Mungkinkah Agama, Seni, dan Ilmu Terpisah Kedudukannya ?

Menyimak tulisan Dr. Dedi Sufyadi (semoga beliau selalu dalam lindungan Alloh SWT) yang mengetengahkan arti penting kedudukan Agama dalam pergaulan seni dan keilmuan, kami merasa ingin berdiskusi mengenai kedudukan masing-masing kajian yang diketengahkan, yaitu kedudukan seni, kedudukan ilmu dan kedudukan agama. Dalam pandangan kami ketiganya tidak berada dalam ruang dan waktu yang terpisah.

MEMBANGUN WISATA RELIGI GUNUNG GALUNGGUNG

 
Kegiatan wisata sering ditujukan untuk relaksasi dari segala kegiatan yang menyita waktu mencari materi, melalui wisata pula energi perjuangan mencari nafkah dipulihkan, namun adakalanya relaksasi melalui wisata menuai kekeruhan dalam jiwa, bukan energi positif yang dilahirkan dari kegiatan wisata, namun energi yang membangkitkan kerakusan untuk mengeruk materi sebanyak-banyaknya tanpa peduli kerugian publik terjadi

Mencari Pola Pengembangan Agribisnis

Pendahuluan
Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang mampu menyediakan kebutuhan pangan dari hasil produksi lokal, sebab jika mengandalkan kebutuhan pangan dalam negeri dari pangan impor akan berdampak pada ketidaksiapan bangsa dalam menghadapi krisis ekonomi, terutama yang bersumber dari krisis keuangan, dimana risiko kekurangan pangan/kelaparan akan terjadi.

Mekanisme Pasar Komoditas Politik

 Propaganda Liberalisasi Perdagangan atau perdagangan bebas pada perekonomian dunia, mendesak perekonomian Indonesia untuk mengarah kepada terciptanya mekanisme pasar dalam seluruh komoditas yang dipasarkan di dalam negeri. Meskipun UUD.45 menyiratkan bahwa komoditas yang menyangkut kehidupan rakyat banyak harus dikuasai oleh Pemerintah, seolah kita tidak peduli, “yang penting kita menjadi bangsa gaul dalam perekonomian dunia”.