Waktu Semakin Terbatas

24 Jul

jesneimitef.multiply.com

Perjalanan waktu menuju pada titik akhir perkembangan jaman, pada titik itu terjadi kebutaan kebenaran, meski kebenaran telah tegak namun yang memahaminya semakin condong. Anak-anak kecil yang mulai banyak bertanya, tak memahami lagi mana wanita dan mana laki-laki, identitas jenis kelamin telah mulai sirna. Akibat tontonan yang mengumbar kebebasan, membebaskan keinginan manusia sekehendak nafsunya. Laki-laki bercumbu dengan sejenisnya, demikian pula wanita. Ikatan pernikahan hanya jadi simbol sosial selebihnya untuk menutupi keliaran syahwat yang melampaui batas.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh lainnya terdiam dengan sajian tontonan yang tersebar di media, tiada keberanian untuk menghentikan, tiada perbuatan yang mencegah merebaknya keganjilan ini. Seolah merupakan komedi yang semestinya ditertawakan, padahal anak kecil kebingungan menetapkan definisi hanya sekedar menentukan jenis kelamin.

Berbagai kehendak manusia semakin tak terkendali, yang tidak berkenan hanya bicara dengan lantang dan berbisa, namun tak mempan menghentikan kenistaan, menghentikan kedzaliman, bahkan semakin merebak dan menjalar sampai ke pedesaan dan menular pada keluguan penduduk pegunungan.

Perjalanan waktu semakin mendekati akhir, sebab kehendak Alloh terkalahkan oleh kehendak manusia. Tiada lagi yang khawatir tentang berita Nabi Luth, tiada lagi yang peduli tentang Laki-laki harus menjadi pemimpim kaum wanita, tiada lagi yang peduli untuk saling mengingatkan kebenaran antar sesama, dan tiada lagi yang berani berbuat untuk menghentikan kedzaliman. Kita menebarkan keadilan namun dengan takaran kepentingan, Gedung-gedung keadilan jadi perhelatan persekongkolan, wakil-wakil tak lagi mampu mewakili, dan para pemimpin tak mengenal lagi rakyatnya, bahkan rakyatnya jadi tumbal kelangsungan keuntungan negara, padahal sebuah negara berdiri untuk melindungi dan mensejahterakan rakyatnya, bukan menjadi perusahaan raksasa yang pemimpinnya seorang Direktur dan Dewan Komisaris.

Ketika Al Qur’an melarang perbudakan, ternyata semakin banyak jual beli tenaga kerja dan wanita, bahkan bayi yang baru saja mampu bernafas. Anak-anak dipaksa menjual diri dan dijual masa depannya. Ketika ramai diserukan persamaan hak insani, namun semakin terbangun kasta-kasta, kelompok orang-orang kaya semakin manja, segala keperluannya dilayani para pembantu dan buruh-buruhnya, sementara para pembantu dan buruh dihargai sangat kecil, bahkan tidak cukup untuk hidup satu minggu.

Para karyawan lapangan di perkantoran menyangga kebersihan lingkungan, menjadi tukang sapu, menjadi tukang pel dan pengantar minuman serta pembersih toilet dan WC, mereka begitu berjasa untuk menciptakan suasana nyaman, namun harga yang mereka terima hanya penilaian kasta yang terendah. Seandainya mereka bukan orang-orang sabar dan soleh, tentu mereka akan aksi tidak kerja selama satu bulan. Jika hal itu terjadi maka kantor-kantor menjadi tempat sampah, gedung-gedung berdebu dan taman-taman menjadi hutan rumput, serta jalan-jalan menjadi sarang laba-laba dan lalat, serta kenyamanan pun menghilang.

Ketika anjuran mencari Ilmu untuk mencerahkan ahklak dan meningkatkan keimanan, kini telah mengarah kepada memperoleh ijazah sebagai “tiket” memperoleh penghasilan. Sekolah-sekolah unggulan banyak berdiri dengan slogan promosi, bahwa lulusannya gampang mencari pekerjaan. Kemanakah para Ulama yang mendidik muridnya untuk menjadi Ulama masa datang ? dan bukan mendidik murid-muridnya menjadi penghalang jalan pulang.

Perjalanan masa hampir merapat di dermaga, sebab keimanan telah dikursuskan dan dituangkan dalam sebuah sertifikat kesolehan. Do’a – do’a  telah dikomersilkan untuk meredam penyakit dan gangguan makhluk-makhluk tak berakal. Semakin banyak sertifikat kesolehan diterbitkan, dan semakin banyak do’a – do’a didengungkan di hotel-hotel dan balai pertemuan, namun lumpur Lapindo semakin meluas dan gempa bumi semakin mengguncang tanpa henti, serta Masjid dan tempat-tempat Ibadah semakin tidak dipercaya sebagai ruang pengkajian dan ijabahnya sebait do’a.

Cahaya perjalanan semakin meredup, sebab kita berebut makanan dalam nampan yang terbatas layaknya segerombolan srigala berebut bangkai. Langkah kita semakin pendek, hanya untuk mencukupi kebutuhan perut dan syahwat, selebihnya sedang berhayal menjadi orang soleh dan berbudi luhur, jika kita tak disebut sebagai orang beriman dan berbudi luhur seringkali kita berang dan marah-marah.

Akhir perjalanan tinggal beberapa langkah, sebab bumi tak mampu menahan panas matahari, derasnya hujan, dan desakan panas bumi dan magma. Hingga kebakaran, banjir, gempa bumi dan letusan gunung merapi, mengantri dengan jadwal yang semakin padat.

Sejak lama sayembara diperdengarkan, “ Siapa yang berani memperjuangkan kebenaran dengan niat, ucapan, dan perbuatan (baik dengan harta maupun nyawa) maka disediakan ‘Surga’ “, namun ternyata surga bukan lagi menjadi pilihan.

Semoga genderang perang melawan kebatilan menggelorakan hati kami untuk berbuat sesuai dengan kehendakMU, sebelum terompet Ijrail menghentikan terbit mentari, sehingga tidak sia-sialah hidup ini demi menggapai Cinta yang Engkau Janjikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: