Sistem Ekonomi Indonesia Bukan Kapitalis

13 Sep

Krisis ekonomi Indonesia semakin terasa mencekik mayoritas rakyat. Sektor finansial yang terus tertekan oleh perilaku mata uang US Dollar, berdampak kepada semakin mengecilnya nilai rupiah terhadap mata uang asing (soft currency) dalam pergaulan keuangan internasional. Keadaan ini semakin memperbesar biaya konsumsi masyarakat sebab sektor produksi Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor, serta barang konsumsi di Indonesia lebih banyak dikuasai oleh peredaran barang impor, sehingga harga barang-barang konsumsi didalam negeri cenderung menaik.

Perilaku investor yang berkiprah di pasar modal semakin kentara sebagai kaum kapitalis yang oportunis, pada kondisi US Dollar meningkat, mereka beralih ke pasar uang, hal ini menunjukan bahwa aktivitas ekonomi yang relatif  mengandalkan gairah investasi (di pasar modal) dalam negeri akan terganggu, yang pada akhirnya sektor riil semakin menurun aktivitasnya, bahkan kecenderungan mengalami kerugian semakin membesar. Kondisi ini semakin diperparah oleh kebijakan peningkatan tingkat suku bunga SBI, artinya dalam jangka menengah sektor riil akan dihadapkan kepada beban biaya modal yang besar, serta dihadapkan pula kepada sulitnya melakukan efisiensi ketika tingkat bunga pinjaman semakin besar.

Kehendak dari peningkatan SBI adalah merangsang bertumbuhnya nilai tabungan nasional, namun dalam kondisi daya beli masyarakat rendah, keinginan BI sepertinya sedang menuai angin. Kecuali mengharapkan munculnya tabungan masyarakat asing yang ingin menikmati tingginya tingkat bunga di dalam negeri, jika hal ini menjadi tujuan sama artinya Indonesia sedang melakukan capital flight dengan sengaja, atau tengah menciptakan ketidakmerataan pendapatan dengan lag yang semakin lebar antara pengusaha besar yang memiliki kemampuan finansial dengan pengusaha UMKM yang sesungguhnya telah teruji tangguh dalam mempertahankan ekonomi bangsa dalam kondisi krisis.

Memperkecil kemampuan produksi UMKM berarti melemahan perekonomian bangsa, serta tengah mengundang ketergantungan baru terhadap produsen asing. Sungguh sangat tidak ideal dimana fundamen ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM yang padat karya (human intensive) namun dipaksa untuk mengikuti perilaku Kapitalisme dunia, maka dengan sangat gampang kita menilai, bahwa otoritas moneter, serta pengambil keputusan ekonomi negeri ini adalah pengidola kapitalisme yang kakinya tidak menyentuh fundamen ekonomi nasional.

Membanjirnya jumlah barang dan jasa impor serta bertambahnya jumlah perusahan asing (baik manufaktur maupun jasa keuangan) di dalam negeri akan menggeser perilaku usaha produktif masyarakat dalam negeri menjadi pedagang dan pegawai, khususnya menjadi pedagang barang-barang impor dan pegawai perusahaan asing di dalam negeri. Keadaan ini sedang melemahkan daya kreasi masyarakat untuk meningkatkan tingkat teknologi dalam negeri, maupun melemahkan daya inovasi masyarakat kreatif, sehingga produksi nasional akan semakin menurun dan ketergantungan terhadap produk impor akan semakin bertambah.

Upaya yang semestinya dilakukan oleh Indonesia agar dicapai kemandirian ekonomi bangsa adalah :

1.    Merumuskan kembali independensi Bank Sentral (Bank Indonesia) yang melahirkan kecenderungan kontradiksi antara kebijakan ekonomi (sektor riil) dengan kebijakan moneter, misalnya penerapan kebijakan ekonomi kerakyatan untuk menumbuhkan produksi nasional tidak didukung dengan kebijakan moneter yang searah (contoh : kebijakan kredit usaha pertanian seringkali diperlakukan sama dengan kebijakan kredit untuk industri manufaktur). Seringkali BI melakukan adaptasi dengan kebijakan moneter USA, misalnya kebijakan penurunan tingkat suku bunga SBI beradaptasi dengan penurunan tingkat suku bunga the fed akibat Amerika terkena krisis perumahan, ketika pemerintah USA melakukan kebijakan pemberian bantuan kepada sektor perumahan dan berakibat US Dollar terapresiasi, serta merta BI melakukan kebijakan peningkatan tingkat suku bunga SBI. Adaptasi yang sangat aktif ini mencerminkan bahwa kebijakan moneter Indonesia mengekor kebijakan moneter USA dalam arti daya analisis moneter dalam negeri lebih mengedepankan hasil analisis asing. Pada saat sistem ekonomi Indonesia berbeda dengan sistem ekonomi USA bahkan struktur ekonominya pun berbeda, maka tidak harus Indonesia mengekor kebijakan USA, bahkan pengembangan kebijakan ekonomi yang berdasar kepada sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia harus lebih diupayakan. Demikian pula halnya dengan independensi BI, tidak harus Indonesia mengikuti langkah Negara-negara kapitalis (khususnya USA) yang melakukan independensi bagi Federal Reserve Bank, sebab sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila yang mengedepankan aktivitas ekonomi dalam bentuk perilaku KOPERASI.

2.    Mempertinggi konsistensi penggunaan sumberdaya alam yang menyangkut kehidupan rakyat banyak dikuasi oleh Negara sebagai pelaksanaan amanat Undang-undang Dasar. Banyak sumber daya ekonomi yang telah diswastanisasi, misalnya sumberdaya air, barang tambang (emas, batu bara, gas alam, minyak bumi dll), sehingga rakyat Indonesia yang semestinya menikmati kekayaan alam dalam negeri dengan harga yang sesuai dengan kemampuan ekonomi rakyat harus beradaptasi dengan harga internasional yang tidak seimbang dengan daya beli masyarakat. Apabila praktik swastanisasi kekayaan alam yang menyangkut hajat hidup rakyat harus dilakukan, maka harus diamandemen terlebih dahulu UUD yang berkenaan dengan hal tersebut, dan jadilah Indonesia bersistem ekonomi liberal kapitalis.

3.    Meningkatkan upaya mencerdaskan kehidupan rakyat Indonesia melalui peningkatan kreativitas masyarakat dan generasi dalam memperoduksi komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, serta meningkatkan sarana dan dana untuk menumbuhkan tingkat teknologi terapan di dalam negeri melalui sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Peningkatan kemampuan produksi nasional harus pula disertai dengan upaya pembangunan pasar yang memadai di dalam negeri, pembangunan mall dan super market diberbagai daerah diarahkan sebagai pengembangan fasilitas pasar tradisional bukan sebagai penghancur pasar tradisional. Kecenderungan pasar modern di Indonesia lebih mengarah kepada memfasilitasi perdagangan produk impor, dengan demikian maka selayaknya izin pembangunan dan pengembangan pasar modern diikuti dengan peraturan peningkatan jumlah komoditas local yang diperdagangkan di pasar modern tersebut, atau pasar modern dibangun oleh anggota koperasi pasar tradisional sebagai upaya peningkatan kualitas sarana pasar radisional yang telah ada sebelumnya.

One Response to “Sistem Ekonomi Indonesia Bukan Kapitalis”

  1. samuel November 16, 2008 at 2:44 pm #

    Sosialisme, Kapitalisme, dan Komunisme

    I . Latar Belakang
    Suatu ideologi mempunyai peranan penting dalam kehidupan negara dan bangsa. Pengikut suatu ideologi sudah barang tentu harus berani berjuang, bahkan menyambung nyawanya demi ideologi yang di ikuti. Manusia dan masyarakat hidup di dalam bermacam-macam kegiatan dan bidang dari waktu ke waktu. Disamping itu mereka juga mengalami perkembangan dan mendapat pengaruh-pengaruh baik yang positif maupun yang negatif, baik dari dalam maupun dari luar.
    1 . 1 . Sosialisme
    Sosialisme merupakan tanggapan terhadap revolusi industi dan terhadap kondisi-kondisi yang diciptakan revolusi industri itu. Sosialisme sendiri adalah suatu ideologi yang mengagungkan kapital milik bersama seluruh masyarakat atau milik negara sebagai alat penggerak kesejahteraan manusia. Revolusi industri menimbulkan berbagai masalah sosial dan masyarakat, terjadi eksploitasi manusia atas manusia. Demi keuntungan dan kemajuan perusahaan, upah kerja manusia ditekan serendah-rendahnya, tenaga kerja wanita dan anak-anak disalahgunakan menjadi buruh murah dan kasar, jam kerja yang di luar batas dan keadaan pabrik sangat membahayakan dan mengganggu kesehatan. Keprihatinan terhadap kondisi-kondisi ini telah menyebabkan munculnya pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan Sosialis.
    1 . 2 . Kapitalisme
    Pasca runtuhnya daulah Islam di Istambul, dunia ini di hadapkan dengan tantangan global. Dimana ideologi Kapitalis Sekuler menjadi ideologi yang di emban dan di sebar luaskan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Kapitalisme ialah nama lain dari Liberalisme yang berarti paham pada kemasyarakatan dengan penguasaan alat-alat produksi pada perseorangan. Jadi seorang individu dibebaskan untuk memiliki apapun dan dengan cara apapun. Memiliki apapun dapat diartikan tidak lagi halal atau haram, tidak ada lagi batas-batas kepemilikan antara mana yang dimiliki individu, dan mana yang hanya dapat dimiliki negara dan masyarakat.
    Negara-negara dunia ke-3 yang notabene adalah dunia Islam dijejali dengan paksa di bawah tekanan internasional untuk menerima Kapitalisme Sekuler. Dengan menempatkan agen-agen kepercayaan yang duduk di kursi pemerintahan menjadikan usaha barat untuk menghegemoni dunia menjadi sebuah keniscayaan. Kapitalisme sendiri tidak dapat dilepaskan dari berbagai peristiwa yang melatarbelakanginya baik berlatarbelakang sains dan teknologi, politik, ekonomi, dan lain sebagainya.
    1 . 3 . Komunisme
    Komunisme ialah suatu ideologi kaum buruh yang ingin memperbaiki nasibnya melalui suatu revolusi sosial. Komunisme lahir dari kesadaran kaum buruh untuk mengubah nasibnya dari penindasan dan penghisapan kaum Kapitalis melalui revolusi sosial. Komunisme merupakan senjata idiil kaum buruh, dan kaum buruh menjadi senjata materiil komunisme. Di atas kemenangan revolusi sosial maka dapat didirikan pemerintahan Demokrasi Rakyat kemudian berkembang menjadi Diktatur Proletariat yang mempunyai tugas utama memperbaiki nasib kaum buruh dan kaum miskin lainnya. Merupakan paham atau ideologi yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negera.

    2 . Perbandingan Berdasarkan Sistem Perekonomian
    Dalam ideologi Sosialisme, Kapitalisme, dan Komunisme berdasarkan sistem perekonomiannya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
    2. 1 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Sosialisme
    Sistem perekonomian Sosialisme memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas dan lain sebagainya.
    Dalam sistem ekonomi Sosialisme atau Sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

    2 . 2 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Kapitalisme
    Sistem perekonomian Kapitalisme memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
    Dalam perekonomian Kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.
    2 . 3 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Komunisme
    Sistem perekonomian Komunisme, dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem Komunisme tersebut.
    Ideologi
    Kelebihan
    Kekurangan
    Sosialisme
    Sektor ekonomi yang mengusai hajat hidup orang banyak dikelola oleh negara
    Bertujuan mewujudkan keadilan
    Pada prakteknya masih ada kesenjangan sosial yang terjadi
    Distribusi pendapatan belum merata
    Komunisme
    Terjadinya pemerataan pendapatan
    Tidak ada kesenjangan sosial
    Hak milik perseorangan tidak diakui
    Dapat membunuh kreativitas masyarakat
    Kapitalisme
    Masyarakat menjadi kreatif
    Diakuinya hak milik pribadi
    Terjadi persaingan tidak sehat
    Banyak terjadi kesenjangan sosial
    Membentuk pribadi masyarakat yang materialistis
    3 . Perkembangan dan Penerapannya di Berbagai Negara
    Sosialisme sebagai ideologi, telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-19, Karl Marx dan Friedrich Engels mengembangkan beberapa tesis untuk membedakan antara Sosialisme dan Komunisme. Menurut mereka, Sosialisme adalah tahap yang harus dilalui masyarakat untuk mencapai Komunisme. Dengan demikian Komunisme atau masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir sejarah. Konsekuensinya, tahap Sosialisme adalah tahap kediktatoran rakyat untuk mencapai Komunisme, seperti halnya pendapat Lenin yang mengatakan bahwa Uni Sovyet berada dalam tahap Sosialisme.
    Hingga saat ini, partai-partai Sosial Demokrat masih tetap berdiri seperti halnya di Eropa seperti di negara Jerman, Belanda, Norwegia dan Prancis. Beberapa yang menganut Sosialisme juga seperti halnya partai-partai buruh di Inggris dan Itali. Sedangkan di Indonesia atau dapat disebut dengan Sosialisme Indonesia atau sering disebut juga Sosialisme Religius, menurut E. Ultrech S.H. adalah Sosialisme yang di Indonesiakan atau Indonesia yang disosialiskan.
    Sosialisme Indonesia itu muncul di dalamnya jiwa seluruh rakyat Indonesia, tumbuh subur didalam kebudayaan, dan adat-istiadat bangsa Indonesia meskipun Sosialisme itu tidak seratus persen diterapkan oleh perilaku bangsa Indonesia. Disebut sebagai Sosialisme Religius itu pun merupakan cerminan dari masyarakat Indonesia yang religius. Maka salah apabila Sosialisme Indonesia tersebut digambarkan sama dengan Sosialisme di negara-negara lain yakni Sosialisme yang menolak Pluralisme Demokratis. Justru sebaliknya, Sosialisme Indonesia adalah sangat menjunjung Pluralisme Demokratis itu, yaitu menjunjung tinggi keberagaman yang ada di tanah air Indonesia.
    Dalam perkembangannya pula, banyak diantara para pemikir Sosialis maupun praktisi gerakan-gerakan Sosialisme masih mengandalkan Komunisme ( Marxisme ) sebagai dasar pemikiran maupun gerakannya. Ada yang menggunakan Marxisme secara kritis akan tetapi ada juga yang secara dogmatis memujanya hingga saat ini. Kecenderungan-kecenderungan demikian terjadi tidak hanya di negara-negara Eropa akan tetapi juga di negara-negara dunia ketiga sepertihalnya di Indonesia.
    Di Eropa, Marxisme digunakan sebagai alat analisa pemikiran, maka peran Marxisme lebih berlaku pada perdebatan-perdebatan intelektual filsafat dalam melahirkan berbagai varian-varian baru. Sementara di negara-negara dunia ketiga dimana tingkat kegiatan praksis Sosialisme lebih berjalan, Marxisme masih menjadi ideologi dasar dan terutama bagi mereka yang baru saja lepas dari kungkungan rezim otoriter militeristik.
    Diantara ideologi Sosialisme dan ideologi Kapitalisme terjadi konflik yang tidak dapat dihindarkan, hal ini dikarenakan Kapitalisme ingin mempertahankan pemilikan perorangan atas alat-alat produksi dan ingin mempertahankan penghisapan manusia atas manusia melalui sistem kerja upahan di mana besarnya upah ditentukan oleh pemilik kapital. Sedangkan Sosialisme ingin membebaskan manusia dari belenggu rantai penghisapan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa melalui revolusi di mana alat-alat produksi harus menjadi milik bersama seluruh masyarakat, digunakan bersama, dan hasilnya untuk memenuhi kepentingan hidup bersama di bawah pengaturan negara.
    Dalam ideologi Kapitalisme, negara adalah pelayan kaum Kapitalis. Negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikikan kapital kaum Kapitalis. Disamping itu negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum Kapitalis. Sedangkan di dalam ideologi Sosialisme, negara merupakan pelayan rakyat. Dalam arti, negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikan bersama seluruh masyarakat atas alat-alat produksi dan disamping itu, negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum pekerja (buruh).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: