Menapaki Ekonomi Seni Budaya

http://www.babadbali.com                                                  

Kearifan budaya lokal (Indonesia) telah mengukir sejarah bangsa yang mandiri dan mampu mengusir berbagai rintangan kehidupan dimasa silam, Kearifan seni budaya telah melahirkan keragaman kreatifitas dalam kerangka filosofi yang sama yaitu keikhlasan berkarya, kesadaran bersaudara, serta ketulusan menjaga keseimbangan alam sebagai sarana penghidupan.

Perkembangan pemikiran yang diadopsi dari budaya impor, baik langsung maupun tidak langsung telah menggeser perilaku kehidupan berbangsa lebih mengedepankan tujuan jangka pendek, sehingga individualisme menjadi model kehidupan yang kadang menanggalkan rasa dalam setiap perbuatan yang dilakukan. Akhirnya keseimbangan alam tidak lagi menjadi tujuan dan eksploitasi sumberdaya menjadi sebuah keharusan untuk memberi gizi bagi kemajuan kehidupan masa kini.

Kerinduan terhadap suasana alam yang selalu memberi inspirasi untuk berkarya, keinginan meningkatkan daya apresiasi terhadap hasil daya cipta manusia tanpa dipengaruhi budaya pura-pura, menjadi tenaga untuk menggali potensi seni budaya lokal yang terbengkalai, akibat derasnya arus budaya asing yang membelai akal dan mengabaikan kehadiran hati dalam mewujudkan sebuah arti.

Kehadiran sebuah produk seni budaya tidak akan lepas dari kehadiran seorang seniman dan budayawan. Keleluasaan seniman dan budayawan dalam berkarya sangat mempengaruhi kualitas produk seni budaya yang dihasilkannya, sehingga masyarakat akan memperoleh sajian produk seni budaya yang mampu membangkitkan rasa keindahan dan memberi dorongan  mencerahkan perjalanan kehidupan. Ketika seniman dan budayawan terkendala oleh beratnya beban memenuhi kebutuhan hidup, dan tidak terdapat ruang yang cukup bagi masyarakat untuk mengapresiasi produk seni budaya mereka dalam bentuk dan suasana yang diinginkannya, maka jangan berharap perkembangan seni budaya lokal akan terwujud dan singgah dihati masyarakat, serta melekat disanubari generasi.

Pengembangan seni budaya lokal tidaklah cukup mengandalkan kreasi seniman dan budayawan, sebab makna dan isi dari sebuah produk seni budaya harus disebar luaskan dan terserap (terapresiasi) oleh masyarakat, artinya membutuhkan intrument distribusi produk seni budaya, serta manajemen produksi produk seni budaya, selain manajemen keuangan sebagai pendukung kelancaran aktifitas tersebut di atas. Berbagai perangkat pendukung pengembangan seni budaya sangat diperlukan, agar penyajian produk seni budaya lokal dapat diterima oleh masyarakat dalam berbagai keadaan.

Produk seni budaya telah berkembang menjadi sebuah industri, dengan demikian maka produk seni budaya daerahpun harus diarahkan menjadi sebuah industri seni budaya, maka perangkat wajib sebuah industri harus terpenuhi dalam mengembangkan seni budaya daerah. Analisis pasar produk seni budaya daerah harus dilakukan, dan pengembangan manajemen entertainment seni budaya harus dibenahi agar sesuai dengan permintaan masyarakat. Upaya pengembangan manajemen entertainment dilakukan untuk menyingkapi fenomena masyarakat yang cenderung menyukai produk seni yang dapat diakses diberbagai tempat dan produk seni tersebut menjadi lifestyle bagi mereka.

Potensi seni budaya daerah sangat visible untuk dikembangkan menjadi sebuah industri, sehingga keterlibatan lembaga-lembaga profit dan lembaga promosi, serta lembaga lain yang berkaitan langsung dengan pengembangan industri seni budaya sangat diperlukan. Injeksi finansial dan promotor pengembang industri seni budaya, termasuk dukungan perusahaan media masa menjadi nadi bagi pengembangan seni budaya lokal, dan kreasi seniman dan budayawan yang berpijak pada jati diri bangsa yang luhur menjadi modal diraihnya keberhasilan. Maka menjadi tanggungjawab bersama berbagai institusi, lembaga, instansi, dan masyarakat Indonesia untuk mengembangkan seni budaya agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal, regional, maupun masyarakat dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s