Jernih Sebelum Memilih

www.presidenri.go.id

 

Musim kampanye pemilu adalah musim rayuan dan musim godaan. Musim rayuan karena setiap partai menyajikan menu pembangunan masa yang akan datang yang lebih baik, meskipun masih dalam lamunan. Musim godaan karena setiap partai berlomba agar disukai masyarakat dan terdorong untuk memilihnya, mekipun ajakannya hanya bersifat instan.

Lalu bagaimana cara yang paling mudah untuk memilih salah satu partai yang dapat dipercaya membangun bangsa Indonesia lebih maju dan mensejahterakan rakyatnya secara menyeluruh, tanpa indikasi mementingkan golongan maupun lebih mengutamakan kelompok masyarakat tertentu. Beberapa langkah yang perlu dipikirkan ketika memutuskan sebuah pilihan :

1.      Hindari fanatisme partai, sebab fanatis pada salah satu partai memnunjukan bahwa kita tertutup dari pemikiran partai lain, dan belum tentu partai yang kita usung lebih baik dari partai lainnya. Pergunakan pengamatan yang cerdas dari cara partai berkampanye, jika suatu partai lebih banyak menjelekkan partai lain, maka partai itu lebih jelek dari partai yang dijelekannya, dan dapat dipastikan partai tersebut hanya memiliki keahlian menganalisis tanpa mampu berbuat dan memiliki program riil yang mensejahterakan rakyat.

2.      Hindari memilih partai yang mengajak pemilih dengan uang (money politic), sebab partai tersebut biasanya dihuni oleh orang-orang yang materialisme, dimana uang yang telah dibagikan akan dihitung sebagai ongkos politik untuk ditagih (dikembalikan) pada saat partai tersebut memperoleh kursi. Praktek politik uang merupakan biang korupsi dimasa datang, jika kita menghendaki korupsi musnah dimuka bumi Indonesia, jangan pilih partai bejat seperti itu.

3.      Utamakan partai yang memiliki misi mensejahterakan masyarakat secara umum, untuk mengamatinya dengan cara mempelajari program yang dicanangkannya. Rakyat Indonesia mayoritas petani dan masyarakatnya mayoritas beragama Islam, jika suatu partai programnya lebih mengutamakan masyarakat minoritas, artinya partai tersebut tidak memiliki pijakan politik kerakyatan. Hal ini bukan berarti kita berpikir primordial, namun sedang berpikir realistik. Apakah kita menghendaki kejadian dimana orang Indian di Amerika menjadi penduduk yang terpinggirkan di negaranya ?, atau orang aborigin menjadi penduduk yang tidak berkelas karena sengaja dimarginalkan oleh politik di negaranya sendiri ?. Realita rakyat Indonesia beragama Islam dan Petani, jika programnya tidak mengutamakan rakyat banyak (Muslim dan Petani), sesungguhnya partai tersebut sedang berupaya untuk memarginalkan petani dan muslim Indonesia dalam kehidupan berbangsa di negerinya sendiri. Agar dapat lebih mengenal program kerja mereka perhatikan rencana strategisnya : a) apakah partai tersebut memiliki program ekonomi syari’ah yang sesuai dengan Syari’ah Islamiah atau hanya bermain-main dengan Syari’ah ?, memiliki program pengembangan pendidikan yang Islami, program pengembangan senibudaya yang terhindar dari kebejatan moral, dan program pembangunan yang secara nyata menjelaskan praktik pembangunan yang mengikuti Sunnah Rosul   b). Apakah partai tersebut memiliki program pengembangan pertanian dalam negeri dan Industri berbasis pertanian di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Pendekatan di atas tidak mengecilkan arti masyarakat lain yang bergerak dibidang non pertanian dan masyarakat non muslim, sebab ketahanan pangan dalam negeri akan memberikan pondasi yang kuat bagi pengembangan sektor ekonomi yang lainnya, dan praktik syariah Islamiah bagi masyarakat Islam Indonesia menjamin kesejahteraan masyarakat non Muslim di dalam negeri, sebab Sunah Rosul telah menjelaskan dengan sangat jelas, bahwa pelaksanaan Syari’ah Islamiah akan memberikan dampak kebahagiaan bagi seluruh mahluk dimuka bumi, tidak terkecuali masyarakat beragama apapun.

4.      Hindari memilih partai yang hanya mengandalkan popularitas bukan kualitas seseorang. Biasanya partai seperti ini tidak memiliki pondasi yang kuat untuk membangun bangsa dan mensejahterakan rakyatnya.

5.      Ketahui komitmen partai dalam mengadili koruptor dan pengusaha yang melakukan praktik penghianatan terhadap bangsa (khususnya pengusaha yang sering melakukan penimbunan barang, penjual barang palsu dan haram, pengusaha yang suka melakukan praktik suap, pengusaha yang melakukan mark up anggaran pada saat melakukan hubungan kerjasama dengan pemerintah, dan terlebih pengusaha kakap yang tersangkut dengan kasus BLBI dan kasus lainnya.). Komitmen ini perlu diketahui sebab tindakan riil dimasa depan untuk menangani kasus tersebut di atas, mencerminkan partai yang paham mana perampok dan mana pencuri yang telah melakukan praktik membangkrutkan perekonomian negara.

6.      Hindari partai yang sangat tergantung kepada ekonomi dan politik asing dalam program kerjanya, sebab ketergantungan terhadap asing akan menggusur rakyat Indonesia menjadi pelayan bangsa asing di dalam negeri, atau menjadi pekerja bangsa asing di dalam negeri sendiri.

7.      Hindari memilih partai yang mengusung calon anggota parlemennya tanpa dijelaskan/dipublikasikan biodata dan keahlian, serta track record calon anggota tersebut pada saat partai melakukan kampanye. Jangan memilih Pemimpin dan wakil rakyat calon narapidana (seperti pada tulisan saya sebelumnya), dan jangan pula memilih pemimpin dan anggota parlemen misterius yang tidak diketahui asal usulnya (jangan-jangan dia aliens).

Beberapa langkah di atas merupakan bagian kecil dan sederhana  yang perlu dicermati, sebelum melakukan aktifitas memilih suatu partai, dan tentu banyak hal lain yang sangat penting untuk dipahami masyarakat pemilih, agar hasil pemilu 2009 melahirkan partai dan anggota DPR RI yang mulia dan dapat dipercaya oleh rakyatnya.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s