan uang
    3. masa tukar-menukar dengan kredit
    Teori pertumbuhan ekonomi Werner sombart (1863 – 1947)
    1. Prakapitalisme (Varkapitalisme)
    2. Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
    3. Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus)
    4. Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus)
    Teori Pertumbuhan Ekonomi Walt Whitmen Rostow (1916-1979)
    1. Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
    2. Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
    3. Lepas landas (cake off)
    4. Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
    5. Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)
    2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik
    Teori pertumbuhan ekonomi klasik
    Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.

    Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi, yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh karenanya pendapatan nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya.

    Teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith
    “An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation”, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)
    Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan :
    1. Pertumbuhan penduduk
    2. Pertumbuhan output total
    Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini.
    1. sumber-sumber alam
    2. tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
    3. jumlah persediaan
    Teori pertumbuhan ekonomi David Ricardo dan T.R Malthus
    Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan.

    Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik
    Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari segi penawaran. Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan faktor-faktor produksi. Dalam persamaan, pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan:

    AY = f (AK,AL,AT)
    Dimana :
    AY adalah tingkat pertumbuhan ekonomi
    AK adalah tingkat pertumbuhan modal
    AL adalah tingkat pertumbuhan penduduk
    At adalah tingkat pertumbuhan teknologi
    Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian empiris untuk menunjukkan kesimpulan berikut: faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Robert Sollow
    Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan out put yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utama. Yaitu modal dan tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Harrod dan Domar
    RF. Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Joseph Schumpeter
    Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi.

  78. yohana pransiska (113402162) January 5, 2012 at 5:22 am #

    Nama: Yohana Pransiska
    kelas: Manajemen E
    NPM : 113402162

    1. PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam suatu periode, biasanya selama satu tahun.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional.
    • Produk Domestic Bruto (GDP) merupakan jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau oaring asing yang beroperasi di wilayah Negara yang bersangkutan.
    • Produk National Bruto (GNP) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara selama satu tahun termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga Negara yang berada diluar negeri tetapi tidak termasuk hasil produksi luar negeri.
    • Produk National Neto (NNP) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal ( seriing juga disebut replacement). Replacement penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajakl tidak langsung.
    • Pendapatan Perseorangn (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh semua orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan tanpa melakukan kegiatan apapun.Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
    • Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.\

    2. PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendaptan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat diukur dengan cara membandingkan GNP tahun yang edang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    1. Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama haknya dengan proses pembangunan pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan factor terpenting dalam proses pembangunan, cept lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sejauh mana SDMnya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melakukan proses pembangunan.

    2. Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar Negara berkembang bertumpu pada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian SDA saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan SDM dalam mengelola SDA yang tersedia.

    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efesiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan.

    4. Faktor Budaya
    Budaya memberi dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan. Faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong pembanguan. Tetapi juga dapat menjadi penghambat pembangunan.

    5. Faktor Sumber Daya Modal
    SD Modal dibutuhkan manusia untuk mengelola SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal yang sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  79. yohana pransiska (113402162) January 5, 2012 at 5:27 am #

    Nama: yohana Pransiska
    Kelas: manajemen E

    1. PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam suatu periode, biasanya selama satu tahun.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional.
    • Produk Domestic Bruto (GDP) merupakan jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau oaring asing yang beroperasi di wilayah Negara yang bersangkutan.
    • Produk National Bruto (GNP) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara selama satu tahun termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga Negara yang berada diluar negeri tetapi tidak termasuk hasil produksi luar negeri.
    • Produk National Neto (NNP) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal ( seriing juga disebut replacement). Replacement penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajakl tidak langsung.
    • Pendapatan Perseorangn (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh semua orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan tanpa melakukan kegiatan apapun.Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
    • Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.\

    2. PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendaptan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat diukur dengan cara membandingkan GNP tahun yang edang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.

    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    1. Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama haknya dengan proses pembangunan pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan factor terpenting dalam proses pembangunan, cept lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sejauh mana SDMnya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melakukan proses pembangunan.

    2. Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar Negara berkembang bertumpu pada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian SDA saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan SDM dalam mengelola SDA yang tersedia.

    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efesiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan.

    4. Faktor Budaya
    Budaya memberi dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan. Faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong pembanguan. Tetapi juga dapat menjadi penghambat pembangunan.

    5. Faktor Sumber Daya Modal
    SD Modal dibutuhkan manusia untuk mengelola SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal yang sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  80. Melan Murnianti (113402192) January 5, 2012 at 5:30 am #

    Nama: Melan Murnianti
    kelas: Manajemen E

    • PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan nasional bias dikatakan sebagai jumlah seluruh pendapatan yang diterima RTK sebagai balas jasa karena telah menyediakan faktor-faktor produksi ( Tenaga kerja, skill, tanah, modal) selama satu periode dan dinyatakan dalam satuan mata uang. Penghasilan yang diterima RTK sendiri yaitu berupa upah (wages), profit, sewa (rent), dan bunga (interest). Secara matematisnya Y= W+P+R+I.
    Sebenarnya banyak metode untuk menghitung pendapatan nasional. Salah satunya bias dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran dari semua pembelian yang dilakukan oleh masyarakat. Perhiotungan tersebut berasal dari sector rumah tangga (C), sector produsen (I), dan sector RTG (G), dan sector luar negeri yaitu ekspor bersih (X_M). Jadi secara matematis Y= C+G+I+ (X-M).
    Ada beberapa hal atau factor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Pertama yaitu konsumsi dan saving, pada keseimbangan makro ekonomi sederhana bahwa pendapatan nasional ( Y ) merupakan penjumlahan dari konsumsi ( C) dan saving ( S ).
    Konsumsi merupakan jumlah autonomos consumption (C0) ditambah hasil kali dari Marginal Propensity to Consume ( MPC ) dengan pendapatan.
    Sedangkan saving sendiri merupakan jumlah dissaving (-C0) ditambah hasil kali marginal propensity to saving ( MPS ) dengan pendapatan.
    Faktor yang kedua yaitu investasi (penanaman modal) yaitu aktivitas yang berorientasi profit, jadi aktivitasnya mencari keuntungan. Sebenarnya selain orientasi profit investasi juga berorientasi benefit, ini merupakan hal yang harus dan wajib dilakukan meskipun tanpa iming-iming keuntungan. Investasi yang berorientasi benefit ini disebut juga public investmet atau government investment. Dampak investasi sendiri terhadap pendapatan nasional yaitu akan menambah pendapatan nasional sebanyak efek multiflier K= 1/MPS.
    Faktor ketiga yaitu pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Pengeluaran pemerintah berupa subsidi, transfer payment dan bantuan social lainnya. Sama halnya seperti investasi pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan nasional yaitu pendapatan nasional akan bertambah sebesar efek multiflier.
    Penerimaan pemerintah adalah berupa pajak ( T ), berbeda dengan pengeluaran pemerintah, penerimaan pemerintah justru membuat pendapatan nasional berkurang sebesar efek multifliernya. Karena jika pajak naik, daya beli masyarakat menurun permintaan terhadap barang atau jasa akan menurun sehingga perusahaan-perusahaan akan bangkrut dan akhirnmya banyak pegawai yang di PHK sehingga pendapatan masyarakat menurun dan otomatis kesejahteraan akan menurun.
    Karena itu sebaiknya kebijakan pemerintah untuk pemberlakuan pajak dihilangkan diganti dengan membayar zakat. Penerapan zakat yang hanya 2,5 % akan lebih menguntungkan baik bagi masyarakat dan pemerintah sendiri (kecuali mungkin untuk “oknum-oknum”).
    Banyak konsep dalam pendapatan nasional, yaitu.
    Gross Domestic Product, yaitu semua barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam jangka waktu tertentu dalam kurun waktu satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh orang lain dari perusahaan asing di dalam negeri.
    Gross National Product, yaitu jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga Negara dari suatu Negara dalam satu periode tertentu. GNP merupakan jumlah GDP dikurangi pendapatan neto (bersih) terhadap luar negeri.
    Net National Product, merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun. Atau GNP dikurangi dengan jumlah penyusutan ditambah pengganti modal yang aus.
    Net National Income, yaitu NNP dikurangi oleh pajak tidak langsung. Contoh pajak tidak langsung itu adalah pajak penjualan, bea cukai, bea impor.
    Personal Income, pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat.
    Disponsible Income, yaitu pendapatan yang siap dibelanjakan. Merupakan jumlah dari PI dikurangi pajak langsung seperti pajak pendapatan dan pajak kendaraan.

    • PERTUMBUHAN EKONOM

    Pertumbuhan ekonomi adalah bergeraknya suatu perekonomian suatu Negara ke arah yang positif dalam periode tertentu. Yang menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu Negara adalah pendapatan nasional. Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi, biasanya data yang digunakan adalah pendapatan nasional.
    Banyak factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, diantaranya:
    SDM, merupakan factor terpenting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Baik/buruknya pertumbuhan ekonomi tergantung pada SDMnya. SDM yang harus dimiliki adalah yang memiliki kompetensi, konsistensi, loyalitas dan yang terpenting adalah memiliki jiwa entrepreneurship. Jika SDMnya berpikir hanya untuk menjadi pekerja saja maka perekonomian tidak akan bergerak secara siginifikan atau mungkin tidak akan bergerak, bahkan bias jadi menurun. Berkualitasnya SDM tidak hanya tergantung pada pemerintah saja, tapi yang terpenting adalah dari diri kita sendiri. Buatlah diri kita berkualitas terlebih dahulu, tidak perlu dengan mengikuti pendidikan formal, asal kita memiliki kemauan insyaAlloh ada jalan. Setelah diri kita berkualitas maka akan mudah bagi kita untuk mempengaruhi orang lain sehingga mereka jadi ikut berkualitas. Lebih jauhnya lagi kita akan mampu membangun perekonomian bangsa.
    SDA, setiap Negara khususnya Negara berkembang sangat bertumpu pada SDA yang dimiliki. Tapi tentu saja SDA tidak bias menjamin keberhasilan ekonomi apabila tidak didukung oelh SDMnya karena bagaimanapun yang akan mengoalah dan mengelola SDA adalah SDMnya.
    IPTEK, dengan danya IPTEK yang memadai,dapat mendorong meningkatkan perekonomian. Laju pertumbuhan ekonomi akan lebih baik, karena IPTEK sendiri akan berdampak pada efisiensi, efektivitas, kualitas dan kuantitas aktivitas ekonomi.
    SD Modal, modal dibutuhkan untuk mengelola SDA dan tentu saja untuk meningkatakan kualitas IPTEK. Dengan meningkatkan kualitas IPTEK maka produktivitasnya juga akan meningkat.
    Budaya, factor ini dapat menjadi penarik dan pendorong laju pertumbuhan ekonomi, tapi bias juga menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi. Faktor yang dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Sedangkan factor penghambatnya yaitu banyak sekali, terutama yang sedang marak di Negara kita yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

  81. Wahyuningrat Zoelfikar January 5, 2012 at 5:52 am #

    Nama : Wahyuningrat Zoelfikar
    NPM :113402200
    Kelas :Manajemen E

    Pendapatan Nasional

    A. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    B. Adapun konsep pendapatan nasional sebagai berikut:
    a) PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    a. Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang bekerja di Negara tersebut.
    b) PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    a. PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    b. Rumus
    GNP = GDP – Produk netto yg dihasilkan di luar negeri
    c) NNP (Net National Product)
    a. NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    b. Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    d) NNI (Net National Income)
    a. NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    b. Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    e) PI (Personal Income)
    a. PI adalah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    b. Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak perseorangan )
    f) DI (Disposible Income)
    a. DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan.
    b. Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    C. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional:
    1. Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh perkiraan yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu pelaksanaan program pembangunan berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional:
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu.
    c. Bisa membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Bisa membantu pemerintah dalam mengambil keputusan.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional:
    a. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan jumlah dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik faktor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    b. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan jumlah dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)

    😄

  82. Trizul Fauzan January 5, 2012 at 5:56 am #

    Nama : Trizul Fauzan
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402163

    Pendapatan nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode tertentu.Pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.Tetapi para ahli masih belum sepakat dengan pendapat tersebut.
    Ada beberapa konsep pendapatan nasional,diantaranya:
     Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto,merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
     Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi import.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
     Menghitung Produk Domestik Bruto
    Rumusnya adalah
    PDB = C + G + I + ( X – M )
    Atau
    produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
     Menghitung Produk Nasional Bruto
    Rumus hitung PNB yaitu :
    Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
     Menghitung Produk Nasional Neto
    Rumus PNN yakni :
    Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi
     Menghitung Pendapatan Nasional
    Rumus PN :
    Pendapatan Nasional = Pendapatan Nasional Neto – Pajak Tidak Langsung + Subsidi
     Pendapatan Personal / Individu / Perseorangan / PP
    Rumus PP :
    Pendapatan Personal = Produk Nasional Neto – Laba Ditahan – Pembayaran Asuransi Sosial – Penerimaan Bukan Balas Jasa – Pendapatan Bunga Dari Konsumen dan Pemerintah
     Pendapatan Personal Yang Dapat Dibelanjakan
    Rumus pendapatan perorangan yang dapat dibelanjakan :
    Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.
     Beberapa faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nasional,antara lain :
    1.Permintaan dan Penawaran Agregat.
    2.Konsumsi dan Tabungan.
    3.Investasi.
     Tujuan mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
    2. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    3. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
    4. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara.
     Manfaat mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara.
    2. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar provinsi.
    3. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara.
    Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan Ekonomi adalah Proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan atau bertahap untuk menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi dari keberhasilan pembangunan ekonomi,pertumbuhan ekonomi sangat berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi.
    Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pendapatan nasional suatu Negara,Suatu negara dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila di negara tersebut terjadi peningkatan GNP (Gross National Product) riil di negara tersebut.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi :
     Sumber Daya Manusia.
     Sumber Daya Alam.
     Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
     Budaya dan Sumber Daya Modal.

  83. Try Agung Ramdhani January 5, 2012 at 5:58 am #

    nama : Try agung ramdhani
    kelas : Manajemen E
    NPM : 113402172

    PENDAPATAN NASIONAL

    Pengertian Pendapatan Nasional

    Setiap negara yang ada di bumi ini memilki kekayaan yang berbeda-beda, baik dilihat dari sumber daya alamnya maupun dari sumber daya manusianya. Ada negara dengan sumber daya alam melimpah sementara kemampuan sumber daya manusianya pas-pasan atau bahkan minim dan sebaliknya ada negara dengan sumber daya alam yang minim tetapi memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas. Yang jelas semua kekayaan yang dimilki oleh negara tersebut diarahkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

    PRODUK

    1. Produk Domestik Bruto

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

    PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor

    Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

    Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

    PDB = sewa + upah + bunga + laba

    Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

    Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

    2. Produk Domestik Regional Bruto

    Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan data statistik yang merangkum perolehan nilai tambah dari seluruh kegiatan ekonomi di suatu wilayah pada satu periode tertentu. PDRB dihitung dalam dua cara, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Dalam menghitung PDRB atas dasar harga berlaku menggunakan harga barang dan jasa tahun berjalan, sedangkan pada PDRB atas dasar harga konstan menggunakan harga pada suatu tahun tertentu (tahun dasar). Penghitungan PDRB saat ini menggunakan tahun 2000 sebagai tahun dasar. Penggunaan tahun dasar ini ditetapkan secara nasional.

    Peroduk Domestik Bruto sebagai salah saru indicator ekonomi memuat berbagai instrument ekonomi yang di dalmnya terlihat jelas keadaan makro ekonomi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonominya, income perkapita dan berbagai instrument ekonomi lainnya. Dimana dengan adanya data-data tersebut akan sangan membantu pengambil kebijaksanaan dalam perencanaan dan evaluasi sehingga pembangunan tidak salah arah. Angka PDRB sangat diperlukan dan perlu disajikan, karena selain dapat dipakai sebagai bahan analisa perencanaan pembangunan juga merupakan barometer untuk mengukur hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
    Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.

  84. Galih Saputra January 5, 2012 at 6:06 am #

    Nama : Galih Saputra
    kelas : Manajemen E
    NPM : 113402193

    Produk dan Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu wilayah atau negara dalam satu periode, biasanya dalam kurun waktu selama satu tahun. Pada awalnya konsep pendapatan nasional tersebut oleh salah satu penduduk inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya yang pada saat itu tahun 1665. Dalam pendapatan nasional terdapat terdapat beberapa konsep yang di antaranya adalah :
    1. Produk Domestik Bruto yang merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau yang sering disebut dengan daerah domestic dalam kurun waktu selama satu tahun. Dalam perhitungan Produk Domestik Bruto ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan/orang asing yang beroperasi di dalam wilayah negara yang bersangkutan tersebut. Dalam ProdukDomestik Bruto, pendapatannya masih dianggap bersifat kotor dikarenakan jenis barang yang dihasilkan masih berupa modal yang belum ditentukan penyusutannya.
    2. Produk Nasional Bruto atau PNB didalamnya meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang biasanya dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) dalam kurun waktu selama satu tahun. Termasuk didalamnya hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    3. Produk Nasional Neto merupakan GNP yang dikurangi oleh depresiasi atau penyusutan barang modal sering pula disebut dengan istilah replacement. Replacement merupakan penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan suatu produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil
    4. Pendapatan Nasional Neto merupakan pendapatan yang di hitung karena adanya balas jasa yang diterima oleh masyarakat yang berperan sebagai pemilik faktor sebuah produksi tersebut. Besarnya Pendapatan Nasional Neto tersebut didapat dari hasil NNPdikurangi Pajak tidak langsung yang merukapan bebannya dapat di alihkan kepadapihak lain salah satunya yaitu pajak penjualan.
    5. Pendapatan perseorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh semua masyarakat di dalamnya yang termasuk juga pendapatan yang diterima tanpan melakukan balas jasa atau kegiatan apapun. Pendapatan nasional juga dapat menghitung pembayaran transfer atau yang dikenal juga dengan istilah transfer payment yang merupakan pendapatan atau penerimaan yang bukan merupakan hasil dari balas jasa tahun tersebut melainkan hasil dari balas jasa yang diambil sebagian dari tahun lalu seperti pembayaran dana pensiun.
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan atau digunakan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan suatu negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu yang pertama dengan cara pendekatan pendapatan, yaitu dengan menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara dalam kurun waktu selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada sebuah perusahaan. Pendekatan yang kedua dengan cara pendekatan produksi yaitu dengan menjumlahkan nilai seluruuh produk yang dihasilkan suatu Negara dari bidang industry maupun lainnya dalam suatu periode produksi tertentu. Nilai produk yang di hitung pada pendekatan ini adalah nilai jasa dan brang jadi.dan yang ketiga yang merupakan pendekatan terakhir yaitu dengan pendekatan pengeluaran yaitu dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara tertentu dalam kurun waktu satu periode tertentu Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan.
    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara.
    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Teori pertumbuhan ekonomi tersebut dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut yaitu sebagai berikut :
    – Teori pertumbuhan ekonomi historis ini dikemukakan oleh beberapa ahli yang salah satunya adalah menurut Karl Bucher yaitu pertumbuhan suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan yaitu:
    1. Masa Rumah Tangga Tertutup
    2. Rumah Tangga Kota
    3. Rumah Tangga Bangsa
    4. Rumah Tangga Dunia
    – Teori Klasik ini juga dikemukakan oleh beberapa ahli yang salah satunya adalah Teori Adam Smith yang beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
    – Teori Non Klasik yang dikemukakan oleh Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    – Faktor sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    – Faktor Sumber Daya Alam yaitu sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia
    – Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu perkembangan IPTEK yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    – Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
    – Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK.

  85. Permata Meilatif Arisani January 5, 2012 at 6:19 am #

    Nama : Permata Meilatif Arisani
    kelas : Manajemen E
    NPM : 113402187

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun atau bisa juga di artikan sebagai Pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang.
    Pendapatan suatu negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu :
    1. Pendekatan pendapatan, yaitu dengan menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara dalam kurun waktu selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada sebuah perusahaan.
    2. Pendekatan Produksi yaitu dengan menjumlahkan nilai seluruuh produk yang dihasilkan suatu Negara dari bidang industry maupun lainnya dalam suatu periode produksi tertentu. Nilai produk yang di hitung pada pendekatan ini adalah nilai jasa dan brang jadi
    3. Merupakan pendekatan terakhir yaitu dengan pendekatan pengeluaran yaitu dengan cara menghitung seluruh pengeluaran untuk membeli suatu barang dan jasa dalam kurun waktu satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan cara menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi Negara yaitu Rumah Tangga, Pemerintah, Pengeluaran Investasi dan Selisih antara nilai ekspor dikurangi nilai impor.
    Dalam pendapatan nasional terdapat beberapa konsep didalamnya yang antara lain adalah
    1. Produk Domestik Bruto yang merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau yang sering disebut dengan daerah domestic dalam kurun waktu selama satu tahun. Dalam perhitungan Produk Domestik Bruto ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan/orang asing yang beroperasi di dalam wilayah negara yang bersangkutan tersebut. Dalam ProdukDomestik Bruto, pendapatannya masih dianggap bersifat kotor dikarenakan jenis barang yang dihasilkan masih berupa modal yang belum ditentukan penyusutannya.
    2. Produk Nasional Bruto atau PNB didalamnya meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang biasanya dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) dalam kurun waktu selama satu tahun. Termasuk didalamnya hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut. GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. Produk Nasional Neto merupakan GNP yang dikurangi oleh depresiasi atau penyusutan barang modal sering pula disebut dengan istilah replacement. Replacement merupakan penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan suatu produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. NNP = GNP – Penyusutan
    4. Pendapatan Nasional Neto merupakan pendapatan yang di hitung karena adanya balas jasa yang diterima oleh masyarakat yang berperan sebagai pemilik faktor sebuah produksi tersebut. Besarnya Pendapatan Nasional Neto tersebut didapat dari hasil NNPdikurangi Pajak tidak langsung yang merukapan bebannya dapat di alihkan kepadapihak lain salah satunya yaitu pajak penjualan. NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
    5. Pendapatan perseorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh semua masyarakat di dalamnya yang termasuk juga pendapatan yang diterima tanpan melakukan balas jasa atau kegiatan apapun. Pendapatan nasional juga dapat menghitung pembayaran transfer atau yang dikenal juga dengan istilah transfer payment yang merupakan pendapatan atau penerimaan yang bukan merupakan hasil dari balas jasa tahun tersebut melainkan hasil dari balas jasa yang diambil sebagian dari tahun lalu seperti pembayaran dana pensiun. PI = (NNI + Transfer Payment) – (Laba Ditahan + Iuran Asuransi + Iuran Jaminan Social + Pajak Perseorangan)
    6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan atau digunakan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI – Pajak Langsung
    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara.
    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Teori pertumbuhan ekonomi tersebut dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut yaitu sebagai berikut :
    – Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1. Masa berburu dan pengembaraan
    2. Masa beternak dan bertani
    3. Masa bertani dan kerajinan
    4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
    – Teori Klasik ini juga dikemukakan oleh beberapa ahli yang salah satunya adalah Teori David Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pad suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
    – Teori Non Klasik yang dikemukakan oleh Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    – Faktor sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    – Faktor Sumber Daya Alam yaitu sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia
    – Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu perkembangan IPTEK yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    – Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
    – Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK.

  86. Nama : Iva Ikhlasiah, NPM : 113402155, Kelas : Manajemen D January 5, 2012 at 6:28 am #

    Nama : Iva Ikhlasiah
    Kelas : manajemen D
    NPM : 113402155
    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

  87. Desti Mega Juwita January 5, 2012 at 6:37 am #

    Nama : Desti Mega Juwita
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402225

    1. PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Sejarah
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Konsep
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Penghitungan
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    2. Pertumbuhan Ekonomi

    proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

    Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
    • Werner Sombart (1863-1947)
    Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
    • Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    • Masa kerajinan dan pertukangan
    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
    • Meningkatnya kebutuhan manusia
    • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
    • Timbulnya pertukaran barang dan jasa
    • Pertukaran belum didasari profit motive

     Masa kapitalis
    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
     Tingkat prakapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat masih statis
    2. Bersifat kekeluargaan
    3. Bertumpu pada sektor pertanian
    4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    5. Hidup secara berkelompok

  88. Ariep Rachman N January 5, 2012 at 6:51 am #

    Nama : Ariep Rachman Nugraha
    NPM : 113402196
    Jurusan/ Kelas : Manajemen E

    Menurut pendapat para ahli ekonomi modern, bahwa konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Selain untuk mengukur tingkat kemkmuran suatu Negara perhitungan pendapatan nasional juga bremamfaat diantaranya mengetahui dan menelaah struktur perekonomian suatu Negara.
    Konsep pendapatan Nasional
    1. Produk Domestik Bruto
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Termasuk juga hasil produksi barang dan jasa oleh perusahaan/orang asing yang bergelut di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Perhitungan nya adalah

    PDB = C + G + I + (X-M) Atau
    produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
    2. Produk Nasional Bruto

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB adalah hasil produksi oleh Warga negara baik didalam maupun diluar negeri, tetapi bukan hasil dari perusahaan asing yang beroperasi di wilayah suatu Negara.

    Perhitungan nya adalah
    Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
    3. Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah Investasi Bruto dikurangi Investasi Netto

    Rumus PNN yakni :
    Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan ini dihitung menurut jumlah balas jasa atas Faktor Produksi, Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    Rumus PN :
    Pendapatan Nasional = Pendapatan Nasional Neto – Pajak Tidak Langsung + Subsidi
    5. Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun
    Rumus PP :
    Pendapatan Personal = Produk Nasional Neto – Laba Ditahan – Pembayaran Asuransi Sosial – Penerimaan Bukan Balas Jasa – Pendapatan Bunga Dari Konsumen dan Pemerintah
    6. Pendapatan Personal Yang Dapat Dibelanjakan
    Pengertian Pendapatan Personal Disposable adalah Penghasilan Individu Bersih setelah dikeluarkan kewajiban pajaknya,dan sudah bisa untuk dibelanjakan.
    Rumus pendapatan perorangan yang dapat dibelanjakan :
    Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.

    Pertumbuhan Ekonnomi
    Menurut saya Pertumbuhan Ekonomi adalah Suatu perubahan kondisi perekonomian suatu Negara untuk mencapai tingkat perekonomian yang makmur dalam periode tertentu.
    Pertumbuhan Ekonomi suatu Negara sangat erat kaitannya dengan pendapatan nasional suatu Negara , Sebagai contoh suatu Negara dikatakan naik pertumbuhan ekonominya apabila pendapatan nasional suatu Negara naik secara riil. Diantaranya Faktor yang mempengaruhhi Pertumbuhan Ekonomi sebagai berikut:
    1. Sumber Daya Manusia
    2. Sumber Daya Alam
    3. Ilmu Pengetahuan Dan Tekhnologi (IPTEK)
    4. Budidaya dan Sumber Daya Modal

  89. Selfina Nur Diniya January 5, 2012 at 6:55 am #

    Nama : Selfina Nur Diniya
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402207

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    PERTUMBUHAN EKONOMI
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

    I.DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

    II.PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KENAIKAN PRODUKTIVITAS
    Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan teknologi.

  90. ermana sugih apriyana January 5, 2012 at 7:05 am #

    Nama : Ermana S.A
    Kelas : manajemen E
    NPM :113402164

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    • Produk Domestik Bruto
    Produk domestik bruto merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Termasuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/ asing yang beroprasi di dalam negeri.
    • Produk Nasional Bruto
    Produk Nasional Bruto atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto
    Produk Nasional Neto adalah dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya:
    1. untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
    2. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
    3. data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya.
    4. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    1. Faktor Sumber Daya Manusia
    2. Faktor Sumber Daya Alam
    3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    4. Faktor Budaya
    5. Sumber Daya Modal

    : Hubungan antara Pendapatan Nasional dan pertumbuhan ekonomi yaitu : Pendapatan nasional merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu Negara.

  91. erda siti nur pradita (113402177 January 5, 2012 at 7:20 am #

    Nama : Erda S. Pradita
    NPM : 113402177
    Kelas : Manajemen – E

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional menurut lipsey dan steiner adalah nilai dari seluruh produk yang dihasilkan oleh seluruh pelaku ekonomi dalam suatu Negara dalam kurun waktu satu tahun. Nilai yang di maksud disini yaitu nilai jual,termasuk pajak-pajak yang timbul atas transaksi penjualan barang atau jasa. Pendapatan nasional juga bisa disebut produk nasional, hanya saja produk nasional mengindikasikan nilai jula dari seluruh produk yang dihasilkan, sedangkan pendapatan nasional mengindikasikan jumlah yang dibayarkan oleh seluruh pelaku ekonomi untuk menghasilkan produk tersebut. Besar kecilnya pendapatan nasional bisa dilihat sebagai gambaran tentang tingkat kesejahteraan suatu Negara yang bersangkutan. Jika pendapatan nasional meningkat maka kesejahteraan masyarakatnya pun akan meningkat. Sebaliknya, jika pendapatan nasionalnya menurun kesejahteraan masyarakatnya pun juga akan menurun. Oleh karena itu pemerintah selalu berusaha berusaha meningkatkan perndapatan national .
    Namun ada kalanya peningkatan pendapatan nasional dari tahun ketahun tidak disertai dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat akan meningkat jika pendapatan nasional diikuti oleh pemerataan diantara penduduknya. Jadi seharusnya sasaran pemerintah tidak hanya pada pendapatan nasional tetapi juga pada pemerataan penduduknya.
    Perhitungan pendaoatan nasional menurut lipsey dan steiner dapat dihitung dengaa cara pendekatan pengeluaran dan pendekatan produksi. Pendekatan pengeluaran yaitu pengeluaran uang dari rumah tangga ke perusahaan. Sedangkan pendekatan produksi yaitu nilai produk dari seluruh perusahaan yang diserahkan kerumah tangga.
    Berikut beberapa istilah dalam pendapatan nasional
    • Produk domestic bruto / gross domestic product(GDP)
    • Produk nasional bruto / gross national product(GNP)
    • Produk nasional neto / net national product (NNP)
    • Pendapatan nasional / national income (NI)
    • Pendapatan perorangan / personal income (PI)
    • Pendapatan disposibel / disposable income (DI)
    Di Indonesia cara penghitungan pendapatan nasional yaitu dengan menggunakan metode pendekatan produksi dan pengeluaran.
    1. Pendekatan produksi dihitung dengan menjumlahkan seluruh nilai produksi yang dikelompokan kedalam Sembilan lapangan usaha, yaitu : 1. Pertanian ,peternakan,kehutanan,dan perikanan, 2. Pertambangna dan penggalian, 3. Industry pengolahan, 4. Listrik gas dan air bersih, 5. Bangunan, 6. Perdagangna , hotel,dan restoran, 7. Pengangkutan dan komunikasi, 8. Keuangan ,persewaan, dan jasa perusahaan, dan , 9. Jasa jasa.
    2. Pendekatan pengeluaran dihitung pengeluaran menurut jenis-jenis pengeluaran.
    Y = C + I + G ( X – M )
    Ket :
    Y = PDB
    C = belanja konsumsi
    I = belanja investasi
    G = belanja pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan suatu perekonomian dalam satu tahun tertentu dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya. Perbandingan tersebut dinyatakan dalam persentase (%).

    Misalnya : tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 adalah sebesar 20 % , itu artinya bahwa PDB-nya meningkat sebesar 20 % dibandingkan PDB tahun 2009 .

    Untuk mengetahui bagaimana perkembangan produksi real suatu Negara , maka kita perlu mengetahui tingkat pertumbuhan ekonominya. Jika pertumbuhannya mencapai 100 persen itu artinya tingkat kesejahteraan masyarakat sudah sangat baik. Biasanya , untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu Negara, bsa dengan melihat pertumbuhan PDB/PDRB-nya. Meningkatnya petumbuhan ekonomi tersebut harus dilihat atas dasar harga konstan.

    Berikut ini rumus yang dapat kita gunakan untuk menghitung besarnya pertumbuhan ekonomi :

    g = Pn – P (n -1 ) X 100 %
    P ( n – 1 )

    ket :
    g = tingkat pertumbuhan
    Pn = PDB pada tahun yang diteliti
    P (n-1) = PDB setahun sebelumnya

  92. Devi Ratnasari January 5, 2012 at 8:13 am #

    Nama : Devi Ratnasari
    Kelas : EM.F
    NPM : 113402244

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :
    – Permintaan dan penawaran agregat
    – Konsumsi dan tabungan
    – Investasi

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli
    Secara umum Teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli dapat dibagi menjadi 2, yaitu: Teori pertumbuhan ekonomi historis dan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik

    1.Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Aliran historis berkembang di Jerman dan kemunculannya merupakan reaksi terhadap pandangan kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industri, sedangkan aliran historis menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dilakukan secara bertahap. Pelopor aliran historis antara lain, Frederich List, Karl Bucher, Bruno Hildebrand, Wegner Sombart, dan W.W. Rostow

    Teori pertumbuhan ekonomi Frederich list (1789 – 1846)
    Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich list adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).

    Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi menurut frederich list sebagai berikut :
    1. Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri
    2. Masa berternak dan bertanam. Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam
    3. Masa Bertani dan kerajinan. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.
    4. Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan. Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.
    Teori Pertumbuhan Ekonomi Karl Bucher (1847 – 1930)
    Tahap Perekonomian menurut Karu Bucher dapat dibagi menjadi 4
    1. Rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia
    Teori pertumbuhan ekonomi Bruno Hildebrand
    Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat dari perkembangan alat tukar-menukarnya, yaitu:
    1. masa tukar-menukar secara barter
    2. masa tukar-menukar dengan uang
    3. masa tukar-menukar dengan kredit
    Teori pertumbuhan ekonomi Werner sombart (1863 – 1947)
    1. Prakapitalisme (Varkapitalisme)
    2. Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
    3. Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus)
    4. Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus)
    Teori Pertumbuhan Ekonomi Walt Whitmen Rostow (1916-1979)
    1. Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
    2. Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
    3. Lepas landas (cake off)
    4. Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
    5. Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)
    2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik
    Teori pertumbuhan ekonomi klasik
    Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.

    Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi, yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh karenanya pendapatan nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya.

    Teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith
    “An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation”, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)
    Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan :
    1. Pertumbuhan penduduk
    2. Pertumbuhan output total
    Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini.
    1. sumber-sumber alam
    2. tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
    3. jumlah persediaan
    Teori pertumbuhan ekonomi David Ricardo dan T.R Malthus
    Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan.

    Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik
    Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari segi penawaran. Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan faktor-faktor produksi. Dalam persamaan, pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan:

    AY = f (AK,AL,AT)
    Dimana :
    AY adalah tingkat pertumbuhan ekonomi
    AK adalah tingkat pertumbuhan modal
    AL adalah tingkat pertumbuhan penduduk
    At adalah tingkat pertumbuhan teknologi
    Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian empiris untuk menunjukkan kesimpulan berikut: faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Robert Sollow
    Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan out put yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utama. Yaitu modal dan tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Harrod dan Domar
    RF. Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja.

    Teori pertumbuhan ekonomi Joseph Schumpeter
    Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi.

  93. Rismayadi January 5, 2012 at 8:21 am #

    Nama : Rismayadi
    Kelas : Manajemen F
    Npm : 113402214
    Produk Dan Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    Pendapatan suatu negara di pengaruhi dengan 3 pendekatan:
    1. Pendekatan Pendapatan
    2. Pendekatan Produk
    3. Pendekatan Pengeluaran
    Konsep pendapatan nasional:
    1. Menghitung Produk Domestik Bruto / GDB / Produk Domestik Kotor
    Pengertian Produk Domestik Bruto atau GDB adalah hasil output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan pemilik faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam suatu perekonomian saja.
    Rumusnya yaitu: produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
    11. Menghitung Produk Nasional Bruto / GNB / Produk Nasional Kotor
    Pengertian Produk Nasional Bruto adalah hasil produksi dalam suatu wilayah yang telah dikurangi hasil faktor produksi yang pemiliknya bukan berasal dari dalam perekonomian serta ditambah nilai faktor produksi dari dalam perekonomian yang berada di luar daerah perekonomian.
    Rumus hitung GNB yaitu : Produk Nasional Bruto = GDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
    1. Menghitung Produk Nasional Neto / NNP / Produk Nasional Bersih
    Pengertian Produk Nasional Netto adalah produk nasioanl yang memperhitungkan pengeluaran investasi neto dengan mengurangi investasi bruto dengan depresiasi.
    Rumus NNP yakni : Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi
    11. Menghitung Pendapatan Nasional / NI
    Pendapatan Nasioanl merupakan pendapatan yang memperhitungkan balas jasa atas faktor produksi dengan mengurangi produk nasional neto dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.
    Rumus NI : Pendapatan Nasional = Pendapatan Nasional Neto – Pajak Tidak Langsung + Subsidi
    2. Pendapatan Personal / Individu / Perseorangan / PP
    Pengertian Pendapatan Nasional adalah hak individu yang merupakan balas jasa atas proses produksi yang dijalani. Dari keseluruhan pendapatan nasional yang ada tidak sepenuhnya milik perseorangan, karena sebagain merupakan hak dari perusahaan seperti laba ditahan, penerimaan bukan balas jasa, pembayaran asuransi sosial dan pendapatan bunga perseorangan dari pemerintah dan konsumen.
    Rumus PP : Pendapatan Personal = Produk Nasional Neto – Laba Ditahan – Pembayaran Asuransi Sosial – Penerimaan Bukan Balas Jasa – Pendapatan Bunga Dari Konsumen dan Pemerintah
    3. Pendapatan Personal Yang Dapat Dibelanjakan
    Pengertian Pendapatan Personal Disposable adalah penghasilan individu dalam suatu perekonomian yang bersih dan sudah bisa dibelanjakan secara keseluruhan setelah pendapatan nasional dikurangi dengan pajak penghasilan perseorangan.
    Rumus pendapatan perorangan yang dapat dibelanjakan :
    Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal.
    4.Pedapatan Nasional Neto/NNI adalah pertambahan pendapatan yang berupa barang dan jasa yang di terima masyarakat sebagai pemilik produksi atau perusahaan.
    Faktor Pendapatan Nasional:
    1. Permintaan dan penawaran agregat
    2. Konsumsi dan tabungan
    3. Investasi
    Pertumbuhan Ekonomi
    Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang per kapita dalam jangka panjang Tekanannya pada tiga aspek yakni: proses, output per Tekanannya pada tiga aspek yakni: proses, output per kapita, dan jangka panjang kapita, dan jangka panjang
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses bukan Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat suatu gambaran ekonomi pada suatu saat Melihat bagaimana suatu perekonomian berkembang Melihat bagaimana suatu perekonomian berkemban atau berubah dari waktu ke waktu atau berubah dari waktu ke waktu Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kenaikan output per kapita, oleh sebab itu ada dua sisi yang harus diperhatikan yakni; sisi output total (GNP) dan sisi jumlah penduduk.

  94. bagus indratama January 5, 2012 at 8:36 am #

    Nama : Bagus Indratama
    Kelas : manajemen D
    Npm :113402159
    Fakultas ekonomi
    Universitas siliwangi

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut
    Jenis-jenis Produk Nasional Bruto
    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja)

    .Beberapa faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nasional,antar lain :
    1.Permintaan dan Penawaran Agregat.
    2.Konsumsi dan Tabungan.
    3.Investasi.
    Pendapatan Negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu :
    1.Pendekatan pendapatan.
    2.Pendekatan produksi.
    3.Pendekatan pengeluaran.
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
    2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
    3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    4. Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
    5. Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara.
    Manfaat mempelajari pendapatan nasional,yaitu:
    1. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara.
    2. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar provinsi.
    3. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara.
    4. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    5. Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara,dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu.
    6. Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain.

    .
    Menghitung Produk Nasional Bruto / PNB / Produk Nasional Kotor

    Pengertian Produk Nasional Bruto adalah hasil produksi dalam suatu wilayah yang telah dikurangi hasil faktor produksi yang pemiliknya bukan berasal dari dalam perekonomian serta ditambah nilai faktor produksi dari dalam perekonomian yang berada di luar daerah perekonomian.

    Rumus hitung PNB yaitu :

    Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri

    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Menghitung Produk Domestik Bruto / PDB / Produk Domestik Kotor

    Pengertian Produk Domestik Bruto atau PDB adalah hasil output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan pemilik faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam suatu perekonomian saja.

    Rumusnya adalah

    PDB = C + G + I + ( X – M )

    atau

    produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )

  95. Nama : Ryal Meka Wijaya Kelas D January 5, 2012 at 10:44 am #

    A. Pengertian Pendapatan Nasional

    Pendapatan atau income adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji.upah,sewa,bunga, dan laba termasuk beragam tunjangan. Dalam ekoniomi mikro, pendapatan adalah aliran penghasilan dari penyediaan faktor-faktor produksi untuk periode tertentu. Dalam ekonomi makro, pendapatan adalah pendapatan nasional suatu negara.

    B. Konsep – konsep dalam pendapatan nasional

    a. Produk domestik bruto (GDP )

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product ) merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit – unit produksi dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun. Perhitungan GDP ini termasuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.

    b. Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk nasional bruto (Gross National Product ) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun. Nilai GNP termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada diluar negri ,tetapi tidak termasuk hasil produksi unit usaha luar negri yang beroperasi di negara tersebut.

    GNP = GDP – Produk Neto terhadap luar negeri

    Produk Neto terhadap luar negeri dihitung berdasarkan hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri dikurangi hasil output faktor produksi milik luar negri yang ada di dalam negri.

    c. Produk Nasional Neto (NPP )

    Produk nasional neto ( Net National product ) adalh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu,biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan barang modal (depresiasi ).

    NNP = GNP – Depresiasi

    d. Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto ( Net National income ) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan dan pajak hadiah.

    NNI = NNP – pajak tidak langsung

    e. Pendapatan perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income ) adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi.

    PI = ( NNI + Transfer Payment + Pendapatan bunga ) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial )

    f. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI )

    Pendapatan yang siap dibelanjakan ( Disposable Income ) adalah pendapatan yang siap untuk barang dan jasa konsumsi.Kelebihan pendapatan yang digunakan untuk konsumsi akan digunakan sebagai tabungan dan disalurkan menjadi investasi.

    Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2222677-pengertian-pendapatan-nasional/#ixzz1iZyRs5vw

  96. Nama : selvi istipriani kelas D NPM : 113402158 January 5, 2012 at 10:47 am #

    Pendapatan Nasional
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement).

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung.
    Penghitungan

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    Pendekatan pendapatan, pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran.

    umus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :

    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  97. Nama : Septia Perdana Kelas :D Npm : 113402123 January 5, 2012 at 10:51 am #

    Nama : Septia Perdana
    Kelas : Manajemen d
    Npm : 113402123

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional :

    Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :

    – Permintaan dan penawaran agregat

    – Konsumsi dan tabungan

    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n

    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

  98. Nama : Ari pirmansyah Kelas :D Npm : 113402143 January 5, 2012 at 11:16 am #

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

    * Produk Domestik Bruto (GDP)

    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

    * Produk Nasional Bruto (GNP)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

    * Produk Nasional Neto (NNP)

    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

    * Pendapatan Nasional Neto (NNI)

    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

    * Pendapatan Perseorangan (PI)

    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

    * Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh daripersonal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

    * Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    * Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    * Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

    Contoh soal :

    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

    jawab :

    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

    Manfaatnya adalah Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya.

  99. Ai Teti (113402197) January 5, 2012 at 12:45 pm #

    Nama : Ai Teti Maryati
    NPM : 113402197
    kelas : Manajemen

    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    PRODUK
    a. Pengertian Produk
    produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.[1] Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    PENDAPATAN NASIONAL
    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung
    c. Perhitungan Pendapatan Nasional
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn)
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    a. Pengertian
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  100. Hikmah Hidayanti (113402203) January 5, 2012 at 1:00 pm #

    Nama : Hikmah Hidayanti
    Kelas : Manajemen E
    NPM : 113402203

    PRODUK
    Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    1. Pengertian Produk
    Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
    Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
    Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
    PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai . Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang.
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode, meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut..
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    2. Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

  101. hilwah bir barkah January 5, 2012 at 1:59 pm #

    HILWAH BIR BARKAH
    113402198
    MANAJEMEN KELAS E

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun . di suatu Negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun . konsep pendapatan nasinal pertama kali dicetskan sirWiliam konsep pendapatan nasinal pertama kali dicetskan sirWiliam Petty Petty dari inggris yang berusaha menaksirkan pendapatan nasional negaranya (inggris) dari inggris yang berusaha menaksirkan pendapatan nasional negaranya (inggris) pada tahun 1665pada tahun 1665. . dalam perhitunganya, iia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.
    Menurut mereka, aalat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah produk nasional Bruto (grros Nasional Product, Product, GNP ), GNP ), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilakn tiap tahun oleh Negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu Negara.
    Produk domestic bruto aitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilakn tiap tahun oleh Negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu Negara.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk domestic bruto (GDP)
    Produk domestic bruto Produk domestic bruto (fross domestic product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilakn oleh unut-unit produksi di (fross domestic product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilakn oleh unut-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara dalam batas wilayah suatu Negara (domestic) (domestic) selama satu tahun
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu Negara
    • Produk nasional Produk nasional bruto (GNP) bruto (GNP) produk nasional bruto( produk nasional bruto( gross national product ) gross national product ) atau atau PNB PNB meluputi nilai produk berupa barrang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara ang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara (nasional) selama satu tahun.
    • Produk nasional neto selama satu tahun.
    Produk nasional neto (NNP) (NNP) prrodukk nasional neto nasional neto (net national (net national Product) adalah adalah GNP GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). (sering pula disebut replacement).
    • Pendapatan nasional neto(nni) pendapatan nasioanl neto adalan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa ynag diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    • Pendapatan perorangan
    Pendapatan perseorangan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang di terima oleh setiap orang di dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Transfer payment adalah penerimaan –penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contohnya pembayaran dana pensiunan, tunjangan social bagi para pengangguran, bunga utang pemerintah dan sebagainya.
    • Pendapatan yang siap diblenjakan
    Pendapatn yang siapdibelanjakan adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan funa membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Perhitungan

    Jasa perbangkan ikut turut mempengaruhi pendapatan nasional

    Pendapatan Negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan yaitu
    • Pendekatan pendapatan
    • Pendekatan produki
    • Pendekatan pengeluaran

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut
    G = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah total untuk memperoleh barang – barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (sacing) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubunganya.
    • Investasi
    Rumus menghitung PDB, PNB, PNN, pendapatan Nasional, Individu dan Pendapatan Dapat dibelanjakan
    a. Menghitung produk kosmetik bruto/PDB/ produk domestik kotor
    Rumusanya adalah
    PDB = C + G + 1 + ( X – M ) atau
    Produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )
    b. Menghitung produk nasional bruto / PNB / produk nasional kotor
    Rumus hitung PNB yaitu : produk nasional bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
    c. Menghitung produk nasional neto /PNN / produk nasional bersih
    Rumus PNN yakni : produk nasional netto = produk nasional bruto – depresiasi
    d. Menghitung pendapatan nasional / PN
    Rumus PN :
    Pendapatan nasional = pendapatan nasional neto – pajak tidak langsung + subsidi
    e. Pendapatan personal / indicidu / peseorangan / PP
    Rumus PP :
    Pendapatan personal = produk nasional neto – laba ditahan – pembayaran asuransi sosial – penerimaan bukan balas jasa – pendapatan bunga dari konsumen dan pemerintah
    f. Pendapatan personal yang dapat dibelanjakan
    Rumus pendaptan perorangan yang dapat dibelanjakan :
    Pendapatan personal yand dapat dibelanjakan = pendapatan personal – pajak pendapatan personal
    Pendapatan nasional
    Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai ( sukirno,2008,p55). Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang.

    Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu
    1. Cara pengeluaran
    Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran memiliki empat komponen penting yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta ( investasi) dan ekspor neto (sukirno. 2008,p37)
    • Konsumsi rumah tangga
    • Belanja pemerintah
    • Investasi
    • Ekspor neto
    2. Cara produk neto
    Produk neto dapat diartikan sebagai nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses roduksi (sukirno, 2008, p42).sehingga perhitungan pendapatan nasional dengan cara neto diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian negara tersebut cara ini dapat memberikan informasi tentang seberapa besar pengaruh sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian negara.
    3. Cara pendapatan
    Dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, terdapat berbagai kendala, terutama di Indonesia. Masalah tersebut anatara lain adalah
    • Ketersediaan data dan informasi
    • Pemilihan kegaitan produksi yang termasuk dalam perhitungan
    • Penghitungan dua kali kerap kali terjadi ketika bahan yang sama dikonsumsi oleh orang yang berbeda.
    • Penentuan harga barang yang berlaku
    • Investasi bruto dan incestasi neto
    • Informasi kenaikan harga barang
    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasinal.
    Cara mengukur pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan membandingkan gross national product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya
    Teori pertumbuhan ekonomi
    Faktor – faktor pertumbuhan ekonomi
    Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah :
    • Faktor sumber daya alam
    • Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
    • Faktor budaya
    • Sumber daya modal

  102. Desti Mega January 6, 2012 at 12:31 am #

    Nama : Desti Mega Juwita
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402225

    1. PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun
    Sejarah
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Konsep
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Penghitungan
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    2. Pertumbuhan Ekonomi

    proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

    Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
    Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
    • Werner Sombart (1863-1947)
    Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
    • Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    • Masa kerajinan dan pertukangan
    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
    • Meningkatnya kebutuhan manusia
    • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
    • Timbulnya pertukaran barang dan jasa
    • Pertukaran belum didasari profit motive

     Masa kapitalis
    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
     Tingkat prakapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat masih statis
    2. Bersifat kekeluargaan
    3. Bertumpu pada sektor pertanian
    4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    5. Hidup secara berkelompok

  103. LENA PERTIWI January 6, 2012 at 2:49 am #

    Nama : Lena Pertiwi
    NPM : 113402252
    MANAJEMEN F.
    – Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang di terima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode biasanya dalam kurun waktu satu tahun.
    Kosep pendapatan nasional ;
    GDP ( Produk domestik bruto )
    Produk yang di produksi unit-unit dalam batas wilayah suatu negara, atau domestik selama satu tahun. Hasil produksi barang dan jasa tersebut si hasilkan oleh perusahaan atau orang asing.
    GNP ( Produk nasional bruto )
    Produk barang dan jasa yang di hasilkan oleh suatu negara, di hasilkan oleh warga negara yang berada d luar negeri.
    NPP ( Produk nasional bruto )
    GNP di kurangi depresiasi atau replacement pengantian penyusutan peralatan produksi yang di pakai dalam pemproduksian yang bersipat taksiran.
    NNI ( Pendapatan nasional neto )
    Pendapatan menurut jumlah balas jasa yang di terima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    PI ( Pendapatan perseorangan )
    Pendapatan yang di terima dalam masyarakat termasuk orang yang tidak melakukan pekerjaan.
    DI ( Pendapatan siap di belanjakan )
    Pendapatan yang siap guna membeli barang dan jasa dan selebihnya di salurkan menjadi investasi.
     Perhitungan
    • Pendekatan pendapatan yaitu jumlah dari upah, sewa barang dan laba.
    • Pendekatan produksi penjumlahan yamg di hasilkan di suatu negara di bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga.
    • Pendekatan pengeluaran jumlah pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa.
    Manpaat dari perhitungan pendekatan nasional yaitu untuk menentukan data pendapatan nasional supaya dapat mengolongkan suatu negara, apakah negra tersebut menjadi negara industri, pertanian atau jasa. Dan berpungsi menentukan kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, dan berpungi juga sebagai alat pembandingan pendapan nasional dari waktu ke waktu.
    – Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses pertumbuhan perekoomian atau kenaikan kapasitas produksi di wujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional agar menuju ke dalam keadaan yang lebih baik dalam periode tertentu.
    Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
    1. Jumlah penduduk semakin pertambahan menyebabkan tenaga kerja berlimpah, dan apabila sebuah perusahaan tersebut kelebihan tenaga kerja dapat menyebebkan minimnya upah yang di terima oleh pekerja dan hanya dapat memenuhi tarif hidup minimun dan terhambatnya pertumbuhan eknomi di nrgara tersebut.
    2. Modal dan Alat teknologi, dengan adanya pengelolaan modal secara efekip dan adanya teknologi yang canggih maka sebuahperusahaan akan bekerja dengan baik dengan jumlah pekerja yang tinggi,
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
    1. Faktor sumber daya manusia, sumber daya manusia merupakan berjalanya proses pembangunan yaitu menentukan cepat lambatnya proses pembangunan di mana sumber daya manusia itu selalu memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    2. Faktor sumber daya alam, factor itu dalam pertumbuhan ekonomi tidakdapat berjalan tanpa adanya sumber daya manusia, karena berjalannya SDA pada SDM yang berperan untuk mengelolanya.
    3. Faktor ilmu teknologi dan pengetahuan, dengan adanya teknologi yang sekarang semakin canggil dan di dasari dengan pengetahuan yang luas maka pola kerja dapat di rubah menjdi lebih efisin dan kualitas beserta kantitasnya akan lebih unggul.
    4. Faktor budaya, dengan adanya factor budaya maka pembangungan bias saja berkembang sengan baik bahkan menurun, tergantung mana budaya yang berperan.
    5. Sumber daya modal, modal sangat berperan penting bagi manusia untuk mengelola SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK, untuk kelancaran pembangunan ekonomi dan meningkatkan produktifitas.
    Jadi pertumbuhan perekonomian suatu Negara dapat di lihat dari berbagai aspek, bias dari pertumbuhan penduduk, moda, alat teknologi. Maka apabila Negara tersebut ingin maju dalam pertumbuhan ekonomi maka harus membuat penduduknya bekerja, buat lapangan pekerja sebanyak-banyaknya, berwira usaha sendiri tentunya dengan modal dan tenologi yang canggih agar dapat menghasilkan kualitas yang unggul. Dan dapat mengembangkan Negara dengan dengan penduduknyak mempunyai penghasilan dan tidak ada tenaga kerja yang berlimpah.

  104. agnes agneli eka putri January 6, 2012 at 4:23 am #

    Produk dan pendapatan nasional
    Banyak produk yang dibuat dan dihasilkan negara Indosia , ataupun produk lain yang diproduksi di dalam negeri. Adapun salah satu contoh produk dalam bidang ekonomi yaitu : , produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)
    Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:PDB = sewa + upah + bunga + laba
    Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan labauntuk pengusaha.Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
     Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

     Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil
    Produk yang dijelaskan tentu sangat mempengaruhi pendapatan nasional. Pendapatan nasional itu sendiri mempunyai arti adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
     Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh daripersonal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    Y = R + W + I + P

    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi). :
    Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    P = harga
    Q = kuantitas
     Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan.
    Y = C + I + G + (X-M)

    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
     Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
     Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
     Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
     Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

     Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  105. Lindari Aprilidya January 6, 2012 at 7:11 am #

    Nama : Lindari Aprilidya
    Kelas : Manajemen D
    NPM : 113402148
    Fakultas : Ekonomi
    UNIVERSITAS SILIWANGI

    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

    PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

    PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

    PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

    Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

    Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

    PDB = sewa + upah + bunga + laba

    Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

    Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
    [sunting] Perbandingan antar-negara

    PDB negara yang berbeda dapat dibandingkan dengan menukar nilainya dalam mata uang lokal menurut:

    nilai tukar mata uang saat ini: PDB dihitung sesuai dengan nilai tukar yang sedang digunakan dalam pasar mata uang internasional, atau
    nilai tukar keseimbangan kemampuan berbelanja: PDB dihitung sesuai keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) setiap mata uang relatif kepada standar yang telah ditentukan (biasanya dolar AS).

    Peringkat relatif negara-negara dapat berbeda jauh antara satu metode dengan metode lainnya.
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sesuatu perekonomian dalam suatu periode tertentu. Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan Produk Domestik Bruto (GDP) dengan mengeluarkan faktor pendapatan neto terhadap luar negeri. Pendapatan neto atas faktor luar negeri ialah pendapatan atas faktor produksi warga negara Indonesia yang dihasilkan di luar negeri dikurangi pendapatan atas faktor produksi warga negara asing yang dihasilkan di Indonesia. Dari angka-angka terlihat bahwa pada setiap tahun Produk Nasional Bruto (GNP) selalu lebih kecil dari Produk Domestik Bruto (GDP). Artinya nilai produksi orang asing di Indonesia lebih besar daripada nilai produksi orang Indonesia di luar negeri. Ini merupakan fenomena umum bagi suatu negara berkembang. Bagi negara-negara maju, Produk Nasional Bruto (GNP) mereka biasanya lebih besar dari Produk Domestik Bruto (GDP) nya.
    Pada tahun 1989, produk nasional bruto Indonesia adalah sebesar Rp.103.710.200 dan pada tahun selanjutnya produk nasional bruto terus meningkat yang diakibatkan oleh perekonomian Indonesia yang sangat kondusif. Pada tahun 1998, produk nasional bruto Indonesia turun drastis menjadi sebesar Rp. 348.409.500. Hal ini disebabkan karena pada tahun 1997-1998 Indonesia mengalami krisis moneter yang sangat dasyat, sehingga roda perekonomian tidak berjalan dengan baik. Pada tahun 2001, produk nasional bruto Indonesia meningkat menjadi sebesar Rp. 1.376.774.000 dan terus meningkat sampai tahun 2006 menjadi sebesar Rp. 1.731.202.800. Hal ini disebabkan oleh perekonomian Indonesia yang semakin hari semakin membaik, baik tingkat konsumsi masyarakat; investasi; pengeluaran pemerintah dan net-ekspor. Perkembangan Produk Nasional Bruto (GNP) di Indonesia dari tahun 1989-2007 dapat dilihat pada tabel IV-1 berikut ini.
    Tabel IV-1
    Perkembangan Produk Nasional Bruto (GNP) di Indonesia
    Tahun 1989-2007
    Tahun

    PNB
    (Miliar Rupiah)
    1989
    1990
    1991
    1992
    1993
    1994
    1995
    1996
    1997
    1998
    1999
    2000
    2001
    2002
    2003
    2004
    2005
    2006
    2007

    103.710.200
    110.838.100
    118.231.900
    126.229.100
    133.553.000
    341.675.700
    371.954.900
    402.376.300
    417.783.000
    348.409.500
    357.412.600
    373.073.600
    1.376.774.000
    1.449.767.400
    1.495.940.500
    1.576.048.700
    1.643.274.400
    1.731.202.800
    1.849.363.700
    Sumber : BPS Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (diolah)
    Berdasarkan keterangan diatas, dapat kita ketahui bahwa Produk Nasional Bruto (GNP) terus mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan produk nasional bruto tersebut diharapkan perekonomian Indonesia semakin membaik dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat demi mewujudkan cita-cita Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

  106. MERITA CITRA RAHAYU January 6, 2012 at 7:27 am #

    Nama : Merita Citra Rahayu
    NPM : 113402149
    Jurusan : Manajemen D

    Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    Ada tiga pendekatan tang digunakan untuk dapat memahami pengertian pendapatan nasional, antar lain; pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
    1. ditinjau dari pendekatan produksi, pendapatan nasional adalah junlah nilai barang dan jada yang dihasilkan oleh suatu Negara pada periode tertentu.(di istilahkan produk nasional)
    2. ditinjau dari pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang di peroleh para pemilik factor produksi selama periode tertentu.
    3. ditinjau dari pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi suatu Negara selama periode tertentu (di istilahkan dengan pengeluaran nasional)
    Macam-macam Pendapatan Nasional
    Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
    – GDP (Gross Domestic Product)
    Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) aldah seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk warga negara asing dalma periode tertentu biasanya satu tahun.
    – GNP(Gross Nasional Product)
    Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
    GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
    – NNP (Net National Product)
    Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
    NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
    – NNI (Net National Income)
    Net National Income (NNI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode waktu tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax).
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    – PI (Personal Income)
    Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat.
    PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)
    TP = Transfer Payment
    IJS = Iurang Jaminan Sosial
    IA = Iurang Asuransi
    LD = Laba ditahan
    PP = Pajak Perseorangan
    – DI (Disposable Income)
    Disposable Income (DI) atau pendapatan bebas adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung (Direct Tax)
    DI = PI – Pajak Langsung
    Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional :
    – Permintaan dan penawaran agregat
    – Konsumsi dan tabungan
    – Investasi

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    – Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P
    R = rent = sewa
    W = wage = upah/gaji
    I = interest = bunga modal
    P = profit = laba

    – Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    P = harga
    Q = kuantitas

    – Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)
    C = konsumsi masyarakat
    I = investasi
    G = pengeluaran pemerintah
    X = ekspor
    M = impor

  107. YOGAS ARIANSYAH January 6, 2012 at 7:53 am #

    NAMA : YOGAS ARIANSYAH
    NPM :113402139
    JURUSAN : MANAJEMEN D

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Komponen pendapatan nasional
    Untuk lebih jelasnya, di bawah ini diuraikan komponen pendapatan nasional yang ditinjau dari tiga sisi tersebut, yaitu:

    1. Komponen pendapatan nasional dari sisi produksi
    Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi adalah dengan menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan. Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi produksi yaitu: macam produk, jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual produk.
    Sehingga untuk lebih singkatnya dirumuskan sebagai berikut: PN = PQ
    Dimana PN adalah Pendapatan Nasional
    P adalah harga jual suatu produk
    Q adalah hasil produksi

    2. Komponen pendapatan nasional dari sisi pengeluaran
    Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran dari masing-masing sektor dalam perekonomian, yaitu:
    a. sektor keluarga atau sektor konsumen
    b. sektor perusahaan atau sektor produsen
    c. sektor pemerintah
    d. sektor perdagangan luar negeri
    Bila komponen-komponen tersebut dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan nampak sebagai berikut: GNP = C + I + G + (X-M)
    Dimana: GNP adalah pendapatan nasional bruto
    C adalah pengeluaran untuk konsumsi barang dan jasa
    I adalah pengeluaran untuk investasi
    G adalah pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa
    X adalah nilai barang ekspor
    M adalah nilai barang impor
    X-M adalah ekspor netto

    3. komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan
    Dari sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba.
    Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah:
    a. Sewa (Rent) atau disingkat r.
    b. Upah dan gaji (Wage and Salary) atau disingkat w.
    c. Bunga (Interest) atau disingkat i.
    d. Laba usaha (Profit) atau disingkat p.
    Sehingga dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan: NI = r + w + i + p

  108. abdul gani saptra January 6, 2012 at 8:13 am #

    ABDUL GANI SAPUTRA
    MANAJEMEN D
    113402122

    PENDAPATAN NASIONAL

    PENGERTIANPendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1.PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yangdihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selamasatu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yangdihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan

    2.PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakatsuatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada diluar negeri.RumusGNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

    3.NNP (Net National Product)NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang penggantimodal.Rumus : NNP = GNP – Penyusutan

    4.NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelahdikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)Rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung

    5.PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan
    transfer payment
    .Rumus :PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminansocial + Pajak perseorangan )

    6.DI (Disposible Income)DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakanoleh penerimanya.Rumus :DI = PI – Pajak langsung

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1.Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasionalTujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a.Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara b.Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yangdihasilkan masyarakat dalam satu tahunc.Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunanyang berjangka.2.Manfaat mempelajari pendapatan nasionala.Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara b.Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsic.Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negarad.Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.3.Perhitungan Pendapatan Nasionala.Metode ProduksiPendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentuY = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……] b.Metode Pendapatan

    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan
    (rent, wage, interest, profit)
    yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.Y = r + w + i + pc.Metode PengeluaranPendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaranyang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RTLuar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.Y = C + I + G + (X – M)

  109. Ude darul firdaus January 7, 2012 at 6:38 am #

    Nama : Ude darul firdas
    Npm : 113402261
    Manajemen kelas F

    Pendapatan Nsional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyarahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya satu tahun.
    Keberhasilan suatu negara biasanya di ukur melalui berbagai indikator ekonomi antara lain dengan mangetahui pendapatan nasional,pendapatan perkapita,tingkat kempatan kerja,tingkat harga umum, dan posisi neraca pembayaran suatu negara.
    pendapatan nasional dapat didefinisikan sebagai berikut:

    -Nilai barang yang diproduksi masyarakat suatu negara dalam satu periode tetentu (satu tahun)
    -Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan
    -Jumlah pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa
    Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan,pendapatan nasioanal dapat dikelompokan menjadi;

    1.Produk Domestik Bruto (Gross domestic Product)
    Prodk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic product (GDP) yaitu nilai barang dan jasa yang diprodksi suatu masyarakat atau negara dalam periode tertentu,biasanya satu tahun. GDP dihitung dengan menjumlahkan semua hasil produksi barang dan jasa dari masyarakat yang tinggal di suatu negara,Diambah warga asing yang bekerja dinegara tersebut.
    Selain PDB,ada juga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di suatu daerah (Region)

    2.Produk Nasional Bruto (Gross Nasional Bruto)
    Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross Nasional Product(GNP) yaitu seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihaslkan oleh warga negara suatu negara tertentu dimanapun berada dalam periode tertentu,biasanya satu tahun. PNB dapat drumuskan sebagai berikut:

    PNB = PDB – PFPN

    Pendapatan Faktor produksi Neto (PFPN) merupakan selisih antara pendapatan atau produk yang dihasilan oleh masyarakat yang berada diluar negri (FPLN) dan pendapatan atau produk yang dihasilan oleh masyarakat asing didalam negri (FPDN) Umumnya PFPN negara negara sedang berkembang seperti indonesia bernilai negatif. Artinya,impor faktor produksi lebih besar daripada ekspor faktor produksi.Oleh karena itu dinegara sedang berkembang nilai PNB lebih kecil daripada nilai PDB

    3.Produk Nasional Neto (Net Nasional Product)
    Produk Nasional Neto (i PNN) yaitu seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun,setelah dikurangi penyusutan dan barang prngganti modal. PNN dapat dirumuskan sebagai berikut:

    PNN = PNB – (Penyusutan = Barang Penganti Modal)

    Produk GNP menyebabkan barang modal yang ada menjadi habis,misalnya mesin menjadi habis karena digunakan. Jika sumber daya ini tidak digunakan untk menggantikan barang modal yang ada, GNP tidak mungkin dipertahankan pada periode yang berlaku.

    4.Penapatan Nasional Neto (Net Nasional Income)
    Net Nasional Income yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode biasanya satu tahun,setelah dikurangi pajak tidak langsug (Indirect Tax). Pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain,misalnya pajak penjualan,pajak impor, bea ekspor,dan cukai. Pendapatan Nasional (PN) dapat dirumuskan sebagai berikut:

    PN = PNN – Pajak tidak langsung

    5.Pendapatan perseorangan (Personal Income)
    Pendapatan perseorangan yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar benar sampai ke tangan masyarakat. Besarnya PI yaitu PNN ditambah transfer payment (TP) dikurangi iuran jaminan sosial (IJS),iuran asuransi (IA),laba ditahan (LD),dan pajak perseorangan (PP),pendapatan perseorangan dapat dirumuskan sebagai berikut:

    PI = (PNN + TP) – (IJS + IA + LD +PP)

    6.Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) yaitu Pendapatan yang diterima masyarakat dan siap untuk dibelanjakan penerimanya, besarnya untuk DI yaitu PI setelah dikurangi dengan pajak langsung,dapat dirumuskan sebagai berikut:

    DI = PI – Pajak langsung

    7.Pendapatan per Kapita (Income per Capita)
    Pendapatan per Kapita (Income per Capita) yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada periode tertentu,biasanya sau tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah produk suatu negara pada tahun tersebut.
    Konsep pendapatan nasional yang biasa dipakai menghitung pendapatan per kapita pada umumnya yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk nasional Bruto (PNB).Dengan demikian pendapatan perkapita dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

    PDB perkapita = PDB tahun t dibagi jumlah produk tahun t
    PNB perkapita = PNB tahun t dibagi jumlah penduduk tahun t

    Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

  110. Lena Wulandari (113402168) January 10, 2012 at 3:45 am #

    Nama : Lena Wulandari
    Kelas : Manajemen E
    NPM :113402168

    PENGERTIAN PRODUK
    produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Produk Terbagi Menjadi Lima Tingkatan Yaitu:

    a. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
    b. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
    c. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
    d. Augmented product (namely that one includes additional service and benefit that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
    e. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

    Produk Dapat Diklasifikasikan Menjadi Beberapa Kelompok, Yaitu:

    1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :

    a) Barang
    Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
    b) Jasa
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.

    2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
    a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
    Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.
    b. Barang tahan lama (durable goods)
    Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.

    3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu:
    didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

    a) Barang konsumsi (consumer’s goods)
    Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
    b) Barang industri (industrial’s goods)
    Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.
    Pada umumnya barang konsumen dibedakan menjadi empat jenis :
    a) Convenience goods
    Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain produk tembakau, sabun, surat kabar, dan sebagainya.
    b) Shopping goods
    Barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, furniture, mobil bekas dan lainnya.
    c) Specialty goods
    Barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Misalnya mobil Lamborghini, pakaian rancangan orang terkenal, kamera Nikon dan sebagainya.
    d) Unsought goods
    Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya. Contohnya asuransi jiwa, ensiklopedia, tanah kuburan dan sebagainya.

    Dimensi Kualitas Produk

    apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing.

    Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :

    1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
    2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
    3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
    4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
    5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
    6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
    7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan
    Negara asal.

    Standar Kompetensi :
    Memahami Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), Pendapatan Nasional (PN)
    Kompetensi Dasar :
    1. Menjelaskan konsep PDB, PDRB, PNB, PN
    2. Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    3. Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain
    Indikator :
    1. Mendeskripsikan konsep PDB, PNB, PNN, PI, Pendapatan Disposibel (disposible income)
    2. Menghitung Pendapatan Per Kapita
    3. Mengidentifikasi manfaat perhitungan pendapatan nasional
    4. Membedakan metode perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan, produksi dan pengeluaran
    5. Menghitung pendapatan nasional menggunakan pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran
    6. Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain

    PENDAPATAN NASIONAL
    PENGERTIAN
    Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)

    Pendapatan Perkapita
    Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita.Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
    Hubungan Pendapatan Nasional, Penduduk dan Pendapatan Perkapita
    Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.
    Ternyata tingginya pendapatan nasional suatu negara, tidak menjamin pendapatan per kapitanya juga tinggi. Hal ini terjadi karena faktor jumlah penduduk juga sangat menentukan tinggi rendahnya pendapatan perkapita
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional.
    Berikut Adalah Beberapa Konsep Pendapatan Nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Faktor Yang Memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.
    PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.
    • nilai tukar mata uang saat ini: PDB dihitung sesuai dengan nilai tukar yang sedang digunakan dalam pasar mata uang internasional, atau
    • nilai tukar keseimbangan kemampuan berbelanja: PDB dihitung sesuai keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) setiap mata uang relatif kepada standar yang telah ditentukan (biasanya dolar AS).
    Pengertian Produk Domestik Bruto atau PDB adalah hasil output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan pemilik faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam suatu perekonomian saja.
    Pengertian Produk Nasional Bruto adalah hasil produksi dalam suatu wilayah yang telah dikurangi hasil faktor produksi yang pemiliknya bukan berasal dari dalam perekonomian serta ditambah nilai faktor produksi dari dalam perekonomian yang berada di luar daerah perekonomian.
    Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri
    Pengertian Produk Nasional Netto adalah produk nasioanl yang memperhitungkan pengeluaran investasi neto dengan mengurangi investasi bruto dengan depresiasi.

    Pengertian Pendapatan Personal Disposable adalah penghasilan individu dalam suatu perekonomian yang bersih dan sudah bisa dibelanjakan secara keseluruhan setelah pendapatan nasional dikurangi dengan pajak penghasilan perseorangan.
    Konsep – Konsep Pendapatan Nasional
    1. Pendapatan Domestik bruto (GDP) adalah total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu, yang dihitung berdasarkan nilai pasar
    2. Pendapatan NAsional bruto (PNB) adalah produk domestik bruto ditambah pendapatan netto terhadap luar negeri
    3. Produk NAsional Netto (NNP) adalah pendapatan yang diperoleh dari PNB dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal
    4. Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang diperoleh dari Produk NAsional Netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi
    5. Pendapatan Perorangan (PI) adalah jumlah seluruh pendapatan yang benar – benar sampai ketangan masyarakat.Tidak semua pendapatan sampai ketangan masyarakat,karena masih dikurangi laba,iuran asuransi,iuran jaminan sosial,pajak perseroan,dan ditambah pembayaran pindahan
    6. Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak adalah pendapatan perorangan setelah dikurangi pajak penghasilan
    7. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah total dari nilai tambah bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada satu wilayah selama periode tertentu
    Teori Ekonomi Makro dan Pendapatan Nasional dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu mikroekonomi dan makroekonomi. Mikro ekonomi merupakan teori ekonomi yang berhubungan dengan bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan cara mereka berinteraksi dengan pasar meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Selain itu, mikro ekonomi menitikberatkan analisisnya untuk mewujudkan efisiensi dalam penggunaan resource yang ada dan mencapai kepuasan yang maksimum
    Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi
    Pada awal munculnya analisis ekonomi makro hingga dekade tahun 1930an, para ahli ekonomi memiliki acuan bahwa penggunaan tenaga kerja penuh selalu tercapai dan perekonomian selalu berjalan dengan baik. Hingga memasuki periode the Great Depression, masa puncak kemerosotan ekonomi Amerika Serikat, dimana seperempat tenaga kerja menganggur dan pendapatan nasional mengalami penurunan yang sangat besar, pandangan ahli ekonomi pun berubah.
    Teori makro ekonomi modern pertama dinyatakan oleh John Maynard Keynes, seorang ahli ekonomi Inggris. Keynes melalui buku-bukunya menyatakan kelemahan teori ekonomi klasik, serta faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan kegiatan ekonomi suatu negara, yaitu pengeluaran agregat
    Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah
    Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
    Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
    Pendapatan Nasional
    Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai, Selain itu data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang
    Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara Pengertian berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu
    Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.
    Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu cara pengeluaran, cara produk neto, dan cara pendapatan. Berikut akan dijabarkan tentang masing-masing metode.
    1.CaraPengeluaran

    Teknik perhitungan ini banyak digunakan di negara-negara maju, seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, dimana pendapatan nasional yang dihasilkan metode ini dapat memberi gambaran tentang sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati, serta memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi
    Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran memiliki empat komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta (investasi) dan ekspor neto
    2.CaraProdukNeto

    Produk neto dapat diartikan sebagai nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi.Sehingga perhitungan pendapatan nasional dengan cara neto diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian negara tersebut. Cara ini dapat memberikan informasi tentang seberapa besar pengaruh sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian negara.
    3.CaraPendapatan

    Pendapatan nasional dengan cara pendapatan diperoleh dari penjumlahan pendapatan-pendapatan yang terjadi, akibat penggunaan faktor produksi untuk mewujudkan barang dan jasa (Sukirno, 2008, p44). Pendapatan tersebut digolongkan menjadi pendapatan para pekerja (gaji/upah), pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.
    Dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, terdapat berbagai kendala, terutama di Indonesia. Masalah tersebut antara lain adalah

    * Ketersediaan data dan informasi, karena tidak semua kegiatan ekonomi terdokumentasi dengan baik
    * Pemilihan kegiatan produksi yang termasuk dalam perhitungan. Sebagai contoh adalah kegiatan produksi dalam rumah tangga seperti mencuci dan memasak, menanam palawijo untuk konsumsi pribadi, kegiatan yang menyalahi hukum seperti transaksi jual beli obat terlarang dan prostitusi, serta tunjangan yang tidak berupa uang, tidak termasuk dalam perhitungan pendapatan nasional.
    * Penghitungan dua kali kerapkali terjadi ketika bahan yang sama dikonsumsi oleh orang yang berbeda. Misalnya gula dan tepung yang dibeli oleh ibu rumah tangga dapat dianggap sebagai barang jadi, namun jika bahan tersebut dibeli oleh bakery shop, maka dianggap sebagai barang setengah jadi. Apabila nilai produksi tepung dan gula dimasukkan dalam perhitungan produksi roti/kue, maka akan terjadi perhitungan dua kali.
    * Penentuan harga barang yang berlaku, karena tidak semua tempat menggunakan harga yang sama, bergantung pada lokasi, musim, harga dollar, dan lain sebagainya.
    * Investasi bruto dan investasi neto, dimana terdapat perbedaan akibat depresiasi, terutama untuk menghitung investasi yang dilakukan oleh negara.
    * Informasi kenaikan harga barang membutuhkan informasi indeks harga. Penentuan indeks harga itu sendiri memiliki beberapa masalah, seperti penentuan barang yang akan digunakan dalam perhitungan.
    Pertumbuhan Ekonomi
    pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

    Teori Pertumbuhan Ekonomi
    Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:
    Pertumbuhan Ekonomi Suatu Bangsa Dapat Dibagi Menjadi Tiga Tingkatan:
     Masa perekonomian tertutup
    Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
    1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
    3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    Masa kerajinan dan pertukangan
    Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
    • Meningkatnya kebutuhan manusia
    • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
    • Timbulnya pertukaran barang dan jasa
    • Pertukaran belum didasari profit motive
    Masa kapitalis
    Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
    Tingkat prakapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat masih statis
    2. Bersifat kekeluargaan
    3. Bertumpu pada sektor pertanian
    4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
    5. Hidup secara berkelompok
    Tingkat kapitalis
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis
    2. Bersifat individual
    3. Adanya pembagian pekerjaan
    4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
    Tingkat kapitalisme raya
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
    1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan
    2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
    3. Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
    4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
    5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
    Tingkat kapitalisme akhir
    Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
    1. Munculnya aliran sosialisme
    2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
    3. Mengutamakan kepentingan bersama
    pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
    1. Masa berburu dan pengembaraan
    2. Masa beternak dan bertani
    3. Masa bertani dan kerajinan
    4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
    pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
    1. Masa rumah tangga tertutup
    2. Rumah tangga kota
    3. Rumah tangga bangsa
    4. Rumah tangga dunia
    pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:
    Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
    1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
    2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
    3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
    Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
    1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
    2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
    Periode Lepas Landas (The take off)
    1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
    2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
    3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
    4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
    5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
    Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
    1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
    2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
    3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
    4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
    5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern
    Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
    1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
    2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
    3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
    4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi
    rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja
    Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
    • Faktor Sumber Daya Manusia
    Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
    • Faktor Sumber Daya Alam
    Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
    • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
    • Faktor Budaya
    Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
    • Sumber Daya Modal
    Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
    Pembangunan ekonomi
    Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
    Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
    Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
    Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
    Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
    • Pembangunan sebagai suatu proses
    Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
    • Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
    Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.
    • Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
    Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebutmengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.
    Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
    Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
    pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sSumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi esuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
    Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
    Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
    Faktor non ekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
    Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi
    • Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
    • Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
    • Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
    • Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    • Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
    • Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
    Pembangunan ekonomi
    • Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
    • Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
    • Memperhatikan pertambahan penduduk.
    • Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    • Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
    • Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
    Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi
    Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.
    Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
    • Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
    • Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
    • Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
    • Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
    • Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
    • Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
    • Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.

  111. Nama : Selly Selviany Management E January 10, 2012 at 12:34 pm #

    Nama : Selly Selviany
    NPM : 113402204
    Kelas : Management E
    1. Produk dan Pendapatan Nasional

    a. Pengertian Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.Setiap negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional.Sistem tersebut merupakan suatu cara mengumpulkan informasi oleh suatu negara,yaitu :
    a. Nilai berbagai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara
    b. Nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional.
    c. Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produk nasiona tersebut.

    b. Kompopnen Pendapatan Nasional
    1) Komponen Utama
    Komponen utama pendapatan nasional dapat dilihat dari pendekatan yang digunakan dalam menghitung pendapatan itu sendiri.
    a) Berdasarkan pendekatan produksi
    (1) Pertanian,peternakan,kehutan,dan perikananan
    (2) Industri pengolahan
    (3) Bank dan lembaga keuangan lainnya
    (4) Jasa-jasa
    b) Berdasarkan pendekatan pengeluaran
    (1) Konsumsi
    (2) Investasi
    (3) pngeluaran pemerintah
    (4) selisih ekspor dengan impor
    c) Berdasarkan pendekatan pendapatan yangfg digunakan
    (1) sewa yang diterima pemilik Sumber Daya Alam
    (2) upah/gaji yang diterima tenaga kerja
    (3) bunga yang diterima pemilik modal
    (4) laba yang diterima pemilik skill/kewirausahaan

    2) Komponen Penunjang
    Unsur lain yang mendukung komponen pendapatan nasional adalah komponen penunjang yang meliputi sebagai berikut :
    a) Konsumsi
    Konsumsi yang dibicarakan disini adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi menghubungkan antara laju pengeluaran dengan pendapatan nasional.Namun harus di akui bahwa tambahan laju pengeluaran konsumsi tidak berarti tambahan pendapatan.Sebab,tidak semua pendapatan digunakan untuk tujuan investasi.
    b) Tabungan
    Tabungan meruipakan sisa pendapatan yang tidak dikonsumsikan.Semakin besar pendapatan seseorang,semakin besar kemungkinan ia menabung.Besarnya tingkat pendapatan nasional akan memengaruhi tingkat tabungan nasional.
    Sedang tabungan di bank dapat digunakan untuk investasi sehingga dapat pula menunjang pendapatan nasional.
    c) Investasi
    Investasi merupakan pengaktifan tabungan masyarakat dalam produksi untuk memperoleh keuntungan.Ini berarti investasi tergantung pada tabungan,semakin besar tabungan masyarakat,semakin besar kemungkinan investasi.Semakin besar volume investasi,semakin banyak lapangan kerja dibuka,yang akhirnya memperbesr pendapatan nasional.

    2. Konsep – konsep pendapatan Nasional

    Dalam ilmu ekonomi dikenal beberapaq konsep pendapatan,yaitu :
    1. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) adalah total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu, yang dihitung berdasarkan nilai pasar
    2. Produk Nasional Bruto (PNB)
    3. Produk NAsional Netto (PNN) adalah pendapatan yang diperoleh dari PNB dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal
    4. Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang diperoleh dari Produk NAsional Netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi
    5. Pendapatan Perorangan (PI/Personal Income) adalah jumlah seluruh pendapatan yang benar – benar sampai ketangan masyarakat.Tidak semua pendapatan sampai ketangan masyarakat,karena masih dikurangi laba,iuran asuransi,iuran jaminan sosial,pajak perseroan,dan ditambah pembayaran pindahan
    6. Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak adalah pendapatan perorangan setelah dikurangi pajak penghasilan
    7. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah total dari nilai tambah bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada satu wilayah selama periode tertentu

    3.Tujuan dan Manfaat Pendapatan Nasional
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    4.Faktor yang memengaruhinya
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional.Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    Penghitungan

    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    Pertumbuhan Nasional

    1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang
    Tekanannya pada tiga aspek yakni: proses, output perkapita, dan jangka panjang.
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat
    Melihat bagaimana suatu perekonomian berkembang atau berubah dari waktu ke waktu
    Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kenaikan output per kapita, oleh sebab itu ada dua sisi yang harus diperhatikan yakni; sisi output total (GNP) dan sisi jumlah penduduk

    Prof. Simon Kuznets mendifinisikan pertumbuhan ekonomi itu adalah kenaikan
    jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak barang -barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi,penyesuaian kelembagaan, dan ideologi yang diperlukannya
    Definisi ini memiliki tiga komponen.Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari
    meningkatnya secara terus menerus persediaan barang;Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; dan penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan penyesuaan di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat.Teori pertumbuhan ekonomi sebagai penjelasan mengenai faktorfaktor apa yang menentukan kenaikan ouput per kapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai bagaimana faktor -faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan

    2.Faktor-faktorPertumbuhan Ekonomi Todaro (2000)
    Akumulasi modal pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja kemajuan teknologi
    Todaro (2000): Komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat
    Pertama : Akumulasi modal
    Akumulasi modal terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari.Demikian pula investasi dalam sumberdaya manusia dapat meningkatkan kualitasnya dan dengan demikian akan menghasilkan efek yang sama terhadap produksi, bahkan akan lebih besar lagi bertambahnya jumlah manusia.Pendidikan formal dan informal akan dapat ditingkatkan lebih efektif lagi supaya dapat menghasilkan tenaga terdidik yang dapat mempebesar produktivitas.
    Kedua : Pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja
    Pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja merupakan faktor positif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi Jumlah tenaga kerja yang lebih besar akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertambahan penduduk yang lebih besar akan menambah luasnya pasar domestic.
    Ketiga : Kemajuan teknologi.
    Kemajuan teknologi bagi para ahli ekonomi merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih penting.Kemajuan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah yang tinggi .Kemajuan teknologi berarti ditemukannya cara berproduksi atau perbaikan produks

    3.Karakteristik proses pertumbuhan (Kuznets)
    Segi ekonomi agregat
    􀂉 Laju pertumbuhan output per kapita dan pertambahan penduduk yang tinggi
    􀂉 Tingkat kenaikan produktivitas faktor yang tinggi, khususnya produktivitas tenaga kerja Segi Transformasi struktural
    􀂉Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi. Sebagian komponen utama perubahan struktural tersebut mencakup pergeseran yang berangsur -angsur dari aktivitas pertanian ke non-pertanian.
    􀂉 Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi struktural ekonomi. Perubahan dalam masyarakat harus dibarengi dengan transformasi sikap, kelembagaan, dan ideologi Segi tingkat penyebaran pertumbuhan internasional
    􀂉 Kecenderungan negara maju perekonomiannya untuk menjangkau bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan bahan baku..
    􀂉 Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sepertiga bagian penduduk dunia

    Faktor-faktor Ekonomi
    • Sumberdaya Alam
    • Akumulasi Modal
    • Organisasi
    • Kemajuan Teknologi
    • Pembagian Kerja dan Skala
    • Produksi
    Faktor-faktor Non -ekonomi
    • Faktor Sosial
    • Faktor Manusia
    • Faktor Politik dan Administratif
    Ciri-ciri Pertumbuhan Ekonomi
    • Laju Pertumbuhan Penduduk dan Produk Per Kapita
    • Peningkatan Produktivitas
    • Laju Perubahan Struktural yang Tinggi Urbanisasi Ekspansi Negara Maju
    • Arus Barang, Modal, dan Orang antar Bangsa.

  112. Rd. Alvin Zainal M. January 11, 2012 at 3:57 am #

    Nama : Rd. Alvin Zainal M.
    Kelas : Manajemen F
    NPM : 113402255

    PENDAPATAN NASIONAL
    Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai (Sukirno, 2008, p55). Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang (Sukirno, 2008, p57).
    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut.
    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode (Mankiw, 2006, p6.
    Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional:
    1. Cara Pengeluaran
    Teknik perhitungan ini banyak digunakan di negara-negara maju, seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, dimana pendapatan nasional yang dihasilkan metode ini dapat memberi gambaran tentang sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati, serta memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi (Sukirno, 2008, p37). Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran memiliki empat komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta (investasi) dan ekspor neto (Sukirno, 2008, p37).
    * Konsumsi rumah tangga adalah pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga, termasuk barang tahan lama, barang tidak tahan lama, jasa dan biaya pendidikan (Mankiw, 2006, p12), namun tidak termasuk investasi, seperti pembayaran asuransi atau uang saku untuk anak (Sukirno, 2008, p38).
    * Belanja pemerintah mencakup pembelanjaan barang dan jasa oleh pemerintah, yang dibedakan menjadi konsumsi dan investasi (Sukirno, 2008, p38). Yang termasuk dalam konsumsi adalah pembayaran gaji dan tunjangan pegawai negri dan pembelian inventaris, sedangkan yang termasuk investasi adalah pembangunan jalan raya, sekolah, dan lain sebagainya. pembayaran jaminan social untuk fakir miskin, bantuan untuk korban bencana alam dan subsidi lainnya tidak termasuk dalam belanja pemerintah, melainkan termasuk dalam pembayaran transfer, karena tidak ada barang/jasa yang diproduksi (Mankiw, 2006, p13).
    2. Cara Produk Neto
    Produk neto dapat diartikan sebagai nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi (Sukirno, 2008, p42). Sehingga perhitungan pendapatan nasional dengan cara neto diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian negara tersebut. Cara ini dapat memberikan informasi tentang seberapa besar pengaruh sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian negara.
    3. Cara Pendapatan
    Pendapatan nasional dengan cara pendapatan diperoleh dari penjumlahan pendapatan-pendapatan yang terjadi, akibat penggunaan faktor produksi untuk mewujudkan barang dan jasa (Sukirno, 2008, p44). Pendapatan tersebut digolongkan menjadi pendapatan para pekerja (gaji/upah), pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.
    PERTUMBUHAN EKONOMI
    DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI
    Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

    TEORI DAN MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI

    Dalam zaman ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dalam buku karangannya yang berjudul An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealt Nations, menganalisis sebab berlakunya pertumbuhan ekonomidan factor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith, beberapa ahli ekonomi klasik lainnya seperti Ricardo, Malthus, Stuart Mill, juga membahas masalah perkembangan ekonomi .

    A.Teori Inovasi Schum Peter
    Pada teori ini menekankan pada faktor inovasi enterpreneur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kapitalilstik.Dinamika persaingan akan mendorong hal ini.

    B.Model Pertumbuhan Harrot-Domar
    Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.

    C.Model Input-Output Leontief.
    Model ini merupakan gambaran menyeluruh tentang aliran dan hubungan antarindustri. Dengan menggunakan tabel ini maka perencanaan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan secara konsisten karena dapat diketahui gambaran hubungan aliran input-output antarindustri. Hubungan tersebut diukur dengan koefisien input-output dan dalam jangka pendek/menengah dianggap konstan tak berubah .

    D.Model Pertumbuhan Lewis
    Model ini merupakan model yang khusus menerangkan kasus negar sedang berkembang banyak(padat)penduduknya.Tekanannya adalah pada perpindahan kelebihan penduduk disektor pertanian ke sektor modern kapitalis industri yang dibiayai dari surplus keuntungan.

    E.Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow
    Model ini menekankan tinjauannya pada sejarah tahp-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing. Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas landas, tahap lepas landas, ahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap konsimsi tinggi.

  113. Mohamad Zabarudin Zibza January 11, 2012 at 6:12 am #

    Mohamad Zabarudin Zibza
    Manajemen D
    113402147

    Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    3. NNP (Net National Product)
    NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan
    4. NNI (Net National Income)
    NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus :
    NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    5. PI (Personal Income)
    PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
    6. DI (Disposible Income)
    DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
    1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
    Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
    a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
    b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
    c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
    2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
    a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
    b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
    c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
    d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
    3. Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)

  114. jamaludin January 12, 2012 at 6:42 am #

    nama : Jamal
    kelas : manajmene E
    NPM : 113402170

    Nama : Jamaludin
    Kelas : E Manajemen
    NPM : 113402170
    Email : zronxxx@yahoo.com
    Produk dan Pendapatan Nasional
    Dalam bisnis, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
    Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya”. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata “produk” merujuk pada apapun yang diproduksi (“anything produced”). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (“thing or things produced”). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith. Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Misalkan kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti berikut. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.Jadi, faktor produksi tersebut menerima pendapatan nasional.
    Jadi, menurut saya Pendapatan Nasional dapat didefinisikan sebagai berikut:
     Nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun)
     Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan itu.
     Jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    Macam-macam Pendapatan Nasional:
    Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
     Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.
     Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut. GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
     Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. NNI = NNP – Pajak tidak langsung
     Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
    PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)
    TP = Transfer Payment
    IJS = Iurang Jaminan Sosial
    IA = Iurang Asuransi
    LD = Laba ditahan
    PP = Pajak Perseorangan

     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    DI = PI – Pajak Langsung

    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
     Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
    Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara. Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
     Kenaikan Penawaran Tenaga Kerja
     Kenaikan Modal Fisik atau Sumber Daya Manusia
     Kenaikan Produktivitas

    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
    Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
     Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
     Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional.
     Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
     Faktor Sumber Daya Manusia,
     Faktor Sumber Daya Alam,
     Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
     Faktor Budaya,
     Sumber Daya Modal.

    Selama ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang belum terpecahkan, seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan rata-rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan.

  115. hasan santosa January 12, 2012 at 10:19 am #

    Hasan Santosa
    113402211
    Manajemen F

    PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangpajak tidak lansung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Penghitungan
    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

  116. Dede Barokah January 17, 2012 at 1:21 pm #

    Nama : Dede Barokah
    NPM : 113402167
    Jurusan & kls : Manajemen “E”
    MK : Pengantar Ekonomi Makro

    Produk dan Perkembangan Nasional
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
     Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
     Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
     Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement).Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
     Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer paymentadalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

    Perhitungan
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
     Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
     Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
     Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    MANFAAT
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
    • Permintaan dan penawaran agregat
    • Konsumsi dan tabungan
    • Investasi
    PERKEMBANGAN EKONOMI
    Situasi perekonomian Indonesia memburuk sejak awal 1998 hingga memasuki triwulan kedua. Depresiasi rupiah yang besar disertai kekeringan yang parah telah mengakibatkan inflasi yang tinggi selama lima bulan pertama tahun 1998. Selain itu kondisi keuangan sistem perbankan makin merosot seiring dengan makin dalamnya krisis ekonomi. Tekanan pada nilai tukar dan cadangan devisa juga semakin berat dengan tidak diakuinya kredit perdagangan dan kredit lainnya dari perbankan Indonesia oleh bank-bank asing. Untuk mengatasi masalah-masalah ini Kabinet Reformasi Pembangunan memprioritaskan upaya pengadaan sembilan bahan pokok dan upaya menggerakkan roda perekonomian nasional. Perkembangan ekonomi dalam negeri akan diuraikan lebih lanjut setelah pembahasan perkembangan ekonomi internasional pada bagian awal.

  117. AHMAD SAEPULOH January 21, 2012 at 1:50 pm #

    Nama : Ahmad saepuloh
    Kelas : Manajemen D
    Npm : 113402133
    MK : Pengantar Ilmu Ekonomi Makro

    PENDAPATAN NASIONAL

    a. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh
    rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor
    dalam satu periode. biasanya selama satu tahun. Atau pendapatan bersih yang
    diterima oleh suatu rakyat negara dalam menghasilkan barang barang dan jasa
    selama satu periode tertentu biasanya dalam waktu satu tahun.

    b. Konsep Pendapatan Nasional
    1. Produk Domestik Bruto (PDB)
    Produk domestik bruto ( Gross Domestik Prodouct) adalah jumlah produk
    barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produk didalam batasan wilayah
    suatu negara ( domestik ) selama satu tahun.
    2. Produk Nasional Produk (PNP) atau Gross National Product
    meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk
    suatu negara (nasional) selama satu tahun.

    PNB = +/- pendapatan netto faktor luar negeri

    3. Produk Nasional Neto atau Net Nastion Product (NNP)
    PNB dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (replacement).

    4. Pendapatan Nasional Neto atau Net Nation Income (NNI)
    Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh
    masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    NNI = PNB – Pajak Tidak Langsung (TI = Indirect Tax)

    5. Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI)
    Jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat,
    termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apa pun.

    PI = NI – (cadangan + Pajak Usaha)

    6. Pendapatan yang Siap Dibelanjakan atau Disposable Income (DI)
    Pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa
    konsumsi (C) dan selebihnya menjadi tabungan (S) yang disalurkamenjadi
    investasi (Yd = C + S).

    c. Manfaat Pendapatan Nasional
    1. Untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
    2. Data pendapatan nasional cepat digunakan untuk menggolongkan suatu
    negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.

    d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
    1. Permintaan dan penawaran agregat.
    2. Konsumsi dan tabungan.
    3. Investasi.

    f. Perhitungan Pendapatan Nasional

    1. Pendekatan Pendapatan
    pendapatan digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh
    masyarakat selama satu tahun.
    Hasil penghitungannya disebut Pendapatan Nasional (Yearly Income,
    dilambangkan dengan Y). Pendapatan Nasional adalah total nilai balas jasa
    yang diterima oleh masyarakat suatu negara dalam satu tahun.

    Y = w + i + r + p

    Keterangan :
    – Tenaga kerja memperoleh balas jasa berupa upah/gaji (w = wage)
    – Modal memperoleh balas jasa berupa bunga (i = interest)
    – Tanah dan SDA memperoleh balas jasa berupa sewa (r = rent)
    – Pengusaha memperoleh balas jasa berupa laba (p = profit)
    – Penghasilan campuran (mixed income) yang merupakan gabungan dari
    upah/gaji, bunga, sewa, dan laba.

    2. Pendekatan Produksi
    digunakan untuk menghitung barang dan jasa hasil produksi masyarakat suatu
    negara dalam satu tahun. Yang dihitung hanya barang dan jasa akhir
    (finalgoods).

    Hasil penghitungannya dinilai dalam uang yang disebut Produksi Nasional
    (PDB = Produk Domestik Bruto atau GDP = Gross Domestic Product). Produksi
    Nasional (PDB atau GDP) merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan
    oleh masyarakat suatu negara selama satu tahun.

    3. Pendekatan Pengeluaran
    untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat selama satu tahun.
    Hasil penghitungannya disebut Pembelanjaan Nasional (National Spending).
    Pembelanjaan Nasional adalah total pembelanjaan masyarakat suatu negara
    selama satu tahun.

    Pengertian masyarakat disini menunjuk pada para pelaku ekonomi. Para
    pelaku ekonomi terdiri dari:

    – Pengeluaran para konsumen disebut konsumsi (C = Consumption)
    – Pengeluaran para produsen disebut investasi (I = Investment)
    – Pengeluaran pemerintah disebut pembelanjaan pemerintah (G = Governmen
    Expenditure)
    – Pengeluaran masyarakat luar negeri disebut ekspor netto (Xn = Net Export),
    selisih antara ekspor (X = Export dan impor (M = Import).

    Jadi pembelanjaan nasional terdiri dari Y = C + I + G + X – M

  118. Shandy pyar dhispda February 10, 2012 at 2:26 pm #

    Nama:Shandy pyar dhisepda
    Kelas:Manajemen D
    NPM:113402134

    ASSALAMUALAIKUM

    Pendapatan nasional
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.[sunting] Sejarah
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
    [sunting] Konsep
    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    [sunting] Penghitungan

    Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
    g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
    g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
    Contoh soal :
    PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
    jawab :
    g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
    [sunting] Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    [sunting] Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s