Dimanakah rasa malu terkubur…dan masihkah akan bertunas kembali dinegeri tercinta ini?

11 Mar

Masih jelas bekas jejak kaki perjalanan pengelolaan keuangan bangsa ini, kasus BLBI yang kontroversial masih berbekas dan meninggalkan masalah yang belum usai, entah siapa yang semestinya bertanggung jawab, meski beberapa tokoh telah menghuni kamar-kamar kecil yang mampu merusak nama baik yang telah di bangun penghuninya sejak lama.

Sekarang kasus Bank century berhembus lebih kencang, lingkungan hukum, politik dan tentunya pengelola moneter saling melontarkan tanggapan, semakin tidak jelas, apakah kasus ini akan bermuara pada penyelesaian hukum atau politik. Berbagai tafsiran dan prediksi serta analisis berbagai ahli bercampur menjadi minuman kombinasi, semua berteori dengan landasan teori yang sama-sama kuat menurut pandangan masing-masing, namun…, kita belum mendengar penjelasan resmi dari sumber utama mengenai dampak sistemik yang dijadikan alasan, tentunya dengan sejumlah analisis rasional dan terukur, serta sejumlah kasus empiris yang terjadi di beberapa negara pada kasus yang sama. Sehingga rakyat Indonesia dapat memperoleh kejelasan alasan yang dijadikan sandaran bahwa kebijakan injeksi dana ke Bank Century benar-benar ditujukan untuk menghambat terjadinya krisis ekonomi di Indonesia (apakah ada negara lain yang mengalami perbaikan ekonomi pada saat ini dengan solusi yang berbeda ?).

Apabila kita cermati, dengan merangkai kejadian dari masa lalu tentang terjadinya krisis ekonomi global, hampir seluruhnya bersumber dari operasinal perbankan dan aktivitas memburu keuntungan harga saham (spekulatif) di pasar modal. Jika demikian adanya maka kita dapat berkesimpulan bahwa sumber penyebab krisis ekonomi tersebut adalah tingkat bunga dan aksi spekulatif. Tingkat bunga menjadi sumber penyebab, karena bunga merupakan “harga uang”, sehingga fungsi perbankan seolah menjadi perusahaan jual beli uang, bukan sebagai lembaga intermediasi, bahkan tidak lagi sebagai agent of development. Karakteristik penjual senantiasa mencari selisih harga dari komoditas yang mereka jual, sehingga membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga tinggi menjadi sebuah keharusan untuk memperoleh keuntungan.

Dampak nyata dari karakteristik tersebut, maka penjualan uang untuk tujuan konsumtif lebih menggairahkan dan ringan resiko, terlebih kredit konsumtif diarahkan kepada masyarakat berpendapatan tetap. Penggunaan kredit konsumtif yang diterima masyarakat biasanya lebih diarahkan kepada pembelian barang impor, hal ini tentu akan berdampak pada berkurangnya permintaan terhadap barang lokal, serta berkurangnya dana investasi serta mahalnya dana investasi bagi perusahaan dalam negeri.

Kondisi ini akan melahirkan jumlah uang beredar lebih besar daripada jumlah barang yang diproduksi di dalam negeri, yang pada akhirnya inflasi dan penurunan Pendapatan Nasional riil menjadi sebuah keniscayaan.

Kegundahan semakin menganga, ketika DPR RI telah berkesimpulan bahwa kebijakan bailout bank century merupakan kebijakan yang sarat dengan penyimpangan, dan kesimpulan ini bersebrangan dengan pandangan Pemerintah.

Kedua institusi ini dilegalisasi oleh pilihan rakyat, keduanya mengemban amanah rakyat Indonesia….Rakyat Indonesia sebagian besar berharap Pemerintah yang legitimate serta Wakil Rakyat yang cerdas, mampu memberikan kenyamanan berkehidupan sosial, politik dan ekonomi, serta memberikan jembatan yang jujur untuk mengantarkan rakyat Indonesia pada kebahagiaan hidup bernegara dan berbangsa.

Ketika terdapat perbedaan pandangan yang sangat prinsip mengenai sebuah kebijakan antara kedua institusi negara dan produk kebijakan tersebut telah melahirkan aktivitas yang menyimpang berupa pencucian uang, perampokan, dan korupsi, maka rakyat Indonesia wajib bertanya, dimana letak kebohongan tersembunyi ?, dan dimanakah sebuah amanah rakyat tersimpan ?. Semakin gelisah rasa hati rakyat Indonesia, seraya bertanya …Dimanakah rasa malu terkubur…dan masihkah akan bertunas kembali dinegeri tercinta ini?.

Kelalaian mengemban amanah rakyat, tentunya akan menggiring kepada praktik mengamankan diri, lebih jauh fokus memelihara kepentingan rakyat hanya slogan semata, sehingga sinyal-sinyal invasi asing tidak lagi terdeteksi, dan mata terpesona dengan gemerlap aksesoris yang ditawarkan asing dengan konsep-konsep pembangunan ekonomi global. Perekonomian bangsa menjadi bulan-bulanan broker asing yang berinvestasi di dalam negeri dalam jumlah yang tidak seberapa, namun mereka meraup untung yang besar dengan senjata jebakan fluktuasi harga saham dan aksi spekulasi valas, serta fluktuasi tingkat bunga. Bisa jadi kesengsaraan yang menimpa rakyat Indonesia adalah dampak sistemik dari menguapnya amanah yang diemban oleh mereka yang dipercaya rakyat…Wallohu’alam….

Advertisements

4 Responses to “Dimanakah rasa malu terkubur…dan masihkah akan bertunas kembali dinegeri tercinta ini?”

  1. dudung April 16, 2010 at 3:26 am #

    betul..betul..betul…
    tapi coba lihat, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mereka dididik, adakah yang salah dalam mendidiknya? bayangkan saja jika gurunya saja tidak memberikan contoh yang baik, apakah muridnya akan lebih baik? Pedidikan dini sangat penting tapi pengontrolan para remaja juga lebih penting. Dari anak kecil yang ditanam adalah uang. Dididik agar mendapat pekerjaan yang bergaji besar tapi lupa menanamkan moral. Lebih penting berapa yang dihasilkan daripada bagaimana cara menghasilkan.

    Hayoh guru, dosen punya peranan dalam pendidikan di sekolah. Karena banyak tujuan yang baik tapi jalannya kurang baik. Lebih besar resikonya daripada manfaat. Jadi PNS saja mengandalkan uang, apakah uang yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut halal?

  2. ganjar June 24, 2010 at 5:26 pm #

    assalamualaikum….

    artikel nya bagus….

    ada informasi bagus di http://www.hizbut-tahrir.or.id

    semoga bermanfaat sebagai media dakwah menyerukan islam.
    mari kita sama- sama berjuang menegakkan khilafah…

  3. bwfitri July 9, 2010 at 12:58 pm #

    terima kasih, dear Ganjar, dan thanks juga atas ajakan mulia dan infonya

  4. kimberly January 16, 2011 at 10:15 am #

    sign me up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: