KRISIS KEUANGAN “TANGGUNG JAWAB OTORITAS MONETER ?”

2 Jan

evil
http://www.wretch.cc
Sikap pesimis berbagai kalangan menghadapi perekonomian dunia semakin tinggi, para pelaku ekonomi dihadapkan kepada prediksi terjadi krisis ekonomi dunia yang berkepanjangan, dan negara berkembang seperti Indonesia akan merasakan krisis pada Tahun 2009 ini.
Langkah nyata yang telah dilakukan beberapa negara untuk keluar dari krisis diantaranya melalui kebijakan moneter berupa penurunan tingkat bunga, bahkan Bank Sentral USA dan Jepang memberlakukan tingkat bunga 0%. Fenomena ini sedang menunjukan bahwa kebijakan penerapan suku bunga 0% akan meningkatkan gairah investasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat yang telah kadung terjebak dalam mekanisme perbankan.
Berbagai analisis moneter dunia terutama kebijakan moneter Islam, telah mencermati bahwa tingkat bunga merupakan faktor penyebab terjadinya krisis ekonomi. Para ekonom Islam meyakini bahwa penerapan tingkat bunga pada lalu lintas pembayaran merupakan aktivitas yang menyimpang dari petunjuk Al’Qur’an, sehingga krisis keuangan global yang menimpa negara-negara yang memberlakukan tingkat bunga sebagai harga uang dalam lalu lintas pembayaran merupakan konsekwensi kebutaan pelaku ekonomi dunia terhadap indikasi negatif dari pelaku tingkat bunga tersebut.
Hakikat berlakunya tingkat bunga adalah inefisiensi perekonomian, pemikiran ini dilandaskan kepada :
a. Kelompok masyarakat yang memiliki keahlian, keterampilan, kreatif, dan inovatif namun tidak memiliki dana untuk memanfaatkan keahliannya bagi masyarakat, terkena beban bunga sebagai biaya yang harus ditanggung inovator ketika mereka akses pada sumberdana perbankan. Sehingga kelompok masyarakat ini tidak berkembang maksimal untuk memanfaatkan kreasinya bagi kesejahteraan masyarakat, yang pada akhirnya pengembangan kreativitas banyak terhenti sebelum berkembang. Kreator yang berkembang seringkali tidak sesuai dengan kehendak kreasi dirinya, sebab mereka terkendala untuk mandiri, sehingga menjadi tenaga kerja perusahaan tertentu, dan keahliannya dieksploitasi untuk kepentingan pemilik perusahaan.
b. Masyarakat pemilik dana yang melakukan tabungan di perbankan tidak memiliki kebebasan untuk mengetahui siapa pengguna dana yang mereka tanamkan di perbankan, sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan penanaman dananya apabila ternyata perusahaan yang mempergunakan dana adalah perusahaan yang sangat maju dan jujur, serta memungkinkan pemilik dana ikut berperan dalam aktivitas usahanya, sehingga efisiensi penggunaan dana dapat tercapai dan efisiensi produksi dapat diraih dan menguntungkan kedua belah pihak. Adapun saat ini keuntungan hanya diperoleh perbankan yang menerapkan selisih bunga sebagai sumber keuntungannya.
c. Perilaku perbankan konvensional dalam menarik nasabah peminjam seringkali diskriminatif, dimana masyarakat yang berada pada sektor industri yang relatif perputaran keuntungannya rendah, jarang mereka sentuh (misalnya sektor pertanian yang memiliki hambatan produksi dari masa tanam dan faktor cuaca) meskipun sektor tersebut sangat berperan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan hasil produksinya sangat dibutuhkan masyarakat. Diskriminasi ini mengakibatkan inefisiensi pada sektor pertanian, yang pada akhirnya menciptakan inefisiensi perekonomian dan menciptakan rendahnya daya beli petani yang berkepanjangan. Perilaku perbankan ini sedang menyuguhkan drama penghianatan visi dan misi sebagai agent of development.
Mencermati poin a s/d c, keberadaan perbankan yang menerapkan tingkat bunga, merupakan lembaga perantara yang memperoleh keuntungan dari kesulitan yang dihadapi masyarakat, bukan sebagai lembaga yang membantu masyarakat untuk mengembangkan diri, dan merupakan lembaga yang bersembunyi dalam KERAHASIAAN BANK untuk menutupi terjalinnya hubungan antara masyarakat kreatif yang membutuhkan dana dengan masyarakat dermawan yang ingin membantu mengembangkan kreativitas masyarakat kreatif.
Pemerataan distribusi pendapatan semakin susah untuk dicapai apabila mekanisme perbankan konvensional diberlakukan dalam perekonomian suatu negara, sebab aktivitas perbankan tersebut senantiasa berprilaku diskriminatif dan hanya berorientasi kepada maksimalisasi keuntungan dan mengabaikan idealisme sebagai perantara pembangunan ekonomi nasional, apalagi lembaga keuangan perbankan dibebaskan menciptakan uang giral, pada akhirnya perbankan menjadi pengendali keuangan negara, serta memiliki kemampuan untuk mengatur lalu lintas peredaran uang yang sangat rentan terhadap instabilitas perekonomian suatu bangsa. Fenomena ini sangat jelas terungkap dari drama krisis keuangan Amerika serikat.
Akibat penerapan tingkat bunga telah menyebar terhadap aktivitas investasi, dimana investor menetapkan tingkat keuntungan yang rasional apabila lebih besar dari tingkat bunga, hal ini terjadi karena tingkat bunga merupakan biaya penggunaan dana, sehingga harapan meningkatkan iklim investasi sangat bergantung kepada perilaku perbankan dalam menetapkan tingkat bunga, lebih jauh sangat bergantung kepada kebijakan bank sentral dalam memberikan batas tingkat bunga pasar. Sangat disesalkan jika investasi bersandar pada tingkat bunga bank, padahal pengembangan kreativitas dan peningkatan produksi tidaklah bergantung pada besar kecilnya tingkat bunga, namun sangat bergantung kepada besar kecilnya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap hasil kreasi dan hasil produksi. Maka semakin nampak bahwa tingkat bunga sebagai faktor penyebab terciptanya inefisiensi perekonomian suatu negara.
Ketika Indonesia memiliki sumberdaya yang berlimpah dan sangat diperlukan investasi untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, akhirnya tidak maksimal dalam pengelolaan sebab terjebak oleh ekspektasi keuntungan investasi yang bersandar pada pemberlakuan tingkat bunga, dan kredibilitas investor seringkali disandarkan kepada bankers yang mendampinginya. Pada kondisi ini sesungguhnya yang mengambil keuntungan maksimal dari aktivitas investasi adalah perbankan (apakah bank asing atau bank nasional), dan investor hanya memperoleh sisa keuntungan perbankan, atau investor yang memiliki perbankan adalah pemilik keuntungan sesungguhnya. Jadi sangat wajar apabila investor adalah pemilik bank, sebab mereka sangat tahu bahwa memiliki lembaga perantara (perbankan) berarti memiliki keuntungan dan keleluasaan untuk mengendalikan keuntungan.
Sangat perlu bagi kita masyarakat Indonesia untuk berpikir rasional dan membuka kembali catatan filosofi tingkat bunga, jangan-jangan merupakan serangkaian strategi penghancuran kesejahteraan masyarakat Indonesia dan strategi mengeruk habis kekayaan sumberdaya Indonesia melalui sandaran teori ilmiah yang disebarkan oleh dunia pendidikan sehingga seolah teori yang sangat rasional untuk diterapkan dalam kehidupan. Sangat wajar jika penduduk Indonesia mayoritas Muslim menolak keberadaan teori tingkat bunga sebab jelas-jelas sangat menyimpang dengan petunjuk Al Qur’an, dan bagi otoritas moneter Indonesia, selamatkan penduduk Indonesia dari pengingkaran terhadap Al Qur’an, sebab anda paling tahu tentang madharat tingkat bunga bagi kehidupan bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: