MENCARI DALANG FITNAH TRAGEDI MONAS

Tragedi Monas menyisakan fitnah yang sangat besar bagi umat Islam Indonesia, bagaimana tidak tokoh-tokoh FPI dan tokoh organisasi Islam lainnya berhadapan dalam suasana tidak nyaman dan menegangkan. Kejadian ini membuat kami merenungi faktor penyebab, dan hati ini tidak dapat dihalangi bahwa kejadian ini merupakan skenario kaum yang ingin menciptakan fitnah antar umat Islam di Indonesia.

Jika mengurai akar kejadiannya, siapa yang sengaja mempertemukan dua kelompok di lapangan Monas ?, serta mengapa mengundang kesengajaan Ahmadiyah berada pada acara itu dan terpublikasi kepada kelompok lain ?, dan mengapa aliansi yang mengadakan acara mengangkat simbol “kebangsaan” yang menjadi trade mark salah satu partai yang akan mengikuti pemilu 2009 ?, (partai itu masih dalam suasana konflik internal, serta tokoh partai tersebut merupakan tokoh Islam yang sangat dihormati dan dikagumi

“Aktor” yang membuat ulah dengan sengaja melemahkan semangat umat Islam untuk membangun Indonesia yang terbebas dari kemaksiatan, dan kami yakin “aktor” ini ingin membangun konflik horizontal antar umat Islam Indonesia. Siapakah yang paling menginginkan kehancuran Islam di Indonesia ?, semua tahu jawabannya “ZIONIS”.

Dengan pendekatan spiritual, konflik yang tengah dialami tokoh Islam di Indonesia akan dengan cepat terselesaikan. Kami yakin tingkat deteksi dan tingkat keyakinan para tokoh terhadap YA LATIFUL KHOBIR sangat tinggi, artinya dengan sangat gampang beliau-beliau mengetahui dalang kejadian Monas tersebut.

Keterjebakan pemerintah dengan menggelindingkan pembubaran FPI, sesungguhnya sedang mengambil hati dalang kejadian, dan kebijakan itulah yang tengah diinginkan oleh zionis, dan kemudian membiarkan ahmadiyah sebagai umpan konflik, padahal kita tahu bahwa di negara lain kedudukan ahmadiyah bukan salah satu mazhab Islam, namun agama baru atau keyakinan baru. Kehadiran ahmadiyah di lapangan Monas dengan sangat sengaja membuat aliran fitnah bagi umat Islam semakin kencang, agar antar organisasi Islam saling berseteru, dan menjadi promosi efektif bagi pengembangan image kekerasan Islam di dunia.

Urun rembuk kami menyarankan, Pemerintah membubarkan Ahmadiyah secepatnya, sebab merupakan biang fitnah bagi umat Islam Indonesia. Para tokoh FPI dan tokoh organisasi Islam lainnya bekerjasama dan mempererat tali persaudaraan, untuk menghalau tingkah pengecut zionis, sehingga dapat mengusir mereka (zionis) hanya dengan meludah bersama-sama tanpa mengeluarkan energi terlalu banyak.

Yang paling penting dari semua kejadian di atas adalah keseriusan Pemerintah bekerjasama dengan tokoh Agama Islam untuk mencari “dalang” kejadian penyebab fitnah ini terjadi, dan sepakat menyatakan perang terhadap pemikiran dan teori kehidupan yang diusung oleh kaum zionis untuk diterapkan di bumi Indonesia. Pluralitas dan globalisasi bukan berarti condong dan memihak pemikiran mereka , namun merekapun harus menerima pemikiran dan teori yang ada pada kita. Serta globalisasi bukan berarti kehidupan bangsa ini menyerupai kehidupan negara lain, sebab globalisasi merupakan kesadaran bahwa setiap bangsa dan negara di dunia memiliki keragaman yang harus saling menghormati.

Apabila bangsa Indonesia konsisten dengan sila pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa), bukankah sila pertama tersebut cerminan dari Al Ihklas ayat 1. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki karakteristik khusus yang hanya mengakui penduduk berketuhanan yang “MAHA ESA”, tidak dua atau lebih. Kekhususan inilah yang mengharuskan Indonesia mengimplementasikan Amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, sebab Sila pertama Pancasila menjadi landasan bagi sila-sila yang lainnya, serta merupakan dasar hukum bagi aturan hukum yang diberlakukan di Indonesia.

Antisifasi Pemerintah dan tokoh agama, terhadap pemikiran zionis yang selalu dikemas sangat akademis dan berlindung pada propaganda HAM, akan menghindarkan masyarakat Indonesia menyerap pemikiran mereka, serta generasi muda Indonesia terhindar dari rayuan untuk menjadi antek-antek zionis di negeri ini. Kita sudah menyaksikan kehidupan bernegara yang tidak mengagungkan moral di negara-negara pengikut paham zionisme, seperti legalitas pornografi dan pornoaksi, perbudakan manusia terhadap materi, legalitas invasi ke negara lain, dan penghancuran keyakinan keagamaan, terutama Agama Islam, sehingga aturan kehidupan sepenuhnya diatur oleh undang-undang yang dibuat oleh tangan-tangan mereka, dan disebar luaskan melalui lembaga pendidikan, pertemuan-pertemuan ilmiah, media masa, serta buku-buku ilmiah yang dijadikan rujukan ilmu bagi sekolah-sekolah dan perguruan tinggi diseluruh dunia.

Tragedi Monas hanya merupakan test case kepedulian masyarakat Indonesia terhadap keberhasilan propaganda zionis, maka ketelitian Pemerintah bersama-sama tokoh dan pejuang Islam dalam menyingkapi dan menyelesaikan tragedi Monas sangat diperlukan, agar Bangsa Indonesia tidak terjebak oleh intimidasi dan propaganda asing yang menginginkan Indonesia tunduk kepada kehendak mereka.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s