“Superman” Tokoh Idola Indonesia ?

downwiththeinternet.wordpress.com

Gairah pemberitaan Televisi di Indonesia, telah mencapai tahap kebebasan berekspresi dan berkarya. Tiada hari tanpa berita hangat dan berita mencengangkan. Bulan Juli tahun 2008 ini, pemberitaan televisi maupun media cetak tengah membeberkan begitu banyak cerita, khususnya berita penyelewengan dan penghianatan terhadap bangsa oleh orang-orang yang berada di puncak kedudukan yang semestinya mengemban amanat rakyat, serta berita kenakalan para pengusaha yang melakukan praktik suap untuk memuluskan bisnisnya di Indonesia, dan untuk menutup jejak kekeliruan masa lalu.

Berkembangnya pemberitaan seperti tersebut di atas, membangun opini masyarakat tentang sosok para pemuka, pejabat, wakil rakyat yang tidak lagi singgah dihati mereka. Rakyat mulai mencibir dengan tingkah mereka yang memperkaya diri, sementara rakyat tertindih kemiskinan. Panggung kekuasaan yang semestinya merupakan adegan kebenaran, dialog kejujuran, serta penuh dengan cerita pigur keteladanan, telah berubah menjadi panggung yang mempertontonkan kedzaliman, kebohongan, penipuan, dan adegan persekongkolan membangun kasta kebodohan.

Layar televisi dan lembaran media penuh dengan berita kekeliruan, tanpa terisi dengan tokoh panutan, tokoh heroik, figur kejujuran yang menjadi contoh dan pengayom kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Semakin banyak berita seperti di atas, semakin sulit masyarakat/rakyat Indonesia menemukan figur yang dapat ditiru perilaku dan keteladanan hidupnya.

Benarkah di Indonesia di isi oleh kepemimpinan serta pejabat seperti yang tengah dipertontonkan ?, masihkah tersisa tokoh panutan yang mengasihi rakyatnya dengan kejujuran dan keteladanan ?.

Kami yakin, masih banyak orang-orang yang bertanggung jawab terhadap kemakmuran bangsa dan dilandasi dengan keluhuran ahklak, namun sayang media informasi dan saluran pemberitaan kurang memberikan ruang yang luas untuk mempertontonkan kemuliaan dan kesempurnaan ahklak.

Jika station televisi dan penerbit media masa menyajikan tokoh-tokoh mulia tanpa terindikasi promosi politik, maka rakyat Indonesia akan memperoleh gairah hidup dan memiliki referensi keluhuran prilaku bagi kehidupan dan penghidupannya.

Berikan kami tontonan yang melahirkan gairah berbuat baik, bukan gairah menghujat, sumpah serapah, serta pesimisme menatap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Baik berbentuk cinema yang berkualitas dan mengedepankan kecerdasan bersinematografi, maupun tontonan biografi tokoh-tokoh mulia baik yang masih hidup atau yang telah tiada, tanpa disisipi kepentingan berbau dagangan politik.

Seandainya media bersedia menayangkan tokoh-tokoh mulia, tentu generasi muda Indonesia tidak berhayal mencontoh heroisme ala Superman maupun Batman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s