Penghematan Energi Nasional dengan Batik

blog.baliwww.com

Keanekaragaman karya seni budaya sering menjadi identitas sebuah bangsa, semisal piramida, candi-candi, bahkan pakaian budaya sebuah bangsa. Kita mengenal kimono yang menjadi identitas pakaian Jepang, serta pakaian hawaiian yang menjadi identitas masyarakat Hawaii.

Indonesia yang memiliki ragam karya seni budaya, khususnya seni pakaian dan kerajinan batik, telah lama menjadi identitas Daerah bahkan Negara, sebab batik yang ada di Indonesia sangat kaya akan corak dan jenis, tersebar hampir di setiap daerah. Kita mengenal Batik Kalimantan, Batik Jogja, Batik Tasikmalaya, serta batik Pekalongan, dan batik dari daerah lainnya. Namun dalam perkembangannya banyak batik-batik Indonesia yang semakin memudar peminatnya, terkalahkan oleh design corak kain dari negara lain, pada akhirnya banyak masyarakat yang enggan mengenakan batik sebagai baju sehari-hari, karena mengenakan batik seolah hanya untuk acara-acara tertentu saja.

Klasifikasi penggunaan batik yang hanya dipergunakan untuk acara-acara resmi, mengakibatkan pemasyarakatan batik menjadi tersendat, yang berdampak pada kurang berkembangnya industri batik Indonesia. Sesungguhnya melalui perkembangan industri batik dapat menumbuhkan produsen-produsen baru, serta perusahaan-perusahaan baru yang menampung tenaga kerja/pengrajin batik, hal ini mencerminkan bahwa pengembangan industri batik akan memberikan solusi pengurangan jumlah pegangguran di Indonesia.

Pengembangan pakaian batik sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Indonesia, akan mendorong kecintaan dan kebanggaan Masyarakat Indonesia terhadap seni budayanya, sehingga sikap sebagai follower fashion asing dapat diminimalisir. Manfaat lebih dari pengembangan tersebut dapat meningkatkan kreasi pebatik Indonesia, serta dapat membantu menanggulangi masalah pengangguran di dalam negeri.

Kebiasaan tokoh-tokoh masyarakat yang berpakaian Jas berdasi, pada acara resmi, maupun sebagai pakaian kerja, seringkali menjadi faktor meningkatnya penggunaan energi listrik dalam negeri, sebab masyarakat yang berpakaian jas atau berdasi dituntut untuk dipakai pada ruangan dingin, atau ruangan ber AC. Dengan demikian maka cara berpakaian di Indonesia yang tidak beradaptasi dengan karakteristik iklim Indonesia, akan menghasilkan pemborosan energi, hanya untuk menyelamatkan orang yang memakai jas dan berdasi, harus mengorbankan energi yang seharusnya dipergunakan untuk keperluan produktif.

Maka sangat wajar apabila terdapat produsen batik yang memenuhi segmentasi pasar bagi para tokoh masyarakat, atau para pekerja/karyawan untuk membuat batik yang layak dipergunakan untuk tujuan resmi pengganti jas dan berdasi yang sangat tidak nyaman dipakai pada kondisi iklim Indonesia.

Dengan demikian berpakaian batik bagi semua kalangan pada berbagai keadaan akan mendorong peningkatan produksi nasional, dan dapat dijadikan sebagai metode untuk menghemat penggunaan energi listrik di Indonesia.

Langkah arif yang layak dilakukan untuk mencapai tujuan di atas, adalah :

1.      Mengubah image pakaian batik tidak hanya sebagai pakaian resmi, namun dikembangkan pula menjadi pakaian sehari-hari, atau menjadi pakaian yang nyaman untuk dikenakan pada kondisi udara panas, atau dikenakan didaerah-daerah wisata pantai. Kita mengenal pakaian Hawaii yang karakteristiknya relatif sama dengan batik, dan masyarakat Hawaii mengenakan pakaian tersebut untuk segala aktifitas kehidupan di wilayahnya. Apabila batik Indonesia dikembangkan menjadi pakaian santai, maka tentu luas pasar batik Indonesia akan semakin besar.

2.      Program pariwisata visit Indonesia year perlu dikembangkan, yang disertai dengan program pengenalan batik sebagai pakaian wisata, demikian pula para designer kenamaan di Indonesia serta designer muda Indonesia sangat perlu untuk mengembangkan design batik menjadi pakaian batik yang layak pakai untuk santai, atau untuk acara wisata.

3.      Membiasakan para tokoh masyarakat, Pejabat, serta karyawan yang terbiasa mempergunakan jas dan berdasi, untuk beralih kepada pakaian yang beradaptasi dengan iklim Indonesia (pakaian batik), serta mengingatkan kepada mereka bahwa tanpa memakai jas dan tanpa memakai dasipun, tak akan menurunkan wibawa dirinya sebagai tokoh, malah dengan mempergunakan jas dan berdasi menjadi penyumbang terjadinya pemborosan energi Indonesia.

Pakailah batik Indonesia sebab kita warga negara Indonesia, jika ingin berjas dan berdasi pakailah ketika kita ada di negara lain, sebab budaya mereka seperti itu adanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s