<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bwfitri's</title>
	<atom:link href="http://bwfitri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bwfitri.wordpress.com</link>
	<description>nice thinking</description>
	<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 06:24:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/17/224/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/17/224/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 06:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/17/224/</guid>
		<description><![CDATA[&#60;a href=&#8221;http://technorati.com/claim/hkttmgr3yn&#8221; rel=&#8221;me&#8221;&#62;Technorati Profile&#60;/a&#62;
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&lt;a href=&#8221;<a href="http://technorati.com/claim/hkttmgr3yn">http://technorati.com/claim/hkttmgr3yn</a>&#8221; rel=&#8221;me&#8221;&gt;Technorati Profile&lt;/a&gt;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/224/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/224/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=224&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/17/224/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA CINTA DAN CINTA RAHASIA</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/rahasia-cinta-dan-cinta-rahasia/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/rahasia-cinta-dan-cinta-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[kenalidirimu.blogspot.com
Entah usia berapa manusia mengenal kata cinta, mungkin ketika beranjak aqil baligh, atau ketika masih berada pada rahim bunda. Cinta yang bersemayam dalam kalbu telah merasakan buaiannya dalam kasih sayang teramat indah ketika masih menjadi janin. Manusia tumbuh dengan cinta kasih sejak bayi hingga akalnya mulai berfungsi, tanpa cinta kelahiran jadi bencana, dengan cinta ilmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;color:#008000;font-family:Times New Roman;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/cinta11.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-221" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/cinta11.jpg?w=150&h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>kenalidirimu.blogspot.com</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008000;font-family:Times New Roman;">Entah usia berapa manusia mengenal kata cinta, mungkin ketika beranjak aqil baligh, atau ketika masih berada pada rahim bunda. Cinta yang bersemayam dalam kalbu telah merasakan buaiannya dalam kasih sayang teramat indah ketika masih menjadi janin. Manusia tumbuh dengan cinta kasih sejak bayi hingga akalnya mulai berfungsi, tanpa cinta kelahiran jadi bencana, dengan cinta ilmu pengetahuan manusia semakin matang dan bermakna.<span id="more-218"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cinta adalah kelembutan menunjukan jalan, cinta adalah kekuatan mengarungi kehidupan, cinta adalah puncak kebahagiaan, dan cinta adalah pelabuhan perjalanan, tanpanya kehidupan tanpa arah, penuh kekerasan, hiruk pikuk dengan keresahan serta depresi, dan tiada tempat untuk bertepi.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Manusia berburu cinta, mencari di setiap kesempatan dan tempat, menyangka cinta berada pada lawan jenis, berada di ruang kerja, berada rumah, berada pada harta dan kursi-kursi raja, padahal cinta tidak berada dimanapun kecuali dalam kalbu masing-masing insan yang datangnya tanpa diundang, sebab sejak lama telah bersama ketika manusia belajar membuka mata.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Alloh yang Maha Rohman dan Maha Rohiim membekali manusia dengan cinta untuk hidup dan kehidupannya, sehingga kasih sayang antar sesama terjalin, persaudaraan tercipta, jalinan peradaban dibangunkan, dan akal budi tercerahkan. Alloh menyebarkan cintaNya untuk manusia, agar mereka selamat dan meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Puncak-puncak cinta disemai melalui Rosul-rosulnya agar manusia mencapai puncak kesenangan dan kedamaian. Dengan MahabahNya manusia menjadi indah dan sempurna fisiknya, tajam pemikirannya, serta jelas tujuan hidupnya, dan mengetahui tempat berlabuhnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kegagalan manusia berburu cinta, karena manusia penuh dengan prasangka. Dibenaknya cinta adalah kesenangan semata, sehingga cinta tidak lagi paripurna, yang terjadi malah perburuan syahwat dan pengagungan nafsu. Bahkan cinta dianggap komoditas, akhirnya tercipta pasar-pasar. Ini bukanlah cinta namun maksiat, sebab pasar-pasar yang terbangun adalah jual beli syahwat. Kita sering melihat adegan menjual kebaikan yang akhirnya untuk memperoleh kedudukan, kita sering melihat drama menjual kesenangan yang akhirnya merupakan kemaksiatan dan perjinahan, kita sering melihat aksi demonstrasi kesolehan yang akhirnya ditujukan untuk memperoleh kehormatan. Pasar seperti itu bukan semaian cinta, namun memuluskan jalan setan untuk menyesatkan manusia agar tertutup dari Mahabbah Maha Pencipta.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Para pencari cinta akan menelusuri jalan cinta, dan jalan cinta telah dituangkan dalam Al Qur’an dan Sunah Rosulnya. Orang-orang yang tersesat tidak menempuh jalan ini, sehingga mereka tidak memperoleh nikmatnya cinta, dan tidak mengenal definisi cinta.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Beruntunglah manusia yang telah mengenal dan memahaminya, sebab cinta adalah jalan lembut dan agung untuk mencapai ridloNya, serta pelabuhan untuk menikmati keindahanNya disertai peristirahatan untuk meneguk madu surgaNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Semoga kita tidak termasuk pada golongan manusia yang salah mengenal dan salah memaknai cintaNYA.</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/218/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/218/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=218&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/rahasia-cinta-dan-cinta-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/cinta11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENUJU BELAJAR IBADAH</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/menuju-belajar-ibadah/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/menuju-belajar-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[fauziahsari.multiply.com
Seringkali muncul pertanyaan dalam sanubari, apakah “Ibadahku” telah benar ?. Berbagai usaha Dzikrulloh dilakukan, namun masih terasa hambar, masih terdapat kegelisahan dan kegamangan dalam mengarungi kehidupan. Keimanan yang senantiasa kujaga ternyata masih menyimpan keinginan meraih kehormatan dunia beserta kenikmatannya. Naik turunnya keimanan lebih banyak menyusur pada kerendahan amalan, dan mengejar ambisi untuk memanjakan rasa waswas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:x-small;color:#008000;font-family:Times New Roman;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/ibadah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-215" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/ibadah.jpg?w=150&h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>fauziahsari.multiply.com</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008000;font-family:Times New Roman;">Seringkali muncul pertanyaan dalam sanubari, apakah “Ibadahku” telah benar ?. Berbagai usaha Dzikrulloh dilakukan, namun masih terasa hambar, masih terdapat kegelisahan dan kegamangan dalam mengarungi kehidupan. Keimanan yang senantiasa kujaga ternyata masih menyimpan keinginan meraih kehormatan dunia beserta kenikmatannya. Naik turunnya keimanan lebih banyak menyusur pada kerendahan amalan, dan mengejar ambisi untuk memanjakan rasa waswas yang selalu menggoda<span id="more-214"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menguak tabir kata Ibadah, sejauh pengetahuanku merupakan cerminan arti “abid” atau “mengabdi”, barangkali merupakan makna penyerahan diri seutuhnya, dan tujuan hidup seutuhnya. Pada setiap aktivitas yang dilakukan dalam mengarungi kehidupan, sering terjadi perilaku pengabdian kepada selain Yang Maha Agung, terjebak kepada loyalitas terhadap pimpinan, dan terjerumus pada pengabdian terhadap keluarga dan serpihan-serpihan lain yang lebih rendah. Demikian pula dengan “tujuan hidup”, sering terpeleset pada tujuan jangka pendek, yakni memuaskan ambisi duniawi, meraih eksistensi diri pada pengakuan kehormatan manusia, serta ambisi syahwat untuk memuaskan dahaga nafsu. Alloh Yang Maha Suci tempat bermuaranya seluruh tujuan kesempurnaan telah terabaikan. Bagaimana mungkin aku termasuk kepada mahluk yang mengabdi kepadaNYA jika tujuan hidup hanya sampai pada kebahagiaan duniawi dan syahwat.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Ibadah” artinya mengabdi dan bertujuan hanya kepada Alloh, jika mengabdi dan bertujuan kepada selainNya berarti sedang menduakanNya. Mengabdi berarti menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak dan petunjukNya yang tertuang dalam Al Qur’an, dimana setiap ayatnya adalah pedoman bagi manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia. Jika melakukan aktivitas kehidupan berpedoman kepada aturan/undang-undang buatan manusia, artinya sedang mengabaikan perintahNya dan petunjukNya, masihkah tergolong kepada makhluk yang beribadah kepadaNya ?, padahal sedang mengabaikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, dan lebih mendewakan aturan serta undang-undang yang dibuat manusia ?.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keinginanku mencapai KeridloanNya, sering diucapkan dalam do’a “ Sholatku, Hidupku, Matiku hanya untukMU YA Robbil Alamiin”, namun kenyataan dalam perjalanan hidup berniat mencari kekayaan dengan tanpa menyebutMu, sehingga tergelincir pada perbuatan kemaksiatan yang dibenarkan oleh keinginan sendiri. Perjalanan hidup ditujukan untuk meraih kedudukan dunia dengan mengabaikan petunjukMU, sehingga terperosok kepada ketidakadilan dan merendahkan mahklukMU yang dibenarkan oleh nafsu kerakusan sendiri. Akhirnya banyak rasa sakit yang menimpa teman, sahabat, saudara, kerabat, tetangga, dan orang lain akibat ulah kerakusan dan kebodohan.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ibadah adalah tekad, ucapan, serta perilaku selaras dengan Kehendak Illahi (berpedoman pada Al Qur’an dan Sunah Rosul), dan substansi Ibadah hanya ditujukan kepada Maha Pencipta, bukan kepada manusia, bukan pula kepada makhluk lainnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keindahan dunia fisik telah mengaburkan tatapan mata hati, yang terlihat hanya warna dan ruang yang mempesona dengan kerlingan mata syahwat, sehingga tergiur untuk mengapai kesenangannya, dan menguasai gemerlap rayuannya, untuk dipamerkan di ruang pekan raya ambisi dan museum kerakusan. </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mata hati terdiam, enggan menatap dengan dalam, siapa sesungguhnya keindahan ?. siapa sesungguhnya keagungan ?, siapa sebenarnya pencipta keindahan dan keagungan ?. Nanarnya mata hati membiaskan Yang Mulia dibalikNya. Sungguh aku telah teraniaya oleh nafsuku sendiri.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ibadah adalah kunci mencapai CintaNYA yang Agung dan Abadi, mungkinkah kuperoleh Cintanya ketika kunci belum kutemukan ?. </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#660066;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Remang-remang terdapat bayangan kunci itu, bentuknya seperti, namun masih dipelajari, Semoga benar adanya. Amiin.</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/214/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/214/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=214&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/12/menuju-belajar-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/ibadah.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan Kemampuan Berpikir</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/11/maksimalkan-kemampuan-berpikir/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/11/maksimalkan-kemampuan-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 06:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[
hollygent.blogs.friendster.com
Daya tampung otak manusia yang sangat luar biasa untuk menyimpan memori, memungkinkan manusia melakukan berbagai upaya penyerapan informasi dari berbagai sumber. Sumber informasi yang terhampar dipermukaan bumi dan alam semesta merupakan kekayaan bagi manusia, ketika sumber informasi tersebut secara kreatif diakses ke dalam otaknya. Sumber informasi yang banyak tersedia dan sangat mudah diperoleh, tanpa harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;color:#008000;font-family:Tahoma;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/tafakur.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-211" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/tafakur.jpg?w=181&h=173" alt="" width="181" height="173" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;color:#008000;font-family:Tahoma;">hollygent.blogs.friendster.com</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008000;font-family:Tahoma;">Daya tampung otak manusia yang sangat luar biasa untuk menyimpan memori, memungkinkan manusia melakukan berbagai upaya penyerapan informasi dari berbagai sumber. Sumber informasi yang terhampar dipermukaan bumi dan alam semesta merupakan kekayaan bagi manusia, ketika sumber informasi tersebut secara kreatif diakses ke dalam otaknya. Sumber informasi yang banyak tersedia dan sangat mudah diperoleh, tanpa harus melakukan proses kontemplasi atau proses perenungan/berpikir yang rumit, adalah buku. Melalui buku manusia dapat secara langsung mengkonsumsi hasil pemikiran yang diproduksi oleh orang lain, dan biasanya di dalam buku tersebut tersedia metoda berpikir penulis serta bahan dan sumber tulisannya yang disertai dengan buah pikir penulis bersangkutan.<span id="more-209"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Hasil pemikiran para kreator dan inovator yang dikemas dalam sebuah tulisan (buku), menjadi jalan pintas bagi para peminat buku untuk menikmati berbagai macam ilmu pengetahuan tanpa harus menguras energi untuk mencari sendiri ilmu pengetahuan yang diinginkannya, sehingga hanya dengan membaca buku seseorang dengan sangat cepat menjadi pemilik ilmu pengetahuan.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Mengkonsumsi ilmu pengetahuan yang bersumber dari buku dan hanya bersifat menyimpan memori bacaan dalam otak, cenderung menciptakan pembaca dan peminat buku yang mengutamakan hapalan. Kecenderungan mengutamakan hapalan menggiring manusia bersifat statis (status quo) dan terpola, yang pada akhirnya langkah membuat keputusan bagi kehidupannya relatif text book thinking.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Menghindar dari hanya menghapal isi bacaan merupakan langkah besar dalam mencapai kematangan berpikir, artinya materi hapalan yang telah tertuang dalam otak dikembangkan melalui jalan perenungan dan atau jalan kontemplasi (Tafakur).</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Seringkali Al Qur’an menuangkan seruan “Wahai orang-orang yang berakal”, “Wahai Orang yang Berpikir”, “&#8230;&#8230;Bagi orang-orang yang berpikir”. Seruan ini diyakini setelah kita memahami seruan “Bacalah” dalam Surat Al ‘Alaq. Makna yang dapat kita nikmati dari seruan tersebut adalah rangkaian tahapan berpikir yang di awali dengan proses membaca, yang selanjutnya dilakukan langkah perenungan (tafakur) dari hasil bacaan tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Berbagai keterbatasan yang dimilki manusia secara individu dalam melakukan tafakur yang menghasilkan kesimpulan pengetahuan yang benar, mengharuskan kita memiliki relasi pertemanan atau komunitas untuk saling berbagi dan saling bertukar pendapat, sehingga hasil perenungan bersama dapat dijadikan mufakat sementara dalam memutuskan sebuah perkara ilmu pengetahuan.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Adapun langkah-langkah yang perlu kita lakukan dalam memahami substansi dan esensi bacaan adalah :</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">1.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Bacalah buku yang ditulis oleh tokoh ternama yang kita yakini bahwa beliau memahami dan ahli dibidangnya, misalnya Buku karya Al Ghozali, Djalaludin Rumi, Nurcholis Madjid, Jalaludin Rahmat, dan tokoh lainnya. Hindari membaca buku yang memanjakan syahwat (buku pemujaan terhadap harta, sex, dan kedudukan) sebab mengkonsumsi buku seperti ini akan mengundang keresahan dan gundah gulana. Jika kita mau bertamasya dengan buku, maka bacalah buku sejarah peradaban atau biografi tokoh terpuji, buku mengenai mahluk hidup dan alam semesta, dan buku lainnya yang dapat menyegarkan kalbu kita.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">2.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Bacalah buku lain yang satu topik dengan buku yang sudah dibaca, untuk mencari perbedaan pemikiran di dalamnya, sehingga kita memperoleh pembendaharaan cara pandang dari beberapa tokoh ternama.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">3.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Luangkan waktu minimal 30 menit pada setiap malam, pada saat keheningan sudah mulai terasa untuk merenungkan isi bacaan yang telah selesai kita baca (sebaiknya setiap Bab bacaan direnungkan, sebelum melanjutkan pada Bab berikutnya).</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">4.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Tuliskanlah hasil perenungan kita untuk dibaca ulang, atau sebagai bahan diskusi dengan rekan kelompok diskusi.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">5.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Buatlah kelompok diskusi (kelompok pertemanan/komunitas diskusi) untuk membahas salah satu topik dari buku yang kita baca.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">6.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Buat catatan hasil diskusi sebagai evaluasi kemajuan berpikir kita.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">7.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Upayakan mengikuti pertemuan ilmiah, seminar, diskusi ilmiah yang dilakukan oleh institusi atau lembaga tertentu yang mengupas mengenai buku yang sedang kita konsumsi, atau mengenai topik yang kita minati, serta upayakan berinteraksi dengan nara sumber untuk memperoleh tambahan pemikiran dan kejelasan makna hasil diskusi.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="color:#000080;"><span><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;">8.</span><span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Yang paling penting kita harus memiliki Guru yang kita anggap memenuhi kriteria dan berkarakteristik mengayomi, untuk memperoleh tanggapan dan arahan, agar kita terhindar dari jalan kesesatan berpikir. Jika kita belum menjumpai Guru yang tepat, maka berkomunikasilah dengan pengarang buku (jika beliau masih ada) untuk mendiskusikan topik yang perlu pendalaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Hasil bacaan dan perenungan yang mengharuskan dilakukannya implementasi dalam praktik berkehidupan/bermasyarakat, maka perlu dilakukan aktivitas tersebut, sebab ilmu adalah aktivitas, tanpa aktivitas maka hasil bacaan dan perenungan baru mencapai tahap pengetahuan. </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Aktivitas dapat dilakukan individu, namun akan lebih cepat dan bergairah dalam melakukannya apabila kelompok pertemanan/kelompok diskusi difungsikan pula sebagai kelompok aktivitas dan atau kelompok kreatifitas.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><strong><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Motto : “Jangan menghindar dari perbedaan pendapat, sebab manusia ditakdirkan berbeda satu dengan lainnya, dan perbedaan adalah kekayaan dan harta bagi keluasan ilmu, serta ladang untuk bertafakur”.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat.</span></span></span></p>
<p><!--CTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//E--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=209&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/11/maksimalkan-kemampuan-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/tafakur.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Melahirkan Kemandirian Ekonomi Indonesia melalui Pendirian Lembaga Jaringan Usaha Kota/Kabupaten</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/04/melahirkan-kemandirian-ekonomi-indonesia-melalui-pendirian-lembaga-jaringan-usaha-kotakabupaten/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/04/melahirkan-kemandirian-ekonomi-indonesia-melalui-pendirian-lembaga-jaringan-usaha-kotakabupaten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[www.zeusgroupina.com





Fenomena pembangunan ekonomi Kota/Kabupaten di Indonesia, seringkali tersendat oleh perkembangan ekonomi Global, khususnya pada sektor produksi dan perdagangan. Banyak produsen dalam negeri yang terpaksa meninggalkan usahanya karena tidak dapat bersaing dengan produk impor yang seringkali harganya murah dengan kualitas tertentu.
Komoditas yang memiliki sejarah produksi yang panjang di Indonesia yaitu komoditas pakaian, pada saat ini menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:x-small;color:#008000;font-family:Times New Roman;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/jaringan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-206" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/jaringan.jpg?w=133&h=102" alt="" width="133" height="102" /></a><a href="http://www.zeusgroupina.com">www.zeusgroupina.com</a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008000;font-family:Times New Roman;">Fenomena pembangunan ekonomi Kota/Kabupaten di Indonesia, seringkali tersendat oleh perkembangan ekonomi Global, khususnya pada sektor produksi dan perdagangan. Banyak produsen dalam negeri yang terpaksa meninggalkan usahanya karena tidak dapat bersaing dengan produk impor yang seringkali harganya murah dengan kualitas tertentu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Komoditas yang memiliki sejarah produksi yang panjang di Indonesia yaitu komoditas pakaian, pada saat ini menjadi komoditas yang susah memasuki pasar, hal ini disebabkan oleh pola perdagangan komoditas pakaian bekas impor. Seperti kita tahu pakaian bekas tidak memiliki nilai, artinya tidak terdapat biaya produksi, sebab pakaian bekas tersebut merupakan sampah dari negara lain, jika terdapat biaya, hanya merupakan biaya transfortasi. Apabila di Indonesia terdapat pasar pakaian bekas impor, maka sesungguhnya sedang mematikan produsen pakaian dalam negeri, sebab produsen dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan harga barang sampah tersebut. Ironisnya konsumen dalam negeri relatif menyukai barang seperti tersebut, barangkali karena konsumen dalam negeri tidak diberikan informasi yang lengkap mengenai barang tersebut, atau karena tidak terdapat pilihan untuk mengkonsumsi sandang akibat dari berkurangnya pendapatan riil mereka.<span id="more-205"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keadaan di atas sesungguhnya sedang memperlihatkan bahwa jaringan perdagangan barang bekas/pakaian bekas sangat bagus, sehingga mereka mampu meloloskan pakaian bekas impor melalui jaringan tersebut untuk diperdagangkan di Indonesia, sekaligus sebagai alat untukmenghacurkan produsen dalam negeri. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pemerintah sebagai otorita kebijakan perdagangan semestinya melakukan pelarangan perdagangan pakaian bekas tersebut, sebab berindikasi menurunkan produksi nasional, yang pada akhirnya perekonomian nasional dimasa depan akan terstagnasi, serta berdampak kepada meningkatnya ketergantungan konsumen dalam negeri terhadap barang yang berkualitas sangat rendah dan barang rongsokan. Seyogyanya pemerintah memacu produsen dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi produksi, agar produsen dalam negeri mampu membuat komoditas dengan harga terjangkau bagi konsumen dalam negeri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Buruknya situasi perdagangan nasional dapat diidentifikasi sebagai berikut :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Banyak berkembang sarana perdagangan modern (mall, mart, super market dll), yang semakin medukung peningkatan perdagangan barang impor. Peningkatan ini mengakibatkan penurunan daya saing produk lokal (harga barang impor relatif lebih murah), menurunkan produktifitas kerja, serta menurunkan daya kreasi masyarakat kreatif. Produsen lokal terhambat dalam mencapai tingkat efisiensi yang tinggi, sebab tersandung terlebih dahulu oleh kalah bersaing dengan produk impor yang telah meraih tingkat efisiensi lebih dahulu, serta memiliki jaringan pemasaran yang meng-global</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Sistem kredit perbankan lebih mengutamakan kredit konsumtif, terutama kredit bagi nasabah berpenghasilan tetap. Hal ini mencerminkan daya dukung sektor perbankan terhadap peningkatan produksi lokal masih perlu peningkatan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Lembaga keuangan belum memanfaatkan database nasabah yang dimilikinya, untuk dikembangkan menjadi jaringan bisnis antar nasabah, terutama nasabah pengusaha.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Lembaga pemerintahan yang memiliki berbagai dinas yang menangani sektor ekonomi (Industri, perdagangan, KUKM, Koperasi, pertanian. Perdagangan, dll), belum optimal membuat rencana pembangunan ekonomi yang terintegrasi, rencana pengambangan ekonomi terutama pengembangan produksi lokal masih bersifat parsial.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Orientasi produksi lokal yang saat ini dikembangkan, lebih diprioritaskan kepada perdagangan luar negeri, dan orientasi ini belum memiliki jaringan bisnis yang fundamental, sehingga seringkali perdagangan luar negeri (ekspor) dilakukan dalam jangka waktu pendek (insidentil)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Masyarakat kreatif yang memiliki produktivitas yang tinggi dimanfaatkan oleh pengusaha menengah/besar sebagai buruh, mereka belum diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas usaha secara mandiri. Hal ini terjadi karena terdapat kelemahan masyarakat dalam menyerap informasi pasar dan tidak memiliki jaringan usaha, demikian pula tidak terdapat dukungan yang berkesinambungan dari lembaga keuangan dan lembaga lainnya dalam penyediaan modal, serta kemampuan manajemen.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Keberadaan koperasi semakin bergeser kepada koperasi simpan pinjam, bahkan semakin mengarah kepada operasional lembaga keuangan bank, keadaan ini semakin mempersulit masyarakat pengusaha kecil untuk memanfaatkan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan kinerjanya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Belum terdapat kerjasama antar koperasi dalam wilayah pemerintahan daerah, sehingga tidak terbangun jaringan usaha anatar koperasi, keadaan ini memperkecil kemungkinan pengusaha kecil dapat membangun jaringan usaha dengan pengusaha lainnya dalam upaya penyediaan bahan baku, maupun pemasaran hasil produksi, yang pada akhirnya pengusaha kecil selalu menjadi objek bagi pengusaha besar, serta bagi pengusaha di sektor perdagangan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">9.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Masyarakat pengusaha kecil belum memaksimalkan media masa dan lembaga komunikasi/informasi untuk sarana promosi hasil produksinya, hal ini terjadi karena belum terbentuk kelompok usaha dalam industri UMKM sehingga menyulitkan membangun kerjasama antar lembaga media/komunikasi/informasi<span>  </span>dengan para pengusaha kecil.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">10.</span><span style="font:7pt &quot;">  </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Kadin belum optimal dalam memberikan informasi pasar bagi hasil produksi lokal, sehingga pemasaran hasil produksi lokal lebih dikuasai oleh pedagang perantara, penampung.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">11.</span><span style="font:7pt &quot;">  </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Lembaga pendidikan tinggi tidak memiliki database pengusaha UMKM, sehingga ketika melakukan pelatihan lebih mengarah kepada peningkatan kemampuan produksi pengusaha UMKM. Kenyataan ini melahirkan pengusaha yang mahir membuat barang, namun tidak cerdas memasarkan hasil produksinya, sehingga menciptakan pengusaha-pengusaha yang siap dipermainkan oleh pengusaha yang menguasai pasar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk menekan laju pertumbuhan perdagangan barang impor, maka perlu dilakukan pertumbuhan produksi lokal pada tingkat efisiensi yang tinggi, disertai dengan peningkatan kreatifitas masyarakat pengusaha dalam membuat komoditas yang diperlukan oleh masyarakat. Diantara uapaya yang perlu dilakukan adalah :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Lembaga-lembaga ekonomi yang berada di Kota/Kabupaten senantiasa membuka database masing-masing untuk membuat pemetaan cluster industri yang ada di di Kota/Kabupaten tersebut, dan membuat perencanaan pengembangan usaha UMKM yang terintegrasi antar dinas dan lembaga ekonomi/BUMD bersangkutan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Membuat kelompok-kelompok usaha UMKM dalam usaha sejenis (industri), serta membuat koperasi kelompok usaha.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Membuat Lembaga jaringan usaha di Kota/Kabupaten yang melibatkan lembaga-lembaga ekonomi bersangkutan, yang disertai dengan membuat fasilitas inkubasi bisnis dalam lembaga jaringan usaha tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Langkah untuk mewujudkan Lembaga Jaringan Usaha UMKM, diawali dengan kesiapan Lembaga-lembaga ekonomi untuk membuka database, serta membuat rencana kerja yang terintegrasi. Disamping itu dilakukan upaya-upaya memotivasi pengusaha UMKM untuk membentuk kelompok usaha serta Koperasi kelompok usaha.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Manfaat<span>  </span>Lembaga Jaringan Usaha yang dibangun pada setiap Kota/Kabupaten adalah<span>  </span>:</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi pengusaha</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peningkatan kematangan dalam membuat perencanaan usaha, manajemen usaha, sebab terdapat inkubasi bisnis dalam lembaga jaringan usaha yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan usaha</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peningkatan<span>  </span>pengelolaan pemasaran hasil produksi, disertai dengan piawai mengelola advertising pada media</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peningkatan kelancaran dalam membuat kontrak usaha dengan pengusaha lainnya (baik dalam pemasaran hasil produksi, maupun dalam penyediaan bahanbaku)</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi Pemerintah Daerah</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudahan dalam pengambilan keputusan pengembangan ekonomi daerah, terutama pengembangan sektor ekonomi unggulan daerah</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perencanaan pembangunan ekonomi lebih terintegrasi, sebab lembaga jaringan bisnis dapat difungsikan sebagai lembaga konsultasi bagi kepentingan ekonomi daerah</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan Bank dalam memutuskan pemberian pinjaman sebab pengusaha UMKM yang diberi pinjaman merupakan pengusaha dalam jaringan (pengusaha yang mengajukan pinjaman telah melakukan kontrak usaha terlebih dahulu dengan pengusaha lain), dan telah direkomendasi Lembaga Jaringan</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan kontrol penggunaan pinjaman karena lembaga keuangan terlibat langsung dalam lembaga jaringan</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi Kadin</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan kadin dalam mengembangkan jaringan usaha dengan pengusaha lain di Luar Negeri, ketika terdapat peluang kerjasama perdagangan luar negeri</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan operasional kadin dalam pelaksanaan pengembangan teknologi terapan bagi pengusaha</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi Media Komunikasi/Informasi</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Media dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi/informasi bisnis</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan melakukan bubungan komunikasi bisnis dengan lembaga bisnis luar negeri</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi Perguruan Tinggi</span></span></span>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan memperoleh data, sehingga memudahkan untuk melakukan penelitian yang diperuntukan untuk pengembangan usaha daerah</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memudahkan identifikasi permasalahan yang dialami pengusaha UMKM, sehingga mempercepat proses pemecahan masalah</span></span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Melalui pembuatan lembaga jaringan usaha yang dilakukan pada setiap Kota/Kabupaten, dapat dikembangkan menjadi kerjasama antar lembaga jaringan Kota/Kabupaten se Indonesia, yang pada akhirnya dapat menjadi penghalau efektif bagi jaringan barang impor yang memaksakan untuk melakukan perdagangan di Indonesia yang berindikasi menghacurkan produsen dalam negeri Indonesia.</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/205/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/205/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=205&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/04/melahirkan-kemandirian-ekonomi-indonesia-melalui-pendirian-lembaga-jaringan-usaha-kotakabupaten/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/jaringan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Sederhana Meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM)</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/03/strategi-sederhana-meningkatkan-indeks-pembangunan-masyarakat-ipm/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/03/strategi-sederhana-meningkatkan-indeks-pembangunan-masyarakat-ipm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 05:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[
smkangkasatasik.blogspot.com
 
 
 
Berbagai Kota dan Kabupaten di Indonesia disibukkan dengan perkembangan indeks pembangunan manusia yang meliputi pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat, berbagai program dan rencana strategis dicanangkan. Beberapa Walikota/Bupati yang memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni dengan kapasitas pikir yang lurus dan mendekati jenius berhasil membawa masyarakat yang dipimpinnya memperoleh manfaat dari hasil kepemimpinannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;"><span style="font-size:x-small;color:#008000;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/mesjid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-204" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/mesjid.jpg?w=152&h=91" alt="" width="152" height="91" /></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;"><span style="font-size:x-small;color:#008000;">smkangkasatasik.blogspot.com</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Berbagai Kota dan Kabupaten di Indonesia disibukkan dengan perkembangan indeks pembangunan manusia yang meliputi pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat, berbagai program dan rencana strategis dicanangkan. Beberapa Walikota/Bupati yang memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni dengan kapasitas pikir yang lurus dan mendekati jenius berhasil membawa masyarakat yang dipimpinnya memperoleh manfaat dari hasil kepemimpinannya. Diantara keberhasilan yang diperoleh yaitu bersekolah gratis sampai tingkat SMU, memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit atau poliklinik dengan pelayanan prima tanpa diskriminasi disertai biaya sangat murah bahkan gratis bagi masyarakat berpendapatan rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Meniru keberhasilan pemimpin daerah yang mencintai dan dicintai rakyatnya perlu dilakukan oleh seluruh pemimpin daerah di Indonesia, bahkan perlu dijadikan <strong>model kepemimpinan daerah </strong>untuk diterapkan pada pemerintahan daerah/wilayah seluruh Indonesia.<span id="more-203"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Propinsi Jawa Barat dan Banten yang telah memiliki budaya <strong>“perelek”</strong>, kiranya perlu dikembangkan sebagai sumber dana pembangunan masyarakat untuk meniru pola pengembangan pembangunan masyarakat yang telah diperoleh daerah lain. Melalui budaya tersebut di atas pembangunan kesehatan masyarakat, pendidikan masyarakat dapat ditingkatkan. Metode yang perlu kiranya dilakukan adalah : Besarnya perelek yang disumbangkan masyarakat berupa beras/rumah setiap bulan, diganti dengan sumbangan berupa uang sebesar Rp. 500/rumah setiap bulan. Manajemen perelek dikembangkan melalui manajemen Mesjid yang dikelola profesional dan di koordinasi oleh DKM Mesjid Agung Kota/Kabupaten, artinya seluruh DKM setiap RT/RW melakukan koordinasi dengan Mesjid Agung Kota/Kabupaten untuk mengelola perelek tersebut, dan penampungan “perelek” dilakukan melalui lembaga keuangan syari’ah yang bekerjasama dengan DKM Mesjid Agung Kota, atau ditunjuk oleh Pemerintah Daerah untuk bekerjasama dengan DKM Mesjid Agung Kota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Dengan asumsi jumlah kepala keluarga suatu kota sebanyak 1.000.000 KK, maka akan terkumpul sebesar Rp. 500.000.000/bulan. Dana sebesar itu dikelola oleh DKM Mesjid Agung untuk melayani masyarakat :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;"><span>a.<span style="font:7pt;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Mengurus masyarakat yang meninggal dunia secara lengkap menurut syari’ah sampai menguburkan pada lokasi yang diinginkan keluarga, maupun di lokasi yang telah ditetapkan sebagai pemakaman umum oleh pemerintah daerah. Artinya DKM Mesjid Agung menyediakan Ambulance, tenaga pengurus jenazah, dan perlengkapan serta peralatan lainnya untuk menangani pengurusan jenazah di Kota tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;"><span>b.<span style="font:7pt;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">DKM Mesjid Agung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten menyediakan mobil pelayanan kesehatan masyarakat yang dilengkapi dengan sarana kesehatan dan pelayanan melahirkan anak, serta tenaga medik yang profesional. Pelayanan kesehatan ini untuk menanggulangi masyarakat yang akan melahirkan disuatu daerah, dan DKM dengan Dinas Kesehatan Kota melakukan pelayanan langsung di kediaman pasien atau dilakukan pada mobil pelayanan kesehatan yang disediakan, sehingga pasien dapat ditangani dengan cepat tanpa perlu melakukan perjalanan jauh menuju klinik bersalin atau rumah sakit. Sarana mobil pelayanan masyarakat di lengkapi pula dengan obat-obatan generik, sehingga mobil pelayanan kesehatan tersebut dapat pula menjadi apotik berjalan untuk memberikan layanan pengobatan bagi masyarakat Kota/Kabupaten. Sehingga DKM dan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten menyediakan Klinik dan Apotik berjalan untuk melayani kesehatan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;"><span>c.<span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">DKM Mesjid Agung berkoordinasi dengan DKM-DKM RT/RW untuk mengembangkan mesjid dan atau madrasah menyediakan fasilitas perpustakaan RT/RW berbasis mesjid/madrasah, dimana sumber buku dapat memanfaatkan buku-buku yang dimilki masyarakat untuk dititipkan di mesjid/madrasah, atau dari sumbangan keluarga, dan dari dana yang bersumber dari perelek setiap bulannya.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;color:#003300;font-family:Trebuchet MS;">Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan untuk membangun koperasi warga berbasis mesjid/madrasah yang menyediakan keperluan sandang dan pangan masyarakat serta kebutuhan ekonomi lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#003300;line-height:150%;">Pengelolaan perelek yang dikoordinasi oleh DKM Mesjid Agung sangat perlu dibantu dengan sarana telekomunikasi untuk kelancaran informasi dalam menangani masalah yang dihadapi masyarakat tersebut di atas, dan perlu pula pendataan potensi perelek setiap Kepala Keluarga Kota/Kabupaten tersebut (data dapat mempergunakan data Kartu Keluarga yang telah tersedia disetiap RT/RW). Kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan program ini sangat mudah dan sederhana, yaitu bertindak jujur dan dapat dipercaya dalam mengelolanya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/203/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/203/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=203&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/07/03/strategi-sederhana-meningkatkan-indeks-pembangunan-masyarakat-ipm/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/07/mesjid.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KEBODOHAN YANG DIPERTONTONKAN (Layar tancap Kejagung)</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/27/kebodohan-yang-dipertontonkan/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/27/kebodohan-yang-dipertontonkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 07:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[
Perjalanan pemikiran manusia Indonesia tengah dihadapkan kepada pembelokan logika, dari berbagai kasus yang menimpa kehidupan bernegara banyak diantaranya diselesaikan dengan solusi yang menciptakan kasus yang lebih besar. Anehnya penyelesaian kasus seperti itu dilakukan oleh orang-orang yang berada pada lingkungan profesional yang dipercaya kwalitas serta kemampuannya.
Kasus raksasa yang tengah menimpa Indonesia adalah kerancuan logika hukum pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/bodoh.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-199" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/bodoh.jpg?w=148&h=124" alt="" width="148" height="124" /></a>Perjalanan pemikiran manusia Indonesia tengah dihadapkan kepada pembelokan logika, dari berbagai kasus yang menimpa kehidupan bernegara banyak diantaranya diselesaikan dengan solusi yang menciptakan kasus yang lebih besar. Anehnya penyelesaian kasus seperti itu dilakukan oleh orang-orang yang berada pada lingkungan profesional yang dipercaya kwalitas serta kemampuannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Kasus raksasa yang tengah menimpa Indonesia adalah kerancuan logika hukum pada Kejaksaan Agung mengenai kasus Suap dalam rangkaian kasus Korupsi yang memiliki indikasi penistaan logika keadilan yang sangat parah. Kejadian ini menimbulkan turunnya kepercayaan masyarakat pada tingkat dasar terhadap lembaga hukum di Indonesia. Bagaimana tidak, sebuah Lembaga Agung yang dihuni para pemikir hukum yang memahami keadilan hukum pada tingkat paling tinggi, tengah mempertontonkan drama penyelesaian hukum pada lingkungannya sendiri, dan masyarakat menyaksikannya dengan terheran-heran. Benarkah mereka sedang mengadili dirinya sendiri ?, jika tidak adil&#8230;..lalu bagaimana mereka dapat mengadili masyarakat ?.<span id="more-190"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Banyak kalangan yang menganalisis bahwa mereka melakukan kekejian tersebut, karena kurangnya penghasilan/gaji sehingga perlu tambahan penghasilan dari aspek lain, namun jalan keluar yang diambil untuk menambah penghasilan mereka dengan jalan yang paling mudah. Apabila kita kaji jalan keluar yang mereka tempuh tersebut menunjukan kemampuan mencari solusi yang rendah (baca : Bodoh), artinya mereka tidak memiliki kemampuan dalam menanggulangi kehidupannya sendiri, sehingga berani <strong>menjual diri</strong>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Kasus korupsi Triliunan rupiah tidak terkuak karena dilindungi oleh perangkat hukum yang memperoleh suap miliaran rupiah, sungguh sangat aneh. Maling meraup uang sangat banyak dan yang disuap (padahal mereka memiliki kedudukan tinggi di negeri ini) menerima hanya sebagian kecil saja, bukankah hal itu sedang merendahkan diri ?, sejatinya maling tersebut mengembalikan uang kepada negara dan perangkat hukumnya diberikan bonus oleh negara sebesar nilai suap yang diterimanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Memperhatikan pemikiran orang-orang yang mau disuap sangat menggelikan, mereka mau saja menerima uang recehan, sementara orang yang dilindunginya memperoleh jumlah yang fantastis sambil menertawakan kebodohan mereka. Orang yang disuap memperoleh sebuah mobil mewah, sementara malingnya bersenang-senang dengan pesawat jet pribadi yang baru, orang-orang yang disuap hanya memperoleh sebuah rumah, sementara malingnya menikmati istana di Beverlly Hill atau di Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukan bahwa maling lebih pintar dari para penangkap maling, atau malah para penangkap maling itu sesungguhnya begundal maling, sebab mereka diberi upah untuk menutupi aktifitas malingnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Jika masih banyak orang yang mau menerima suap di negeri indah ini, menunjukan masih banyaknya jumlah orang-orang yang rendah kualitas berpikirnya. Jika mereka berpikir bahwa dengan suap dapat menambah penghasilan sesungguhnya salah, sebab dengan suap maka maling/pelaku kejahatan akan semakin kaya, dan semakin leluasa untuk melakukan tindakan korupsi/kejahatan lainnya yang lebih besar, dan penerima suap semakin rendah kedudukannya sebab menjadi seorang kacung maling.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Rakyat Indonesia yang berharap meningkatkan kualitas kehidupannya, baik kualitas berpikir dan kreatifitasnya, maupun kualitas perekonomian, serta keadilannya, semakin pesimis untuk meraihnya. Sebab contoh yang terpampang dari berbagai kasus di negeri ini adalah pendidikan menjadi orang hina, dan pendidikan menurunkan kualitas berpikir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Adalah saat yang tepat bagi Pemimpin Bangsa untuk mengajak kaum muda dan anak-anak bangsa untuk memperoleh pendidikan kesolehan, pendidikan peningkatan harga diri, pendidikan kemuliaan hidup, dan pendidikan kehormatan diri. Pemimpin bangsa harus melakukan pemberangusan perilaku kekejian dan kemunkaran yang terjadi, agar anak bangsa dan generasi penerus bangsa semakin memahami kemuliaan sebuah kehidupan bernegara, dan Pemimpin Bangsa harus bekerja keras mencari penyebab mengapa kekejian dan kemungkaran sering terjadi pada lembaga pemerintah maupun lembaga negara lainnya, serta bekerja tegas menghukum para pelakunya, bagaimanapun kejadian hari ini akan menjadi contoh buruk bagi pendewasaan berpikir anak bangsa, apalagi jika penanggulangan kekejian dan kemungkaran masih menyisakan tanda tanya dan bahan tertawaan penduduk bangsa lain di dunia ini. Jangan warisi generasi muda Indonesia dengan kehinaan diri dan kerendahan diri dimata pergaulan dunia, berikan generasi muda rasa percaya diri karena memperoleh pendidikan kemuliaan dari para pemimpin, tokoh masyarakat, guru, dan orang tuanya<strong>. Dosa besar sesungguhnya bukan dosa anak terhadap orang tuannya, namun dosa orang tua terhadap anaknya, sebab anak mengenal jalan dari mereka.</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Semakin jelas dihadapan kita, bahwa kekuasaan di negeri ini berada dalam genggaman <strong>pengusaha</strong>, hal ini menunjukan bahwa kehidupan berbangsa Indonesia telah mempraktikan <strong>Kapitalisme</strong>, maka wajar apabila para pengelola negara derajatnya lebih rendah dari kaum Kapitalis, dan wajar jika praktik suap semakin merajalela dinegeri ini, sebab Uang menjadi alat efektif untuk memuluskan perjalanan Kapitalisme.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">Praktik Korupsi dan Suap menyuap relatif menurun, ketika filosofi materialisme kapitalisme tidak diberikan ruang di Indonesia, sehingga kewibawaan Pengelola negara dan Pemimpin bangsa dapat terjaga, dan tidak mudah dinilai dan diukur dengan mata uang. </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=190&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/27/kebodohan-yang-dipertontonkan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/bodoh.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Potensi Wirausaha Kaum Hawa Indonesia Sangat Luar Biasa</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/potensi-wirausaha-kaum-hawa-indonesia-sangat-luar-biasa/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/potensi-wirausaha-kaum-hawa-indonesia-sangat-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[ahmadzazili.blogspot.com
Perjuangan emansipasi kaum hawa Indonesia sudah membuahkan hasil, banyak kaum hawa yang mampu melakukan aktifitas layaknya kaum Adam, bahkan menjadi pemimpin bangsapun telah diraih. Berbagai profesi telah diarungi oleh kaum hawa Indonesia dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, hasil karya mereka telah dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Dari berbagai kemajuan yang diraih oleh kaum Hawa Indonesia, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="EN-GB"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/dharma.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-180" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/dharma.jpg?w=117&h=118" alt="" width="117" height="118" /></a>ahmadzazili.blogspot.com</span><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Perjuangan emansipasi kaum hawa Indonesia sudah membuahkan hasil, banyak kaum hawa yang mampu melakukan aktifitas layaknya kaum Adam, bahkan menjadi pemimpin bangsapun telah diraih. Berbagai profesi telah diarungi oleh kaum hawa Indonesia dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, hasil karya mereka telah dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dari berbagai kemajuan yang diraih oleh kaum Hawa Indonesia, baik kemajuan ilmu pengetahuan, kemajuan keahlian dan peningkatan produktifitas kerja, ternyata masih terdapat potensi ekonomi yang belum tergali maksimal, terutama potensi ekonomi dari anggota organisasi kewanitaan (organisasi Dharma Wanita, maupun Gabungan Organisasi Wanita (GOW)).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Organisasi Dharma Wanita, serta organisasi wanita lainnya tersebar di seluruh pelosok daerah di Indonesia, sampai ke wilayah pemerintahan Desa/Kelurahan. Hampir setiap organisasi kewanitaan di Pedesaan/Kelurahan di isi oleh kaum Hawa yang memilki keterampilan, baik berupa keterampilan memasak, kerajinan, maupun keahlian lain yang bermanfaat bagi kehidupan berkeluarga masyarakat Indonesia. Potensi keahlian tersebut belum dimaksimalkan menjadi profesi kaum Hawa yang dapat dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.<span id="more-179"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Keahlian Kaum Hawa pada Organisasi Dharma Wanita yang telah terlihat, tidak dijangkau oleh Pemerintah sebagai potensi ekonomi yang besar, serta belum disentuh efektif oleh Perbankan atau lembaga keuangan lainnya sebagai suatu lembaga ekonomi yang menguntungkan. Apabila organisasi darma wanita yang ada diberbagai pelosok di negeri ini telah menjalin hubungan satu dengan lainnya melalui kebijakan organisasi dharma wanita pusat, maka sesungguhnya organisasi tersebut telah memiliki jaringan usaha yang sangat luas dan besar. Sebuah produk yang dihasilkan oleh suatu kelompok kaum Hawa kreatif pada satu organisasi Dharma Wanita sebenarnya dapat dipasarkan melalui komunikasi antar organisasi dharma wanita lainnya yang adal di Indonesia, apalagi jika Dharma Wanita setiap Kabupaten/Kota dilengkapi dengan Koperasi Dharma Wanita yang menampung seluruh produk yang dihasilkan anggotanya, maka sama artinya Koperasi ini mewujud menjadi Mini market atau bahkan super market bagi komoditas hasil produksi kaum Hawa Kabupaten/Kota bersangkutan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Melalui jaringan komunikasi antar Dharma Wanita seluruh Indonesia, sangat memungkinkan dikembangkan menjadi jaringan usaha antara Koperasi Dharma Wanita Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, sehingga perdagangan komoditas hasil produksi anggota dapat saling dipertukarkan dengan komoditas yang diproduksi oleh anggota Kabupaten/Kota lainnya. Hal ini menunjukan bahwa jaringan komunikasi antar organisasi dharma wanita Kabupaten/Kota dapat dikembangkan menjadi jaringan bisnis antar Koperasi Dharma Wanita seluruh Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Mengembangkan jaringan usaha melalui Koperasi Dharma Wanita yang merupakan cerminan dari hasil produksi kaum Hawa Indonesia, sesungguhnya sedang meningkatkan kontribusi kaum hawa dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, sebab hasil kreatifitas mereka yang sebelumnya<span>  </span>hanya diperdagangkan melalui konsep arisan Ibu-ibu, atau bahkan hanya untuk sekedar sharing pengetahuan antar anggota, dapat dikembangkan menjadi komoditas yang dapat dipasarkan secara luas ke seluruh pelosok tanah air.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Jika Koperasi Dharma Wanita dikelola pofesional yang didukung oleh injeksi permodalan dari perbankan nasional, maka perkembangannya akan sejajar dengan perkembangan mart-mart yang pada saat ini menggurita sampai kepelosok Desa, bahkan Koperasi Dharma wanita dapat dijadikan sarana pasar komoditas dalam negeri, sehingga kebutuhan keluarga Indonesia dapat dipenuhi oleh komoditas hasil karya bangsa sendiri, dan tidak bergantung kepada komoditas impor. Pada akhirnya setiap Desa/Kelurahan tidak perlu lagi kehadiran mart-mart yang lebih menonjolkan komoditas impor untuk kebutuhan keluarga, sebab koperasi Dharma Wanita telah sanggup untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga dengan jenis dan macam komoditas yang bersumber dari hasil kreatifitas kaum Hawa seluruh Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#003300;font-family:Gautami;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Potensi ekonomi Dharma Wanita Indonesia melalui jaringan usaha antar Koperasi Dharma Wanita seluruh Indonesia, merupakan jalan keluar bagi peningkatan produk nasional, serta menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. <strong><em>Ditangan kaum Hawa Indonesia, negeri ini bisa lebih sejahtera, maka lengkaplah jati diri kaum Hawa Indonesia, sebab surgapun mereka miliki ditelak kakinya.</em></strong></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/179/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/179/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=179&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/potensi-wirausaha-kaum-hawa-indonesia-sangat-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/dharma.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penghematan Energi Nasional dengan Batik</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/penghematan-energi-nasional-dengan-batik/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/penghematan-energi-nasional-dengan-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 03:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[blog.baliwww.com
Keanekaragaman karya seni budaya sering menjadi identitas sebuah bangsa, semisal piramida, candi-candi, bahkan pakaian budaya sebuah bangsa. Kita mengenal kimono yang menjadi identitas pakaian Jepang, serta pakaian hawaiian yang menjadi identitas masyarakat Hawaii.
Indonesia yang memiliki ragam karya seni budaya, khususnya seni pakaian dan kerajinan batik, telah lama menjadi identitas Daerah bahkan Negara, sebab batik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#008000;line-height:150%;font-family:Arial;">blog.baliwww.com</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Gautami;"><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-177" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg?w=125&h=125" alt="" width="125" height="125" /></a>Keanekaragaman karya seni budaya sering menjadi identitas sebuah bangsa, semisal piramida, candi-candi, bahkan pakaian budaya sebuah bangsa. Kita mengenal kimono yang menjadi identitas pakaian Jepang, serta pakaian hawaiian yang menjadi identitas masyarakat Hawaii.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Indonesia yang memiliki ragam karya seni budaya, khususnya seni pakaian dan kerajinan batik, telah lama menjadi identitas Daerah bahkan Negara, sebab batik yang ada di Indonesia sangat kaya akan corak dan jenis, tersebar hampir di setiap daerah. Kita mengenal Batik Kalimantan, Batik Jogja, Batik Tasikmalaya, serta batik Pekalongan, dan batik dari daerah lainnya. Namun dalam perkembangannya banyak batik-batik Indonesia yang semakin memudar peminatnya, terkalahkan oleh design corak kain dari negara lain, pada akhirnya banyak masyarakat yang enggan mengenakan batik sebagai baju sehari-hari, karena mengenakan batik seolah hanya untuk acara-acara tertentu saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Klasifikasi penggunaan batik yang hanya dipergunakan untuk acara-acara resmi, mengakibatkan pemasyarakatan batik menjadi tersendat, yang berdampak pada kurang berkembangnya industri batik Indonesia. Sesungguhnya melalui perkembangan industri batik dapat menumbuhkan produsen-produsen baru, serta perusahaan-perusahaan baru yang menampung tenaga kerja/pengrajin batik, hal ini mencerminkan bahwa pengembangan industri batik akan memberikan solusi pengurangan jumlah pegangguran di Indonesia.<span id="more-176"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Pengembangan pakaian batik sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Indonesia, akan mendorong kecintaan dan kebanggaan Masyarakat Indonesia terhadap seni budayanya, sehingga sikap sebagai follower fashion asing dapat diminimalisir. Manfaat lebih dari pengembangan tersebut dapat meningkatkan kreasi pebatik Indonesia, serta dapat membantu menanggulangi masalah pengangguran di dalam negeri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Kebiasaan tokoh-tokoh masyarakat yang berpakaian Jas berdasi, pada acara resmi, maupun sebagai pakaian kerja, seringkali menjadi faktor meningkatnya penggunaan energi listrik dalam negeri, sebab masyarakat yang berpakaian jas atau berdasi dituntut untuk dipakai pada ruangan dingin, atau ruangan ber AC. Dengan demikian maka cara berpakaian di Indonesia yang tidak beradaptasi dengan karakteristik iklim Indonesia, akan menghasilkan pemborosan energi, <strong><em>hanya untuk menyelamatkan orang yang memakai jas dan berdasi, harus mengorbankan energi yang seharusnya dipergunakan untuk keperluan produktif.</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Maka sangat wajar apabila terdapat produsen batik yang memenuhi segmentasi pasar bagi para tokoh masyarakat, atau para pekerja/karyawan untuk membuat batik yang layak dipergunakan untuk tujuan resmi pengganti jas dan berdasi yang sangat tidak nyaman dipakai pada kondisi iklim Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Dengan demikian berpakaian batik bagi semua kalangan pada berbagai keadaan akan mendorong peningkatan produksi nasional, dan dapat dijadikan sebagai metode untuk menghemat penggunaan energi listrik di Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Langkah arif yang layak dilakukan untuk mencapai tujuan di atas, adalah :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Mengubah image pakaian batik tidak hanya sebagai pakaian resmi, namun dikembangkan pula menjadi pakaian sehari-hari, atau menjadi pakaian yang nyaman untuk dikenakan pada kondisi udara panas, atau dikenakan didaerah-daerah wisata pantai. Kita mengenal pakaian Hawaii yang karakteristiknya relatif sama dengan batik, dan masyarakat Hawaii mengenakan pakaian tersebut untuk segala aktifitas kehidupan di wilayahnya. Apabila batik Indonesia dikembangkan menjadi pakaian santai, maka tentu luas pasar batik Indonesia akan semakin besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Program pariwisata <em>visit Indonesia year</em> perlu dikembangkan, yang disertai dengan program pengenalan batik sebagai pakaian wisata, demikian pula para designer kenamaan di Indonesia serta designer muda Indonesia sangat perlu untuk mengembangkan design batik menjadi pakaian batik yang layak pakai untuk santai, atau untuk acara wisata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Membiasakan para tokoh masyarakat, Pejabat, serta karyawan yang terbiasa mempergunakan jas dan berdasi, untuk beralih kepada pakaian yang beradaptasi dengan iklim Indonesia (pakaian batik), serta mengingatkan kepada mereka bahwa tanpa memakai jas dan tanpa memakai dasipun, tak akan menurunkan wibawa dirinya sebagai tokoh, malah dengan mempergunakan jas dan berdasi menjadi penyumbang terjadinya pemborosan energi Indonesia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;font-family:Gautami;"><span style="font-size:small;">Pakailah batik Indonesia sebab kita warga negara Indonesia, jika ingin berjas dan berdasi pakailah ketika kita ada di negara lain, sebab budaya mereka seperti itu adanya.</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/176/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/176/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=176&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/21/penghematan-energi-nasional-dengan-batik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PORNOGRAFI SEBUAH PENODAAN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA</title>
		<link>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/16/pornografi-sebuah-penodaan-terhadap-hak-asasi-manusia/</link>
		<comments>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/16/pornografi-sebuah-penodaan-terhadap-hak-asasi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 03:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bwfitri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwfitri.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[ popwillneverstop.multiply.com
Kebebasan berekspresi dijamin oleh undang-undang HAM, kebebasan seseorang mengaktualisasikan hasil karya seninya memiliki ruang yang leluasa, apapun bentuknya selama tidak merugikan masyarakat. Sebuah karya seni merupakan proses rasa dan rasio yang cermat dan teliti serta mengutamakan keindahan sebagai tujuan akhirnya. Sebuah karya seni dapat dinikmati karena karya tersebut mampu memberikan suasana yang nyaman dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/monyet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-168" src="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/monyet.jpg?w=130&h=90" alt="" width="130" height="90" /></a> <em>popwillneverstop.multiply.com</em><br />
Kebebasan berekspresi dijamin oleh undang-undang HAM, kebebasan seseorang mengaktualisasikan hasil karya seninya memiliki ruang yang leluasa, apapun bentuknya selama tidak merugikan masyarakat. Sebuah karya seni merupakan proses rasa dan rasio yang cermat dan teliti serta mengutamakan keindahan sebagai tujuan akhirnya. Sebuah karya seni dapat dinikmati karena karya tersebut mampu memberikan suasana yang nyaman dan indah bagi penikmatnya.<span id="more-167"></span><br />
Perkembangan seni pada jaman ini telah merambah kepada seni dengan mempergunakan teknologi terkini, sehingga kita semakin tercengang ketika melihat hasil karya seni photografi berpa indahnya galaxi, indahnya kedalaman laut, serta indahnya hamparan bumi yang memiliki ragam pesona yang berlimpah, kita dengan mudah menikmati karya tersebut. Namun dalam perkembangannya teknologi itupun menghasilkan definisi sebuah karya seni yang lain dan kontroversial, yaitu pornografi.<br />
Para pelaku pornografi menyebutnya sebagai karya seni, sebab mengandung unsur-unsur keindahan, namun bagi sebagian masyarakat menyebutnya sebagai penodaan terhadap nilai seni.<br />
Jika kita menyimak masyarakat yang menyebutkan pornografi sebagai penodaan terhadap nilai seni, mereka merujuk kepada perintah Alloh bagi manusia untuk senantiasa menutup aurat. <strong><em>Melaksanakan perintahNYA berarti menunjukan kepercayaan, kesetiaan dan pengabdian terhadapNYA. Artinya mereka yang menolak pornografi adalah golongan yang mengabdi kepada Tuhannya (Alloh SWT). Sebaliknya mereka yang menerima pornografi adalah golongan masyarakat yang menentang perintahnya, dengan kata lain mereka lebih memilih mengabdi kepada selain Alloh.<br />
</em></strong>Di dunia ini terdapat berbagai mahluk, diantara yang tengah berseteru adalah manusia dengan setan. Manusia memperjuangkan hak asasinya sebagai manusia (HAM), dan besar kemungkinan setanpun berjuang mempertahankan hak asasi setannya (HAS). Hak asasi manusia adalah kebebasan untuk memperoleh keabadian surga dan Ridlo Alloh, sementara hak asasi setan adalah mengajak manusia untuk menikmati neraka dan laknat Alloh. Keduanya saling memperkuat kedudukan, dimana manusia selalu ingin berdekatan dengan Illahi, sementara setan berjuang mengajak manusia untuk menghindarinya.<br />
Tidaklah sulit menerka, pornografi merupakan bentuk perwujudan pengakuan perjuangan HAS (Hak Asasi Setan), sebab pornografi merupakan tindakan menjauhkan diri dari kedekatan dengan Alloh, sesuai dengan keinginan setan dalam memperjuangkan hak asasi setannya, dimana mereka mengajak manusia untuk berjauhan dengan kehendak/perintah Alloh.<br />
<strong><em>Apakah kita sedang memperjuangkan HAM ataukah memperjuangkan HAS, jika kita manusia tentu akan memilih memperjuangkan HAM, dengan menyatakan pornografi merupakan sebuah karya seni setan.</em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bwfitri.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bwfitri.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bwfitri.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bwfitri.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bwfitri.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bwfitri.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bwfitri.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bwfitri.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bwfitri.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bwfitri.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bwfitri.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bwfitri.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bwfitri.wordpress.com&blog=2293926&post=167&subd=bwfitri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwfitri.wordpress.com/2008/06/16/pornografi-sebuah-penodaan-terhadap-hak-asasi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/bwfitri-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bwfitri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bwfitri.files.wordpress.com/2008/06/monyet.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>