Bintangpun Tak Mampu Terangi Hati

bintang.jpg

Bintang yang bertebaran dilangit, ternyata menghimpun dalam gugus yang proporsional, berotasi pada irama yang harmonis, masing-masing menerangi bagian-bagian gelap yang berdekatan dengannya. Tidak satupun bintang mengaku yang paling terang dan tak satupun yang mencoba untuk menguasai tempat-tempat gelap yang jauh darinya.

Seluruh bintang menyadari kelemahan jangkauannya, dan memahami fungsi bintang lain di belantara langit yang maha luas. Banyak pihak menjawab, bahwa bintang ada karena sistem alam mengharuskannya ada, namun saya yakin, pembaca tidak sepaham dengan pendapat tersebut, sebab sistem merupakan hasil kreasi, artinya tanpa ada yang berkreasi, sistem itu tak akan pernah ada “Alloh Hu Akbar”. Demikian pula halnya dengan manusia, dalam struktur tubuhnya terbangun sistem, bahkan dalam aktifitas sosialnya senantiasa memerlukan sistem. Alloh Yang Maha Bijaksana membekali manusia dengan Al-Qur’an, sebagai rujukan membangun sistem sosial, membangun sistem ekonomi, membangun sistem kepemimpinan dan banyak sistem lainnya. Pilihan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman membuat sistem-sistem dalam aktifitas kehidupan, akan menjamin kesejahteraan manusia mengarungi kehidupannya di dunia bahkan di alam semesta. Fenomena kehidupan sosial yang semakin mengkhawatirkan, kemiskinan, kelaparan, penjajahan, penindasan, perbudakan, serta praktik-praktik penyelewengan dan kemaksiatan, semakin menunjukan bahwa kita tidak merujuk kepada pedoman kehidupan yang sesungguhnya (Al-Qur’an), bahkan kita semakin menjauh darinya. Barangkali karena kita merasa mampu dan merasa menjadi seorang ahli membangun sistem, dengan mengandalkan kapasitas otak dan emosi. Keadaan yang menunjukan peningkatan kesombongan manusia seperti ini, artinya kita sedang bermesraan dengan setan, atau bahkan kita sedang melamar untuk menjadi setan, audzubillah. Bintang yang mampu menerangi alam semesta meskipun tanpa dibekali petunjuk seperti halnya manusia, namun manusia yang jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah bintang-bintang, ternyata meredupkan banyak manusia lainnya. Barangkali karena manusia terbelenggu kesombongan yang merasa lebih pintar, lebih cerdas, bahkan lebih benar, yang menyebabkan terjadinya kemaksiatan dan penindasan. Sungguh kita mengkhawatirkan ketika kita mencela firaun, ternyata kita sendiri yang bernama itu. Semoga kita terhindar dari kebodohan yang menghindar dari kebenaran al-Qur’an sebagai petunjuk jalan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s