BPR Syari’ah VS Kredit Konsumtif

3 Jan

Pendirian BPR Syariah di Kota Tasikmalaya memberikan kesejukan bagi masyarakat, sebab keberadaannya merupakan cerminan pengelolaan keuangan masyarakat sesuai Syariah Islam telah siap dilaksanakan di Kota Tasikmalaya.
Problema ekonomi yang dihadapi masyarakat Tasikmalaya, adalah tidak tersedianya dana investasi skala mikro yang dapat diakses oleh masyarakat yang tidak memiliki jaminan, kecuali hanya kekuatan kreatifitas dan inovasi yang kadang dipandang sebelah mata oleh lembaga keuangan. Jika kita tengok keahlian masyarakat Kota Tasikmalaya yang mampu membuat aneka design batik, membuat berbagai busana muslim dengan design bordir, industri makanan berbahan baku lokal, serta industri pengolahan logam, sangat banyak ditemui diberbagai pelosok Kota, namun keberadaan mereka dibiarkan dalam kemandirian yang sangat memprihatinkan. Mereka dibiarkan sebagai buruh tanpa disentuh pengembangan yang berarti, para pengrajin bordir yang seharusnya menjadi pengusaha dibiarkan menjadi “tenaga maklun”, bagi pengusaha besar yang tidak ingin berisiko membangun pabrik yang memelihara tenaga kerjanya dengan selimut keselamatan kerja dan tunjangan yang selayaknya mereka berikan.
Jika kita tengok pedagang kaki lima yang menjajakan produk mereka, nampak terlihat produk yang mereka jual mayoritas produk lokal hasil karya anak bangsa, namun mereka tidak dapat singgah di pasar yang memiliki fasilitas memadai untuk melakukan aktivitas berdagangnya, malah mereka selalu dikhawatirkan dengan larangan untuk berdagang di tempat yang banyak dilalui dan disinggahi masyarakat, dengan alasan mengganggu keindahan kota. Pada saat yang sama dibiarkan dengan leluasa produk impor digelar di pasar-pasar yang layak dan di tempat-tempat yang seringkali petugas pengaman enggan singgah ditempat itu, sebab pasar-pasar tersebut telah memiliki satpam dan pengamanan khusus.
Apakah dampak dari ketimpangan ini ?, adalah…penurunan jumlah produsen lokal yang tidak memiliki pasar lokal bagi produknya, mereka yang berkreasi hanya menyediakan produk yang telah dipesan oleh perusahaan besar, mereka tidak memiliki kemandirian sebagai pengusaha sebab mereka berada dalam tekanan kurangnya kekuatan negosiasi, kecilnya daya tawar, yang akhirnya mereka diposisikan sebagai pekerja yang melayani pesanan majikannya. Gairah usaha menjadi menurun sebab sokongan modal usaha untuk pengembangan dari lembaga keuangan relatif kecil, meskipun ada ternyata hambatan administratif dan sejumlah jaminan menjadi kendala. Hal ini terjadi karena lembaga keuangan perbankan merupakan lembaga profit, sehingga mereka sangat ketakutan terhadap resiko kerugian jika berhadapan dengan pengusaha mikro dan pengusaha kecil yang hanya mengandalkan kemampuan/keatifitas tanpa memiliki kekayaan yang dapat disita dikemudian hari jika gagal bayar sesuai kontrak pinjaman.
Kehadiran Bank Perkreditan Rakyat Syariah Al-Madina Kota Tasikmalaya, memberikan harapan baru bagi masyarakat kreatif Kota Tasikmalaya, untuk memberikan ruang yang besar bagi para pengusaha kecil dan calon usahawan baru untuk memperoleh dukungan modal dalam usahanya, sebab prioritas lembaga keuangan berbasis Syariah Islamiah adalah pembiayaan produktif, yang artinya masyarakat produktif yang mampu membuat komoditas yang diperlukan masyarakat akan didukung maksimal pengembangannya serta pengembangan pasar bagi komoditas tersebut akan didorong keberadaannya. BPRS adalah agent of development yang dimaknai sebagai lembaga yang menjembatani kreatifitas masyarakat menjadi subjek ekonomi masyarakat melalui pembiayaan bagi proses produksi dan pembiayaan untuk sarana pasar hasil produksi.
Keberadaan BPRS akan mengikis kebiasaan masyarakat konsumtif, sebab produk Perbankan Syariah lebih diarahkan kepada bertumbuhnya kebiasaan masyarakat produktif, hal ini akan menciptakan gairah wirausaha masyarakat, serta mendorong masyarakat berinovasi meningkatkan kemampuan teknologi produksi dan penemuan teknologi baru, sehingga dapat memperkecil ketergantungan masyarakat dalam mengkonsumsi barang-barang impor.
Berbeda dengan Lembaga Keuangan Perbankan Konvensional yang lebih bergairah memberikan kredit konsumtif, apalagi kepada masyarakat berpenghasilan tetap. Alasan mereka sangat sederhana yakni takut nasabah gagal bayar, melalui program kredit konsumtif kepada pegawai berpenghasilan tetap, cukup dengan daftar gaji dan pembayaran melalui pemotongan gaji secara langsung, maka amanlah bisnis keuangan mereka, nampaknya tak perlu susah-susah menyalurkan kredit produktif yang resikonya sangat besar bagi pengembalian pinjaman mereka. Besarnya jumlah produk kredit konsumtif yang digelar perbankan konvensional melahirkan budaya konsumtif di masyarakat, dimata masyarakat kemampuan memperoleh pinjaman diartikan sama dengan kemampuan beli/daya beli, padahal sesungguhnya daya beli mereka semu, sebab kemampuan beli yang bersumber dari kredit saat ini merupakan pengurangan daya beli di masa depan, hal ini mencerminkan terjadinya penurunan kesejahteraan dimasa depan, dengan kata lain sedang meningkatkan kemiskinan di masa depan. Kondisi ini akan sangat berdampak buruk pada perekonomian daerah, apabila pinjaman masyarakat tersebut dipergunakan untuk mengkonsumsi barang impor. Kredit konsumtif yang diarahkan untuk konsumsi barang impor akan memperkecil jumlah permintaan terhadap barang produk lokal, yang artinya produsen lokal sedang bersiap-siap untuk gulung tikar.
Pengusaha lokal yang berskala kecil tengah dihadapkan kepada persaingan global, dan dukungan perbankan lebih mengutamakan kredit konsumtif serta dipergunakan oleh masyarakat untuk mengkonsumsi barang impor, maka harapan pengusaha lokal hanya kepada Lembaga Keuangan yang konsisten untuk memelihara keberadaan mereka, diantaranya Lembaga Keuangan Syariah yang produk pembiayaannya lebih diarahkan kepada masyarakat produktif, dan semoga orientasi mulia BPRS tidak tertular penyakit menyebarkan kredit konsumtif yang berpeluang menghancurkan kreatifitas dan daya inovasi anak bangsa, Bagaimanapun daerah yang masyarakatnya kreatif akan lebih maju daripada daerah yang masyarakatnya konsumtif.


Advertisements

4 Responses to “BPR Syari’ah VS Kredit Konsumtif”

  1. ip camera January 23, 2011 at 3:29 pm #

    I am undeniably thankful to you for providing us with this invaluable critical info. My spouse and I are unquestionably grateful, entirely the computer data we needed.

  2. bara February 12, 2014 at 3:32 pm #

    Lah tong loba catur tanpa ngabukur ! Sok buktosken klau memang ada kpdulian. Pda knyataanya ttp dpndang sblah mata . Nu nyata nyata w juragan. mau syariah mau apa juga klau gk punya jaringan mh ttp susah ! Nhun ah mgi sing lres nu di crioskn the. Ini hnya bntuk kekesalan anak bangsa yang trmarjinalkan oleh aturan lier

  3. bwfitri March 25, 2014 at 3:37 pm #

    Kang Bara nu ku simkuring dipihormat, teu aya maksad bade ngawurukan kantenan ngaguruan ngojay ka meri, leres pisan emutan kang Bara yen jaringan usaha janten perkara nu kalintang pentingna dina ngaronjatkeun usaha rahayat Indonesia utamina urang Tasikmalaya. Hayu atuh urang heuyeuk sasarengan ngawangun lembaga keuangan (bank atanapi anu lianna) ku urang sunda ulah dipasihkeun ka urang deungeun wae, margi jaringan usaha upami teu dirojong ku lembaga keuangan milik rahayat Tasikmalaya anu soson ngawangun ekonomi rahayatntangtos moal tiasa kahontal. Sanes bade provokasi ‘mangga urang sasarengan ngawujudkeun BPR Syariah anu didasaran ku budaya sunda sawawa, supados rahayat kreatif reugreugbteu diudag udag riba nu matak hirup katalangsara’, leupaskeun budaya nganjuk ka urang deungeun (lembaga keuangan milik deungeun nu teu sapagodos jeung budaya hirup urang sunda), komo bari nganjuk keur meuli barang konsumtif. Ayeuna waktuna urang sunda nanjung ku tekad jeung paripolahna, gawe rancage percaya kana elmu panemu dirina, teu ngagantungkeun kana elmumpanemu deungeun nuncan tangtu saluyu jeung jatidiri sunda sajati. Hapuntena kana kecap nu teu saluyu sareng manah salira Pangersa Bara, Cag

  4. infotentangbank.blogspot.com September 21, 2015 at 4:23 am #

    Bagus Pak…untuk mengetahui informasi tentang perbankan, silakan kunjungi
    http://infotentangbank.blogspot.com

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: