MEMBANGUN WISATA RELIGI GUNUNG GALUNGGUNG

galunggung.jpg 

Kegiatan wisata sering ditujukan untuk relaksasi dari segala kegiatan yang menyita waktu mencari materi, melalui wisata pula energi perjuangan mencari nafkah dipulihkan, namun adakalanya relaksasi melalui wisata menuai kekeruhan dalam jiwa, bukan energi positif yang dilahirkan dari kegiatan wisata, namun energi yang membangkitkan kerakusan untuk mengeruk materi sebanyak-banyaknya tanpa peduli kerugian publik terjadi. Hal ini terjadi ketika sarana wisata dipenuhi dengan kegiatan yang tidak menyehatkan ruhani, mencerahkan jiwa, tetapi sarana wisata dipenuhi dengan fasilitas kesenangan duniawi, yang pada akhirnya kegiatan wisata yang semula ditujukan untuk relaksasi mencapai ketenangan jiwa, alih-alih melahirkan kegundahan dan kecemasan karena sarana yang dinikmati penuh dengan kemaksiatan.

Fenomena kegiatan wisata di atas selayaknya segera dirubah, sebab sarana yang selalu tampil dengan selimut kesenangan duniawi akan melahirkan masyarakat yang gelisah karena materi, semakin meningkat tingkat kegelisahannya, yang pada akhirnya kehidupan sosial senantiasa dirundung rasa gelisah menghadapi masa depan, maka aktifitas korupsi, kejahatan lain yang didorong oleh kegundahan materi semakin susah dicari solusi pemberantasannya.Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya, yang senantiasa sibuk membangun sarana duniawi, hampir tidak menyisakan ruang yang segar untuk penduduknya melakukan kontemplasi dengan segarnya angin pegunungan, indahnya hamparan sawah, jernihnya sungai yang tertata menenangkan. Seluruh ruang pencerahan jiwa tergusur oleh ambisi pemburuan materi, sawah-sawah telah menjadi bangunan, sehingga udara segar berubah bentuk menjadi asap dan debu, sungai-sungai yang jernih telah berbau dan berwarna kehitaman, hilanglah tempat bermain anak-anak, main layanganpun berebut dengan kabel listrik dan telepon serta pemancar-pemancar telekomunikasi.Waktu yang beranjak mengejar ambisi mengikuti budaya asing, hendaknya diwaspadai, maka Ruang yang masih tersisa yang belum terjamah polusi harus dipelihara untuk memberi keleluasaan bagi penduduk Tasikmalaya kembali bersahabat dengan alam, sehingga mudah melakukan perenungan dan pencerahan ruhaninya.Anugrah Alloh Yang Maha Agung untuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya adalah tegaknya Gunung Galungung, dengan fenomena alam yang luar biasa indahnya, disertai dengan air panas alami dan kawah gunung yang dapat dikunjungi, sangat susah ditemukan ditempat lain di dunia ini. Layaklah apabila Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerjasama mensyukuri keberadaan Gunung Galunggung diwujudkan menjadi area wisata religi, untuk memfasilitasi penduduk Tasikmalaya dan warga masyarakat lainnya di Indonesia maupun masyarakat Dunia untuk mengobati kegelisahan dan kegundahan jiwanya dari perebutan materi dalam kehidupan kesehariannya, sehingga keseimbangan hidup dapat dicapai, dan kecenderungan meningkatnya kerakusan dapat direndahkan.

Pembangunan sarana wisata religi di lingkungan area wisata Gunung Galunggung akan berdampak kepada peningkatan gairah muamalah bagi penduduk di sekitarnya, yang pada gilirannya penduduk disekitar Gunung Galunggung akan memberi dukungan moril dan materil bagi para pengunjung/wisatawan, berupa menyediakan sarana jasa pemandu wisata, menyediakan sarana belanja makanan halal, maupun komoditas lainnya hasil produksi masyarakat lokal Tasikmalaya yang bernuansa Islami, demikian pula dengan jasa komunikasi, informasi dan transportasi dengan jiwa islami dapat ditumbuhkan.

Beberapa program yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan Gunung Galunggung sebagai sarana wisata religi, selain membangun Mesjid Raya Galunggung yang bernuansa Lokal Sunda, diantaranya adalah :a). Membangun Poliklinik Penyembuhan penyakit dengan terapi air panas yang disertai dengan fasilitas memadai dan tenaga ahli dibidangnya, b). Membangun wahana peningkatan kecerdasan emosional dan spriritual bagi wisatawan melalui Program ESQ, serta memfasilitasi sarana Rukyah bagi pengunjung yang mendambakannya, dengan melibatkan Lembaga-lembaga pelatihan ESQ, Para Ulama (MUI), dan Departemen Agama, c). Membangun wahana rekreasi mandi air panas yang terpisah antara laki-laki dengan perempuan d). Penataan jenis dan lokasi perdagangan cindera mata, perdagangan komoditas makanan/minuman halal, perdagangan komoditas pakaian muslim, serta asesoris lainnya, e). Pembangunan kota/desa buah/sayuran, yang menyediakan buah-buahan/sayur-sayuran segar dan dapat dikonsumsi langsung ditempat penanamannya. Program ini harus diawali dengan pemetaan wilayah layak untuk pengembangan perkebunan rakyat, yang diperuntukan bagi perkebunan buah-buahan dan atau sayur-sayuran lokal, dan dilakukan oleh Pemerintah serta Perguruan Tinggi/Lembaga Penelitian terkait, f). Membangun wahana outbond yang mengedepankan pendidikan cinta lingkungan bagi kalangan anak-anak dan keluarga, sehingga menjadi sarana pendewasaan keluarga untuk memanfaatkan alam terbuka sebagai tempat bertafakur dan berdzikir, g). Menata lembaga ekonomi desa, dengan konsep syari’ah, melalui kerjasama usaha antara koperasi warga dengan Bank Muamalah Indonesia atau Bank Syari’ah lainnya, untuk mendukung aktifitas perekonomian desa, terutama aktifitas perdagangan di lokasi objek wisata dan sektor pertanian (kota/desa buah, sayuran dan bunga), serta aktifitas jasa lainnya (jasa perhubungan, jasa pengamanan objek wisata/SAR, jasa komunikasi, maupun jasa pemandu wisata). Konsep kelembagaan Keuangan Syari’ah yang diterapkan dalam lingkungan objek wisata Gunung Galunggung adalah Lembaga Keuangan Syari’ah yang samasekali tidak mempergunakan konsep bunga konvensional, maupun menyandarkan perhitungan profit loss sharing pada tingkat bunga pasar, serta modal usaha lembaga keuangan tidak bersumber dari lembaga keuangan yang berbasis bunga konvensional, sehingga lembaga keuangan syari’ah yang berjalan menjadi pilot project bagi pengembangan lembaga keuangan Islam di daerah lainnya.Perwujudan Wisata Religi Gunung Galunggung sangat bermanfaat bagi perwujudan Visi dan Misi Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Religius Islami, serta perwujudan Visi dan Misi Kota Tasikmalaya, dalam mengembangkan perdagangan yang berbasis produk lokal dan dijamin halal. Penataan objek wisata Religi yang bersungguh-sungguh dan ditangani oleh ahli yang tepat, mewujudkan Tasikmalaya menjadi daerah kunjungan wisata terbesar di Indonesia dapat di capai, sebab jumlah penduduk Indonesia, terutama penduduk Pulau Jawa mayoritas Muslim, artinya Gunung Galunggung dapat dijadikan sebagai wahana silaturahmi Muslim Pulau Jawa maupun Muslim Indonesia.Semoga tulisan ini bermanfaat untuk meredakan kekhawatiran memudarnya Tasikmalaya sebagai Kota Santri, Amiiin Ya Robbal Alamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s