KEKERASAN SIMBOL KETAKUTAN

alagambi.files.wordpress.com

 

Semua orang sepakat kekerasan menyebabkan terjadinya penindasan, penistaan, pelecehan, penghancuran, kesedihan, dan akibat lain yang merugikan. Semua orang terhenyak ketika terdapat korban berdarah dan harus dibawa ke rumah sakit, serta korban mati. Kekerasan yang menimbulkan reaksi dari seluruh masyarakat biasanya kekerasan yang nampak dan dipublikasi, dan gambar tontonan memberi pelajaran yang berguna bahwa nilai manusia sangat berharga.

Kekerasan yang muncul dibelahan negara yang cinta damai seperti di Indonesia, sesunguhnya tidak perlu terjadi, apabila masyarakatnya memperoleh contoh dan tuntunan yang cerdas dan bijak dari para pemimpin bangsa, wakil rakyat yang terhormat, dan pemuka masyarakat, serta pelaku bisnis pertelevisian. Apabila mereka termasuk golongan orang yang bertanggungjawab terhadap kedamaian negeri tercinta ini tentu tidak akan memproduksi ajakan yang menimbulkan emosi, memancing amarah, dan menyiarkan tontonan yang sarat dengan kekerasan dan tontotan budaya-budaya lain yang menjijikan.

Kita sepakat bahwa hasil dari sebuah kekerasan adalah kesakitan, kesengsaraan, kepedihan. Ketika kita dihadapkan kepada para koruptor, para penggusur tanah rakyat dimana rakyat tersebut setia membayar PBB atas tanahnya, para pembongkar jongko pedagang kecil padahal pedagang itu setia membayar retribusi sebagai tanda halal berjualan di tempat itu, serta praktik-praktik lain yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa berkuasa, berupa pungli dan mark up anggaran. Apakah perbuatan tersebut bukan kekerasan, padahal dampak yang ditimbulkannya adalah kesengsaraan, ketidakberdayaan, serta kemelaratan, dan jumlah masyarakat yang menjadi korban jauh lebih banyak.

Kekerasan yang tersembunyi dan berdampak sangat menyedihkan masyarakat, adalah ekspor sumberdaya alam pada saat rakyat sangat membutuhkannya, dan tujuan ekspor tersebut untuk mengeruk untung perdagangan karena harga sedang melambung, apakah rakyat kecil menikmati keuntungan tersebut ?, apakah masyarakat meningkat tingkat kesejahteraannya ?, dan bukankah hal itu mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat ?.

Peningkatan biaya sekolah khususnya biaya masuk perguruan tinggi milik pemerintah (apalagi swasta) pada saat daya beli masyarakat sedang menurun, mengakibatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin kecil, yang tentunya berakibat kepada tingkat pendidikan masyarakat dimasa depan semakin rendah. Keadaan ini akan mengakibatkan penurunan kwalitas sumberdaya manusia, yang pada gilirannya menciptakan penurunan kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang. Benarkah kondisi ini bukan sebuah kekerasan, padahal dampaknya menyengsarakan rakyat, melahirkan kemelaratan, dan ketidakadilan.

Akhirnya kekerasan itu adalah kerasnya hati, yaitu hati yang tidak tertanam kepedulian terhadap sesama, hati yang selalu merasa lebih penting dari orang lain, hati yang ingin selalu didepan dan menang, hati yang selalu menyebut orang lain salah, dan hati yang senantiasa dikejar-kejar ketakutan. Untuk menghentikan rasa takut maka hati menganjurkan untuk berbuat dzalim. Takut miskin dan pudar kekuasaan maka hati menganjurkan korupsi, takut rugi maka hati menganjurkan menimbun dan menipu, takut turun harga diri maka hati menganjurkan menjual diri, takut kehormatannya hilang maka hati menganjurkan menghilangkan kehormatan orang lain, takut kehilangan pamor dan kedudukan maka hati mengajak berbuat kedzaliman.

Sumber kekerasan ternyata bersumber dari rasa takut yang berlebihan dan sikap pengecut. Jika yang tertanam dalam diri adalah jiwa pemberani menghadapi kehidupan, untuk apa merugikan orang lain ?. Mengapa harus khawatir dihancurkan apabila sudah memiliki kekuatan, mengapa takut hilang kehormatan ketika sudah mampu memberi kehormatan kepada oarang lain, dan mengapa takut kehilangan harga diri ketika sudah mampu menghargai orang lain, serta mengapa ketakutan ketika musuh kita penakut.

Kekerasan memang milik kaum lelaki, sebab tanpa kekerasan mana mungkin dapat membahagiakan kaum istri, namun kekerasan itu menghasilkan kesengsaraan bagi kaum hawa dan dirinya sendiri, ketika kaum lelaki takut dianggap tidak memiliki kekerasan.

Hati-hati, jika di negeri ini banyak penakut dan pengecut, maka kekerasan akan senantiasa merajalela.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s