Tahun 2009 Kebangkitan Pendidikan dan Pembangunan Nasional

tamansiswa.org

Angin segar yang tengah berhembus bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, ditandai dengan keseriusan pemerintah menetapkan 20% dari APBN untuk dana pendidikan  pada tahun 2009. Pemanfaatan yang tepat dan pengelolaan yang jujur dan profesional alokasi dana sebesar itu akan meningkatkan daya kreasi masyarakat kreatif untuk mencurahkan keahliannya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pendidikan merupakan faktor penting bagi peningkatan kecerdasan masyarakat serta merupakan faktor penentu bagi kemajuan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan penemuan teknologi baru akan cepat terwujud, baik teknologi yang berkaitan dengan sarana dan prasarana fisik, maupun teknologi yang berkaitan dengan teori-teori ilmiah lainnya yang mendukung kepada proses pengambilan keputusan yang tepat dalam segala aspek kehidupan.

Berkenaan dengan penggunaan dana untuk penelitian, sangat perlu diperhatikan kemandirian serta integritas peneliti, penelitian yang berbasis sumber daya dalam negeri/lokal semestinya menjadi prioritas, serta filosofi kehidupan bangsa Indonesia menjadi dasar dalam pengembangan keilmuan dan teknologi dalam berbagai penelitian.

Fenomena penelitian yang banyak ditemukan di Indonesia, seringkali berdasar kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain di negara lain, dan seringkali rujukan tersebut tidak selaras dengan kondisi kultur dan budaya bangsa, pada akhirnya berbagai hasil penelitian tersebut tidak implementatif dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Khusus untuk penelitian ilmu sosial, pada masa ini sangat digandrungi alat-alat analisis statistik yang bersifat parametrik maupun non parametrik, sehingga kesimpulan hasil penelitian masih menggambarkan nilai-nilai statistik yang masih memerlukan penjabaran fakta riil dimasyarakat, disamping hasil penelitian masih bersifat prediktif bukan merupakan solusi bagi pemecahan masalah yang tengah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang telah kita kenal sebuah uji hipotesis yang mempergunakan tabel statistik (t tabel, f tabel, tabel kontingensi, dan lainnya) adalah hasil pengamatan teori fisika statis, nilai tabel dengan berbagai ukuran signifikansi yang statis dapatkah dijadikan ukuran tepat untuk menguji hipotesis dari pengamatan yang senantiasa dinamis? , sehingga wajar apabila hasil penelitian dan pengamatan hanya merupakan nilai prediktif/perkiraan/ramalan, yang konon ilmu ramalan seringkali dianggap sebagai aktivitas tidak ilmiah dan berbau mistis.

Sangat mengkhawatirkan apabila metodologi penelitian lebih mengedepankan statistik parametrik/nonparametrik sebagai alat yang dianggap paling cocok dalam penelitian sosial, sebab produk kultur budaya suatu kehidupan sosial yang terangkum dalam data empirik tidak dapat dijadikan alat prediksi untuk menetapkan keputusan fenomena sosial masa depan. Salah satu contoh adalah budaya lumbung padi yang telah terbukti mampu menjadi alat pencegah terjadinya rawan pangan di berbagai daerah pada masa silam, telah dianggap sebagai praktik tidak efisien dan merusak mekanisme pasar komoditas hasil pertanian, sehingga lumbung padi dianggap sebagai kegiatan ekonomi yang usang dan tidak layak dipertahankan, serta tidak signifikan bagi penyangga pangan daerah walaupun pada akhirnya operasional BULOG masih dibutuhkan untuk mengendalikan kecukupan jumlah pangan dan harga pangan nasional.

Kenyataan di atas menunjukan bahwa kegiatan sosial masyarakat pada masa lalu telah sarat dengan praktik sosial yang didasarkan kepada hasil pengembangan ilmu pengetahuan para ulama masa silam dengan pendekatan kultur budaya masyarakat setempat, namun melalui perkembangan ilmu sosial yang ditemukan ilmuwan asing pada kondisi sosial yang tidak relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia telah menggusur praktik kehidupan sosial yang sudah mapan dengan ilmu baru yang merubah tatanan kehidupan sosial masyarakat.

Perlu kiranya para ahli dan peneliti melakukan musyawarah untuk menetapkan metodologi penelitian yang tepat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis sosial budaya lokal, serta berusaha mengungkap teori-teori lokal yang telah dipraktikan dalam kehidupan masyarakat masa lalu. Sehingga metode penelitian yang dipergunakan merupakan pengembangan metode yang telah diterapkan sebelumnya, dan bukan merupakan metode penelian baru yang merupakan serapan dari metode penelitian yang tidak berbasis kepada ilmu pengetahuan lokal.

Dunia pendidikan Indonesia memiliki ragam pelaksanaan yang unik, disamping pendidikan formal di bawah Departemen Pendidikan Nasional, terdapat pula pendidikan formal di bawah Departemen Agama, artinya terdapat kesejajaran perhatian antara SD, SMP, SMU, dengan iftidaiyah, tsanawiyah dan aliyah, demikian pula antara Perguruan Tinggi dengan Tarbiyah. Kenyataan ini memerlukan penanganan serius dan proporsional dalam alokasi penggunaan dana pendidikan nasional, sehingga alokasi dana untuk penelitian yang diprioritaskan pada menangani ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, diakomodasi pula teori muamalah yang dikembangkan di STAI, PTAI dan perguruan tinggi agama lainnya, serta melakukan kerjasama yang terintegrasi antara peneliti berbasis teori modern dengan peneliti berbasis teori muamalah, sunah dan         Al Qur’an. Penelitian terintegrasi akan menciptakan pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif dan implementatif untuk berbagai lapisan masyarakat, serta akan menghasilkan alokasi anggtaran yang berkeadilan.

Alokasi anggaran disamping untuk penelitian, juga diharapkan terkelola dengan proporsional bagi operasional sekolah dan perguruan tinggi untuk berbagai jenis pendidikan yang ada di Indonesia (pendidikan di bawah koordinasi Diknas, maupu Depag), hal ini perlu dilakukan agar terjadi perkembangan penguasaan ilmu yang seimbang antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan lainnya, sehingga visi pembangunan manusia seutuhnya dapat tercapai.

Gairah perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia semakin memuncak, semoga pelaksanaan pengelolaan dana yang besar ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan yang akan berdampak semakin menyengsarakan rakyat dan memperburuk citra pendidikan nasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s