Masih Perlukah Selembar Ijazah

24 Jul

ndokceplok.wordpress.com

 

Suatu hari, sebuah daerah terkena bencana banjir, banyak rumah yang hancur tanpa dapat terselamatkan isinya, juga berkas-berkas penting milik para pemuda yang baru saja lulus sekolah. Demikian pula sekolahnya terkena bencana yang sama. Pemuda lulusan sekolah ternama tak lagi memiliki ijazah untuk dijadikan perantara kemampuan akademiknya agar dapat meneruskan pendidikan, atau melamar pekerjaan. Dia telah mencoba melamar kerja untuk meneruskan kelangsungan hidup keluarganya yang telah porak poranda, namun tanpa ijazah semua tempat yang disinggahi hanya menertawakan dan menyangsikan kemampuannya meskipun mereka tidak pernah mengujinya. Kemampuan pada saat ini hanya terukur oleh deretan angka dan peringkat IPK, Kemampuan sesungguhnya tak lagi jadi utama.

Kepercayaan publik terhadap ijazah sudah sangat tinggi, sehingga kualitas seseorang banyak ditentukan olehnya. Maka wajar jika banyak orang yang mengejar memperoleh ijazah dengan jalan jujur maupun jalan curang, sebab memiliki ijazah bagaikan memiliki keluasan untuk mengembangkan diri dan meraup lautan kesempatan.

Nada-nada ironis merebak tatkala ijazah memunculkan gejala elitisme, seolah ijazah yang dikeluarkan sekolah ternama, apalagi sekolah di luar negeri memiliki kekuatan magis yang sangat kuat, dan orang-orang silau dengannya. Gejala ini menghasilkan opini bahwa lulusan yang memiliki ijazah sekolah luar negeri adalah lulusan yang berkualitas, yang pada akhirnya orang asing yang memilikinya memperoleh tempat yang tinggi untuk menduduki tempat-tempat pengambilan keputusan dan perencanaan bisnis di negeri ini. Dengan kata lain sekolah yang berada di pinggiran/pedesaan hanya menghasilkan lulusan yang masih perlu dipermak kualitas keilmuannya.

Ijazah yang telah menjadi status penguasaan ilmu pengetahuan, dimanfaatkan pula oleh orang-orang yang menginginkan kedudukan dan peningkatan jabatan, banyak karyawan yang melanjutkan studi untuk memperoleh ijazah untuk keperluan tersebut, meskipun tidak terdapat korelasi antara fakultas yang diikuti dengan kebutuhan peningkatan keahlian di tempat kerjanya. Sehingga banyak orang-orang yang memiliki titel akademik yang tidak proporsional dengan kebutuhan profesi, tingkat kepentingannya hanya sekedar memenuhi prasyarat untuk meningkatkan posisi kedudukan/jabatan di tempat kerjanya, meski kemampuan sesungguhnya tidak beranjak naik kualitasnya.

Ijazah ternyata hanya sebuah simbol, dan ijazah hanya sebuah keterangan pernah belajar. Untuk memperoleh simbol tersebut orang rela mengeluarkan uang berapapun jumlahnya, sungguh mahal harga sebuah sebutan.

Perjuangan memperoleh ijazah bagi generasi muda mengarah kepada kemampuan samar, dengan munculnya Bimbel sebagai sarana penunjang kesiapan memperoleh ijazah mengarahkan generasi hanya untuk mampu menjawab soal-soal ujian, bukan untuk meningkatkan pemahaman dan kedalaman ilmu pengetahuan, tapi hanya sekedar latihan menjawab soal ujian.

Masih relevankah ijazah sebagai indikator kualitas lulusan. Jika sudah tidak relevan maka diperlukan langkah :

1.     Sekolah-sekolah Dasar dan lanjutan tidak perlu mengeluarkan ijazah dengan transkrip nilai, cukup surat keterangan pernah belajar.

2.     Setiap sekolah lanjutan membebaskan siapapun yang ingin belajar di sekolahnya tanpa melihat surat keterangan pernah belajar (baik calon siswa yang mengikuti sekolah formal maupun sekolah informal), yang penting calon siswa lulus tes masuk sekolah dengan jenis tes masuk berupa wawancara kedalaman pengetahuan calon siswa, sehingga diperoleh tingkat kewajaran dan tingkat kemampuan untuk bisa mengikuti pelajaran disekolah tersebut.

3.     Perguruan tinggi berperilaku sama dengan butir (2), dengan tambahan bahwa calon mahasiswa diuji tes kemampuan akademiknya melalui wawancara dengan dewan ahli bidang tertentu, sehingga calon mahasiswa memiliki kelayakan melanjutkan studi sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga tidak terjadi mahasiswa yang mendalami ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan potensi keahlian yang ada pada dirinya.

4.     Penghargaan yang diberikan berupa kenaikan jabatan maupun kedudukan, semata-mata hanya melihat tingkat kemampuan dalam menangani jenis profesi yang ditekuninya, dan peningkatan kemampuan profesi hendaknya melalui jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesi dan peningkatan keahlian. Untuk keperluan tersebut institusi/instansi/lembaga senantiasa bekerjasama dengan perguruan tinggi, khususnya dengan tenaga ahli yang relevan dengan kebutuhan pengembangan institusi/instansi/lembaga bersangkutan.

 

Mohon maaf tulisan ini hanya coretan kegelisahan, ketika melihat sinar rembulan disangka bulanlah yang memiliki sendiri cahayanya, dan mengabaikan keberadaan matahari sebagai pemilik sejatinya.

Advertisements

One Response to “Masih Perlukah Selembar Ijazah”

  1. ndokceplok October 14, 2008 at 5:51 am #

    Wee… tulisannya bagus banget… ajarin dong om 😀

    Salam kenal,
    ndokceplok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: