MENAKAR KESUCIAN DIRI DI IDUL FITRI

Suci adalah tanpa noda, tanpa warna namun bercahaya, keberadaannya memberikan ketenangan, dan hubungannya mencerahkan yang mengikat. Semua menuju kesucian sebab dia bukti kesempurnaan.

Satu bulan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta, membersihkan kotoran fisik dan kotoran hati, Sehigga mekanisme pencernaan dan aliran darah kembali normal, berbagai penyakit tersingkirkan sebab kantong kotoran (perut) difungsikan sesuai dengan kebutuhannya, bukan disesuaikan dengan keinginannya. Hati dipenuhi dengan KALIMATULLAH, gerak hatipun searah dengan petunjukNYA yang dikaji dalam tadarus malam. Getar hati dan jantung mengucap SUBHANALAH, seolah hati dan jantung merapat pada kesucian Yang Maha Suci.

Ketika ALLOH HU AKBAR berkumandang dimalam kesucian, maka fisik dan hati Muslim berserah diri, sebab kesucian fisik dan hatinya telah mengenal KEBESARAN TUHANNYA. Malam Idul Fitri berada dalam gemuruh hati bergejolak, yang bergerak menuju maqom kesucian yang akbar.

Pantaslah jika keberhasilan Ramadhan bak bayi suci yang baru lahir, sebab padanya belum tersimpan kotoran hati dan fisik.

Suci adalah jalan lurus menuju kemenangan yang membahagiakan, yang saatnya adalah Ramadhan, medianya Puasa dan dzikir, kuncinya Zakat, dan tandanya saling memaafkan segala kesalahan antar sesama dan handai tolan,……………………………………………….. dan penulis berhasrat untuk menggapai kesucian itu, maka “maafkan segala kesalahan dan kehilafan lahir maupun bathin”

Selamat Idul fitri 1431 H

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s