MENUJU BELAJAR IBADAH

fauziahsari.multiply.com

Seringkali muncul pertanyaan dalam sanubari, apakah “Ibadahku” telah benar ?. Berbagai usaha Dzikrulloh dilakukan, namun masih terasa hambar, masih terdapat kegelisahan dan kegamangan dalam mengarungi kehidupan. Keimanan yang senantiasa kujaga ternyata masih menyimpan keinginan meraih kehormatan dunia beserta kenikmatannya. Naik turunnya keimanan lebih banyak menyusur pada kerendahan amalan, dan mengejar ambisi untuk memanjakan rasa waswas yang selalu menggoda

Menguak tabir kata Ibadah, sejauh pengetahuanku merupakan cerminan arti “abid” atau “mengabdi”, barangkali merupakan makna penyerahan diri seutuhnya, dan tujuan hidup seutuhnya. Pada setiap aktivitas yang dilakukan dalam mengarungi kehidupan, sering terjadi perilaku pengabdian kepada selain Yang Maha Agung, terjebak kepada loyalitas terhadap pimpinan, dan terjerumus pada pengabdian terhadap keluarga dan serpihan-serpihan lain yang lebih rendah. Demikian pula dengan “tujuan hidup”, sering terpeleset pada tujuan jangka pendek, yakni memuaskan ambisi duniawi, meraih eksistensi diri pada pengakuan kehormatan manusia, serta ambisi syahwat untuk memuaskan dahaga nafsu. Alloh Yang Maha Suci tempat bermuaranya seluruh tujuan kesempurnaan telah terabaikan. Bagaimana mungkin aku termasuk kepada mahluk yang mengabdi kepadaNYA jika tujuan hidup hanya sampai pada kebahagiaan duniawi dan syahwat.

“Ibadah” artinya mengabdi dan bertujuan hanya kepada Alloh, jika mengabdi dan bertujuan kepada selainNya berarti sedang menduakanNya. Mengabdi berarti menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak dan petunjukNya yang tertuang dalam Al Qur’an, dimana setiap ayatnya adalah pedoman bagi manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia. Jika melakukan aktivitas kehidupan berpedoman kepada aturan/undang-undang buatan manusia, artinya sedang mengabaikan perintahNya dan petunjukNya, masihkah tergolong kepada makhluk yang beribadah kepadaNya ?, padahal sedang mengabaikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, dan lebih mendewakan aturan serta undang-undang yang dibuat manusia ?.

Keinginanku mencapai KeridloanNya, sering diucapkan dalam do’a “ Sholatku, Hidupku, Matiku hanya untukMU YA Robbil Alamiin”, namun kenyataan dalam perjalanan hidup berniat mencari kekayaan dengan tanpa menyebutMu, sehingga tergelincir pada perbuatan kemaksiatan yang dibenarkan oleh keinginan sendiri. Perjalanan hidup ditujukan untuk meraih kedudukan dunia dengan mengabaikan petunjukMU, sehingga terperosok kepada ketidakadilan dan merendahkan mahklukMU yang dibenarkan oleh nafsu kerakusan sendiri. Akhirnya banyak rasa sakit yang menimpa teman, sahabat, saudara, kerabat, tetangga, dan orang lain akibat ulah kerakusan dan kebodohan.

Ibadah adalah tekad, ucapan, serta perilaku selaras dengan Kehendak Illahi (berpedoman pada Al Qur’an dan Sunah Rosul), dan substansi Ibadah hanya ditujukan kepada Maha Pencipta, bukan kepada manusia, bukan pula kepada makhluk lainnya.

Keindahan dunia fisik telah mengaburkan tatapan mata hati, yang terlihat hanya warna dan ruang yang mempesona dengan kerlingan mata syahwat, sehingga tergiur untuk mengapai kesenangannya, dan menguasai gemerlap rayuannya, untuk dipamerkan di ruang pekan raya ambisi dan museum kerakusan.

Mata hati terdiam, enggan menatap dengan dalam, siapa sesungguhnya keindahan ?. siapa sesungguhnya keagungan ?, siapa sebenarnya pencipta keindahan dan keagungan ?. Nanarnya mata hati membiaskan Yang Mulia dibalikNya. Sungguh aku telah teraniaya oleh nafsuku sendiri.

Ibadah adalah kunci mencapai CintaNYA yang Agung dan Abadi, mungkinkah kuperoleh Cintanya ketika kunci belum kutemukan ?.

Remang-remang terdapat bayangan kunci itu, bentuknya seperti, namun masih dipelajari, Semoga benar adanya. Amiin.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s