Untuk Kotaku……….Tasikmalaya

Pesat pembangunan sarana jalan/transfortasi sangat menguntungkan bagi kelancaran distribusi barang dan jasa, namun pada saat pembangunan sarana tersebut tidak terencana dengan baik dan tidak terintegrasi dengan daerah lain, maka dampaknya akan merugikan bagi pembangunan daerah.

Kasus di atas  mungkin terjadi untuk Kota Tasikmalaya, sebab beberapa sarana jalan yang menghubungkan Kota Tasikmalaya dengan Kabupaten lainnya terpotong oleh jalan pintas (Ciawi – Ciamis, Indihiang – Ciamis, dan Ciawi – Singaparna), sehingga tingkat kunjungan dari Kabupaten/Kota lain ke Kota Tasikmalaya relatif sedikit. Kondisi sarana jalan di atas memungkinkan Arus Jogja-Bandung tidak melewati Kota Tasikmalaya, demikian pula arus sebaliknya.

Selesainya jalan jalur Cisinga yang disertai pesatnya pembangunan sarana perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di Singaparna sebagai ibukota Kabupaten Tasikmalaya, akan memberi dampak berkurangnya masyarakat Malangbong, dan Ciawi menuju Kota Tasikmalaya untuk melakukan transaksi. Hal ini akan menghambat visi Kota sebagai Kota perdagangan di Priangan Timur. Berkurangnya kunjungan masyarakat di luar Kota Tasikmalaya menuju Kota Tasikmalaya disebabkan pula oleh kurangnya sarana rekreasi alam, kuliner, maupun shoping centre yang memadai dan berkualitas lebih modern.

Perlu adanya perencanaan pembangunan yang lebih terarah kepada kunjungan masyarakat luar daerah ke Kota Tasikmalaya, apabila Visi Perdagangan masih tetap dipertahankan. Diantara yang perlu diperhitungkan adalah :

1. Percepatan Universitas Siliwangi menjadi Universitas Negeri menjadi salah satu pendorong kunjungan masyarakat Indonesia ke Kota Tasikmalaya, dan berdampak pula pada Aglomerasi yang memungkinkan masyarakat Tasikmalaya terbuka peluang usahanya.

2. Pembangunan pusat perdagangan berbasis teknologi tinggi yang menyediakan berbagai barang dan jasa berteknologi terbaru. Hal ini dilakukan agar Daerah diluar Kota Tasikmalaya khususnya di wilayah Priangan Timur bergantung pada komoditas tersebut.

3. Pembangunan pusat olah raga lengkap dengan stadion modern yang disertai dengan sarana perdagangan peralatan olah raga lengkap dan terdapat pula area taman kota yang asri, memungkinkan masyarakat luar akan senantiasa berkunjung ke Kota TAsikmalaya untuk melakukan aktivitas relaksasi dan melakukan kursus/pelatihan olah raga secara profesinal.

4. Membangun area pengobatan tradisional yang dilindungi oleh PERDA, untuk memberikan alternatif pengobatan yang berbasis herbal dan menghilangkan ketergantungan pada obat kimia berbahaya.

Demikian sumbangsih kami ketika melihat Kota Tasikmalaya dilingkari jalan yang tidak mengarah langsung, namun menjadi daerah lintasan menuju daerah lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s