Kemerdekaan 69 tengah dipertaruhkan

Gairah perubahan sangat menonjol dalam kehidupan berbangsa di Indonesia, proses pemilihan umum yang dilanjutkan dengan upaya pencarian keadilan dan kejujuran semakin bergelora. Rakyat Indonesia nampak semakin dewasa, dan Rakyat Indonesia semakin cerdas memahami suasana.

Ketika hasil pemilu berselisih tipis antara kedua kandidat capres, tentu keadaan ini menuai perbedaan, baik dalam persepsi hukum, maupun dalam persepsi perilaku yang terjadi pada saat dilaksanakan pemilu. Banyak anggapan yang sarat dengan asumsi, juga terdapat perbedaan penapsiran dari berbagai aturan hukum yang berkaitan dengannya. Kedewasaan berbangsa tengah dipertontonkan dalam dunia politik jagat raya, Indonesia tengah memberi warna terhadap demokrasi dimana hak rakyat semakin kentara dikedepankan.

Dibalik gairah perubahan terdapat kekhawatiran yang nampaknya patut untuk dipertimbangkan, adalah :

  1. Distribusi pendapatan yang tidak merata, serta rakyat miskin yang masih mendominasi penduduk Indonesia, mengisyaratkan masih tingginya ketergantungan masyarakat pada para pemilik modal dan kaum hartawan. Kita memahami bahwa Pemodal Asing demikian besar di Indonesia, hal ini sedang menggiring rakyat menjadi buruh di negeri sendiri apabila kebijakan penanaman modal yang bersumber dari pemodal Dalam Negeri tidak dipacu untuk berkembang pesat. Artinya Kecenderungan intervensi akan mengarah menjadi Invasi malah penjajahan. Kondisi ini akan menjadi dasar bagi Pemodal Asing untuk membuat opini yang mengganggu proses pendewasaan demokrasi Indonesia, sebab mereka memanfaatkan salah satu capres yang mendukung kehendak mereka untuk dikuatkan dalam setiap opini yang mereka publikasi.
  2. Import minded, sangat kental di Indonesia akibat kebijakan pengembangan industri lokal yang tersendat oleh kebijakan perdagangan internasional yang mengarah kepada Liberalisasi perdagangan, serta insentif yang sangat buruk terhadap para inovator dalam negeri dalam mengembangkan inovasi baru yang berkenaan dengan industri lokal. Kondisi ini menunjukan bahwa kewibawaan ekonomi bangsa sangat rendah, sehingga ketergantungan kepada hasil inovasi luar negeri (produk impor) berubah bentuk menjadi tekanan politik ekonomi Asing dalam mempengaruhi kebijakan dan keputusan politik dalam negeri.

Semoga kelemahan yang ada seperti tersebut di atas, tidak berimbas pada penurunan kemandirian bangsa, dan berimbas kepada keragu-raguan memustuskan kehendak rakyat menjadi kehendak bangsa lain yang bermaksud mengisap darah bangsa ini..semoga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s