Sema
kin pudar tatanan ekonomi yang diamanatkan UUD 1945, sejalan dengan merebaknya praktik kapitalisme. Berbagai kalangan mengakui bahwa mekanisme pasar sebagai pondasi ekonomi liberal ala barat telah mengalami masa kepunahan, demikian pula dengan ekonomi yang dilandaskan sosialis komunism. Yang berjalan pada saat ini adalah ekonomi liberal yang dipenuhi dengan intervensi pemerintah, serta ekonomi sosialis yang membuka lebar praktik mekanisme pasar.
Sistem ekonomi model Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 ternyata banyak diminati oleh berbagai negara di dunia, dimana mekanisme pasar hanya untuk mengelola sumberdaya yang tidak menyangkut hajat hidup orang banyak, artinya pemerintah secara langsung menjadi pengelolaan sumberdaya untuk kesejahteraan masyarakat.
Implementasi sistem ekonomi Indonesia menyediakan ruang yang luas bagi pemerintah untuk mengelola sumber daya (yang menyangkut hajat hidup orang banyak), dengan tujuan mencapai efisiensi produksi dan efektifitas distribusi hasil produksi, sehingga masyarakat memperoleh keadilan secara merata dalam menikmati kebutuhan hidup yang mensejahterakan. Tetapi dalam kenyataannya pengelolaan sumberdaya oleh pemerintah ditafsirkan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga orientasi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, berubah menjadi orientasi profit untuk memperoleh keuntungan bagi negara sebesar-besarnya. read more…
Kekhawatiran dan kecemasan merasuki alam pikiran saya, ketika memperhatikan sistem pendidikan nasional, dimana sistem pendidikan yang tengah berjalan menghasilkan sumberdaya lulusan yang mengantri menjadi calon tenaga kerja, yang pada akhirnya tercipta pengangguran ketika jumlah lapangan kerja lambat mengantisipasinya.
Sistem pendidikan nasional ternyata tidak menyediakan ruang yang cukup bagi lulusan SMA untuk meningkatkan darajat keilmuannya, sebab ternyata biaya kuliah yang begitu tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah, jikalau harus memaksakan maka pinjaman melalui perbankan dengan tingkat bunga yang relatif tinggi menjadi alternatif, sehingga mengorbankan tingkat kesejahteraan keluarga. Namun kenyataan ini masih menyisakan sejumlah lulusan SMA yang tidak dapat mengakses Perguruan tinggi disebabkan tidak terdapat kemampuan untuk melakukannya.
Jumlah pengangguran lulusan SMA sebesar 3 812 522 orang (data statistik Indonesia Agustus 2008), menunjukan bahwa mereka tidak dapat akses ke perguruan tinggi serta tidak dapat terserap oleh lapangan kerja. Pada kondisi krisis ekonomi saat ini dimana sektor produksi melambat pertumbuhannya, bahkan dibeberapa budang usaha mengalami kemunduran dan penghentian produksi, maka akan tercipta jumlah pengangguran yang lebih banyak.
Adapun masyarakat yang dapat akses ke perguruan tinggi ternyata melahirkan kecemasan baru berupa ketimpangan yang besar antara perkembangan jumlah lulusan dengan perkembangan jumlah lapangan kerja, sehingga melahirkan pengangguran yang cukup besar dari para sarjana yakni Jumlah sebesar 598 318 orang (data statistik Indonesia Agustus 2008).
Sembarang saya berpikir, barangkali persoalan ini disebabkan karena pengembangan kurikulum berorientasi pasar kerja, sehingga keilmuan yang disajikan dalam kurikulum merupakan paket ilmu pengetahuan yang diadopsi dari kebutuhan perusahaan, bukan dari kebutuhan pembangunan ilmu pengetahuan dimasa yang akan datang, sehingga terlahir motivasi lulusan menjadi tenaga kerja karena pengembangan kurikulum di atas. Ditambah dengan klasifikasi kualitas perguruan tinggi dari badan akreditasi yang menekankan bahwa lulusan PT yang banyak terserap dilapangan kerja menjadi perguruan tinggi yang berkualitas. read more…
Benarkah kebijakan tingkat bunga dapat mengobati Inflasi ? (Sebuah catatan kritis terhadap Fisher Equation Theory)

Berbagai kalangan moneteris meyakini bahwa instrumen kebijakan tingkat bunga (discount Policy) dapat dipergunakan sebagai alat untuk meredam laju inflasi dalam sebuah perekonomian. Hal ini ditampakkan dalam mekanisme : ”Jika tingkat bunga ditingkatkan, maka kecenderungan masyarakat meningkatkan jumlah tabungannya di lembaga keuangan perbankan, sehingga jumlah uang beredar akan menurun. Penurunan jumlah uang beredar dianggap sebagai faktor penyebab menurunnya tingkat inflasi dalam perekonomian”.
Mengamati mekanisme di atas, terdapat kecenderungan bahwa masyarakat memiliki refleksi yang tinggi terhadap perubahan tingkat bunga, serta diangpap bahwa masyarakat memiliki alternatif penggunaan uang yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan (apakah ditanamkan dalam bentuk investasi, atau ditabungkan untuk memperoleh penghasilan bunga).
Apabila kebijakan tingkat bunga di atas diterapkan di negara berkembang seperti Indonesia yang sebagian besar pendapatan masyarakatnya hanya cukup untuk konsumsi dasarnya saja, bahkan tidak memadai untuk keperluan perumahan, kesehatan dan pendidikan, maka tidak akan efektif atau malah menjadi faktor yang semakin menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Selayaknya negara-negara berkembang menelaah ulang kebijakan tingkat bunga diterapkan dalam perekonomiannya, sebab : read more…
(gambar dari : gosippemilu.blogspot.com)
Keberanian MUI mengeluarkan fatwa “haram” terhadap pilihan nurani rakyat dalam melakukan hak tidak memilih calon legislatif dan calon pemimpin bangsa (golput) patut diapresiasi dengan segala kecermatan dan kehati-hatian.
Banyak kalangan menilai MUI sangat berani mengambil sikap menggiring umat Islam untuk menetapkan pemilihan umum sebagai ranah ibadah terhadap Alloh SWT.
Dengan berbagai konsekwensi yang akan ditanggung MUI, keberanian ini patut didorong agar MUI menjelaskan seberapa besar tanggungjawabnya terhadap kesalahan pilihan umat Islam Indonesia, apabila 5 tahun kedepan ternyata lahir pemimpin yang tidak mensejahterakan rakyat, serta terpilih anggota legislatif yang masih doyan korupsi.
Urun rembuk kami dalam masalah ini, dengan harapan umat Islam Indonesia tidak terjerumus pada wilayah haram, serta memilih pemimpin dan wakil rakyat dengan benar, disertai tanggungjawab penuh dari MUI untuk memberikan jalan kebenaran yang hakiki, maka kami mengusulkan :
1. Keluarkan fatwa lanjutan mengenai siapa Pemimpin dan Wakil rakyat yang layak dipilih oleh rakyat Indonesia, dengan tujuan agar rakyat Indonesia tidak salah memilih sehingga tidak melahirkan penyakit kepemimpinan nasional dimasa 5 tahun kedepan, juga agar masyarakat benar-benar terbimbing untuk memilih orang-orang yang mengusung kebenaran dan ketakwaan terhadap ALLOH SWT.
2. MUI harus bertanggungjawab merekomendasi calon pemimpin dan calon legislatif yang sesuai dengan Syari’ah Islamiah, untuk dipilih oleh rakyat Indonesia (khususnya Umat Islam).
3. MUI harus bertanggungjawab terhadap kesalahan rakyat Indonesia apabila hasil pilihan mereka menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang tidak Rahmatan fil Alamin, ketika MUI ternyata tidak bertanggungjawab memberikan petunjuk calon pemimpin dan calon anggota Dewan yang layak dipilih dan dijamin sesuai dengan Syari’ah Islamiah.
4. Apabila ternyata Rekomendasi MUI mengenai calon Pemimpin dan calon anggota Dewan dalam praktiknya merupakan orang yang tidak amanah, maka kami umat Islam akan menyerahkan kesalahan tesebut kepada MUI untuk dipertanggungjawabkan Dunia Akhirat.
Urun rembuk di atas merupakan kasih sayang kami agar lembaga mulia seperti MUI tidak dijebak oleh kepentingan yang menginginkan Islam dicemooh karena sebuah ketergelinciran.

cheekymonkey.vox.com
Dunia mencibir dan jengah melihat tingkah polah Israel yang berprilaku seperti bocah cengeng yang takut mainannya direbut orang lain dan menangis ketika orang lain memiliki mainan yang diinginkannya. Dan selalu tidak tenang ketika ancaman mengitarinya, padahal ancaman ada karena kelakuan buruk yang dilakukannya.
Sepanjang sejarah perilaku mereka selalu menyimpang dari tuntunan dan kebaikan, seperti ketika mereka mengingkari kenabian Musa AS dengan membuat sesembahan sapi emas. Hal ini sedang menunjukan bahwa kehendak dan impian mereka adalah meraup emas sebanyak-banyaknya, dan selalu memprovokasi pihak lain untuk ikut serta menggapai impian serakahnya. Mereka adalah segolongan kaum pengecut yang tidak berani berbuat dengan tangannya sendiri, dalam setiap perbuatannya mereka selalu mengajak pihak lain bahkan keinginannya pihak lainlah yang berbuat untuk kepentingannya, ketika mereka yang berbuat sendiri maka senantiasa berlindung kepada kelompok lain untuk melegalisasi perbuatannya.
Untuk mewujudkan impian dan keinginannya, mereka berupaya mencari sumber dana dengan tanpa kerja kerja, namun upaya mereka melalui metode BRAIN STORMING lewat teori-teori yang disebar luaskan pada perguruan-perguruan tinggi di seuruh dunia, dan dipublikasi melalui media massa dunia, seolah teori-teori tersebut serta kampanye HAk Azazi Manusia model mereka merupakan hal yang sangat lmiah dan sagat azazi. Upaya ini sangat efektif, sehingga cara berpikir masyarakat duniatanpa terasa tergusur oleh propaganda ilmiah mereka. read more…

www.wretch.cc
Sikap pesimis berbagai kalangan menghadapi perekonomian dunia semakin tinggi, para pelaku ekonomi dihadapkan kepada prediksi terjadi krisis ekonomi dunia yang berkepanjangan, dan negara berkembang seperti Indonesia akan merasakan krisis pada Tahun 2009 ini.
Langkah nyata yang telah dilakukan beberapa negara untuk keluar dari krisis diantaranya melalui kebijakan moneter berupa penurunan tingkat bunga, bahkan Bank Sentral USA dan Jepang memberlakukan tingkat bunga 0%. Fenomena ini sedang menunjukan bahwa kebijakan penerapan suku bunga 0% akan meningkatkan gairah investasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat yang telah kadung terjebak dalam mekanisme perbankan.
Berbagai analisis moneter dunia terutama kebijakan moneter Islam, telah mencermati bahwa tingkat bunga merupakan faktor penyebab terjadinya krisis ekonomi. Para ekonom Islam meyakini bahwa penerapan tingkat bunga pada lalu lintas pembayaran merupakan aktivitas yang menyimpang dari petunjuk Al’Qur’an, sehingga krisis keuangan global yang menimpa negara-negara yang memberlakukan tingkat bunga sebagai harga uang dalam lalu lintas pembayaran merupakan konsekwensi kebutaan pelaku ekonomi dunia terhadap indikasi negatif dari pelaku tingkat bunga tersebut. read more…

Dunia usaha pada masa milenia ini dihantui oleh berbagai teori yang mengedepankan konsep persaingan usaha yang menghilangkan nilai-nilai kerjasama antar manusia, sekaligus menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki. Model persaingan usaha dikembangkan lebih banyak kepada pembunuhan saingan usaha, hal ini disebabkan oleh tokoh-tokoh/ahli marketing menawarkan teori perang dalam membangun teori marketingnnya.
Dampak teori tersebut sesungguhnya telah membangun sistem monopoli perdagangan yang sangat jahat, sehingga berbagai upaya penghancuran karakter pengusaha pesaing selalu diutamakan, bahkan produk-produk yang menghancurkan sebuah inovasi dari pesaing senantiasa dikobarkan (contoh : pembuatan virus komputer, serta hal lain yang dengan sengaja untuk menenggelamkan pesaing dari dunia persaingan usaha).
Maksud sebuah strategi marketing pada akhirnya diarahkan agar konsumen berpihak kepada perusahaan miliknya, sehingga keuntungan usaha diperoleh maksimal meskipun terdapat kerugian ekonomi bagi perekonomian sebuah Negara maupun perekonomian dunia.
Persaingan usaha yang ditujukan untuk memenangkan persaingan usaha, menimbulkan dampak terjadinya pengangguran sumberdaya, artinya semakin sedikit perusahaan yang menang dalam persaingan usaha maka semakin banyak jumlah pengangguran tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan yang kalah bersaing, demikian pula halnya dengan sumberdaya lainnya (menurunnya pengunaan modal, serta pengangguran sumberdaya alam).
Terlepas dari berbagai kontroversi mengenai palsu dan tidaknya gambar di atas, namun hikmah dari visualisasi, serta gambaran berita di dalamnya, menuntun kita untuk senantiasa menelusuri sejarah perjuangan dan Perjalanan Rosul Muhammad yang memuncakkan akidah Islamiah di setiap sanubari Muslim Dunia. Barangkali banyak terdapat beberapa artifak dan lembaran-lembaran sejarah yang masih berserakan namun dipergunakan oleh orang-orang didak sesuai bagi peruntukannya, sehingga gejala tidak harmonis antar umat beragama di dunia semakin meruncing.
Sangat besar manfaatnya jika segala lembar sejarah terkuak dan dipublikasi dengan benar, maka fundamen kehidupan masa lalu akan menjadi petunjuk bagi kesejahteraan hidup umat manusia di masa mendatang.
…………………………………………………………………………………………………………………
Bukti kebesaran Allah SWT batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi’raj batu tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut. Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb yang berada dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Yarusalem
ini foto dari teman saya sewaktu melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) diJerusalem, Subhanallah
foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak israel yg menjaga tempatnya dengan sangat ketat.
Sampai sekarang mesjid dome of rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid lain Al Sakhra tak jauh disebelahnya dengan kubah “emas” (yg sering terlihat di poster2 yg disebarkan ke seluruh dunia dimana2) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat islam dimana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai “mesjid kubah biru”.
Saat ini mesjid Al Aqsa yg sebenarnya sudah diambil alih oleh israel
dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai temapat ibadah mereka karena bersebelahan dengan tembok ratapan. (from: http://thomz-007.blog.friendster.com/)
Gagalnya negara-negara mengakomodasi pluralisme penduduknya menjadi sebuah kebijakan komprehensif yang melindungi rakyat mencapai keadilan, kesejahteraan, dan keamanan. Gagalnya negara-negara memaksimalkan potensi sumber daya dalam negeri untuk kemakmuran rakyatnya, serta besarnya intervensi asing terhadap kebijakan politik, keamanan, ekonomi dan sosial. Menunjukan bahwa negara-negara tersebut telah kehilangan kekuatannya untuk melindungi rakyat dari berbagai intimidasi asing dan penguasaan asing terhadap berbagai warna kehidupan berbangsa dan berbudaya.
Kebijakan beberapa negara besar di dunia memiliki kepentingan besar terhadap negara lain untuk melindungi kepentingan dalam negerinya melalui imperialisme ekonomi. Berbagai upaya teori yang dipublikasi dan disebarkan melalui berbagai lembaga pendidikan di dunia serta penciptaan lembaga-lembaga pemberi penghargaan dari penemuan teori ilmiah yang mendukungnya, semakin mempertajam kuatnya imperialisme intelektual. Sehingga bentuk penjajahan yang terjadi pada saat ini adalah penjajahan penguasaan sumberdaya dan intelektual. read more…
gzar.com
Apakah ketertarikan dapat diukur? Bagaimana caranya membuat seseorang lebih tertarik pada Anda? Apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan faktor kemenarikan Anda? Mengapa ketertarikan seseorang pada Anda bisa datang dan pergi begitu saja? Anda akan menemui jawaban semua pertanyaan di atas dan berbagai hal terkait lainnya dalam tulisan The Secret Law of Attraction ini.
Perlu diperhatikan dua poin berikut: (a) Artikel ini hanya menjelaskan tentang meningkatkan, melipatgandakan ketertarikan yang sudah ada, bukannya tentang apa ketertarikan itu sendiri atau bagaimana menciptakannya. Penjelasan spesifik mengenai elemen pencipta attraction hanya bisa dipelajari dalam live workshop. (b) Artikel ini berbicara tentang Law of Attraction dalam konteks dinamika sosial antar pria-wanita, bukannya Law of Attraction seperti yang biasa Anda dengar di tren omong kosong The Sampah The Secret oleh Rhonda Byrne dkk.
Sekalipun artikel The Secret Law of Attraction ini terfokus pada realita romansa, poin-poin yang saya jabarkan merupakan hasil komtemplasi yang diinspirasikan oleh sejumlah buku berbagai topik umum yang pernah saya baca, terutama Language & Gender (Penelope Eckert), The Advertised Mind (Eric Du Plessis), dan Recode – Your Change DNA (Rhenald Kasali). Saya sangat merekomendasikan ketiga buku di atas bagi Anda yang ingin belajar lebih banyak tentang manusia. Jadi tanpa berpanjang-panjang lagi, saya mendefinisikan formula Law of Attraction sebagai berikut: tingkat ketertarikan merupakan jumlah total dari dari seluruh perasaan, asosiasi, dan memori yang terhubung dengan Anda. Dalam bahasa Inggris terdengar lebih manis: attraction level is the sum of all feelings, associations, and memories related to you. Jadi jawaban yang pertama untuk pertanyaan di awal artikel ini adalah: ya, ketertarikan dapat diukur melalui tiga buah variabel, yaitu Perasaan (feelings, atau simbol F), Asosiasi (associations, atau simbol A), dan Memori (memories, atau simbol M). Semakin tinggi nilai FAM yang Anda berikan, semakin meningkat faktor kemenarikan Anda dan membuatnya semakin tertarik pada Anda. Sekalipun formula Law of Attraction itu sepertinya sederhana saja, namun bukan berarti disadari banyak orang. Ada tiga jenis troubleshooting yang terjadi seputar kiat-kiat dan advis yang sering beredar tentang cara menarik lawan jenis ke dalam kehidupan Anda.
Yang pertama adalah ketidaktahuan akan adanya sinergi antar dua faktor: yakni perlunya elemen pencipta ketertarikan (yang tidak akan dibahas dalam artikel ini) dan elemen peningkat ketertarikan (yakni FAM di atas). Jika Anda belum menjadi seorang pribadi yang menawan di mata lawan jenis, maka dia tetap tidak akan jadi tertarik pada Anda tidak peduli seberapa tinggi FAM yang Anda berikan. Demikian juga sebaliknya, hubungan Anda dengan sang lawan jenis tidak akan mengalami pertumbuhan apa-apa jika Anda hanya mengandalkan ketertarikan awal tanpa didukung oleh nilai variabel FAM.
Kelanjutan artikel ini dapat anda baca atau copy pada : the-secret-law-of-attraction4
Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik.
Setelah mendengarkan info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku “ The Hidden Messages in Water “ karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:
1. Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.
2. Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:
3. Toples A : “ Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.
4. Toples B : “ Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu “
5. Botol 2 ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.
6. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :

Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap.
Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.
Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri.
Kalau di buku di katakan ada yg mencoba dgn tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyat beras dlm botol yg diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yg dipapar kata “ Kamu Bodoh”.
Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yg berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.
Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yg akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yg timbul dalam batin kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
Note : jika anda merasa tulisan ini bermanfaat utk orang lainnya silahkan forward sebanyak2nya kepada rekan2 anda, semoga dapat menimbulkan hal yg bermanfaat buat mereka. Terima kasih.
Sumber : Dr. Ade Komaludin, Calon Anggota DPR RI Dapil Tasik Garut.
pencari populer
kuttumbaba.blogspot.com
Tuntutan hidup dan penghidupan adalah kerjasama, interaksi sosial menjelaskan kualitas kerjasama. Tidak ada satupun celah yang tidak terisi dengan kerjasama antar manusia, bahkan fenomena alam sedang memberikan tuntunan bagi manusia tentang hakikat kerjasama, bagaimana mungkin ada hujan tanpa kerjasama matahari dengan lautan, danau, sungai, serta angin, tumbuhan dan tanah. Demikian pula dengan sebuah organisasi, baik berskala kecil seperti keluarga, maupun skala besar seperti sebuah negara. Tanpa kerjasama di dalamnya tidak akan terwujud organisasi dalam skala apapun.
Hasil kerjasama mewujudkan bermacam bentuk, warna, sifat dan manfaat. Kerjasama antara ahli seni dengan ahli bangunan dan ahli ekonomi terwujud bangunan yang artistik dan efisien, kerjasama ahli musik, penyanyi, penata panggung, tata busana, dan ahli lampu dan ahli lainnya terwujud pagelaran orkestra yang mengagumkan ribuan penonton yang diundang dengan promosi yang cantik hasil kerja apik ahli pemasaran.
Tidak seorang di dunia yang memperoleh kesenangan hidup tanpa kehadiran kerjasama, semakin erat dan luas sebuah kerjasama yang diikat dengan saling percaya dan penuh kejujuran serta kesetiaan, akan lahir sebuah organisasi yang kokoh dan senantiasa berkembang, serta melahirkan temuan-temuan baru yang mensejahterakan anggotanya, juga lingkungannya. read more…
okykrismadi.co.cc
Bergelimang kekayaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia Indonesia, menggambarkan bahwa Indonesia merupakan negara yang siap menghadapi masa depan gemilang tanpa kekurangan dan kemiskinan. Sumberdaya alam Indonesia yang memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif masih banyak yang menganggur tanpa disentuh oleh tangan kreatif dan masih kekurangan tenaga ahli yang mumpuni untuk mengolah dan mengelolanya.
Keterbatasan kreativitas sesungguhnya disebabkan oleh motivasi sumberdaya manusia Indonesia yang masih mengandalkan menjadi pegawai untuk mengembangkan diri, sehingga kreativitas yang lahir di Indonesia bersumber dari kreator asing dan warga negara pendatang.
Waktu yang tepat bagi Indonesia untuk merubah pola pikir masyarakat yang semula menyandarkan dirinya beradaptasi dengan pasar tenaga kerja, menjadi pola pikir yang menyediakan lapangan kerja. Iklim kreatif dapat ditumbuhkan melalui program pengembangan kompetensi masyarakat, melalui pengembangan kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah, maupun program pendidikan informal di setiap peloksok tanah air.
Rangkaian mekanisme pengembangan kompetensi masyarakat, khususnya untuk program pendidikan informal, harus diawali dengan program pengembangan PPM Perguruan Tinggi yang bekerjasama dengan pemerintah daerah, adapun pola pengembangannya sebagai berikut : read more…
Angin segar yang tengah berhembus bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, ditandai dengan keseriusan pemerintah menetapkan 20% dari APBN untuk dana pendidikan pada tahun 2009. Pemanfaatan yang tepat dan pengelolaan yang jujur dan profesional alokasi dana sebesar itu akan meningkatkan daya kreasi masyarakat kreatif untuk mencurahkan keahliannya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Pendidikan merupakan faktor penting bagi peningkatan kecerdasan masyarakat serta merupakan faktor penentu bagi kemajuan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan penemuan teknologi baru akan cepat terwujud, baik teknologi yang berkaitan dengan sarana dan prasarana fisik, maupun teknologi yang berkaitan dengan teori-teori ilmiah lainnya yang mendukung kepada proses pengambilan keputusan yang tepat dalam segala aspek kehidupan.
Berkenaan dengan penggunaan dana untuk penelitian, sangat perlu diperhatikan kemandirian serta integritas peneliti, penelitian yang berbasis sumber daya dalam negeri/lokal semestinya menjadi prioritas, serta filosofi kehidupan bangsa Indonesia menjadi dasar dalam pengembangan keilmuan dan teknologi dalam berbagai penelitian. read more…
Kasus bantuan likwiditas Bank Indonesia (BLBI) berulang di Amerika, dimana the FED mengikuti langkah Bank Indonesia untuk menyelamatkan lembaga perbankan yang terkena imbas kredit macet dari sektor perumahan melalui bantuan likwiditasnya. Sungguh sangat aneh ketika banyak praktisi ekonomi dan ahli ekonomi Amerika menyetujui langkah tersebut, apalagi kebijakan ditetapkan setelah kebijakan kenaikan tingkat bunga ditetapkan sebelumnya.
Terdapat kontradiksi logika, bahwa kebijakan peningkatan tingkat bunga menyebabkan kredit macet dan sektor perbankan USA terpuruk sehingga memerlukan uluran pemerintah untuk menyehatkannya. Semestinya kebijakan tingkat bunga berdampak pada semakin likwid lembaga keuangan bank USA sebab gairah penanaman dana dalam bentuk simpanan bank meningkat, artinya kemacetan kredit dari satu sektor ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat liwiditas bank, kecuali apabila terjadi kebocoran/mark up akad kredit yang sangat tinggi di sektor kredit perumahan USA.
Analisis lain yang berkenaan dengan terjadinya kredit macet pada sektor perumahan adalah mahalnya harga baku bahan bangunan/properti, sehingga harga jual perumahan menjadi mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat USA. Kebutuhan bahan bangunan/properti yang cukup besar berasal dari bahan bangunan impor (kayu impor, semen impor dll), sehingga diperlukan upaya untuk menekan harga bahan bangunan impor menjadi lebih murah, maka melalui kebijakan penyelamatan likwiditas lembaga keuangan Bank Amerika dengan kucuran dana miliaran USD, sesungguhnya tengah menyiasati agar harga barang impor menjadi rendah melalui proses interaksi USD di Pasar uang Internasional (USD ter-apresiasi).
Melalui perkiraan kedua tersebut di atas, maka perlu Antisipasi terhadap kebijakan keuangan Amerika untuk menghindari dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. read more…
www.emelmagazine.com
Kebaikan yang terorganisir akan membawa kebahagiaan dan kemenangan, jika tidak maka akan melahirkan kekecewaan, bencana dan kekalahan, demikianlah yang terjadi di Pasuruan dan beberapa daerah lainnya, ketika terjadi kecelakaan yang memakan korban pada saat pembagian zakat.
Fenomena di atas sedang melanda negeri ini, awalnya karena “ketidak percayaan” sebagian masyarakat terhadap birokrasi pengelola zakat, atau terhadap badan/lembaga pengelola zakat. Barangkali disebabkan oleh pelaku koordinator yang tidak berkoordinasi, atau koordinasi tanpa koordinator, sehingga terjadi penyimpangan amanat.
Sangat ironis dimana Islam dibangun dengan pondasi Tabligh, Amanah, fathonah dan Sidiq, ternyata sedang memperlihatkan ketidak pahaman terhadap aplikasinya. Penyalahgunaan amanah marak terungkap dilayar kaca bahkan dilakukan oleh lembaga yang dipenuhi oleh orang-orang kompeten dari sisi ilmu dan pemahaman fiqih muamalah. Hal ini yang memicu lahirnya rasa tidak percaya masyarakat untuk menitipkan amanah kepada mereka, sehingga pelaksanaan pembagian zakat yang seharusnya dilakukan oleh lembaga publik, saat ini dilakukan individu meskipun belum tentu penyerahannya tepat sesuai aturan, serta belum tentu bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dhuafa.
Pelaksanaan muamalah yang selayaknya berpengaruh terhadap kesejahteraan publik dan pelaksanaannya dilakukan oleh institusi publik, ternyata banyak dilakukan oleh individu dengan berbagai motivasi. Aktivitas individu ini tidak akan mengemuka seandainya lembaga-lembaga publik telah berperan sebagai pemegang amanah yang terpercaya, serta tidak perlu bermunculan lembaga-lembaga sosial swasta yang mengurus zakat sebagai sarana peningkatan kesejahteraan publik. read more…
Krisis ekonomi Indonesia semakin terasa mencekik mayoritas rakyat. Sektor finansial yang terus tertekan oleh perilaku mata uang US Dollar, berdampak kepada semakin mengecilnya nilai rupiah terhadap mata uang asing (soft currency) dalam pergaulan keuangan internasional. Keadaan ini semakin memperbesar biaya konsumsi masyarakat sebab sektor produksi Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor, serta barang konsumsi di Indonesia lebih banyak dikuasai oleh peredaran barang impor, sehingga harga barang-barang konsumsi didalam negeri cenderung menaik.
Perilaku investor yang berkiprah di pasar modal semakin kentara sebagai kaum kapitalis yang oportunis, pada kondisi US Dollar meningkat, mereka beralih ke pasar uang, hal ini menunjukan bahwa aktivitas ekonomi yang relatif mengandalkan gairah investasi (di pasar modal) dalam negeri akan terganggu, yang pada akhirnya sektor riil semakin menurun aktivitasnya, bahkan kecenderungan mengalami kerugian semakin membesar. Kondisi ini semakin diperparah oleh kebijakan peningkatan tingkat suku bunga SBI, artinya dalam jangka menengah sektor riil akan dihadapkan kepada beban biaya modal yang besar, serta dihadapkan pula kepada sulitnya melakukan efisiensi ketika tingkat bunga pinjaman semakin besar. read more…
ninopatane.wordpress.com
Ketika sebuah negara dipimpin oleh pemerintahan yang tangguh dan didukung oleh mayoritas rakyatnya, belum menjamin negara tersebut terhindar dari penjajahan ekonomi bangsa asing, seandainya negara menerapkan kebijakan independensi bank sentralnya.
Aktivitas moneter komunitas Bank Sentral sedunia dikawal oleh kebijakan Bank Dunia dan tentu saja oleh IMF, dan bank dunia serta IMF memiliki kepentingan untuk mempertahankan stabilitas moneter dunia menurut kepentingannya, dan anehnya beberapa negara besar yang memiliki bank sentral malah tidak menjadi anggota (negara berpaham zionis) namun berkontribusi besar terhadap pengambilan keputusan pada bank dunia dan IMF. Hal ini mencerminkan bahwa Bank dunia dan IMF hanya merupakan kepanjangan tangan dari negara zionis yang menjadi pengatur operasionalnya. read more…
Penguasaan Teknologi Militer Serta Teknologi Energi Menjamin Kemandirian dan Kewibawaan Bangsa
Beberapa negara besar di dunia,mengkhawatirkan jika negara berkembang atau negara-negara yang tidak berhaluan sama dengan mereka (misalnya negara yang tidak menerapkan model demokrasi seperti mereka, atau negara-negara Islam) memiliki kemampuan militer dan teknologi pertahanan serta teknologi energi negara yang tinggi. Kecurigaan mereka akan menjadi-jadi apabila sebuah negara yang dianggap bukan rekannya mengembangkan sistem persenjataan mutakhir, atau mengembangkan teknologi melalui pemanfaatan energi nuklir. Maka tudingan sebagai negara yang akan mengancam keamanan dunia akan dilontarkan.
Sikap tersebut di atas dilakukan untuk menghindari munculnya kekuatan militer baru yang mengancam kekuasaan mereka dalam menguasai kehidupan dunia, sehingga pengembangan militer dan peningkatan teknologi senantiasa ditekan sampai tingkat yang paling rendah, agar mereka dengan leluasa menciptakan ketergantungan yang tinggi bagi negara-negara lain terhadapnya. read more…









































