Masih Pantaskah Koruptor Memakai Baju ?

masarie.files.wordpress.com
Keinginan sebagian besar masyarakat Indonesia membuat jera para pelaku korupsi, sehingga upaya mempermalukan para koruptor segera digelar untuk mencapai keinginan di atas, diantaranya melalui pembuatan pakaian khusus bagi tahanan korupsi.
Seandainya ditelusuri bagaimana seseorang melakukan perbuatan korupsi, sesungguhnya orang tersebut telah kehilangan rasa malu, sehingga pakaian yang dibuat untuk memberikan efek malu terhadapnya tidak akan efektif, besar kemungkinan mereka bangga dengan pakaian khusus tersebut.
Sebuah hukuman selayaknya diberikan kepada seseorang yang melakukan tindak kejahatan berupa efek rugi bukan mempermalukannya, serta memberikan efek peringatan/rasa takut kepada publik untuk tidak bertindak sama dengan mereka. Bentuk hukuman potong tangan bagi para koruptor sangat layak dilakukan, sebab memberikan efek pendidikan bagi masyarakat, berupa sebuah konsekwensi kehilangan anggota badan dari perbuatan menghilangkan kesejahteraan orang lain (merugikan keuangan negara).
Berbagai upaya hukum yang telah dilakukan oleh institusi hukum Indonesia terhadap para pelaku korupsi, ternyata memberikan efek bertambahnya jumlah pelaku korupsi hingga berkembang ke daerah-daerah, hal ini menunjukan bahwa tidak efektifnya upaya pemusnahan kebiasaan mencuri/merampok uang rakyat, yang lebih parah adalah munculnya koruptor-koruptor muda sebagai bentuk keberhasilan regenerasi korupsi di Indonesia.
Menerapkan praktik hukuman potong anggota badan (potong tangan) seperti yang dilakukan pada praktik hukum Islami, akan memberi dampak tidak terjadinya pengulangan perbuatan, sebab alat untuk melakukan perbuatan yang sama telah hilang, paling tidak akan memberikan peringatan kepada orang lain untuk berhati-hati dengan orang yang ternyata telah hilang salah satu anggota badannya.
Sering orang berpendapat bahwa praktik potong tangan tidak manusiawi (melanggar HAM), sesungguhnya pendapat mereka hanya melihat dampak psikologis yang akan diterima oleh koruptor dimasa datang, tanpa memikirkan dampak psikologis dan kerugian yang ditanggung oleh masyarakat banyak akibat perbuatannya. Pernahkah mereka bertanya berapa jumlah orang yang menjadi miskin, kelaparan, bahkan mati akibat perbuatan keji koruptor ?, Bukankah merebaknya aksi korupsi saat ini karena tindak hukum yang tidak tegas sehingga melahirkan ketidaktakutan masyarakat bahkan kaum muda Indonesia untuk mencobanya.
Pelaku kejahatan harus dihukum sampai dia takut untuk mengulanginya, serta masyarakat takut untuk berbuat yang sama dengannya. Selayaknya para koruptor (tahanan korupsi) tidak perlu diberi baju khusus, bahkan mereka tidak berhak memakai baju, sebab dengan perbuatan korupsi yang dilakukannya menunjukan bahwa koruptor telah kehilangan rasa malu. Perlakukanlah seperti orang gila sebab perbuatannya cerminan orang yang tidak memiliki kesehatan jiwa. Apabila mereka masih bertingkah potong tangannya agar tidak memiliki lagi kesempatan melakukan perbuatan yang merugikan rakyat Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s