JANGAN MEMILIH PEMIMPIN CALON NARAPIDANA

images-penjara.jpg Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kepiawainan seorang pemimpin dalam mengelola negaranya, demikian pula dengan Wilayah Propinsi, maupun daerah Kota dan Kabupaten, kemajuan wilayah, serta daerah sangat ditentukan oleh kualitas leadership Gubernur maupun Bupati/Walikota. Bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim gambaran kepemimpinan ideal sangat mudah diperoleh, Sosok Nabi Muhammad SAW merupakan satu-satunya rujukan tanpa harus memilih alternatif sosok lain sebagai pengganti. Totalitas kepemimpinan beliau sangat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, kaum fakir miskin terpelihara, dan kaum kaya terlindungi. Tiada seorangpun dibawah kepemimpinannya merasa terabaikan, bahkan musuhpun merasakan kesejukan kepemimpinannya. Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar dengan berbagai suku bangsa yang sangat beragam, tentu sangat membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan yang komprehensif, tidak cukup hanya berwawasan ekonomi, dan wawasan lainnya yang bersifat serpihan, namun dibutuhkan wawasan yang mengisi diberbagai sisi. Demikian pula halnya dengan pemimpin Propinsi dan pemimpin Kota/Kabupaten, sangat dibutuhkan kemampuan leadership yang didukung oleh keilmuan dan pengetahuan yang mencakup seluruh kebutuhan masyarakat yang dipimpinnya. Fenomena kepemimpinan yang telah dan tengah terjadi, menunjukan bahwa Pemimpin negara/wilayah/daerah di Indonesia terlahir dari hasil kompromi partai politik, dan rakyat yang menjadi pemilih tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengenal dan memahami watak dan tabiat calon pemimpinnya. Rakyat hanya memperoleh daftar menu yang telah disajikan dalam kemasan yang sangat indah (bagaikan membeli kucing dalam karung). Informasi yang diperoleh masyarakat mengenai calon pemimpinnya sangat terbatas, bahkan simpangsiur oleh gangguan persaingan antar calon pemimpin yang cenderung bertolakbelakang dengan daftar menu yang disajikan sebelumnya. Keadaan ini berimbas kepada ketidak pedulian masyarakat terhadap kualitas calon pemimpin, mereka pada akhirnya mengambil jalan pintas berupa “calon mana yang dapat menguntungkan mereka dalam waktu singkat (hanya pada masa kampanye). Ketidak pedulian masyarakat pemilih terhadap kualitas calon pemimpinnya yang diakibatkan oleh kekurangan informasi maupun akibat empiris yang menunjukan pemimpin seringkali munafik dengan janji yang telah dibuat sebelumnya, maka akan berdampak terhadap berkurangnya tingkat kepedulian pemimpin terpilih relatif terhadap rakyat, terutama terhadap rakyat pemilih yang mampu dibeli suaranya. Sungguh sangat ironis negara sebesar Indonesia, dengan wilayah dan daerah yang besar jumlah penduduknya, memiliki pemimpin yang menjadi penghuni penjara pada masa berakhir jabatannya. Apakah rakyat Indonesia menjadi pemilih yang buruk, sehingga pemimpin yang dipilihnya sebenarnya adalah narapidana. Di beberapa daerah dan wilayah, kenyataan ini telah nampak, Penghuni penjara disesaki oleh para pejabat korup. Dan Jangan heran apabila banyak orang curiga bahwa para pengelola wilayah, daerah dan negara adalah para maling, sebab sangkaan ini beralasan dengan fenomena penjara yang dipenuhi koruptor yang dulunya pemimpin rakyat. Masyarakat Jawa Barat yang tengah menghadapi pemilihan Gubernur, tentu tidak berharap fenomena di atas terjadi di wilayah tatar sunda ini, maka jalan yang semestinya ditempuh oleh para pemilih adalah menyebut najis pada berbagai pemberian yang berkaitan dengan sogokan untuk memilih seorang calon, sebab mereka yang memberi sogokan adalah kaum Syetan yang akan menyengsarakan rakyat dimasa mendatang, serta akan semakin merendahkan harga diri bangsa, dan yang pasti mereka adalah calon penghuni penjara. Maukah rakyat memiliki pemimpin yang pada akhirnya jadi penghuni penjara karena ketahuan berkelakuan maling pada akhirnya, jika tidak, maka tolaklah pemberian apapun yang berkaitan dengan upaya menggiring untuk memilih calon pemimpin, jika kita menerima maka sesungguhnya kita (rakyat) tengah melahirkan pencuri menjadi pemimpin.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s