Melahirkan Kemandirian Ekonomi Indonesia melalui Pendirian Lembaga Jaringan Usaha Kota/Kabupaten

4 Jul

www.zeusgroupina.com

Fenomena pembangunan ekonomi Kota/Kabupaten di Indonesia, seringkali tersendat oleh perkembangan ekonomi Global, khususnya pada sektor produksi dan perdagangan. Banyak produsen dalam negeri yang terpaksa meninggalkan usahanya karena tidak dapat bersaing dengan produk impor yang seringkali harganya murah dengan kualitas tertentu.

Komoditas yang memiliki sejarah produksi yang panjang di Indonesia yaitu komoditas pakaian, pada saat ini menjadi komoditas yang susah memasuki pasar, hal ini disebabkan oleh pola perdagangan komoditas pakaian bekas impor. Seperti kita tahu pakaian bekas tidak memiliki nilai, artinya tidak terdapat biaya produksi, sebab pakaian bekas tersebut merupakan sampah dari negara lain, jika terdapat biaya, hanya merupakan biaya transfortasi. Apabila di Indonesia terdapat pasar pakaian bekas impor, maka sesungguhnya sedang mematikan produsen pakaian dalam negeri, sebab produsen dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan harga barang sampah tersebut. Ironisnya konsumen dalam negeri relatif menyukai barang seperti tersebut, barangkali karena konsumen dalam negeri tidak diberikan informasi yang lengkap mengenai barang tersebut, atau karena tidak terdapat pilihan untuk mengkonsumsi sandang akibat dari berkurangnya pendapatan riil mereka.

Keadaan di atas sesungguhnya sedang memperlihatkan bahwa jaringan perdagangan barang bekas/pakaian bekas sangat bagus, sehingga mereka mampu meloloskan pakaian bekas impor melalui jaringan tersebut untuk diperdagangkan di Indonesia, sekaligus sebagai alat untukmenghacurkan produsen dalam negeri.

Pemerintah sebagai otorita kebijakan perdagangan semestinya melakukan pelarangan perdagangan pakaian bekas tersebut, sebab berindikasi menurunkan produksi nasional, yang pada akhirnya perekonomian nasional dimasa depan akan terstagnasi, serta berdampak kepada meningkatnya ketergantungan konsumen dalam negeri terhadap barang yang berkualitas sangat rendah dan barang rongsokan. Seyogyanya pemerintah memacu produsen dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi produksi, agar produsen dalam negeri mampu membuat komoditas dengan harga terjangkau bagi konsumen dalam negeri.

Buruknya situasi perdagangan nasional dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1.      Banyak berkembang sarana perdagangan modern (mall, mart, super market dll), yang semakin medukung peningkatan perdagangan barang impor. Peningkatan ini mengakibatkan penurunan daya saing produk lokal (harga barang impor relatif lebih murah), menurunkan produktifitas kerja, serta menurunkan daya kreasi masyarakat kreatif. Produsen lokal terhambat dalam mencapai tingkat efisiensi yang tinggi, sebab tersandung terlebih dahulu oleh kalah bersaing dengan produk impor yang telah meraih tingkat efisiensi lebih dahulu, serta memiliki jaringan pemasaran yang meng-global

 

2.      Sistem kredit perbankan lebih mengutamakan kredit konsumtif, terutama kredit bagi nasabah berpenghasilan tetap. Hal ini mencerminkan daya dukung sektor perbankan terhadap peningkatan produksi lokal masih perlu peningkatan.

 

3.      Lembaga keuangan belum memanfaatkan database nasabah yang dimilikinya, untuk dikembangkan menjadi jaringan bisnis antar nasabah, terutama nasabah pengusaha.

 

4.      Lembaga pemerintahan yang memiliki berbagai dinas yang menangani sektor ekonomi (Industri, perdagangan, KUKM, Koperasi, pertanian. Perdagangan, dll), belum optimal membuat rencana pembangunan ekonomi yang terintegrasi, rencana pengambangan ekonomi terutama pengembangan produksi lokal masih bersifat parsial.

 

5.      Orientasi produksi lokal yang saat ini dikembangkan, lebih diprioritaskan kepada perdagangan luar negeri, dan orientasi ini belum memiliki jaringan bisnis yang fundamental, sehingga seringkali perdagangan luar negeri (ekspor) dilakukan dalam jangka waktu pendek (insidentil)

 

6.      Masyarakat kreatif yang memiliki produktivitas yang tinggi dimanfaatkan oleh pengusaha menengah/besar sebagai buruh, mereka belum diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas usaha secara mandiri. Hal ini terjadi karena terdapat kelemahan masyarakat dalam menyerap informasi pasar dan tidak memiliki jaringan usaha, demikian pula tidak terdapat dukungan yang berkesinambungan dari lembaga keuangan dan lembaga lainnya dalam penyediaan modal, serta kemampuan manajemen.

 

7.      Keberadaan koperasi semakin bergeser kepada koperasi simpan pinjam, bahkan semakin mengarah kepada operasional lembaga keuangan bank, keadaan ini semakin mempersulit masyarakat pengusaha kecil untuk memanfaatkan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan kinerjanya.

 

8.      Belum terdapat kerjasama antar koperasi dalam wilayah pemerintahan daerah, sehingga tidak terbangun jaringan usaha anatar koperasi, keadaan ini memperkecil kemungkinan pengusaha kecil dapat membangun jaringan usaha dengan pengusaha lainnya dalam upaya penyediaan bahan baku, maupun pemasaran hasil produksi, yang pada akhirnya pengusaha kecil selalu menjadi objek bagi pengusaha besar, serta bagi pengusaha di sektor perdagangan.

 

9.      Masyarakat pengusaha kecil belum memaksimalkan media masa dan lembaga komunikasi/informasi untuk sarana promosi hasil produksinya, hal ini terjadi karena belum terbentuk kelompok usaha dalam industri UMKM sehingga menyulitkan membangun kerjasama antar lembaga media/komunikasi/informasi  dengan para pengusaha kecil.

 

10.  Kadin belum optimal dalam memberikan informasi pasar bagi hasil produksi lokal, sehingga pemasaran hasil produksi lokal lebih dikuasai oleh pedagang perantara, penampung.

 

11.  Lembaga pendidikan tinggi tidak memiliki database pengusaha UMKM, sehingga ketika melakukan pelatihan lebih mengarah kepada peningkatan kemampuan produksi pengusaha UMKM. Kenyataan ini melahirkan pengusaha yang mahir membuat barang, namun tidak cerdas memasarkan hasil produksinya, sehingga menciptakan pengusaha-pengusaha yang siap dipermainkan oleh pengusaha yang menguasai pasar.

 

Untuk menekan laju pertumbuhan perdagangan barang impor, maka perlu dilakukan pertumbuhan produksi lokal pada tingkat efisiensi yang tinggi, disertai dengan peningkatan kreatifitas masyarakat pengusaha dalam membuat komoditas yang diperlukan oleh masyarakat. Diantara uapaya yang perlu dilakukan adalah :

 

1.      Lembaga-lembaga ekonomi yang berada di Kota/Kabupaten senantiasa membuka database masing-masing untuk membuat pemetaan cluster industri yang ada di di Kota/Kabupaten tersebut, dan membuat perencanaan pengembangan usaha UMKM yang terintegrasi antar dinas dan lembaga ekonomi/BUMD bersangkutan.

 

2.      Membuat kelompok-kelompok usaha UMKM dalam usaha sejenis (industri), serta membuat koperasi kelompok usaha.

 

3.      Membuat Lembaga jaringan usaha di Kota/Kabupaten yang melibatkan lembaga-lembaga ekonomi bersangkutan, yang disertai dengan membuat fasilitas inkubasi bisnis dalam lembaga jaringan usaha tersebut.

 

Langkah untuk mewujudkan Lembaga Jaringan Usaha UMKM, diawali dengan kesiapan Lembaga-lembaga ekonomi untuk membuka database, serta membuat rencana kerja yang terintegrasi. Disamping itu dilakukan upaya-upaya memotivasi pengusaha UMKM untuk membentuk kelompok usaha serta Koperasi kelompok usaha.

 

Manfaat  Lembaga Jaringan Usaha yang dibangun pada setiap Kota/Kabupaten adalah  :

 

  1. Bagi pengusaha
    1. Peningkatan kematangan dalam membuat perencanaan usaha, manajemen usaha, sebab terdapat inkubasi bisnis dalam lembaga jaringan usaha yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan usaha
    2. Peningkatan  pengelolaan pemasaran hasil produksi, disertai dengan piawai mengelola advertising pada media
    3. Peningkatan kelancaran dalam membuat kontrak usaha dengan pengusaha lainnya (baik dalam pemasaran hasil produksi, maupun dalam penyediaan bahanbaku)

 

  1. Bagi Pemerintah Daerah
    1. Kemudahan dalam pengambilan keputusan pengembangan ekonomi daerah, terutama pengembangan sektor ekonomi unggulan daerah
    2. Perencanaan pembangunan ekonomi lebih terintegrasi, sebab lembaga jaringan bisnis dapat difungsikan sebagai lembaga konsultasi bagi kepentingan ekonomi daerah

 

  1. Bagi Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
    1. Memudahkan Bank dalam memutuskan pemberian pinjaman sebab pengusaha UMKM yang diberi pinjaman merupakan pengusaha dalam jaringan (pengusaha yang mengajukan pinjaman telah melakukan kontrak usaha terlebih dahulu dengan pengusaha lain), dan telah direkomendasi Lembaga Jaringan
    2. Memudahkan kontrol penggunaan pinjaman karena lembaga keuangan terlibat langsung dalam lembaga jaringan

 

  1. Bagi Kadin
    1. Memudahkan kadin dalam mengembangkan jaringan usaha dengan pengusaha lain di Luar Negeri, ketika terdapat peluang kerjasama perdagangan luar negeri
    2. Memudahkan operasional kadin dalam pelaksanaan pengembangan teknologi terapan bagi pengusaha

 

  1. Bagi Media Komunikasi/Informasi
    1. Media dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi/informasi bisnis
    2. Memudahkan melakukan bubungan komunikasi bisnis dengan lembaga bisnis luar negeri

 

  1. Bagi Perguruan Tinggi
    1. Memudahkan memperoleh data, sehingga memudahkan untuk melakukan penelitian yang diperuntukan untuk pengembangan usaha daerah
    2. Memudahkan identifikasi permasalahan yang dialami pengusaha UMKM, sehingga mempercepat proses pemecahan masalah

 

Melalui pembuatan lembaga jaringan usaha yang dilakukan pada setiap Kota/Kabupaten, dapat dikembangkan menjadi kerjasama antar lembaga jaringan Kota/Kabupaten se Indonesia, yang pada akhirnya dapat menjadi penghalau efektif bagi jaringan barang impor yang memaksakan untuk melakukan perdagangan di Indonesia yang berindikasi menghacurkan produsen dalam negeri Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: