“Merdeka” perlu diteriakan lagi

www.bnn.go.id

 

 

 

 

Kegembiraan terasa menggema diseluruh pelosok negeri, ketika kata “MERDEKA” dikumandangkan oleh pejuang bangsa. Kata merdeka begitu dinanti, sebab kata itu mengandung arti terbebas dari penjajahan, terbebas dari perbudakan, serta bermakna memperoleh keleluasaan untuk mengembangkan diri tanpa belenggu asing.

Rakyat menetapkan harapan pasti, rakyat optimis memandang hari-hari kedepan, mereka berpeluang untuk mengaktualisasikan keahlian demi bangsanya, tidak ada lagi perbudakan, serta tidak ada lagi penindasan.

Kata “Merdeka” dikumandangkan oleh anak negeri, yang mencintai bumi pertiwi, yang enggan di bawah telunjuk asing, yang menginginkan kemandirian, dan mereka sadar bahwa mereka memiliki kemampuan untuk membangun bangsanya sendiri. Kebanggaan ini tertanam dalam lubuk hati dan sanubari bangsa Indonesia, sehingga dicatat dalam catatan sebagai sejarah utama yang membangkitkan keagungan sebagai bangsa.

Seiring dengan perjalanan masa, kemerdekaan tidak lagi dikumandangkan, para pejuang (orang tua kita) yang gagah berani mulai menjadi sebuah cerita usang, mereka yang berjuang untuk anak cucunya agar menjadi manusia bermartabat dimuka bumi, semakin terkucilkan. Bangsa ini tengah dilanda keraguan untuk membangun dirinya, banyak aset negeri digadaikan bahkan dijual, banyak para ahli asing menguasai perencanaan pembangunan bangsa padahal di negeri ini banyak tumbuh lembaga penelitian dan sekolah-sekolah tinggi, dan banyak hasil bumi dan hasil produksi pribumi diperdagangkan oleh bangsa asing dengan alasan jaringan usaha tidak memihak mereka, serta kekaguman anak negeri terhadap seni budaya bangsa bergeser kepada kekaguman terhadap budaya asing. Tidak ada kata yang lebih tepat kecuali kita sedang bersedia menjadi budak dan dijajah asing.

Kata “MERDEKA” harus dikumandangkan lagi, agar kesadaran mandiri tumbuh, agar kecintaan terhadap negeri bersemi, agar orang-orang kreatif bangga akan usahanya sendiri, agar aset bangsa dinikmati oleh rakyatnya sendiri, agar perencanaan pembangunan bangsa tidak dikendalikan asing, agar anak cucu masa depan bangga akan keagungan bangsanya.

Merdeka, adalah kebebasan manusia untuk mengabdi dan beribadah kepada ALLOH SWT, tanpa diganggu, dikendalikan, serta dihalang-halangi mahluk, Merdeka berarti terhindar dari perbuatan maksiat, merdeka berarti terhindar dari perbuatan khianat, dan merdeka bermakna rakyat Indonesia menikmati karunia Alloh yang terhampar di muka bumi Indonesia tanpa diatur dengan undang-undang bangsa asing, sebab merdeka artinya rakyat Indonesia memiliki keleluasaan untuk melaksanakan Al Qur’an dan Hadist Rosul dengan tentram dan tenang, baik dalam muamalah, maupun peribadatan lainnya.

Merdeka adalah keberanian menanggung beban, sehingga kata merdeka merupakan ajakan untuk menolak seluruh iming-iming materi yang melahirkan perbudakan pada akhirnya, serta ajakan untuk mengilangkan kenistaan dan kemaksiatan. Dengan demikian maka praktik korupsi dan penyelewengan jabatan merupakan aktifitas yang bertolak belakang dengan nilai kemerdekaan.

Kemerdekaan bagi rakyat adalah kegembiraan dan kebahagiaan, jika kemiskinan, perbudakan, serta penjajahan semakin terasa, maka kita perlu kumandangkan lagi kata “MERDEKA”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s