Benarkah kebijakan tingkat bunga dapat mengobati Inflasi ? (Sebuah catatan kritis terhadap Fisher Equation Theory)

16 Mar

ok

Berbagai kalangan moneteris meyakini bahwa instrumen kebijakan tingkat bunga (discount Policy) dapat dipergunakan sebagai alat untuk meredam laju inflasi dalam sebuah perekonomian. Hal ini ditampakkan dalam mekanisme : ”Jika tingkat bunga ditingkatkan, maka kecenderungan masyarakat meningkatkan jumlah tabungannya di lembaga keuangan perbankan, sehingga jumlah uang beredar akan menurun. Penurunan jumlah uang beredar dianggap sebagai faktor penyebab menurunnya tingkat inflasi dalam perekonomian”.
Mengamati mekanisme di atas, terdapat kecenderungan bahwa masyarakat memiliki refleksi yang tinggi terhadap perubahan tingkat bunga, serta diangpap bahwa masyarakat memiliki alternatif penggunaan uang yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan (apakah ditanamkan dalam bentuk investasi, atau ditabungkan untuk memperoleh penghasilan bunga).
Apabila kebijakan tingkat bunga di atas diterapkan di negara berkembang seperti Indonesia yang sebagian besar pendapatan masyarakatnya hanya cukup untuk konsumsi dasarnya saja, bahkan tidak memadai untuk keperluan perumahan, kesehatan dan pendidikan, maka tidak akan efektif atau malah menjadi faktor yang semakin menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Selayaknya negara-negara berkembang menelaah ulang kebijakan tingkat bunga diterapkan dalam perekonomiannya, sebab :
1.kepekaan masyarakat terhadap perubahan tingkat bunga sebagai alternatif penggunaan uangnya untuk memperoleh keuntungan sangat kecil, bahkan tidak peka. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak memiliki cukup dana untuk akses ke lembaga keuangan perbankan maupun melakukan pembelian saham/obligasi. Kecenderungan masyarakat lebih mempergunakan bank sebagai sumber dana bagi kelangsungan hidupnya melalui pinjaman konsumtif (kredit konsumtif).
2.Kondisi masyarakat seperti tersebut di atas, akan merasakan dampak negatif dari peningkatan tingkat bunga (berupa penurunan daya beli), sehingga kebijakan peningkatan tingkat bunga yang diarahkan untuk menurunkan laju inflasi, malah berdampak kepada penurunan kesejahteraan masyarakat, sebab biaya hidup meningkat dengan adanya beban bunga yang naik (jumlah pembayaran bunga bank meningkat).
3.Masyarakat lainnya yang terkena imbas negatif dari kebijakan peningkatan tingkat bunga adalah produsen/pengusaha. Bunga bagi mereka merupakan biaya, sehingga peningkatan tingkat bunga berarti peningkatan biaya produksi. Kondisi ini akan berdampak kepada perubahan struktur biaya perusahaan, sehingga kebijakan peningkatan harga jual barang yang diproduksinya merupakan keniscayaan. Kondisi ini menjadi faradoks bagi tujuan kebujakan peningkatan tingkat bunga sebagai alat penurun laju inflasi. Bahkan kebijakan peningkatan tingkat bunga menjadi faktor penyebab meningkatnya harga barang di pasar (laju inflasi semakin meningkat).

Ketiga kondisi perekonomian negara berkembang di atas mengisyaratkan, bahwa kebijakan tingkat bunga tidak efektif sebagai alat untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan kebijakan peningkatan tingkat bunga di negara berkembang berdampak kepada peningkatan biaya hidup masyarakat yang memiliki pinjaman bank, serta semakin meningkatkan kesulitan hidup sebab harga barang meningkat akibat perusahaan mengeluarkan kebijakan peningkatan harga barang untuk menutupi biaya bunga. Kecenderungan lan dari peningkatan tingkat bunga adalah terjadinya pemanfaatan oleh masyarakat negara lain yang tingkat pendapatannya tinggi untuk memperoleh pendapatan bunga, keadaan ini semakin ironis seharusnya masyarakat dalam negeri yang memperoleh keuntungan namun ternyata keuntungan dinikmati oleh masyarakat negara lain, atau hanya oleh orang kaya dinegara berkembang tersebut. ”Jangan lupa orang kaya yang memperoleh pendapatan bunga sesungguhnya bersumber dari orang miskin yang melakukan kredit bank untuk keperluan hidup sehari-hari”.
Memperhatikan hal tersebut di atas ternyata kebijakan tingkat bunga merupakan alat persemaian keuntungan bagi sebagian kecil penduduk negara berkembang (orang kaya), dan masyarakat negara lain, serta sedang menuai kesengsaraan dan penurunan kesejahteraan mayoritas penduduk negara tersebut.
Kebijakan tingkat bunga pada akhirnya menjadi faktor utama lahirnya ketidak merataan distribusi pendapatan dalam perekonomian, selama disuatu negara masih terdapat kesenjangan sosial. Kebijakan tingkat bunga merupakan identitas kapitalisme borjuis, sebab tingkat bunga hanya termanfaatkan oleh orang-orang yang memilki kelebihan dana, serta tingkat bunga sebagai alat efektif untuk memeras masyarakat yang tergantung kepada kredit perbankan untuk memenuhi kelangsungan kehidupan ekonominya.
Diskusi kami untuk menghindarkan diri dari jebakan kebijakan tingkat bunga yang berdampak kepada penurunan daya beli masyarakat, serta sebagai faktor penentu terjadinya ketidakmerataan distribusi pendapatan, adalah :
1.Sebaiknya masyarakat mencari lembaga keuangan yang tidak mempergunakan tingkat bunga untuk melakukan aktivitas keuangannya, serta pilih lembaga keuangan syari’ah yang memproduksi jasa keuangan dengan model profit sharing, serta lembaga keuangan syari’ah yang tidak mengeluarkan jasa pembiayaan konsumtif, sebab jasa pembiayaan konsumtif pada lembaga keuangan syari’ah mecerminkan lembaga syari’ah tersebut tidak konsisten dengan model profit sharing (bukankah model profit sharing hanya berlaku untuk pemiayaan produktif).
2.Perlu peningkatan kualitas pengelolaan Zakat, Infak dan Shodaqoh, yang pengelolaannya dilakukan oleh negara (tidak diserahkan kepada pengelola swasta), sebab amanat Undang-undang dan syari’ah mengharuskan fakir miskin, anak-anak telantar dipelihara dan disejahterakan oleh negara. Sehingga masyarakat miskin tidak lagi terjerumuskan oleh kesesatan bunga, namun memperoleh kontribusi peningkatan kesejahteraan oleh negaranya melalui lembaga ZIS.
3.Para pengusaha sebaiknya memilih sumberdana dari lembaga keuangan syari’ah yang melakukan model pofit sharing, sehinga struktur biaya perusahaan dapat direncanakan sebelumnya, dan terhindar dari fluktuasi tingkat bunga yang susah diprediksi dan menyesatkan. Demikian pula perusahaan dapat memberika kontribusi kesejahteraan kepada masyarakat melaui kebijaka penentuan harga jual yang terjangkau oleh seluruh lapisan konsumen, sehingga pengusaha menjadi para syuhada yang memperjuangkan kebutuhan hidup masyarakat yang terjamin dari langkah-langkah sesat.
4.Pemerintah berusaha untuk memutuskan kemungkinan sumberdana dan kekayaan negara mengalir ke luar negeri, sementara masyarakat dalam negeri sangat memerlukannya. Upaya tersebut dialkukan melalui operasional lembaga keuangan syari’ah yang lebih merata diberbagai kota/kabupaten da kecamatan diseluruh pelosok negeri, sebab melalui operasional lembaga keuangan syari’ah (bank syariah, pasar modal syari’ah, asuransi syari’ah, dll) perusahaan yang melakukan kerjasama diketahui jenis usahanya, serta identitas perusahaannya, sehingga terhindar pembiayaan dialirkan kepada pengusaha barang haram, maupun pengusaha yang bergerak dibidang yang akan merugikan perekonoman bangsa dan pelarian modal ke luar negeri.
5.Membangun kesadaran kepada masyarakat secara dini tentang kemadharatan tingkat bunga dalam perekonomian, melalui sekolah-sekolah, dan memberika pengetahuan kewirausahaan berbasis syari’ah di sekolah-sekolah (SMP, SMU) agar mereka mahir beradaptasi dengan kondisi perekonomian yang menyehatkan kehidupan.
6.Untuk kelancaran aktivitas perekonomian daerah sampai tingkat kecamatan/pedesaan, maka diperlukan pembangunan pasar kecamatan/desa serta pembangunan lembaga keuangan non bunga diwilayah tersebut, agar distribusi dan alokasi barang menjadi lancar, serta produsen/pengusaha kecil daerah tidak terjebak oleh praktik ijon dan rentenir, demikian pula masyarakat pengusaha desa/kecamatan dapat menikmati kerjasama keuangan dengan lembaga keuangan non bunga tersebut. Keberadaan pasar desa/kecamatan dan lembaga keuangan non bunga di daerah tersebut diharapkan dapat menekan laju perkembangan mart yang tidak berbasis ekonomi rakyat dan meningkatkan gairah wirausaha masyarakat sebab ketersediaan pasar hasil produksinya tersedia dekat dan terhindar dari tingginya biaya transfortasi.

5 Responses to “Benarkah kebijakan tingkat bunga dapat mengobati Inflasi ? (Sebuah catatan kritis terhadap Fisher Equation Theory)”

  1. snurmillah March 25, 2009 at 2:21 am #

    BUAH KREATIFITAS

    Saya seorang ibu rumah tangga dan telah dikaruniai 4 orang anak yang sehat sehat. Berbagai aktivitas dan kreatifitas selalu setia menyertai bahtera kehidupan.

    Ketika masih gadis, tidak pernah terlintas dalam benak hasrat untuk menjadi seorang pengusaha kuliner karena tidak bisa memasak sama sekali, tetapi sangat hobi mengoleksi buku-nuku berbagai resep masakan. bahkan setiap ada majalah, koran atau apapun yang memuat resep masakan, pasti berusaha untuk memilikinya.

    Berangkat dari hobi itulah, setelah menikah dan dikaruniai anak, mulai terpacu untuk mencoba membuat masakan, terutama membuat kue-kue, mulai dari kue kering sampai kue tart. Sebagai juru cicipnya adalah suami dan anak-anak, sehingga kalau mereka bilang belum enak, terus dicoba lagi, lagi sampai ditemukan cita rasa yang pas.

    Seiring dengan percobaan yang terus menerus bertambah pula penguasaan teknik yang mendorong kebulatan tekad untuk menerima pesanan. Dengan didampingi rasa ragu dan yakin tetapi dikawal bekal niat yang kuat mulailah melakukan percobaan membuat snack atau katering untuk acara kenaikan kelas di Madrasah yang dekat dengan tempat tinggal, kemudian membuat makanan ringan dan menjajakannya ke warung warung terdekat. Tetapi semua itu tidak bisa berlangsung lama karena beberapa faktor diantaranya keterbatasan waktu produksi, ketidakstabillan bahan pokok. Waktu memasak hanya bisa dilakukan pada malam hari, sebab pada pagi hari aktifitas profesi di MI dan TKA, belum lagi rutinitas sebagai peran ibu rumah tangga. Akhirnya, diputuskan untuk hanya menerima kue pesanan saja. Alhamdulilah, sampai sekarang, dengan berbekal modal seadanya secara kecil kecilan pesanan kue masih mengalir, terutama pada hari raya dan kue tart untuk acara ulang tahun, khitanan dan pernikahan.

    Sebagaimana kita ketahui bahwa peran utama wanita adalah sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang pendamping suami serta mendidik anak anak menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

    Dengan demikian, potensi yang dimiliki setiap manusia bila digali dengan penuh kesungguhan dan keseriusan niscaya dapat membantu meringankan beban rumah tangga dalam menghadapi kehidupan yang semakin sulit.

    Begitulah sekilas pandang tentang sebuah hoby yang dapat menjadi potensi sehingga menjadi sebuah usaha yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dan dapat menghidupi keluarga, semoga bermanfaat.

    SITI NURMILLAH
    NIM : 05.01.150
    Kelas : B2 KONVERSI PAI
    Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

  2. opan December 7, 2010 at 4:57 am #

    Aertikelnya penuh dengan pendidikan sangat baguss,…
    silahkan buka blog saya
    http://www.fluxes.info
    http://www.mastozoologiacolombia.org
    http://www.congressvms.com

  3. Mika Yankee January 16, 2011 at 12:55 am #

    When i visit a blog, chances are that I notice that most blogs are amateurish. On the contrary,I have to say that you have done a good job here.

  4. Johana Leek January 16, 2011 at 3:13 am #

    Hi, i think that i saw you visited my blog so i came to “return the favour”.I am trying to find things to improve my blog!I suppose its ok to use some of your ideas!!

  5. samsur-rizal July 16, 2011 at 2:14 pm #

    ass, , ,
    pak artikelnya sangat menarik, ,
    kalau bisa artikel ini di bahas di perkuliahan, supaya lebih jelas, ,
    terimakasih, , !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: