Penguasaan Teknologi Militer Serta Teknologi Energi Menjamin Kemandirian dan Kewibawaan Bangsa

Beberapa negara besar di dunia,mengkhawatirkan jika negara berkembang atau negara-negara yang tidak berhaluan sama dengan mereka (misalnya negara yang tidak menerapkan model demokrasi seperti mereka, atau negara-negara Islam) memiliki kemampuan militer dan teknologi pertahanan serta teknologi energi negara yang tinggi. Kecurigaan mereka akan menjadi-jadi apabila sebuah negara yang dianggap bukan rekannya mengembangkan sistem persenjataan mutakhir, atau mengembangkan teknologi melalui pemanfaatan energi nuklir. Maka tudingan sebagai negara yang akan mengancam keamanan dunia akan dilontarkan.

Sikap tersebut di atas dilakukan untuk menghindari munculnya kekuatan militer baru yang mengancam kekuasaan mereka dalam menguasai kehidupan dunia, sehingga pengembangan militer dan peningkatan teknologi senantiasa ditekan sampai tingkat yang paling rendah, agar mereka dengan leluasa menciptakan ketergantungan yang tinggi bagi negara-negara lain terhadapnya.

Indonesia yang memiliki jumlah penduduk banyak dengan luas negara terdiri atas kepulauan dan perairan, melahirkan potensi kekuatan pertahanan dan ekonomi yang sangat tangguh seandainya dikelola dengan arif dan benar. Jumlah penduduk yang besar merupakan cerminan luar pasar yang besar bagi komoditi barang dan jasa, luas negara yang terdiri atas pulau-pulau menggambarkan kebutuhan yang tinggi terhadap teknologi transfortasi, komunikasi, dan telekomunikasi. Apabila negara membiarkan pengembangan teknologi diserahkan kepada penemuan asing, baik teknologi komunikasi, transfortasi, komunikasi dan teknologi pertahanan keamanan, maka Indonesia sedang rido berada pada pengaruh asing, serta bersedia bergantung kepada perkembangan teknologi asing.

Kewibawaan bangsa dalam pergaulan antar bangsa di dunia sangat dipengaruhi oleh kekuatan teknologi yang digali dan ditemukan mandiri, baik teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam, maupun teknologi perlindungan terhadap keutuhan bangsa dari intervensi asing dalam bentuk apapun. Dalam kaitan ini maka sangat diperlukan perhatian lebih dari pemerintah Indonesia terhadap pengembangan lembaga pendidikan yang menuju kepada peningkatan teknologi bangsa melalui pengembangan sarana dan prasaran pendidikan, baik berupa dana pendidikan maupun fasilitas penelitian yang memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya, serta memudahkan masyarakat untuk mengembangkan daya kreasi dan inovasinya. Demikian pula diperlukan perhatian khusus bagi pengembangan teknologi militer, sebab masyarakat Indonesia terutama sipil sangat bergantung kepada kecakapan militer pada saat negara berada dalam ancaman invasi asing, artinya militer merupakan kekuatan perlindungan keselamatan masyarakat dari ancaman. Kekuatan perlindungan militer terhadap masyarakat akan tinggi seandainya mereka memiliki teknologi pertahanan yang memadai. Jika TNI memiliki teknologi tinggi dan kecakapan anggotanya profesional, maka kejadian hilangnya pulau atau disintegrasinya Timor Timur tidak akan terjadi.

Penguasaan teknologi yang dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan lembaga penelitian baik sipil maupun militer, akan melahirkan kemampuan mengembangkan teknologi secara mandiri, sebab Indonesia memiliki penduduk yang cerdas, mereka telah menguasai teknologi Aerospace melalui IPTN, murid dan mahasiswanya telah teruji sebagai pemenang olimpiade fisika, biologi dan cabang ilmu lainnya. Sehingga apabila pemerintah konsisten mengembangkan teknologi berbasis kemampuan SDM dalam negeri akan berhasil dicapai, sebab putra bangsa telah mampu menguasai teknologi satelit komunikasi, navigasi maupun intelegensi global, artinya secara mandiri Indonesia telah memiliki kemampuan selama pemerintah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk keperluan pengembangan tersebut.

Penemuan teknologi oleh putra bangsa, senantiasa akan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam membuat produk-produk lain di dalam negeri, sehingga kebutuhan masyarakat akan terpenuhi oleh produksi nasional dan tidak lagi bergantung kepada produk asing, serta pemerintah tidak akan gaman apabila tidak mengikuti pergaulan dunia apabila berdampak kepada penyengsaraan rakyat sendiri. Hal ini mengandung arti kewibawaan bangsa dan kemandirian bangsa akan tercapai.

Peningkatan fasilitas pendidikan dan konsisten terhadap penciptaan kemudahan masyarakat untuk memperoleh pendidikan (tidak mahal) untuk mengembangkan teknologi nasional dan meningkatkan fasilitas peningkatan penguasaan teknologi militer, maka ketergantungan terhadap asing dapat dihalau dengan segera.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s