jaringan usaha pesantren menjanjikan ketahanan ekonomi bangsa

 

Ketahanan ekonomi dipertaruhkan, ketika berbagai negara mengalami krisis khususnya di eropa dan USA. Terdapat kekhawatiran Indonesia terimbas penyakit krisis tersebut.

Penanganan ketahanan ekonomi bangsa tidak selayaknya  pragmatis dan jangka pendek, apalagi dengan menjual asset sumber daya alam, serta menggadaikan properti bangsa kepada pihak asing dengan alasan efisiensi dan atau demokrasi ekonomi.

Iklim investasi Asing langsung yang berorientasi eksplorasi sumberdaya alam hendaknya diperketat untuk menjaga ketersediaan energi masa depan Indonesia, kecuali investasi sarana dan prasarana dimana teknologi dibidang itu belum sepenuhnya kita miliki dan kuasai.

Ketersediaan dana yang berasal dari penjualan asset properti bangsa (BUMN atau BUMD), serta dana hasil investasi dari eksplorasi sumberdaya alam untuk kebutuhan konsumen dunia dan mengabaikan permintaan komsumen dalam negeri, demikian pula dengan sumber dana pinjaman luar negeri, merupakan beban ekonomi masa mendatang.

Perolehan dana secara instan yang disertai dengan beban bunga pinjaman adalah faktor yang memicu terjadinya krisis ekonomi sebagaimana eropa dan USA. Selayaknya perolehan dana pembangunan dihasilkan dari hasil kreatifitas anak bangsa, sehingga jumlah dana yang dimiliki sebagai sumber dana pembangunan dan jumlah uang beredar sebanding dengan jumlah barang yang dihasilkan produsen dalam negeri.

Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi bangsa diantaranya adalah :

a). Melakukan investasi sumberdaya manusia pada bidang pengembangan teknologi yang meliputi seluruh kebutuhan penduduk Indonesia, sehingga lembaga-lembaga penelitian memperoleh dukungan finansial yang cukup untuk merealisasikan temuan teknologi baru untuk kehidupan masyarakat Indonesia. Kegiatan investasi sumberdaya manusia (human resources Invesment) diharapkan melahirkan sentra-sentra industri baru dan terciptanya perluasan pasar barang-barang hasil produksi dalam negeri yang berbasis teknologi lokal yang lebih bersahabat dengan kultur geografis dan demografis Indonesia. Selain itu investasi sumberdaya manusia dapat menghapus orientasi penduduk indonesia yang senantiasa ingin menjadi pegawai/buruh/karyawan/tenaga kerja, beralih menjadi inovator dan kreator serta menjadi pelaku usaha (wirausahawan),

b). Mengembangkan potensi jaringan usaha yang berada di masyarakat. Potensi jaringan usaha yang dapat dikembangkan dengan baik dan sehat adalah jaringan usaha berbasis pesantren. Jumlah pesantren yang sangat besar dan tersebar diseluruh pelosok Indonesia dengan jumlah santri yang sangat besar pula, disertai dengan keahlian pesantren dalam mengelola sumberdaya alam untuk biaya operasional pesantren dan biaya pendidikan santri secara mandiri, merupakan potensi sumber ketahanan dan kesejahteraan ekonomi bangsa di masa mendatang.

Model Jaringan Usaha Berbasis Pesantren

Kemandirian pondok pesantren dalam mengelola kelembagaan pendidikannya serta kemandirian dalam membiayai aktifitasnya merupakan potensi kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia. Kehadiran koperasi pondok pesantren (Kopontren) yang selama ini belum memenuhi standar koperasi yang diharapkan dapat membantu ekonomi pondok pesantren dan masyarakat sekitar pesantren, bahkan cenderung menjadi pasar produk impor atau lebih banyak bergeser menjadi koperasi simpan pinjam, semestinya diarahkan menjadi lembaga pasar komoditas hasil produksi pesantren bersangkutan.

Upaya pembuatan jaringan usaha antar pesantren yang diperkuat dengan lembaga kopontren diawali dengan kerjasama antar pesantren untuk saling memenuhi permintaan kebutuhan produksi dan pemasaran hasil produksi pesantren. Misalnya pesantren A menjadi pemasok bahan baku bagi industri pakan ayam yang dikelola pesantren B, dan hasil produksi pakan ayam disalurkan kepada pesantren C yang mengelola peternakan ayam, demikian pula hasil produksi peternakan ayam yang dihasilkan pesantren C dipasarkan ke seluruh pesantren yang telah bekerjasama dalam jaringan usahanya. Pola kerjasama yang terangkum dalam jaringan usaha pesantren dapat dikembangkan pada berbagai industri yang menjadi keahlian masing-masing pesantren.

Kerjasama usaha antar pesantren akan menciptakan kopontren masing-masing pesantren menjadi pasar seluruh barang yang dihasilkan oleh seluruh pesantren yang bekerjasama, dengan demikian kopontren menjadi pasar kebutuhan hidup masyarakat disekitar pesantren, maka disetiap daerah yang memiliki pesantren tidak lagi membutuhkan mart-mart yang saat ini menjalar dan cenderung memasarkan produk-produk impor.

Keberadaan kopontren di setiap daerah yang memasarkan hasil produksi seluruh pesantren di Indonesia akan memberikan ketenangan kepada masyarakat Muslim Indonesia dalam mengkonsumsi kebutuhan hidupnya, tidak akan ada lagi lebel halal dalam kemasan barang yang diragukan.,

Keuntungan lain ketika jaringan usaha antar pesantren telah terwujud adalah lahirnya santri-santri yang mumpuni dalam ilmu-ilmu agama dan piawai dalam mengelola usaha untuk mengembangkan kehidupan ekonomi masyarakat, hal ini terjadi karena kegiatan produksi yang berbasis keahlian pesantren dan keberadaan kopontren menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan yang langsung dapat diimplementasi oleh santri. Pada akhirnya dakwah yang dilakukan menjadi dakwah lahir bathin.

Ketergantungan terhadap produk asing, pinjaman dana asing (hutang luar negeri) serta ketergantungan terhadap pinjaman konsumtif dari dunia perbankan konvensional dengan tingkat bunga memberatkan masyarakat, yang selama ini tengah berjalan, dan telah diperlihatkan akibatnya oleh beberapa negara di eropa dan USA serta menyebabkan negara-negara tersebut terjangkit krisis hutang. Maka kehadiran jaringan usaha antar pesantren yang mengutamakan kreatifitas dan inovasi masing-masing pesantren, dan disertai  human resources invesment dalam bidang teknologi, maka Indonesia lebih optimis dalam mengarungi kehidupan masa depan, semoga…….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s