Kekuatan Ekonomi Islam Telah Bangkit, Hari ini

images.jpg

Semarak pembangunan mesjid di setiap pelosok wilayah Tasikmalaya (Kota maupun Kabupaten) sangat membahagiakan, semakin banyak sarana untuk memajukan pendidikan umat, sebab pada setiap mesjid terjadwal pengajian Al Qur’an, baik yang dilakukan ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda, hingga anak-anak. Tidak jarang usaha memakmurkan mesjid dengan digelarnya pertemuan-pertemuan masyarakat untuk merencanakan aktifitas sosial di lingkungannya, bahkan upacara akad nikahpun diselenggarakan di mesjid-mesjid. Betapa keberadaan mesjid sangat penting bagi masyarakat, mesjid sebagai sarana untuk beribadah sholat, peningkatan pengkajian ilmu, perbaikan ahklak umat, peningkatan kualitas SDM umat, serta aktifitas sosial lainnya.
Di beberapa daerah, mesjid dijadikan pula sebagai pusat pengembangan ekonomi lingkungan, disamping mengelola Zakat juga mengelola aktifitas ekonomi lainnya seperti pengelolaan Baitul Mall. Sungguh Indah kedudukan Mesjid jika dikelola oleh orang-orang yang memahami manajemen Mesjid, di mata mereka Mesjid menjadi pusat pengembangan ilmu, pengukuh akidah, pusat kegiatan sosial, sekaligus sebagai pusat kesejahteraan ekonomi umat.


Mentafakuri fenomena ekonomi ummat Islam saat ini, sungguh sangat memprihatinkan, kemiskinan serta kelaparan senantiasa melanda tanpa henti diseluruh pelosok bumi, bahkan beberapa negara tengah diliputi embargo ekonomi, dihujat dan dihukumi dengan senjata gara-gara didalam perut buminya tersimpan suber daya alam yang berlimpah, dan pihak negara lain tidak rela jika negara yang berpenduduk islam menikmati kekayaan alamnya. Banyak mesjid-mesjid dihancurkan sehingga pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, serta pusat-pusat pengelolaan ekonomi ikut serta diluluhlantakan. Fenomena ini menjadi pemicu semangat bagi Muslimin, untuk berlari lebih cepat menemukan jalan keluar mengatasi kekeliruan dan kesalahpahaman ini.
Kesadaran umat tergugah untuk bangkit bersama-sama dengan saudara-saudara seagamanya, tanpa melihat perbedaan mazhab, tanpa melihat menu makanan yang berbeda, tanpa melihat model pakaian yang berbeda, tanpa melihat seni dan kebudayaan yang berbeda-beda. Sekarang yang dilihat hanyalah kesucian Syahadah, Takbir, Tahmid dan Tahlil yang sama, dan serempak menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dan petunjuk jalan kehidupan, dan As Sunah Rosul Muhammad SAW sebagai contoh implementasi pembumian Al-Qur’an.
Berbagai upaya pemulihan ekonomi umat tengah dilakukan, pembangunan lembaga keuangan Islam mulai bertaring, menggeser keberadaan bank konvensional yang dikemas seolah-olah islami, bahkan segera menghilangkan aroma bau riba yang sangat dibenci Alloh Yang Maha Suci. Masyarakat Muslim mulai berbenah diri dengan memperbaiki manajemen Masjid, DKM-DKM yang semula sempit ruang geraknya, sekarang melapangkan pemikirannya. DKM menjadi sekelompok cendikia dan alim ulama yang membangun mesjid-mesjid mereka menjadi pusat-pusat pengembangan ekonomi. Pada setiap mesjid terdapat baitul mall, dan setiap baitul mall bergandengan tangan dengan lembaga keuangan Islam (sebut saja Bank Muamalah Indonesia ), tenaga ahli lembaga keuangan tersebut disimpan disetiap Manajemen mesjid, sehingga pengelolaan keuangan mesjid menjadi tertib dan transparan, pengelolaan zakat menjadi proporsional, tak pernah lagi ada keluhan si miskin tidak pernah diberi zakat.
Muslimin yang kreatif diberi bantuan dana untuk meningkatkan kreasinya, untuk meningkatkan kemampuannya menebar kebaikan kepada lebih banyak ummat, sehingga dari Mesjid-mesjid bermunculan pengusaha-pengusaha yang jujur, pengusaha-pengusaha yang darahnya bersih dari bau amis riba. Sumber dana yang mereka pergunakan adalah dana sodaqoh dari para pengusaha yang sudah lebih dulu menikmati kemajuan. Kaum fakir dan Miskin tidak lagi khawatir kekurangan pangan dan pakaian, sehingga mereka membuka mata untuk meningkatkan kualitas hidupnya, meningkatkan kreatifitasnya, serta mengembangkan produktifitasnya, tiada lagi pengemis dijalan-jalan, sebab mereka merasa terhina dengan perbuatan seperti itu.
Umat Islam sudah mulai bangkit, mereka menyadari perlunya menebar silaturahmi antar individu, sehingga perikatan persaudaraan semakin bersinar, dan DKM-DKM semakin cemerlang mengelola manajemen Mesjidnya, mereka membangun komunikasi harmonis dengan DKM-DKM wilayah lain, DKM-DKM kota-kota lain, DKM-DKM negara lain. Mereka mulai menyadari arti penting membangun kekeluargaan dalam segala aktifitas, terutama aktifitas ekonomi. Setiap DKM memberi informasi aktivitas mustaminya kepada DKM lainnya, sehingga terjalin kerjasama usaha antar DKM, yang pada akhirnya pengusaha disuatu DKM tidak lagi bingung mencari bahan baku, serta mencari pembeli dari produk yang dihasilkannya, sebab informasi yang dibutuhkan tersedia di DKMnya. Sungguh luar biasa jaringan usaha yang dibangun antar DKM yang didukung oleh lembaga keuangan Islam.
Masyarakat muslim pada saat ini sangat menyadari perlunya kehati-hatian dalam mengkonsumsi barang hasil produksi non muslim, sehingga mereka lebih mempercayai barang dan jasa hasil produksi saudaranya sendiri, mereka tak mau ambil resiko mengkonsumsi barang haram yang akan menjerumuskan mereka kedalam kenistaan. Mereka lebih mengutamakan mengkonsumsi barang dan jasa pada lingkaran jaringan usaha yang dikelola manajemen DKM, tidak ada keraguan di dalamnya, sebab pengelola DKM adalah orang-orang yang cerdas dan profesional, dan mereka orang-orang yang paling takut terhadap Tuhannya.
Pada setiap kesempatan umat Islam melakukan musyawarah untuk meningkatkan kualitas SDMnya, mereka membangun fasilitas penelitian yang komplit, sehingga ditemukan teknologi baru, alat-alat komunikasi, transfortasi baru yang tidak merusak lingkungan dan mengeksploitasi sumberdaya alam, alat-alat informasi baru yang terhindar dari kemaksiatan, serta teknologi pariwisata yang menggugah kecintaan terhadap keagungan ALLOH.
Saat ini kaum muslim sudah bangkit, dan siap mengarungi kehidupan yang penuh tantangan tanpa bergantung kepada selain ALLOH HU SHOMAD, siap mensejahterakan saudaranya, dan siap memakmurkan mesjid dengan Takbir yang dikumandangkan bukan hanya di bibir tapi dengan suara hati dan kekuatan iman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s