KEDAULATAN NEGERI INI MILIK SIAPA ?

zulhamhafid.wordpress.com

Subsidi BBM diturunkan melalui peningkatan harga BBM, hal ini ditujukan agar masyarakat berpenghasilan tinggi tidak besar menikmati subsidi, serta mengurangi beban APBN tahun anggaran 2008. Apakah bangsa ini sedang mengalami kerugian ?, sehingga harus meningkatkan harga produk BBM, ataukah sedang mencari keuntungan agar penyelenggaraan negara berkesinambungan dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

 

Apabila sasaran yang akan dicapai seperti tersebut di atas, maka wajar jika banyak pertanyaan yang muncul, sebab pemilik saham (dewan komisaris) negeri ini adalah rakyat Indonesia, dan mereka tidak menghendaki harga BBM naik, Apakah kewenangan membuat keputusan lebih didominasi direktur (presiden) ataukan pemilik saham (rakyat). Seandainya Indonesia tidak mempergunakan pendekatan perusahaan, tetapi mempergunakan pendekatan ketatanegaraan, maka tentu pilihan keputusan yang akan diambil tidak didasarkan pemikiran seorang direktur perusahaan, tetapi mempergunakan pemikiran seorang negarawan.

 

Data empiris menunjukan bahwa kenaikan harga BBM menyebabkan meningkatnya jumlah kemiskinan, artinya peningkatan harga BBM berdampak kepada menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat, lalu bagaimana dengan amanat UUD 45 yang mewajibkan pengelola negara untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya ?. Dan yang sangat menyedihkan ketika penanggulangan dampak kenaikan harga BBM dengan penyerahan BLT untuk rakyat yang dianggap akan memperoleh dampak, dan rakyat itu adalah rakyat miskin. Benarkah dengan BLT akan mengurangi jumlah rakyat miskin ? atau akan meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat miskin ?, ataukah sedang menurunkan derajat rakyat miskin menjadi pengemis, mengantri memperoleh belas kasihan pengelola negara ?, bahkan banyak terjadi rebutan untuk memperolehnya ?.

 

Duhai pengelola negara, jangan hinakan rakyat negeri ini !, hanya untuk beradaptasi dengan pergaulan dunia. Apabila negara ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah, mengapa tidak dipergunakan untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat sendiri, mengapa harus mengikuti harga pasar bangsa lain, ketika rakyat di negeri ini semakin berat untuk membeli sumber daya alam yang menjadi miliknya. Apakah Sumber daya alam ini hanya untuk dijual ke negara lain ?. Apabila kita ingin melakukan aktifitas dagang di pasar internasional hendaknya penuhi dulu permintaan dalam negeri, dengan harga yang terjangkau oleh rakyatnya, dan Surplus produksi dijadikan besaran dilakukannya ekspor serta standar harga internasional baru diberlakukan untuk komoditas yang di ekspor.

 

Keadilan subsidi BBM kiranya tidak dengan semakin memberatkan rakyat miskin, namun diberikan tanggungjawab kepada masyarakat kaya untuk membantu rakyat miskin, banyak metode yang dapat dipergunakan diantaranya :

1.      Menetapkan pajak progresif,  jenis pajak ini sangat layak diberlakukan sebab distribusi pendapatan sepertinya semakin tidak merata, jurang pemisah antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin terasa amat lebar, jumlah orang yang kekurangan gizi jauh lebih banyak daripada orang yang membuang sisa makanan karena kerakusan.

2.      Memberikan sangsi hukum yang tegas kepada para penyeleweng keuangan negara.

3.      Memberikan sangsi hukum yang tegas kepada para pengusaha yang melakukan tindakan kecurangan dalam aktifitas usahanya (penimbunan, pemalsuan, memberikan upah dibawah UMR, menyuap aparat negara untuk memperoleh kemudahan usaha, pembelian lahan/tanah milik rakyat untuk tujuan usaha dibawah standar harga, dll)

4.      Membuat pembatasan pemilikan kendaraan pribadi

5.      Kampanye penggunaan sarana publik (kendaraan umum), dengan terlebih dahulu dibuat sarana publik yang berkualitas.

6.      Memberikan insentif kepada penemu dan pengembang bahan bakar alternatif, serta mengeluarkan kebijakan penggunaannya secara menyeluruh.

7.      Meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara konsekwen menetapkan anggaran pendidikan 20%, agar akselerasi peningkatan kesejahteraan segera tercapai.

8.      Swastanisasi komoditas yang menjadi kebutuhan publik dilarang termasuk distribusinya, sebab indikasi penimbunan dan penyimpangan sasaran seringkali terjadi, serta berindikasi munculnya suap-menyuap untuk memperoleh DO.

9.      Produksi nasional jangan diorientasikan untuk ekspor, tapi untuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri, serta mengupayakan memperkecil ketergantungan terhadap barang-barang impor, dengan cara memberikan kemudahan prosedural/birokrasi kepada pengusaha dalam negeri untuk mengembangkan teknologi dan jumlah produk pengganti impor. Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang, kami yakin banyak orang-orang kreatif dan produktif diantaranya, namun masih terkendala oleh aturan-aturan yang mengekangnya, serta rendahnya tingkat pendidikan mereka.

 

Alternatif solusi di atas masih teramat rendah kualitasnya, saya yakin banyak orang-orang pintar di negeri ini yang mencintai rakyatnya, dan memiliki solusi yang lebih bercahaya untuk mewujudkan keadilan di negeri tercinta ini.

 

Tujuan pemerintahan adalah untuk memimpin rakyat menuju kepada kondisi sejahtera, apabila ternyata rakyatnya menjadi sengsara, apakah masih berada pada tujuannya ?.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s