Dunia Merebut Tahta Manusia

11 Jun

Dunia tengah dilanda berbagai bencana, bencana alam dan bencana yang direncanakan manusia. Perubahan suhu udara yang disebabkan oleh ulah manusia serakah yang mengambil sumberdaya alam hanya untuk memuaskan nafsu, berebut memperkaya diri tanpa memberi manfaat bagi sesama. Bencana kelaparan karena harga pangan yang melambung, serta harga energi membumbung tinggi, direncanakan oleh kelompok manusia yang sengaja ingin menciptakan kerajaan, agar penduduk dunia menjadi hamba sahaya.

Seolah keindahan dunia tak lagi berarti bagi kehidupan, angin menampakkan kekuatannya hingga badai menerpa tanpa mampu dihalangi, air membuktikan kekuasaannya hingga tenggelamkan berbagai kota dan pedesaan, tanah tak lagi ramah, seolah enggan disinggahi manusia, mereka merebahkan diri dengan gempa bumi dan meluruhkan asanya dengan longsor dimana-mana, bahkan perutnya memuntahkan lumpur beserta luapan amarahnya. Api memanggang hari-hari hingga banyak tanaman enggan tumbuh dan kekeringan melanda, serta gunung es pun tak lagi ramah melindungi volume air samudra dan bersiap menenggelamkan pulau-pulau dan benua.

Bencana yang lebih besar melanda hati nurani, manusia tak lagi mampu menangis tanda berserah diri, kemampuan menangis muncul setelah teknologi membantunya lewat kursus-kursus kesolehan. Banyak orang berseragam padri dan kiayi, menggunakan terompah berkulit sapi, namun tak tercermin dalam tindakan. Ucapan dan tindakan tidak disertai dengan keberanian dan keyakinan. Banyak tirani yang didukungnya, seolah seragam yang dikenakan menjadi alat promosi dan corong keagungan untuk memberikan jalan bagi kemungkaran dan kebatilan. Mereka menyerukan sabar tapi terdiam tanpa do’a, mereka menyerukan nahi munkar namun jalan yang ditempuh penuh noda dan kemunkaran.

Nama Tuhan diseru seperti sedang membaca puisi, keras berbicara namun disertai kerasnya hati. Bencana apa gerangan yang tengah melanda bumi ini. Seluruh ruang penuh terisi, dari waktu ke waktu tiada henti.

Ternyata akupun didalamnya, tergusur bahkan menggusur, tertarik bahkan menarik, bencana yang terjadi melibatkan aku bersamanya.

Menyelesaikan dan mengobati bencana hanya dalam wacana, diskusi dan seminasi, tanpa tindakan berarti. Pemimpin yang semestinya mengayomi ternyata masih bergelut dengan penyelamatan diri, para ponggawa negeri beramai-ramai mengejar materi, dan penceramah serta ahli dakwah berkelakar dengan petunjuk yang dibawanya, bagaimana dengan umat dan rakyatnya ?.

Nama Tuhan diseru dalam narasi seperti adegan tanpa sutradara, pintar membawa peran hingga penonton terkagum-kagum melihatnya, setelah tontonan selesai semua kembali pada bencana yang tiada henti.

Aku menyadarkan aku, tanpa tuntunan, hingga kebenaran hanya menurut nafsuku, kebaikanku ternilai ketika aku memujinya, selebihnya tak peduli siapapun yang berada disekitarku.

Bencana melanda bumi dan isi hati, seluruh pencarian berujung memperkaya diri, dunia pendidikan dari yang paling dasar hingga yang paling tinggi ditujukan untuk memaksimalkan pencarian materi hingga kelelahan, tidurpun masih mengejar mimpi, dan do’a yang dialirkanpun pamrih.

Menggantungkan harapan pada dunia, padahal dunia sedang dilanda bencana, mungkinkah harapan itu bermakna ?.

Mungkin terdapat golongan yang memperoleh keuntungan dengan hadirnya bencana, sebab nyata tidak ada belasungkawa, dan yang tertawa semakin nampak adanya.

Sejak Adam diciptakan, Alloh menganugrahkan kedudukan sempurna kepadanya dan turunannya, namun manusia mencampakkannya sehingga kini dunia lebih tinggi keberadaannya.

Sejarah yang berulang tertuang dalam kitab-kitab peringatan, Kitab Suci Al Qur’an pun menjelaskan tentangnya, dasar aku diselimuti debu kerakusan dan keraguan, hingga teori-teori kebimbangan lebih diutamakan daripada firmanNYA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BWFITRI

JUJUR BERKATA JUJUR

ernizem

Just another WordPress.com site

nurjamilah97

Just another WordPress.com site

rinrinrintiani

Just another WordPress.com site

nenengnurjanah

Just another WordPress.com site

mohyosep

Just another WordPress.com site

diyansumirat

Just another WordPress.com site

ninayunalis

Just another WordPress.com site

achile90

Just another WordPress.com site

Ilham Afriansyah

lakukan yang terbaik agar dapat dirasakan kebaikannya kepada seluruh umat manusia

abdhie17

WordPress.com site

Ilis khoeriyah Alawiyah

Hidup Penuh dengan Misteri

rahmatdizez

Just another WordPress.com site

abdulrojak35

Just another WordPress.com site

paridridwan92

Just another WordPress.com site

aanguno

Just another WordPress.com site

usep66

Just another WordPress.com site

Myl1v3's Blog

Just another WordPress.com weblog

Niendin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bahadursing's Weblog

HIDUP HANYA SEKALI, GUNAKAN WAKTU YANG BAIK

Adekomaludin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

MTs Bahrul Ulum

Aktif - Kreatif - Inopatif

Nahwa Blog

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Nazrul Budak Cidahu

Just another WordPress.com site

Edisae's Blog

Just another WordPress.com weblog

E-one Hermawan's Blog

Just another WordPress.com weblog

UMFalah's Blog

Ruang Kreatifitas

boyzybozz

Just another WordPress.com site

pandasepti

Just another WordPress.com site

Rani Rahman

Siliwangi University. Edutrain Consultant

Media Belajar Akuntansi

Mengabdi demi Ilmu Pengetahuan & Beribadah

Google adsense

Just another WordPress.com weblog

WordPress Plugins

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: